Journal of Medives
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : 25498231     EISSN : 25495070
Jurnal of Medives (p-ISSN 2549-8231, e-ISSN 2549-5070) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang pada bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Penulis adalah dosen, guru, peneliti, dan bahkan mahasiswa. Jurnal ini menerbitkan artikel asli hasil penelitian atau kajian pustaka di bidang pendidikan matematika meliputi pembelajaran matematika, evaluasi pembelajaran matematika, atau pengembangan media pembelajaran matematika.
Articles 78 Documents
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN MATERI PERKALIAN DI SEKOLAH DAN DI RUMAH -, Sudirman; Senjaya, Aan J; SW, Putri Erly
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa tunagrahita ringan pada materi perkalian di sekolah dan di rumah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas VIII SLBN 2 Indramayu Tahun Ajaran 2015/2016. Objek dalam penelitian ini adalah gaya belajar matematika materi perkalian. Analisis data penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik Bogdan dan Biklen. Pengecekan data dilakukan dengan triangulasi untuk memeriksa keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gaya belajar siswa tunagrahita ringan pada materi perkalian di sekolah yakni 25% bertipe visual dan 75% bertipe kinestetik. Adapun, gaya belajar siswa tunagrahita ringan pada materi perkalian di rumah yakni 25% bertipe visual, 25% bertipe auditorial, dan 50% bertipe kinestetik.Kata kunci: siswa tunagrahita ringan, gaya belajar matematika.ABSTRACTThe aim of this study was to describe learning style of students with developmental disabilities when learning multiplication at school and at home. Subject of this study was students with hearing loss grade VIII SLBN 2 Indramayu while the object was learning styles students’ in learning multiplication. Data was analyzed by Bogdan and Biklen. Triangulation was used to validate the data. The result showed that learning style of students’ with hearing loss when learning multiplication at school were 25% visual and 75% kinesthetic, while they were 25% visual, 25% auditorial, and 50% kinesthetic at home.Keywords: students with developmental disabilities, mathematics learning styles.
IMPLEMENTASI PERMAINAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Nugraheni, Nursiwi
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMedia pembelajaran yang menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar akan lebih merangsang kegiatan belajar siswa. Salah satu media tersebut adalah media permainan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui implementasi media permainan dalam peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, rubrik, tes dan catatan lapangan. Permainan yang diterapkan  adalah permainan ular tangga, permainan sirkuit, dan monopoli bintang yang dimodifikasi dengan materi matematika sekolah dasar. Media permainan dalam ketiga sub penelitian tersebut bukan dimaksudkan untuk menerapkan konsep, melainkan sebagai pelatih ketrampilan. Media permainan membangkitkan semangat bagi siswa untuk meningkatkan ketrampilannya dengan perasaan senang. Perasaan senang inilah yang mendorong siswa untuk terus berlatih. Dari ketiga sub penelitian memperoleh hasil yang sama. Media permainan dapat membantu dalam peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Ketiga media permainan tersebut diberikan setelah kegiatan presentasi diskusi kelompok guna memantapkan materi yang telah dipelajari., (2) Media permainan dapat membantu dalam peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar khusunya kelas tinggi.Kata kunci: implementasi media permainan, sekolah dasar. ABSTRACTLearning media that attract students attention on teaching and learning activities will further stimulate student learning activities. One of them  is the game media. This study aims to find out the implementation of game media in improving the quality of mathematics learning in primary school especially in high class. This research uses a classroom action research procedure consisting of  3 cycle. Techniques of data collection are observation, documentation, rubric, test and field notes. The game is a game of ladder snakes, circuit games, and star monopoly that is modified with elementary school math materials. The game media in the three sub researches is not intended to apply the concept, but as a skill trainer. The game media is encouraging for students to improve their skills with pleasure. It is this pleasure that encourages students to continue practicing. The three sub researches are getting the same result. Game media can assist in improving the quality of mathematics learning in elementary schools. The conclusions of this study are (1) The three media games are given after the presentation of group discussions to consolidate the material that has been studied, (2) Game media can help in improving the quality of mathematics learning in primary school especially in high class.Keywords: game media implementation, primary school.
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CAMTASIA STUDIO DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA 1 UNTUK MAHASISWA PGSD Subekti, Ervina Eka; Cahyadi, Fajar; Fajriah, Khusnul
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan pola pikir mahasiswa di jaman sekarang dimana semua berbasis teknologi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan software camtasia dan microsoft powerpoint dalam pembelajaran memberi kesempatan  mahasiswa untuk bisa melihat tahap demi tahap materi yang diajarkan dengan efektif sehingga perhatian mahasiswa menjadi lebih fokus dan termotivasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak, dan apakah rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen yang  menggunakan desain posttest-only control design. Analisis statistik data akhir pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan uji t dua pihak memberikan hasil bahwa ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak. Rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70.Kata kunci: multimedia pembelajaran, camtasia studio, PGSD. ABSTRACTNowadays the selection of instructional media in accordance with the mindset of students where everything is based on technology becomes one of the important things to achieve learning goals in higher education. The use of Camtasia software and microsoft powerpoint give the students opportunity to be able to see step by step the material being taught effectively to the attention of students to be more focused and motivated. Problems in this study are: whether there are differences in student competence in the subject of mathematics 1 using Camtasia-based video media and does the average score of students’ competence in the subject of mathematics 1 reach 70. This study was an experimental research using posttest-only control design. Data was analysed by t-test (two-tailed). The result shows that the average score of students’ competence in the subject Mathematics 1 passed 70 and it significantly higher than the score of control group.Keywords: learning media, camtasia studio, PGSD.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN GAYA BELAJAR-VAK Rizqi, Vini
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara untuk membuat siswa lebih dekat dengan matematika dengan dunia nyata adalah dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif. Siswa tidak akan lepas dari karakteristik gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik (VAK) mereka masing-masing untuk memahami suatu konsep. Pendekatan kontekstual dapat dilakukan dengan menggunakan gaya belajar-VAK dengan memfokuskan siswa sebagai pembelajar yang aktif, siswa dapat lebih mengekspresikan gaya belajar mereka masing-masing dalam menyerap sebuah informasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan konsep matematis yang sginifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan kontekstual dengan gaya belajar-VAK dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode ekspositori.Kata kunci: VAK (visual-auditory-kinestetik), kontekstual, pemahaman konsep. ABSTRACTContextual learning can be one solution to make student closer and familiar with math and real world. Each students has their own learning style to understand a concept. There are three main learninf style; visual, auditory, and kinestetic (VAK). Contextual lerning can be implemented based on VAK learning style that put the students as active learners, so they can express their learning style to understand some informations. The sample of this research were the seventh graders of SMP Negeri 2 Bandung.  Base on research result, Student who learn by Contextual learning based on VAK learning style  significantly better in understanding mathematical concept than the students who learn by expository method.Keywords: VAK (Visual-Auditory-Kinesthetic), contextual learning, understanding concepts.
PROBLEMATIKA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN ALTERNATIF SOLUSINYA Rini, Juwita
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan merupakan suatu proses yang mampu membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Dalam seluruh proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Artinya, bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung proses belajar mengajar dirancang dan diterapkan. Hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan model pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif diyakini dapat meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif siswa. Model pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe atau variasi, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Namun dalam penerapannya, ditemukan adanya masalah yang dapat menghambat tercapainya proses belajar mengajar yang optimal. Oleh karena itu, perlu adanya solusi yang tepat supaya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together menjadi lebih efektif.Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, NHT, penerapan NHT. ABSTRACTBasically education is a process that helps humans to develope themselves to face any changes that occur. In the whole process of education, teaching and learning activities are the most basic activities. It implies the success or failure of the achievement of educational goals depends on how the teaching and learning process are designed and implemented. It has strong relation to the learning model applied in teaching and learning process. One of learning model that can be applied is a cooperative learning model. Cooperative learning model is believed to improve students cognitive and affective skills. Cooperative learning model has several types or variations. One f them is Numbered Head Together (NHT). But it is found a problem that can hamper the achievement of optimal learning and teaching process during the implementation of NHT. Therefore, the need for an appropriate solution so that NHT can be implemented  more effectively. Keywords: cooperative learning model, NHT, implementation of NHT.
STUDY ETHNOMATEMATICS: PENGUNGKAPAN KONSEP MATEMATIKA DAN KARAKTER SISWA PADA PERMAINAN KELERENG MASYARAKAT SUKU DAWAN Son, Aloisius L
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan keterkaitan antara matematika dengan budaya masyarakat suku dawan. Masyarakat suku dawan menganggap bahwa matematika adalah ilmu asbtrak yang sama sekali berbeda sifatnya dengan dunia nyata. Study ethnomatematics diperlukan untuk mengetahui konsep matematika dan karakter siswa yang terbentuk dari permainan kelereng suku dawan di kampong Oeolo, Dawan-Timor. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pembuatan catatan lapangan. Hasil temuan ini mengungkap beberapa konsep matematika yaitu konsep bilangan asli, konsep bilangan cacah, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif, konsep urutan bilangan, konsep harga mutlak, jarak antara dua titik, perbandingan jarak dua obyek ke suatu titik, dan konsep persegi panjang. Sedangkan karakter siswa yang dikembangkan adalah mengatur emosi, melatih kemampuan motorik, kemampuan berfikir, kemampuan berkompetensi, kemampuan sosial, dan bersikap jujur.Kata kunci: ethnomatematics, permainan kelereng, masyarakat suku dawan. ABSTRACTThis research describes the mutual relationship between mathematics and Dawan culture. Dawan tribes think that mathematics is abstract that has completely different nature with reality. A study of ethnomatematics is needed to explore the mathematical concepts and character of students constructed from marbles games of Oeolo village in Dawan-Timor. Data was collected through observation, interviews, documentation, and field notes. These findings reveal some of the mathematical concepts such as the concept of natural numbers, the concept of counting, summing and the reduction of positive integers, the concept of the sequence of numbers, the absolute price concept, the distance between two points, the comparison of the distance of two objects to a point, and the concept of a rectangle. While its also developed some character of students  to manage emotions, train motor skills, ability to think, compete with others, social skills, and be honest.Keywords: ethnomathematics, marble games, dawan tribes.
KECEMASAN MATEMATIKA SISWA SMA BERDASARKAN GENDER Kusumawati, Ratih; Nayazik, Akhmad
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penellitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa SMP berdasarkan gender dan hubungannya dengan prestasi matematika. Sebanyak 113 siswa perempuan dan 80 siswa laki-laki menjadi responden dalam penelitian ini. Angket diolah menggunakan uji t, anova, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki tingkat kecemasan matematika yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki. Kecemasan memiliki hubungan positif terhadap prestasi pada kelompok siswa kemampuan bawah, sebaliknya kecemasan memiliki hubungan negatif terhadap prestasi pada kelompok siswa kemampuan atas, sehingga siswa dengan kemampuan rata-rata cenderung memiliki kecemasan matematika yang tinggi. Indikator dengan tingkat kecemasan paling tinggi adalah ketika siswa akan menghadapi ulangan dadakan. Khusus siswa perempuan terdapat dua indikator lain dengan tingkat kecemasan matematika tertinggi yaitu ketika siswa khawatir memikirkan nilai tidak memenuhi batas tuntas dan ketika waktu mengerjakan ulangan akan habis. Hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang strategi pembelajaran matematika pada siswa SMA.Kata kunci: kecemasan matematika, prestasi matematika, gender. ABSTRACTThis descriptive kuantitative study aims to describe level of highschool students’ mathematics anxiety based on gender and its relation towards mathematics achievement. A total of 113 girls and 80 boys were presented with mathematics anxiety questionnaire. It was analized by t-test and anova. The result show that the girls have higher level of mathemathics anxiety than boys. For both girls and boys, mathematics anxiety has positive correlation towards mathematics achievement for low-achiever students, while it has negative correlation for high-achiever students. It means the middle achiever students tends to have high level of mathematics achievement. Indicator which gets the highest mathematics anxiety level is when the students face pop quiz/test. There are two more indicators for the girls; when the student worries about his/her score can not pass the minimum criteria. This article is recomended as one of referrence to design mathematics learnign strategy for highschool students. Keywords: mathematics anxiety, gender, junior high school.
PROFIL REPRESENTASI SISWA SMP TERHADAP MATERI PLSV DITINJAU DARI GAYA BELAJAR KOLB Setyawan, Fariz
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil representasi materi PLSV (Persamaan Linear Satu Variabel) siswa SMP bedasarkan gaya belajar Kolb yang terdiri dari assimilator, akomodator, konverger, dan diverger. Peneliti melakukan wawancara kepada empat siswa SMP N 22 Surabaya yang memenuhi karakteristik keempat tipe gaya belajar Kolb. Terdapat tiga tahapan analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Subjek Assimilator (SA) mengaitkan hubungan antara berbagai representasi yang disajikan dengan melihat kesamaan dari representasi yang diberikan dan membuat representasi simbolis. Subjek akomodator (SM) mengaitkan bentuk representasi simbolis (S) dan kata-kata (K) bedasarkan kesamaan bilangan. Subjek Konverger (SK) mengaitkan berbagai bentuk representasi kata-kata (K), diagram (D) dan simbol (S) dari segi kepraktisan. Subjek Diverger (SD) mengaitkan berbagai bentuk representasi dari segi kesamaan angka dan huruf yang diketahui dan hasil penyelesaian yang diperoleh.Kata kunci: representasi, plsv, gaya belajar kolb. ABSTRACTThis is a descriptive qualitative research. The aim of this study is to describe the representation profile of Linear Equation of One Variable (LEOV) of Junior High School Students based on Kolb’ Learning styles: assimilator, akomodator, konverger, and diverger. The researcher conduct an interview with four SMP N 22 Surabaya students whom qualify the characteristics of Kolb’s learning styles. There are three analysis data phases: data reduction, data representation, and conclusion. Based on the result, Assimilator Subject (SA) make connection between LEOV’s representation by looking for its similarity and prefer symbol representation. Akomodator Subject (SM) make connection between symbol representation (S) and word representation (K) based on the number similarity. Converger Subject (SK) make connection between representations: word (K), diagram (D) and symbol (S) representation based on its practical uses. Diverger Subject (SD) make connection between representation based on given word and number similarities and the solution which is derived.Keywords: representation, leov, kolb’s learning styles.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA Irawan, Ari; Kencanawaty, Gita
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penerapan pembelajaran matematika realistik berbasis etnomatematika kebudayaan sunda yang sangat kental di Kabupaten Purwakarta. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 01 Kahuripan Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian ini adalah survey eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran matematika realistik berbasis etnomatematika dapat membuat siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar serta menumbuhkan karakter cinta pada kebudayaan lokal sehingga dapat membuat siswa menjadi lebih mengenal, melestarikan serta dapat menghubungkan budaya Sunda dengan matematika sesuai dengan materi pembelajaran bangun datar.Kata Kunci: matematika realistik, etnomatematika, kebudayaan sunda. ABSTRACTThis study aims to reveal the application of realistic mathematical learning based on ethnomathematics of sundanese culture from Purwakarta. The sample in this research were the 4th graders SDN 01 Kahuripan which is located in Purwakarta Regency. This research method was explorative survey with qualitative approach. The result shows that the implementation of realistic mathematics learning method based sundanese ethnomathematics encouraged students to be more active to learn and Purwakarta Regency. The application of realistic mathematics learning with the elements of etnomatematics can make students become more enthusiastic to learn as well as to care of the local culture so that it makes students become more familiar, preserve and relate Sundanese culture with mathematics in accordance with the learning materials .Keywords: realistic mathematics, ethnomathematics, sundanese.
MENGEMBANGKAN PRESTASI BELAJAR DAN MINAT TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VIII MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH Purwanto, Tri; Widyasari, Tri; Christyanti, Ratna Dwi
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAda beberapa faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar, antara lain prestasi dan minat. Oleh karena itu guru harus dapat mengembangkan prestasi dan minat siswa untuk belajar matematika. Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Masalah dapat menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan prestasi dan minat siswa. Pembelajaran kolaboratif berbasis masalah merupakan gabungan antara Pembelajaran Berbasis Masalah  yang dilaksanakan secara kolaboratif. Berawal dengan menggunakan masalah dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran kolaboratif berbasis masalah ini dimulai dengan (1) Formulate; (2) Share; (3)  Listen; dan (4) Create. Tujuan utama dari karya tulisan ini ialah membahas mengenai prestasi belajar dan minat siswa dan bagamaina mengembangkannya melalui Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Masalah.Kata kunci: pembelajaran kolaboratif berbasis masalah, minat.ABSTRACTThere are something principal to push pupils to learn. two of these is interest. The teacher must be agent to develop  the student’s interest and achievement to learn  mathematics.  Collaborative Problem Based Learning model can be optioned to improve the student’s interest and achievement. Collaborative Problem Based Learning is the combine of problem based learning approach which is done collaborativelly. Starting point with a problem in real world,  Collaborative Problem Based Learning can do with structure: (1) Formulate individually; (2) Share; (3) Listen; (4) Create. The main purpose of this paper is to investigate about student’s interest and how to develop it through a collaborative problem based learning modelKeywords: Interest, Achievement, Collaborative Problem Based Learning.