cover
Filter by Year

Analysis
Articles
34
Articles
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (KAJIAN RILIGIO-HISTORIS)

tang, muhammad

AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study is to study and describe Islamic Education in Indonesia by looking at the basic concept and history of the development of Islamic Education in Indonesia. These developments will be seen from before the colonial era until the reform era, with a riligio-historical approach. The results of this study show that to develop Islamic Education should be built on the foundation, namely; theological-philosophical, psychological, scientific (scientific and technological), socio-cultural, the concept of fitrah, the meaning and purpose of Islamic education. Then viewed from the historical point of view, the entry of Islam in Indonesia since the seventh century and the period of its development XII century AD Since the entry of Islam in the archipelago, theoretically since that is also the birth and development of Islamic Education. The development of Islamic Education in this paper is described in three phases, namely; fasse before colonization, the colonial era (the Dutch colonial era and the Japanese colonial period) and the post-independence phase (old orede, new order and orede reform).

KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-AHZAB AYAT 59

Toyyib, Moh

AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jurnal ini secara umum bertujuan untuk mengetahui penjelasan apa yang terkandungdalam surat al-Ahzab ayat 59. Secara lebih rinci tulisan ini menjelaskan pertama, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir Al Misbah . Kedua, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir-tafsir terdahulu yang sudah di jadikan rujukan oleh mufassirin setelahnya seperti tafsir Ath-Thobari, Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi. Ketiga, menjelaskan penyebab perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59  antara M. Quraish Shihab (pengarang tafsir Al Misbah) dan pengarang-pengarang tafsir terdahulu. Jurnal ini merupakan hasilkajian library research yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59menurut M. Quraish Shihabdan pengarang-pengarang tafsir terdahuludengan metode penafsiran muqarrin atau metode komparatif. IbnuKatsir, Ath-Thobari dan Al-Qurtubi cenderung mengatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya serta yang boleh di tampakkan hanya satu pandangannya saja.Sementara, M. Quraish Shihab tidak cenderung mendukung pendapatyang mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar bahwaseluruh tubuh wanita adalah aurat dan beliau cenderung mengatakan wanita yang penting memakai pakaian yang bisa dikatakan terhormat dalam adat istiadat di tempatnya. Ini bukan saja karena lemahnyaalasan-alasan yang mereka kemukakan, tetapi juga dengan tampilseperti yang mereka wajibkan berarti gugurlah fungsi hiasan atau keindahan dalam berpakaian, padahal al-Quran sendiri menyebutkanbahwa salah satu fungsi pakaian adalah hiasan. Adapun penyebabperbedaan para ulama dalam surat al-Ahzab ayat 59 adalah penafsiranmereka terhadap kata jalabibihinna dalam surat al-Ahzab ayat 59 dan dari penjelasan surat al-Nur ayat 31 yang mempunyai pembahasan senada dengansurat al-Ahzab ayat 59 yakni tentang kewajiban muslimah untuk berjilbab untuk menutup auratnya.

HUBUNGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN AKHLAK SISWA

Rosif, Rosif

AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang keberagaman di Indonesia, perilaku toleransi yang diajarkan dalam Islam, factor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menginternalisasi akhlak dalam Pendidikan Agama Islam.Pelaksanaan pengajaran pendidikan agama Islam di SMK PGRI Pandaan ternyata sangat sederhana yakni menggunakan metode-metode yang lazim digunakan pada materi pelajaran pendidikan lainnya, seperti ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab dan drill.Sementara waktu yang  dialokasikan  pada  materi  pendidikan  agama  Islam  sebanyak 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) setiap minggunya. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa "tidak ada hubungan positif atau signifikan antara pendidikan agama Islam dengan akhlak siswa di SMK PGRI Pandaan".

STRATEGI MEWUJUDKAN SEKOLAH DAN MADRASAH UNGGULAN DI ERA GLOBAL

wahed, abd

AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui cluster sekolah dan madrasah yang ideal bagi pengelola pendidikan yang terdiri dari 4 hal, yaitu: model, favorit, maju, dan unggulan. Namun untuk mewujudkannya bukan hal yang mudah dan biayanya tidak murah. Dalam artikel ini, penulis mencoba memberikan sedikit gambaran tentang solusi aplikasi praktis guna mewujudkan sekolah dan madrasah unggulan. Fokus artikel ini pada tipe unggulan. Penulis ingin menggabungkan sekolah dan madrasah karena merupakan kebutuhan mendasar. Untuk mewujudkan, mendirikan, dan menciptakan sekolah dan madrasah unggulan setidaknya ada 4 langkah sederhana, praktis, dan deskriptif, yaitu dengan metode atau langkah Four Mim(4M). Four Mim ini mencakup memperbaiki manajemen, manajemen sumber daya manusia, manajemen kurikulum, dan manajemen kesiswaan. Selain itu, ada empat pilar strategis fundamentalis dalam menggali potensi sekolah dan madrasah unggulan, yaitu: 1) membangkitkan motivasi. Motivasi merupakan fondasi dari segala hal yang ingin dicapai, 2) membaca peluang, 3) keterampilan manajemen waktu, dan 4) Tekun dan ulet. Tiga point kegiatan dalam meraih prestasi akademik murid sekolah dan madrasah unggulan meliputi:1) penegakan disiplin, 2) paket kegiatan khusus murid dan budaya sekolah, dan 3) tim khusus.

Pemikiran Tafsir Ilmi Karya Ahmad Baiquni

hamiyetun, nur

AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Qur’an is full of reflections on the Heavens. In the preceding chapter on the creation, we saw how the plurality of the Heavens and Earths was referred to, as well as what the Qur’an calls an intermediary creation ‘between the Heavens and the Earth’: modern science has verified the latter. The verses revering to the creation already containa broad idea of what is to be found in the heavens, i.e. of everything outside the earth.[1]  

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK TIPE ASSISTED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWADI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 BIRINGKANAYA MAKASSAR

Fatimah, Ana Cahayani

AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji Bentuk dan Efektivitas penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik-­teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi dan (4) tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dikemukakan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa. Dari data di lapangan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggukan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learningyang semula nilai rata-rata pra siklus 68,15% meningkat menjadi 69,60 atau meningkat sekitar 1,45% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 78,15 atau sekitar 8,55%. Dan pada Siklus III lebih meningkat lagi Menjadi 88,15% atau sekitar 10%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pembelajar konstruktivistik tipe assisted learning sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak peserta didik.

URGENSI PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DI KELURAHAN BAJI PA’MAI KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS

Palili, Sampara

AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan pendidikan agama Islam sebagai salah satu aspek penting dalam membangun keluaga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Pokok permasalahan penelitian lapangan ini adalah urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Hasil penelitian mengungkap urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai adalah pemahaman materi Pendidikan Agama Islam melalui pendidikan formal maupun non formal.Salah satu usaha yang harus ditempuh adalah dengan memperdalam pengetahuan tentang Islam melalui jalan pendidikan Islam, karena pendidikan Islam baik formal maupun non formal adalah satu-satunya jalan yang akan memberikan pemahaman kepada anggota keluarga, bagaimana cara membangun keluarga islami. Adapun faktor-faktor yang menghambat dan mendukung upaya keluarga memahami materi pendidikan Islam dalam membangun keluarga islami adalah faktor internal dan eksternal, di antaranya besarnya keinginan masyarakat membangun keluarganya terlihat dari tingginya partisifasi masyarakat mengikuti kegiatan pengajian dan pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah setempat. Adapun beberapa faktor penghambat adalah minimnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengajian dan pelatihan yang ada di kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru.

MADRASAH SEBAGAI BENTUK TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Syarifuddin, Nur

AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Madrasah pada mulanya merupakan perkembangan dari institusi pendidikan Islam di masjiddan pesantren. Selanjutnya, perkembangan madrasah mengikuti zamannya dan tidak sepenuhnya merupakan kelanjutan lembaga pendidikantradisional yang sudah ada sebelumnya. Artikel ini merupakan analisis historis yang memaparkan proses kelahiran dan perkembangan madrasah (pendidikan agama Islam) sebelum dan pasca kemerdekaan, era SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri, serta struktur kurikulum dari madrasah di Indonesia dari masa ke masa. Temuan penelitian ini adalah pada dasarnya sistem pendidikan dan pengajaran di madrasah merupakan perpaduan antara sistem yang berlaku di pondok pesantren dengan sistem yang berlaku di sekolah-sekolah modern. Untuk mengenai pembinaan dan pengembangan madrasah tetap dilaksanakan semenjak munculnya istilah madrasah sampai lahirnya SKB 3 Menteri, di mana madrasah dipersamakan dengan sekolah umum, yang dalam hal ini adalah sekolah negeri umum yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sederajat. Dan demikian jelasnya bahwa pemerintah tetap memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan madrasah di Indonesia. Dalam hal pengembangan kurikulum madrasah sama dengan prosedur pengembangan kurikulum berbasis sekolah, mengingat term madrasah dengan sekolah memiliki substansi yang sama, yaitu keduanya merupakan lembaga pendidikan formal.

DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGANPSIKOLOGIS ANAK

Azizah, Rina Nur

AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam keluarga dibutuhkan suasana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak karena kerukunan di dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangan dan pendidikan anak. Namun pada kenyataannya sudah menjadi kodrat manusia bahwa kebahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, suka, duka, kerukunan, keharmonisan dan perselisihan merupakan peristiwa yang selalu dating silih berganti dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak. Dengan jenis penelitian kajian pustaka, penulis memaparkan bahwa merupakan bukan akhir dari hubungan suami istri, namun orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri namun dampak terbesar adalah perkembangan psikologis anak. Temuan penelitian ini adalah bahwa perceraian mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak, karena pada umumnya perkembangan psikologi anak yang orang tuanya bercerai sangat terganggu, selain itu faktor negatif dampak dari perceraian adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Keutuhan rumah tangga dibutuhkan dalam membantu perkembangan psikologi dan pendidikan anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang bagi anak terhadap perceraian orang tua anak menimbulkan perasaan cemas, bingung, resah, malu dan sedih. Terlebih bagi anak usia remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosional dan akan lari pada kenakalan remaja dan narkoba.

LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL REMAJA; PENDEKATAN BEHAVIORISME

Husni, Muhammad

AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang layanan konseling individual terhadap siswa yang bermasalah dan  perubahan positif yang akan terjadi pada siswa setelah mendapatkan layanan konseling individual.Konseling individual dilakukan dengan pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberi bantuan untuk mengembangkan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi.Analisis dilakukan dengan mengkombinasikan konseling individual dengan penanganan kasus kenakalan remaja. Dalam pengamatan yang penulis lakukan, menghasilkan beberapa temuan di antaranya: kenakalan remaja merupakan konflik dalam proses psikologis dan sosial dalam perkembangan remaja. Sebagai langkah efektif, konseling individual dengan pendekatan behaviorisme penting untuk dilakukan. Konseling inibertujuan untuk mengubah perilaku remaja yang salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat. Dalam proses konseling ini, tugas dari Guru BK/Konselor adalah melakukan pendekatan secara intensif. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi dan nantinya dapat ditemukan solusinya. Tidak cukup hanya sebatas penyelesaian masalah, guru BK/Konselor juga harus terus memantau perkembangan anak setelah terselesaikannya permasalahan.