cover
Filter by Year
Jurnal Pertanian Terpadu
Jurnal Pertanian Terpadu (Jpt.) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan. Jpt. dikelola oleh Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER Kutai Timur). Diterbitkan pertama kali dalam versi cetak sejak tahun 2013, hingga kini Jpt. rutin menerbitkan jurnal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juli dan Desember. Jpt. menerbitkan 12 (dua belas) artikel pada setiap terbitannya. Jpt. dalam menerbitkan naskah telah bekerjasama dengan reviewer dari berbagai instansi penelitian yang bergelar minimum doktor (S-3) yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Sebagai jawaban terhadap perkembangan teknologi, Jpt. dengan ini diterbitkan dalam versi online dan dapat diakses melalui URL http://ojs.stiperkutim.ac.id. Versi online Jpt. menampilkan artikel-artikel ilmiah yang telah diterbitkan melalui versi cetak. Sebelum diterbitkan, naskah terlebih dahulu diseleksi oleh tim editor untuk kemudian dapat diajukan kepada reviewer. Hanya naskah yang lolos review yang akan diterbitkan dalam versi cetak. Penerbitan versi online dilakukan setelah versi cetak terbit. Pendaftaran naskah untuk dapat diterbitkan dapat diserahkan langsung kepada sekretariat redaksi Jpt. di Kampus STIPER Kutai Timur jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur atau melalui email: Jpt(a)stiperkutim.ac.id. Segala naskah yang diterbitkan oleh Jpt. menjadi hak milik Jpt. Versi online ini menggunakan sumber terbuka open journal system, dan segala ketentuan mengenai versi online ini tunduk dan patuh terhadap kebijakan dari pemegang hak cipta software. Sesuai dengan perkembangan informasi dan teknologi, tampilan dalam versi online ini akan terus diperbaiki pada masa yang akan datang.
Articles
140
Articles
Uji Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Terhadap Model Tanam Dan Interval Penyiangan Gulma

Rohaeni, Nani, Marhani, Marhani

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model cara tanam dan interval penyiangan gulma yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 4 bulan dari bulan April hingga bulan Juli 2017, terhitung mulai persiapan tempat hingga pengambilan data terakhir/panen.Penelitian ini berlokasi di jalan Ring Road, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 petak penelitian. Faktor pertama adalah perlakuan model tanam (C) yang terdiri dari, C1=Miring, C2= Tegak, C3=Datar. Faktor kedua adalah perlakuan penyiangan (P) yang terdiri dari, P0= Tanpa Penyiangan, P1= Penyiangan gulma setiap 1 minggu,   P2=Penyiangan gulma setiap 2 minggu, P3= Penyiangan gulma setiap 3 minggu. Analisis data menggunakan tabel analisis sidik ragam dengan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian perlakuan model tanam yang terbaik yaitu model tanam miring (C1) dengan hasil sebesar 22,39 ton.ha-1, serta perlakuan interval penyiangan yang terbaik yaitu interval penyiangan 2 minggu sekali (P2) yaitu 17,11 ton.ha-1 Kemudian interaksi perlakuan terbaik yaitu model tanam miring dengan interval penyiangan 2 minggu sekali (C1P2) yaitu menghasilkan produksi ubi jalar sebesar 24,50 ton.ha-1

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat dalam Mengkonsumsi Tempe Bungkus Daun di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara

Kusumawati, Nila

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam mengkonsumsi tempe bungkus daun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Loa Kulu sejak bulan April 2014 sampai dengan bulan Juni 2014. Pengambilan data dilakukan di Pasar Loa Kulu melalui wawancara dan kuisioner yang diisi oleh responden pada daftar pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan. Sampel yang diambil sebanyak 23 orang dari 300 populasi. Responden yang digunakan adalah konsumen yang sudah membeli tempe bungkus daun diambil secara sengaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam mengkonsumsi tempe bungkus daun menggunakan analisis secara deskriptif, diukur melalui 10 indikator  yaitu harga, kehalalan, tambahan pengawet, informasi kadaluarsa, pilihan rasa, kemasan, ketersediaan, merek, tambahan nilai gizi, izin Departemen Kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi diukur melalui 10 indikator diantaranya 8 faktor termasuk mempengaruhi yaitu harga, kehalalan, tambahan pengawet, informasi kadaluarsa, pilihan rasa, kemasan, ketersediaan, tambahan nilai gizi sedangkan 2 faktor yang tidak mempengaruhi yaitu merek dan Izin Departemen Kesehatan.

Tingkat Pengetahuan Peternak Sapi Terhadap Limbah yang Dihasilkan Di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara

Ismanto, Arif, Yetriani, Yetriani, Lesmana, Dina

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha peternakan sapi di Indonesia sampai saat ini masih mementingkan produktivitas ternak dan belum mempertimbangkan aspek lingkungan dan dampak kegiatan terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah peternakan sapi di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah peternakan sapi. Responden penelitian ini adalah peternak sapi di Desa Sidorejo tahun 2017 yang berjumlah 31 orang. Metode pengambilan sampel di lokasi penelitian dilakukan dengan proportional random sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder, selanjutnya data yang telah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah yang dihasilkan sapi masuk dalam kategori rendah 96,77% dan 3,23% masuk kedalam kategori sedang.

Desain Mesin Pemotong Rumput Tipe Rotari Dengan Mesin Penggerak Motor Listrik

Kahar, Kahar

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mesin pemotong rumput tipe rotari adalah pemotong rumput yang memotong berdasarkan benturan (impact) pisau terhadap rumput (free cutting) dengan kecepatan putaran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2017. Tujuan penelitian adalah membuat desain mesin pemotong rumput tipe rotari dengan motor penggerak motor listrik serta mengetahui efisiensi dan kebutuhan daya alat dengan metode eksperimen yaitu melakukan uji coba alat yang telah di desain sehubungan dengan rancangan structural dan rancangan funsional dan menganalisis data uji coba alat yang diperoleh untuk mengetahui efisiensi dan kebutuhan daya alat. Bagian alat mesin pemotong rumput tipe rotari yang dibuat terdiri dari rangka, deck, dudukan mata pisau, mata pisau, motor penggerak, dan baterai sebagai sumber arus tenaga penggerak. Kapasitas kerja lapang teoritis mesin pemotong rumput tipe rotari sebesar 0,0186 ha/jam, kapasitas kerja lapang efektif rata-rata mesin pemotong rumput tipe rotari sebesar 0,0131 ha/jam, Efisiensi kerja lapang rata-rata mesin pemotong rumput tipe rotari sebesar  70,4  %, dan daya yang dibutuhkan motor penggerak mesin pemotong rumput tipe rotari adalah sebesar  179,67 Watt.

Analisis Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani Terhadap Pengetahuan Budidaya Pertanian Organik Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan

Prabowo, Eko Setiawan, Wijayanti, Tetty, Saddaruddin, Saddaruddin

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran faktor sosial ekonomi petani terhadap pengetahuan budidaya pertanian organik padi sawah, mengetahui tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik dan mengetahui apakah terdapat hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap pengetahuan budidaya pertanian organik padi sawah di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan. Pengambilan sample menggunakan metode Proportionate Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori kurang berperan dengan skor rata-rata 56,28 dan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 60,10. Dengan uji signifikan rank spearman menunjukkan bahwa hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah adalah signifikan dengan nilai 0,892. Hasil uji signifikan menunjukkan nilai t hitung 11,819 > t tabel 0,219. Faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori kurang berperan. Tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah.

Pengaruh Tepung Daun Singkong (Manihot utilissima) terhadap Sensori dan Aktivitas Antioksidan Beras Analog

Marfu’atul Jannah, Marfu’atul, Saragih, Bernatal

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengembangan produk-produk baru dari berbagai tepung untuk mendukung ketahanan pangan sangat penting dilakukan. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah daun singkong yang dibuat menjadi tepung dapat digunakan sebagai diversifikasi makanan dengan upaya pengembangan makanan alternatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun singkong terhadap sifat sensoris dan antioksidan beras analog. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, perbandingan mocaf dan tepung jagung (80 g dan 20 g) dengan total berat 100 g bahan tambahan dengan 5 perlakuan konsentrasi tepung daun singkong 0, 2, 4, 6 dan 8 g. Data organoleptik diolah menggunakan MSI (Method of Successive Interval) sebelum dianalisis dengan ANOVA dan diuji lanjut dengan uji BNT(Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%. Penambahan tepung daun singkong meningkatkan sensorik dan antioksidan. Nasi analog tepung singkong memiliki aktivitas antioksidan yang kuat (50-100 ppm) dengan nilai IC50 53,424 ppm. Perlakuan terbaik adalah dengan penambahan 2 g dengan warna yang agak hijau, agak beraroma tepung daun singkong, agak berasa tepung daun singkong dan agak kenyal.

Analisis Status Kerusakan Tanah Pada Lahan Kering di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya, Sangatta

Putra, Mufti Perwira, Edwin, Muli

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kerusakan tanah di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari bulan Juli sampai September 2016. Penelitian ini berdasarkan metode survei tanah, pengambilan sampel tanah dan pengamatan lapangan. Kemudian penetapan status kerusakan tanah mengacu pada peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa. Kedua lokasi penelitian merupakan lahan budidaya, pertama adalah lahan tanaman Jati yang berumur 15 tahun, kedua adalah lahan semak bekas kebun. Kedua lahan tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama, terutama topografi. Tanah di kedua lokasi merupakan jenis tanah masam. Dari 10 parameter yang digunakan untuk menilai status kerusakan tanah, terdapat 2 parameter yang melebihi ambang kritis, yaitu pH dan DHL, sehingga kedua lokasi merupakan lahan yang telah mengalami penurunan kualitas, terutama dalam produksi biomassa. Oleh karena itu perlu ada upaya konservasi atau perbaikan lahan terutama untuk mengurangi tingkat keasaman tanah.

Pemanfaatan Fentin Asetat di Tambak Sebagai Moluksida Trisipan (Telescopium telescopium)

Haryasakti, Anshar, Kaharuddin, Kaharuddin

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fentin asetat 60% dengan bahan aktif fonten asetat merupakan senyawa kimia pemberantas komunitas moluska yang merupakan hama pada budidaya sistem tambak. Salah satu spesies dari komunitas moluska adalah Telescopium telescopium yang mampu berkembang dengan pesat pada media tambak yang tinggi bahan organik dan menjadi pesaing bagi organisme yang berfungsi sebagai pengurai dan penyedia pakan alami dalam kolom perairan.Melihat peruntukan dari fentin asetat untuk menekan perkembangan populasi trisipan, maka penelitian ini fokus untuk mengetahui konsentrasi yang terbaik dan melihat respon fisikologis pada tiap perlakuan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam ANOVA Hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan ada hubungan signifikan antara Telescopium telescopium dengan dosis fentin asetat 60%. Berdasarkan perbandingan rata-rata lama waktu perendaman dengan dosis fentin asetat 4 ppm, 6 ppm, dan 8 ppm, disimpulkan bahwa dosis 8 ppm mampu mengontrol populasi hama Telescopium telescopium paling efisien.

Model Optimasi Pola Tanam Polikultur di Daerah Irigasi KAJAR 2C Kota Malang

Kinasih, Mentari, Wirosoedarmo, Ruslan, Suharto, Bambang

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Daerah Irigasi Kajar (DI) Kajar 2C merupakan jaringan irigasi di Kota Malang dengan luas areal sawah 21,61 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan pendapatan petani dari jenis tanaman lokal yang biasa dikembangkan, yaitu padi dan palawija (jagung, ubi kayu, dan kacang tanah). Metode optimasi yang digunakan yaitu menggunakan program linier melalui model matematis dengan bantuan solver dari software Microsoft Excel. Skenario optimasi pola tanam terdiri dari 3 alternatif, yaitu: (1) Padi/Padi/Padi; (2) Padi/Padi/Jagung-Kacang Tanah; dan (3) Ubi Kayu-Kacang Tanah/Jagung/Jagung. Masing-masing alternatif pola tanam disimulasikan dengan awal tanam Oktober I, Oktober II, dan Oktober III. Berdasarkan hasil optimasi, keuntungan tertinggi diperoleh dengan menerapkan pola tanam polikultur X5 seluas 7,203 Ha; X6 seluas 10,78 Ha; dan X8 seluas 3,627 Ha. Total keuntungan maksimal yang diberikan adalah sebesar Rp. 146.888.280

Aplikasi Senyawa Aktif Bakteri Endofit Potensial dan Pupuk Terhadap Penyakit Layu Daun, Busuk Buah Pada Tanaman Tomat

Melliawati, Ruth, Purnomo, Joko

Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit potensial dan pupuk terhadap penyakit layu daun dan busuk buah oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Dua bakteri endofit terseleksi (HL.39B.86 dan HL. 39B.88) digunakan dalam penelitian ini untuk diaplikasikan pada tanaman tomat. Proses fermentasi dilakukan dalam 2 macam medium cair untuk mencari pola pertumbuhan yang maksimal. Percobaan dilakukan dalam  2 unit percobaan. Percobaan I.Menguji 10 isolat bakteri endofit terhadap serangan penyakit layu pada tanaman tomat dan cabe, percobaan II.Mengaplikasi senyawa aktif bakteri potensial terhadap penyakit layu dan busuk buah pada tanaman tomat   Hasil analisis KLT menunjukkan bahwa kedua bakteri tersebut menghasilkan senyawa aktif, dengan melihat  noda (spot) pada kertas KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit HL.39B.86 dan HL. 39B.88 mampu menahan dan memproteksi serangan penyakit layu dari bakteri P. Solanacearum pada tanaman tomat. Pemberian pupuk N dan K nyata meningkatkan bobot buah tomat, tetapi tidak nyata meningkatkan bobot biomas, tinggi tanaman, dan lebar kanopi tomat.