cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Published by Universitas Tidar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA" : 11 Documents clear
BASA-BASI DALAM PERCAKAPAN KOLOKIAL BERBAHASA JAWA SEBAGAI PENANDA KARAKTER SANTUN BERBAHASA Asmara, Rangga
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.536 KB)

Abstract

AbstractThe phatic communion is the standardized ritual repertoire in Indonesia culture, particularly in Javanese socioculture. The speech is a form of clichés which can be spoken by any Javanese speakers to the situation to start a conversation. The purposes of this research are to identify (1) the markers of phatic communion in colloquial Javanese language, (2) the types of phatic communion in colloquial Javanese language, (3) communicative functions of phatic communion (metalinguitics politeness) as the politeness markers in spoken language. In this study, I used pragmatic approach by analysing the language functions in which they are expressed in the form of speech acts. The data were colloquial Javanese language which had phatic communion. The subject of the study were standard Javanese speakers, Banyumas Javanese speakers, and East Java Javanese speakers. The data were collected by recording technique and note-taking technique. The data were analyzed by using Creswell’s steps. In this study, there were six categories of the phatic communion in colloquial Javanese language. They were congratulation, hope, humiliation, invitation, prohibition, and farewell. In their construction, the speakers used the phatic marker as the modifier and the markers of speech purposes. Thus, this form of communication showed the characters of polite language.Kata kunci: basa-basi, penanda fatis, bahasa Jawa, santun berbahasa
VARIASI TINDAK TUTUR DALAM CERPEN “TERGODA” KARYA DEWI ANGGRAENI Wahyono, Hari
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.124 KB)

Abstract

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra kreatif. Sebagi karya sastra kreatif, cerpen  mengungkapkan hidup dan kehidupan manusia yang  dikemas secara imajiner dan menggunakan bahasa yang indah. Peristiwa hidup dan kehidupan manusia yang ada dalam cerpen diungkapkan oleh tokoh. Keberadaan tokoh dalam sebuah cerpen sangatlah penting. Aneka peristiwa kehidupan yang terjadi pada tokoh dan atau antartokoh dapat diketahui melalui tindak tutur tokoh. Jalan cerita, jalinan cerita, peristiwa dalam cerita diketahui dan dinikmati oleh pembaca dari tindak tutur tokoh. Aneka macam tindak tutur tokoh yang ada dalam cerpen menunjukkan aneka peristiwa yang terjadi dalam cerpen. Salah satu daya pikat atau daya tarik cerpen adalah dari tindak tutur tokoh. Hal ini tercermin juga dalam cerpen “Tergoda” karya Dewi Anggraeni. Kata kunci: variasi, tindak tutur, cerpen, tergoda
GENRE-BASED APPROACH TO PROMOTE LEARNERS’ CRITICAL THINKING SKILLS Kusumaningrum, Widya Ratna
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.738 KB)

Abstract

Untuk membuat siswa mempunyai pemikiran kritis dibutuhkan sebuah strategi yang dapat membuat siswa mampu mensintesis pengetahuan dan keterampilan di dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. Artikel ini mendiskusikan implementasi pendekatan berbasis genre sebagai sebuah alternatif model pengajaran bahasa Inggris di level sekolah menengah atas. Beberapa isu yang menjadi pokok permasalahan di sini adalah konsep mengenai pemikiran kritis, pendekatan berbasis genre, dan implementasi pendekatan berbasis genre yang mempromosikan pemikiran kritis siswa di dalam kelas bahasa Inggris. Dengan menekankan pada paragraf argumentasi seperti eksposisi dan diskusi, guru sebaiknya mendorong pemikiran kritis siswa baik dalam bahasa tulis maupun lisan. Artikel ini juga memuat sebuah model pengajaran yang mengimplementasi pendekatan berbasis genre yang mengaktifkan pemikiran kritis di dalam kelas bahasa Inggris. Keywords: Genre Based Approach, Critical Thinking, argumentative texts, English Language Teaching
RESEPSI CERITA PERANG BUBAT DALAM NOVEL NISKALA KARYA HERMAWAN AKSAN Baihaqi, Imam
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.92 KB)

Abstract

Karya sastra tidak dapat dipahami dan diteliti terlepas dari dunia pembaca karena karya sastra merupakan salah satu wujud realisasi diri seorang pembaca yang memberikan konkretisasi terhadap ruang-ruang kosong yang terdapat dalam karya sastra itu sendiri. Konkretisasi terhadap karya sastra tersebut dapat diejawantahkan melalui tanggapan, baik aktif maupun pasif oleh pembaca karya sastra. Tanggapan pembaca menjadi suatu hal pokok dalam kajian resepsi sastra sebagai paradigma pendekatan ekstrinsik dalam sastra yang menekankan pada hubungan antara karya sastra dengan pembaca. Resepsi Hermawan Aksan sebagai pembaca  ̶ yang dalam hal ini juga berperan sebagai seorang penulis− terhadap cerita perang bubat  ̶ yang dalam hal ini terdapat dalam novel Niskala ̶  dapat dikaji dengan menggunakan toeri resepsi sastra. Resepsi terhadap cerita perang bubat tersebut dapat ditafsirkan berbeda, tergantung dari posisi dan tendensi seorang pembaca yang sekaligus menjadi seorang penulis dalam memberikan penafsiran terhadap suatu permasalan.Kata kunci: Resepsi, Perang Bubat, Novel Niskala.
AUTHENTIC ASSESMENT IN WRITING Sarwanti, Sri
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.967 KB)

Abstract

When talking about teaching and learning, assesment is also discussed to know how far the process achieves its goals. What kind of assesment teachers use will depend on the material they transfer to their students. There are several kinds of assesment. Since the paradigm in education is shifted, the way teachers asses their students’ performance is also shifted as well. Therefore nowadays authentic assesment is broadly introduced, learned, and applied in most teaching learning process.Since the paradigm in education has shifted, the way teachers assess the students’ writing is shifted as well following the new paradigm beyond constructivism. More and more rubrics are set to exactly show the real condition and processes of the writing itself.Authentic assessment in writing plays a very important role in its teaching since the impact will be huge to the students. The process of this assessment really show the students’ performance. Key words: authentic assessment, paradigm shift, writing  
PELANGGARAN PRINSIP KERJASAMA DAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA TERHADAP GURU MELALUI TINDAK TUTUR VERBAL DI SMP MA’ARIF TLOGOMULYO-TEMANGGUNG (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK) Nugraheni, Molas Warsi
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.133 KB)

Abstract

 Conversation is verbal interaction that takes place in an order and organized and involves two or more parties in order to achieve certain objectives as a form of communication events. When the conversation does not meet the rules of the communication, failure is diagnosed. Conversation failure was effected due to a violation of the principles of politeness and cooperation. This study was conducted in SMP Maarif Tlogomulyo by analyzing teachers and students conversations in learning process. The results of this research were 1) students did a violate of the maxim of quantity, quality, relevancy, and the thimble way, 2) students did a violate of the principle of politeness in the interaction in the classroom. This was influenced by many factors, particularly the influence of the environment and level of education. Using local utterances was highly recommended to preserve the local culture, but more harmonious when it was used in a good and polite conversation.Keywords      : violation of the principle of cooperation, principle of politeness, and verbal speech acts
DEIXIS ANALYSIS THROUGH THE INTERACTION AMONG THE STUDENTS WITH DIFFERENT CULTURE Sari, Retma
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.169 KB)

Abstract

Setiap bahasa mempunyai deixis yang berbeda-beda, karena setiap bahasa mempunyai perbedaan aturan dan latar belakang budaya. Penggunaan dan aturan yang berbeda ini terkadang akan menyulitkan seseorang atau siswa yang bukan seorang native speaker untuk mempelajari bahasa baru, karena ia juga harus mempelajari tentang budaya dimana suatu bahasa itu ada. Jika ia tidak mempelajari itu, komunikasi menjadi tidak seimbang dan mungkin akan melakukan atau mengucapkan sesuatu yang tidak seharusnya. Jika hal ini terjadi, akan menimbulkan kecenderungan untuk terjadi kesalah pahaman. Jadi jika seseorang ingin mempelajari bahasa, harus mempelajari juga tentang aturan dan latar belakang budaya bahasa tersebut. Selain kita juga harus mengetahui aspek lainnya seperti karakter pembicara, tujuan, permasalahan dan situasi dalam pembicaraan.  Kata Kunci : Deixis, pembelajar dan perbedaan budaya
APOLOGY: A STRATEGY TO RECOGNIZE SPEAKERS’ BEHAVIOUR (THE ANALYSIS OF APOLOGY FOUND IN “THE SOUND OF MUSIC” PLAY) Mukaromah, Dyah
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.512 KB)

Abstract

Tuturan permintaan maaf (apology) dapat digunakan untuk mengetahui perilaku penuturnya. Analisis tuturan permintaan maaf seseorang, dapat digunakan untuk mengetahui berbagai aspek perilaku orang tersebut, sopan santunnya, kepekaan sosialnya dan juga sifat dasarnya. Dalam kajian ini, analisis apology dilakukan dengan media transkrip drama “Sound of Music”. Sebuah drama tentang pola asuh anak dalam keluarga dengan single parent berlatarbelakang militer. Terdapat banyak sekali persinggungan karakter dalam drama ini sehingga apology nya dengan mudah dapat diketahui dan kemudian dianalisa. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa apology yang dituturkan oleh seseorang dipengaruhi dengan kuat oleh kedudukan penutur dan pendengar, jenis kesalahan dan sifat penutur. Semakin peka dan halus sifatnya, maka semakin sopan pula tuturan apology nya.  Keywords: Tuturan apology, perilaku penutur apology, pola tuturan apology.
THE TRANSLATION TECHNIQUE OF PARATACTIC CLAUSE COMPLEX IN CHILDREN’S SHORT STORY ENTITLED MOWGLI’S BROTHER Wulansari, Atsani
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.62 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan teknik penerjemahan dan (2) menjelaskan dampak penggunaan teknik penerjemahan terhadap hubungan interdependensi dan makna logiko-semantik dalam klausa kompleks Parataktik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif – kualitatif dengan menerapkan purposive sampling. Sumber data adalah klausa kompleks dalam cerita pendek Mowgli’s Brother dan versi terjemahannya berjudul ‘Saudara-Saudara Mowgli’. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Dalam penelitian ini, ditemukan 8 teknik penerjemahan yaitu teknik transposisi, teknik harfiah, partikularisasi, generalisasi, amplifikasi linguistik, amplifikasi, reduksi, dan peminjaman. Dampak yang disebabkan dari teknik tersebut adalah 21 klausa kompleks parataktik mengalami pergeseran sedangkan 43 klausa tetap. Teknik yang bedampak terhadap pergeseran adalah teknik transposisi. Penerjemahan yang tidak mengalami pergeseran disebabkan oleh teknik harfiah. Pergeseran bisa saja terjadi dalam penerjemahan untuk memudahkan pembaca khususnya anak-anak memahami teks. Kata Kunci: Klausa Parataktik, Teknik Penerjemahan, Pergeseran Penerjemahan, Cerita anak. 
THE IMPORTANCE OF NON-NATIVE ENGLISH SPEAKER TEACHERS IN THE CONTEXT OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE Mauludin, Lutfi Ashar
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.028 KB)

Abstract

Guru penutur asli Bahasa Inggris dan non-penutur asli Bahasa Inggris masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, bagi siswa yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing, guru non-penutur asli memiliki kelebihan. Setidaknya, ada empat faktor kelebihan yang hanya bisa di kuasai oleh guru non-penutur asli, yaitu pengetahuan dasar, komunikasi yang efektif, pemahaman kesulitan dan kebutuhan siswa, serta pengaruh multi-budaya dan keanekaragaman. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, bisa disimpulkan bahwa guru non-penutur asli memiliki peran yang lebih penting dalam meningkatkan kemampuan ber-Bahasa Inggris siswa.Keywords: NESTs, NNESTs, EFL, Learning

Page 1 of 2 | Total Record : 11