cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ZOOTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
PENGARUH PEMUPUKAN ANORGANIK DAN ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN. Dewanto, Frobel G.; Londok, Jola J.M.R.; Tuturoong, Ronny A.V.; Kaunang, Wilhelmina B.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.698 KB)

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap tinggi tanaman, panjang dan lingkar tongkol serta bobot pipilan kering jemur jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian milik keluarga M. Manoppo yang dimulai sejak bulan April 2009 sampai dengan Oktober 2009 di Desa Koka Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa.  Jumlah petak yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 (dua puluh) petak yang ditempatkan secara acak dengan ukuran 2 x 2 meter dengan jarak tanam 50 cm x 70 cm dan jenis benih jagung yang digunakan adalah jagung hibrida (NUSANTARA 1). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 kelompok dan 4 perlakuan yang terdiri dari T0 (tanpa pemupukan), T1 (pemupukan anorganik dengan dosis 3,67 kg/petak), T2 (pemupukan organik dengan dosis 1,4 kg/petak) dan T3 (menggabungkan pupuk anorganik dengan dosis 1,83 kg/petak dan pupuk organik dosis 0,7 kg/petak). Variabel yang diukur meliputi tinggi tanaman, panjang dan lingkar tongkol serta bobot pipilan kering jemur. Pengambilan data dilakukan disaat panen sampai dengan selesai penjemuran jagung yang telah dipipil. Data yang diambil kemudian ditabulasi dan diuji menurut analisis keragaman untuk melihat pengaruh perlakuan. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dilakukan untuk melihat perbedaan antara masing-masing perlakuan. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberi pengaruh yang berbeda nyata (P > 0,05) terhadap panjang dan lingkar tongkol serta bobot pipilan kering jemur. Dari penelitian yang telah dilakukan diambil kesimpulan bahwa pemupukan dengan menggabungkan antara pupuk anorganik dan organik lebih meningkatkan produksi tanaman jagung baik itu panjang tongkol, lingkar tongkol dan bobot pipilan kering jemur.
PENGAYAAN NILAI NUTRITIF SEKAM PADI BERBASIS BIOTEKNOLOGI “EFFECTIVE MICROORGANISMS” (EM4) SEBAGAI BAHAN PAKAN ORGANIK. Telew, Chandra .; Kereh, Veybe G.; Untu, Ivonne M.; Rembet, Berthy .
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.612 KB)

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk melihat sejauh mana pengayaan nilai nutritif sekam padi berbasis bioteknologi “Effective Microorganisms” (EM4). Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan dan Industri Makanan Ternak Fakultas Peternakan UNSRAT, kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel di Laboratorium BARISTAND (Badan Riset dan Standarisasi Industri) Sulut. Lamanya penelitian dari bulan September sampai November 2011. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, dengan perlakuan sebagai berikut, yaitu ; R0: Sekam Padi non Rekayasa  (SPnR), R1 : Sekam Padi Rekayasa EM + 2500 ml air (SPRns), R2 : Sekam Padi Rekayasa EM + 2500 ml cuka saguer (SPRps). Variabel yang diukur yaitu nilai nutritif sekam padi  meliputi protein, serat kasar, dan energi sekam padi non rekayasa dan rekayasa dengan EM4. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa sekam padi yang direkayasa dengan EM4 mengalami peningkatan kadar protein dari 1,92% menjadi 2,67% atau terjadi kenaikan sebesar 39%, sedangkan rekayasa EM4 + cuka saguer kadar proteinnya menjadi 2,22% (terjadi kenaikan 15%). Untuk serat kasar terjadi penurunan dari 37,33% menjadi 13,02%, sedangkan rekayasa dengan EM4 + cuka  saguer menjadi 13,24%. Kemudian untuk kadar energi terlihat bahwa sekam padi yang direkayasa dengan EM4 menghasilkan peningkatan kadar energi dari 302,33 KKal/Kg menjadi 375,62 KKal/Kg atau terjadi kenaikan sebesar 24%, sedangkan untuk sekam padi rekayasa EM4 + cuka saguer kadar proteinnya menjadi 373.08 KKal/Kg. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa sekam padi yang difermentasi dengan EM4 memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P < 0,01). Dari penelitian yang telah dilakukan diambil kesimpulan bahwa bahwa rekayasa sekam padi dengan “EM4” terjadi pengayaan nilai nutritif sekam padi yang ditandai dengan turunnya kadar serat kasar dan meningkatnya kadar protein dan energi.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum purpureum cv. Mott) YANG DIBERI PUPUK ORGANIK HASIL FERMENTASI EM4 Lasamadi, Rahman D.; Malalantang, S. S.; ., Rustandi .; Anis, Selvie D.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.121 KB)

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan yang tidak memadai baik kuantitas maupun kualitasnya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha peternakan khususnya ternak ruminansia. Tujuan penelitian ini untuk mengamati dan mempelajari serta untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pupuk organik hasil fermentasi EM4 terhadap pertumbuhan dan perkembangan rumput Gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian dilaksanakan di Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado pada tanggal 14 Juli sampai 5 Oktober 2012 yang tahap pelaksanaannya dimulai dari pembuatan pupuk organik, penanaman bibit tanaman rumput gajah dwarf dan sampai dengan pengambilan data pengamatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P0 (0%/10 kg tanah), P1 (10%/10 kg tanah), P2 (20%/10 kg tanah), P3 (30%/10 kg tanah). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, lingkar batang, panjang daun, lebar daun dan jumlah anakan. Pengambilan data dilakukan pada minggu pertama setelah pemotongan seragam sampai pada minggu ke-6 (enam). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap parameter yang diamati. Hasil uji BNJ  menunjukkan P0 berbeda nyata dengan P2 dan P3 (P<0.05) akan tetapi P2 berbeda tidak nyata dengan P3 (P>0.05). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlakuan P2 (20%) per 10 Kg tanah atau setara dengan pemupukan sebanyak (20 ton per ha) pupuk organik hasil fermentasi EM4 memberikan hasil yang optimal terhadap semua param
SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK BAKSO DAGING SAPI DENGAN MEMANFAATKAN TEPUNG UMBI TALAS BELITUNG (Xanthosoma sagitifolium) SEBAGAI BAHAN PENGISI BAKSO Momongan, Lili S.; Komansilan, Sylvia .; Kalele, Jerry A. D.; Hadju, Rahmawati .
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sifat fisik dan organoleptik dari bakso daging sapi dengan menggunakan tepung talas belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan pengukuran data organoleptik menggunakan uji hedonik yaitu dengan menggunakan skala hedonik. Sebagai perlakuan ialah level tepung talas belitung pada bakso, yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari berat daging. Analisa meliputi sifat Fisik bakso yaitu, Kadar air, daya mengikat air dan susut masak serta pengujian organoleptik meliputi warna, tekstur, kekenyalan dan citarasa bakso. Analisis ragam menunjukkan bahwa level tepung talas belitung hingga 25 % dari berat daging memberi pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap sifat fisik bakso yaitu kadar air dengan rataan berkisar antara 61,75%-66,83%, susut masak bakso daging sapi dengan rataan berkisar antara 9,74%-24,96% dan memberi pengaruh berbeda  nyata (P<0,05) terhadap daya mengikat air dengan rataan berkisar antara 18,51%-41,56%. Analisis ragam untuk uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan memberi pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap warna bakso dengan rataan skor berkisar antara 4,55-5,32. Perlakuan memberi pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tekstur dengan rataan skor berkisar antara 3,34-5,55, kekenyalan dengan rataan skor 3,95-5,66 dan citarasa bakso daging sapi dengan rataan skor 4,84-5,53. Dapat disimpulkan bahwa penambahan level tepung talas belitung hingga 20% dari berat daging sudah cukup untuk menghasilkan bakso daging sapi dengan sifat fisik yang baik dan secara organoleptik dapat diterima oleh konsumen.
SIFAT FISIKO-KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK BAKSO BROILER DENGAN MENGGUNAKAN TEPUNG UBI JALAR (Ipomoea batatas L) Montolalu, Siska .; Lontaan, Nova .; Sakul, Syaloom .; Mirah, Arie Dp.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.038 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efek berbagai prosentase tepung ubi jalar terhadap sifat fisiko-kimia dan mutu organoleptik bakso broiler. Variabel yang diamati adalah sifat fisik dan Sifat Organoleptik bakso. Data untuk semua peubah dianalisis menurut prosedur analisis ragam (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap  dan untuk mengetahui perlakuan mana yang berbeda nyata secara statistik dilakukan pengujian dengan Uji Wilayah Berganda Duncan. Untuk uji organoleptik digunakan metode Scoring Deffrent test dengan jumlah panelis 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan presentase tepung ubi jalar hingga 20% berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap Daya Mengikat Air dan Kadar Air. Tapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap pH. Hasil Organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap tekstur, kekenyalan, dan citarasa. Tapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap aroma. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung ubi jalar sebagai filler hingga prosentase 20% menghasilkan bakso broiler dengan sifat fisiko-kimia yang baik dan secara organoleptik  dapat diterima oleh konsumen.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA TERNAK SAPI PERAH “TAREKAT MSC” DI KELURAHAN PINARAS KOTA TOMOHON Londa, Priska K.; Waleleng, Paula O.V.; Legrans-A, Rommy A.J.; Elly, Femi H.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.82 KB)

Abstract

Usaha ternak sapi perah “Tarekat MSC” di Kelurahan Pinaras Kota Tomohon merupakan salah satu usaha ternak sapi perah di Sulawesi Utara. Permasalahannya, tingkat produktivitas dari ternak sapi perah yang dikelola adalah rendah. Pengelola/peternak dituntut harus berpikir bagaimana mengalokasikan sarana produksi (input produksi) yang ada seefisien mungkin. Hal ini harus dilakukan untuk meningkatkan produksi, mencapai Break Even Point (BEP)  dan keuntungan yang maksimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Break Even Point (BEP) usaha ternak sapi perah “Tarekat MSC” di Kelurahan Pinaras Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode studi kasus . Analisis  yang digunakan adalah analisis Break Even Point (Rp) dan Break Even Point (unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu yang dihasilkan sebesar 5,8 liter/ekor/hari dengan pemeliharaan 27 ekor, sementara yang produksi hanya 6 ekor. Biaya produksi yang dikeluarkan terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 7.291.750 dan biaya variabel sebesar Rp. 19.221.000. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 15.900.000 dari hasil penjualan susu sebanyak 1060 liter dengan harga Rp. 15.000 per liter. Analisis Break Even Point (BEP) diperoleh penerimaan (Rp) adalah Rp. 26.512.750 dan Break Even Point (BEP) unit adalah 1767,52. Break Even Point (BEP) usaha ternak sapi perah “Tarekat MSC” dapat dicapai pada penerimaan penjualan susu sebesar Rp. 26.512.750 dengan volume produksi susu sebanyak 1.767,52 liter atau pada saat jumlah sapi laktasi sebanyak 10,16 ekor.
KARAKTERISTIK SARANG TARSIUS (Tarsius spectrum) DI CAGAR ALAM TANGKOKO BITUNG SULAWESI UTARA Loing, Aktor E.; Rimbing, Siane; Rembet, Denny G.D.; Nangoy, M. J.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.817 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai karakteristik sarang Tarsius. Diharapkan dengan deskripsi ini dapat dibuat suatu modifikasi sarang Tarsius. Manfaat yang diharapkan adalah memberikan informasi mengenai karakteristik sarang Tarsius di Cagar Alam Tangkoko dan sebagai referensi pengetahuan dalam bidang konservasi satwa langkah dan endemik. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Tangkoko Batuputih Bitung Sulawesi Utara selama 61 hari dengan menggunakan 10 sampel sarang Tarsius. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Variabel penelitian ini adalah Jenis vegetasi, bentuk sarang, lingkaran pohon dan ketinggian sarang dari permukaan tanah, suhu dan kelembaban sarang dan variabel penunjang antara lain adalah ketinggian sarang dari permukaan laut (mdpl) dan vegetasi sekitar sarang. Berdasarkan hasil penelitian jenis vegetasi, ditemukan bahwa semuanya adalah pohon jenis Ficus sp dengan rataan lingkaran pohon adalah 8,169 m. Bentuk sarang Tarsius tidak beraturan dan lubang sarang umumnya berbentuk bulat lonjong dan berbentuk persegi dengan ketinggian sarang antara 1,5 m sampai 13 m. Suhu dalam sarang Tarsius antara 20,97°C sampai 23,92°C dan kelembaban sarang Tarsius antara 77,3% sampai 81,4%.  Rataan ketinggian sarang dari permukaan laut adalah 53 mdpl. Vegetasi di sekitar sarang Tarsius ditemukan 24 jenis vegetasi yang di dominasi oleh vegetasi jenis Leea indica dari famili Leeaceae.
TINGKAH LAKU INDUK YAKI (Macaca nigra) TERHADAP ANAK DI CAGAR ALAM TANGKOKO BITUNG SULAWESI UTARA Saisab, Veronika V.; Laatung, Sylvia; Rawung, Vonny R.W.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai aktivitas induk Yaki pada anak di Cagar Alam Tangkoko. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Tangkoko Bitung Sulawesi Utara selama 3 bulan menggunakan metode Obeservasi. Materi penelitian yaitu 3 ekor induk Yaki yang berada dalam kelompok Rambo 1. Variabel yang diamati adalah tingkah laku menggendong, tingkah laku menyusui, tingkah laku memberi makan, tingkah laku grooming dan tingkah laku bermain anak. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode deskriptif dan histogram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan frekuensi menggendong anak pada induk I sebesar 13,06 ±3.02 kemudian induk II sebesar 12,25 ±2.43 dan induk III sebesar 13,31 ±3.34. Tingkah laku menggendong induk terhadap anak diawali dengan induk memeluk, mengangkat anak ke pangkuan, kemudian anak diletakan di depan dada sang induk, dan anak melakukan hiding pada induk sehingga induk tidak lagi memegang atau menahan anak agar tidak jatuh. Hasil pengamatan menunjukan bahwa frekuensi menyusui induk I adalah  sebesar 8,31 ±2.52, induk 2 sebesar 6,87 ±2.30, dan induk 3 sebesar 7,56 ±2.63. Induk menyusui anak dengan cara meletakan anak didepan dada sehingga anak dapat menyusui dengan baik. Frekuensi pemberian makanan induk pada anak sangat rendah. Rataan frekuensi pemberian makan induk kepada anak  pada induk 1 sebesar 0,31 induk II sebesar 0,93 dan induk III sebesar 0,87. Kemampuan anak dalam menggigit makan belum sempurna sehingga makanan yang dimakan oleh anak biasanya tidak sampai habis dan langsung dibuang. Rataan frekuensi grooming induk pada anak pada induk I sebesar 0,87, induk II sebesar 0,93 dan induk III sebesar 1,06 dan frekuensi grooming induk dari dan pada yaki lain adalah induk I sebesar 0,56, induk II sebesar 0,56 dan induk III sebesar 0,68. Tingkah laku grooming yang dilakukan induk betina pada anak berupa membersihkan tubuh sang anak dari parasit yang menempel ditubuh sang anak. Tingkah laku grooming induk dari betina lain diawali dengan induk duduk dengan tetap memeluk anak. Kemudian betina lain datang menghampiri induk dan kemudian melakukan grooming. Tingkah laku bermain anak lebih mengarah pada pergerakan anak yang seakan ingin menghindar dari induk dengan memutari induk dengan berlari berkeliling.
PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum purpureum) CV. MOTT YANG DIBERI PUPUK ORGANIK HASIL FERMENTASI EM4 Marassing, Juergen S.; Bawole, Nurhalan; Dompas, Freddy; Kaunang, Wilhelmina B.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.359 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui produksi dan kualitas rumput gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang diberi pupuk organik hasil fermentasi EM4. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi yang dimulai sejak tanggal 14 Juli sampai 19 Oktober 2012.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 Perlakuan dan 5 Ulangan. Level penggunaannya yaitu P0 (tanpa pemupukan) , P1 (pupuk dosis 10% /Kg tanah), P2 (pupuk dosis 20% / Kg tanah), P3 (pupuk dosis 30% /Kg tanah). Variabel yang diukur adalah produksi berat segar, produksi bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Pengambilan data untuk berat segar dan analisa kualitas tanaman dilakukan pada saat tanaman dipanen. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberi pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap variabel yang diamati. Hasil uji BNJ, menunjukkan P0 berbeda nyata dengan P2 dan P3 (P<0,05), tetapi P0 berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan P1.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan dengan dosis 20 % (20 Ton/Ha) memberikan hasil yang optimal terhadap produksi berat segar, produksi bahan kering, dan kualitas protein kasar. Untuk kualitas serat kasar terendah terdapat pada perlakuan dengan dosis 30 % (30 Ton/Ha)
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BETERNAK PUYUH DI KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA Panekenan, Jusuf O; Loing, Jeane C.; Rorimpandey, Boyke; Waleleng, Poulla O.V.
ZOOTEC Vol 32, No 5 (2013): Edisi Januari
Publisher : ZOOTEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.239 KB)

Abstract

Ternak burung puyuh memiliki keunggulan antara lain kandungan protein 13,1% dan lemak 11,1% lebih baik dibandingkan dengan ternak unggas (ayam ras dan itik).Kecamatan Sonder merupakan salah satu kecamatan yang sudah memelihara ternak burung puyuh di Kabupaten Minahaasa. Mencermati usaha ternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Sonder bahwa, sumberdaya pakan yang masih menggunakan pakan jadi (pakan pabrik) dan belum memanfaatkan sumberdaya pakan lokal tentunya berpengaruh pada biaya pakan yang cukup besar. Dengan demikian petani peternak burung puyuh di Kecamatan Sonder masih tergantung pada pakan pabrik sehingga perlu dilakukan kajian melalui penelitian apakah usaha beternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Sonder memberikan tingkat keuntungan atau sebaliknya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini ialah apakah usaha beternak burung puyuh memberikan keuntungan bagi petani peternak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis besarnya keuntungan dan biaya produksi usaha ternak burung puyuh serta mengetahui pola pemasaran burung puyuh.Biaya produksi dari usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Sonder terdiri biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap dalam usaha ini adalah sebesar Rp.76.721.125/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tetap sejumlah Rp.6.393.427/periode produksi. Biaya tidak tetap dalam usaha ini mengeluarkan biaya sejumlah Rp. 1.876.017.850/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tidak tetap sejumlah Rp.168.936.844. Keuntungan yang didapatkan peternak pada usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Sonder disepanjang satu periode produksi adalah sebesar Rp.611.849.525/periode produksi, dengan rata-rata peternak memperoleh keuntungan sebesar Rp. 50.987.460/periode produksi.Hal ini menunjukkan bahwa usaha ternak burung puyuh yang dijalankan bisa memberikan manfaat atau keuntungan seperti apa yang diharapkan

Page 1 of 30 | Total Record : 298