cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN STATUS KARIES GIGI MAHASISWA PENGGUNA ALAT ORTODONTIK CEKAT Mantiri, Stany Cecilia; Wowor, Vonny N. S.; Anindita, P. S.
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.364 KB)

Abstract

Abstract: Fixed orthodontic appliance are now widely used in society, but people often do not realize the risks of using this appliance such as oral hygiene and caries problem. The design of this appliance is more difficult to clean than removable orthodontic appliance, so that patient is more difficult to maintain oral hygiene. Poor oral hygiene can also cause caries. The purpose of this study is to obtain a description of the oral hygiene status and caries status of dental student using fixed orthodontic appliance in Faculty of Dentistry, Sam Ratulangi University Manado. Oral hygiene examination is using Patient Hygiene Performance (PHP) Index and caries examination is using Decay Missing Filling Teeth (DMF-T) index. This study is descriptive study. The population are all dental student using fixed orthodontic appliance in Faculty of Dentistry, Sam Ratulangi University Manado. Total sample is 38 people and the data taking with total sampling method. The distribution of oral hygiene showed that 34 people had a good oral hygiene (89.47%), 4 people had a fair oral hygiene (10.53%) and there were no respondents with bad oral hygiene. Distribution of dental caries indicates the average of DMF-T number was 0.631 and by category of WHO, included in the very low category. Keywords: fixed orthodontic appliance, oral hygiene status, caries status.   Abstrak: Alat ortodontik cekat saat ini sudah banyak digunakan di masyarakat, namun masyarakat sering tidak menyadari risiko penggunaan alat ortodontik cekat seperti masalah kebersihan mulut dan karies. Alat ortodontik cekat memiliki desain yang lebih sulit untuk dibersihkan dibandingkan dengan alat ortodontik lepasan, sehingga pengguna alat ortodontik cekat lebih sulit untuk memelihara kebersihan mulut selama perawatan. Kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan karies selama perawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran status kebersihan mulut dan status karies mahasiswa pengguna alat ortodontik cekat di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Status kebersihan mulut diperoleh dengan pemeriksaan menggunakan Patient Hygiene Performance (PHP) Index dan status karies diperoleh dengan pemeriksaan menggunakan indeks Decay Missing Filling Teeth (DMF-T). Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif. Populasi penelitian yaitu semua mahasiswa pengguna alat ortodontik cekat di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel berjumlah 38 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian tentang kebersihan mulut menunjukkan 34 orang memiliki kebersihan mulut yang baik (89,47%), 4 orang memiliki kebersihan mulut sedang (10,53%) dan tidak terdapat responden yang memiliki kebersihan mulut yang buruk. Status karies gigi menunjukkan rata-rata jumlah DMF-T ialah 0,631 dan menurut kategori indeks DMF-T dari WHO termasuk pada kategori sangat rendah. Kata kunci: alat ortodontik cekat, status kebersihan mulut, status karies.
GAMBARAN EFEK PEMBERIAN ANESTESI LOKAL DENGAN TEKNIK BLOK MANDIBULA FISHER PADA PEMINUM ALKOHOL Gugule, Ayu S.; Posangi, Jimmy; Mariati, Ni Wayan
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.387 KB)

Abstract

Abstract: The habit of consuming alcoholic beverages have special characteristics when dealing with drugs, especially related to the anesthesia, when compared with those who did not consume alcoholic beverages because alcohol may alter the response to drugs given simultaneously. Anesthetic drugs and alcohol has the same content, namely the content of ether. Ether is a substance that is widely used as an anesthetic in medicine today. This study aims to describe the provision of local anesthetic effects with mandibular block technique fisher drinkers of alcoholic beverages and also to know the reaction to anesthesia and anesthesia reaction ratio. The research was conducted in a non-descriptive statistics, the data processing and analysis is based on data which is then treated observations described qualitatively. The data is processed and presented in tables and described textually. The results of research on the treatment of anesthesia and extraction indicate that there are differences in the duration of time to react calculated from first injection until such time as the disappearance of pain at the time of extraction. Similarly, there are differences in the duration of time when anesthesia is performed on the area of ​​the lips, tongue, buccal mucosa, and lingual mucosa based on the amount of alcohol you drink and the alcohol content. Keywords: Anesthesia, Mandibular block fisher, Alcoholic beverages.   Abstrak: Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol memiliki karakteristik khusus bila berhubungan dengan obat-obatan, terlebih berkaitan dengan anestesi, jika dibanding dengan orang yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dapat merubah respon terhadap obat yang diberikan secara bersamaan. Obat anestesi dan alkohol mempunyai kandungan yang sama yaitu kandungan eter. Eter ialah suatu zat yang banyak digunakan sebagai anestesi dalam dunia kedokteran hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian efek anestesi lokal dengan teknik blok mandibula fisher pada peminum minuman beralkohol dan juga untuk mengetahui masa reaksi anestesi serta perbandingan reaksi anestesi. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif non-statistik, yaitu pengolahan data dan analisis  yang  didasarkan pada data hasil observasi perlakuan yang kemudian dijelaskan secara  kualitatif. Data  diolah dan disajikan  dalam bentuk tabel serta diuraikan secara tekstual. Hasil penelitian pada perlakuan  anestesi dan ekstraksi menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan durasi masa bereaksi dihitung dari injeksi pertama sampai dengan waktu hilangnya rasa sakit pada saat dilakukan ekstraksi. Begitu pula terdapat perbedaan durasi waktu ketika anestesi dilakukan pada area bibir, lidah, mukosa bukal dan mukosa lingual berdasarkan jumlah alkohol yang diminum serta kandungan kadar alkohol. Kata kunci: Anestesi, Blok mandibula fisher, Minuman beralkohol.
GAMBARAN ORAL HABIT PADA MURID SD KATOLIK II St. ANTONIUS PALU Septuaginta, Aves A.; Kepel, Billy J.; Anindita, P. S.
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.866 KB)

Abstract

Abstract: The habit is a repeated pattern of behavior. Habits that occur in the oral cavity is also known as oral habit and naturally occur in less than six years of age. Oral habits might happen to more than six years of age that can lead to abnormalities in the structure of dento-facial. Persistent oral habits may be due to dysfunction and psychological disorders. Attention is needed to prevent oral habit continued. The purpose of this study was to obtain an overview of oral habits at a Catholic Elementary School II St. Anthony Palu students. This type of research used is descriptive study and sampling conducted by the proportional approach of simple random sampling. Data on oral description habit obtained by filling out the questionnaire by the parents / guardians of students. The number of samples in this study are 137 students. The results find that 52 students (38%) had oral habit. Distribution of the types of oral habits shows that four students (7,7%) have thumb sucking habit, 21 students (40,4%) have nail biting habit, 10 students (19,2%) have lip sucking habit, 14 students (27%) have tongue thrusting habit, and 21 students (40,4%) have mouth breathing habit. Boys students have oral habits more than the girl students. An eight-year age group has the most oral habits. Government health agencies in this regard would be able to carry out socialization practices especially regarding oral habits that can affect dento-facial structures. Key word: Oral habits.   Abstrak: Kebiasaan merupakan suatu pola perilaku yang diulangi. Kebiasaan dapat terjadi didalam rongga mulut yang disebut juga sebagai oral habit dan wajar terjadi pada usia kurang dari enam tahun. Oral habit dapat berlanjut pada usia lebih dari enam tahun yang dapat menyebabkan kelainan pada struktur dento-fasial. Oral habit yang berlanjut tersebut dapat dikarenakan adanya kelainan fungsi tubuh dan gangguan psikologis. Perhatian sangat dibutuhkan untuk mencegah timbulnya oral habit yang berlanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran oral habit pada murid SD Katolik II St. Antonius Palu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional simple random sampling. Pengambilan data mengenai gambaran oral habit didapat dengan cara pengisian kuesioner oleh orang tua/wali murid. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 137 murid. Hasil penelitian mendapati bahwa 52 murid (38%) memiliki oral habit. Distribusi jenis-jenis oral habit menunjukkan bahwa empat murid (7,7%) murid memiliki kebiasaan menghisap ibu jari, 21 murid (40,4%) memiliki kebiasaan menggigit kuku, 10 murid (19,2%) memiliki kebiasaan menghisap bibir, 14 murid (27%) memiliki kebiasaan mendorong lidah, dan 21 murid (40,4%) memiliki kebiasaan bernafas melalui mulut. Murid-murid yang berjenis kelamin laki-laki memiliki oral habit lebih banyak dibandingkan dengan murid-murid yang berjenis kelamin perempuan. Kelompok usia delapan tahun merupakan yang paling banyak memiliki oral habit. Pemerintah dalam hal ini instansi kesehatan kiranya dapat melaksanakan sosialisasi mengenai kebiasaan-kebiasaan khususnya oral habit yang dapat mempengaruhi struktur dento-fasial. Kata kunci: oral habit.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG TAMPILAN MALOKLUSI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KRISTEN 67 IMANUEL BAHU Djunaid, Ahmad; Gunawan, Paulina N.; Khoman, Johanna A.
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.497 KB)

Abstract

Abstract: Malocclusion is a condition that deviates from normal occlusion include irregularity of the teeth in the dental arch such as crowding, protrusif, malposition and harmonious relationship with the opposing teeth. Occurrence of malocclusion in children will lead to many problems such as including impaired of mastication, speech processing as well as aesthetic problems socially impaired. The purpose of this study to describe the knowledge of malocclusion in junior high school 67 Christian Immanuel Bahu. The research is descriptive and sampling method with a total sampling methods. Retrieval of data to find a picture of malocclusions knowledge gained by means of questionnaires by a sample of 88 students. Knowledge of the research lookscale photographs by AC of IOTN in accordance with the composition of his teeth with persentse 44.31%, knowledge of tooth arrangement in accordance with the profile picture based on the percentage of 54.55% and a knowledge of  treatment  needs  in  accordance  with  the  percentage  of  23.87% appropriate Treatment needs. Keywords: knowledge, malocclusion.     Abstrak: Maloklusi merupakan keadaan yang menyimpang dari oklusi normal meliputi ketidakteraturan gigi-geligi dalam lengkung rahang seperti gigi berjejal, protrusif, malposisi maupun hubungan yang tidak harmonis dengan gigi antagonisnya. Terjadinya maloklusi pada anak akan mengakibatkan banyak masalah diantaranya gangguan pengunyahan, proses bicara serta masalah pergaulan karena estetik yang terganggu. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang maloklusi pada siswa SMP Kristen 67 Imanuel Bahu. Penelitian bersifat deskriptif dan cara pengambilan sampel dengan metode total sampling. Pengambilan data untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang maloklusi diperoleh dengan cara pengisian kuesioner oleh sampel yang berjumlah 88 siswa. Hasil penelitian didapatkan data pengetahuan tampilan berdasarkan skala fotograf AC dari IOTN sesuai dengan susunan giginya dengan persentse 44,31%, pengetahuan tentang susunan gigi sesuai berdasarkan foto profil dengan persentase 54,55% dan pengetahuan tentang kebutuhan perawatan dengan persentase 23,87% sesuai dengan kebutuhan perawatan. Kata kunci: pengetahuan, maloklusi.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK-ANAK DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR SUMOMPO KOTA MANADO Ilery, Citra; Mintjelungan, Christy N.; Soewantoro, Joenda
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.034 KB)

Abstract

Abstract: Nutrition is all the intake foods that required for the body to become health,it contains balance carbohydrate, protein, fat, vitamin and mineral. Oral cavity is one of the small parts of the human body, however oral cavity can describe the state of nutrition from someone. One of the abnormality in oral cavity that often undergo in childhood period that have close relation to the state of nutrition in growing stages is Angular Cheilitis. Angular Cheilitis is an acute or chronic inflammation of the skin closely with the membrane of mucosa labia from the corner of the mouth. The purpose of this research is to know the relationship between children’s state of nutrition with the number of occurrence of Angular Cheilitis to the children in the landfill (TPA) of Sumompo. The method of research is analytic descriptive with cross sectional design. Data acquisition gathered by using total sampling method in which the researcher conducted examination for the children who live in the environment address “Lingkungan III” near the landfill (TPA) of Sumompo in December 2012 with 112 children participants. The data gathered are managed and analyzed by using computer software SPSS version 16 and than it interpreted to test the hypothesis by using chi-square method of analys. The result of the research showed that 50 children were below malnutrition. Meanwhile, the number of occurrence of Angular Cheilitis showed 42 children (84%) in the landfill (TPA) of Sumompo. Therefore, there is a significant relationship between the states of nutrition of a child with the occurrence of angular cheilitis. Keywords: The state of nutrition, Angular Cheilitis, The landfill (TPA) of Sumompo.     Abstrak: Gizi adalah segala asupan makanan yang diperlukan agar tubuh menjadi sehat yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang. Rongga mulut merupakan salah satu bagian terkecil dari seluruh tubuh manusia, namun demikian rongga mulut dapat  menggambarkankeadaan gizi seseorang. Salah satu contoh kelainan di rongga mulut yang sering dialami pada masa anak-anak yang erat hubungannya dengan status gizi selama masa pertumbuhan ialah Angular Cheilitis.Angular Cheilitis adalah suatu keadaan inflamasi yang akut atau kronik dari kulit yang berdekatan dengan membran mukosa labial dari sudut mulut.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak dengan angka kejadian Angular Cheilitis pada anak-anak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.Penelitian dari studi ini bersifat deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross sectional). Pengambilan data didapatkan dengan menggunakan metode total sampling dengan cara melakukan pemeriksaan pada anak-anak yang bertempat tinggal di lingkungan III TPA Sumompo pada bulan Desember 2012 pada 112 anak, kemudian data yang diperoleh diolah dan  dianalisis dengan menggunakan komputer melalui software SPSS versi 16 kemudiandiinterpretasi untuk menguji hipotesis menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di TPA Sumompo sebanyak 50 anak berstatus gizi dibawah normal.Angka kejadian Angular Cheilitis yang terjadi di TPA Sumompo sebanyak 42 anak (84%).Ada hubungan yang signifikan antara status gizi seorang anak dengan kejadian Angular Cheilitis. Kata kunci: Status gizi, angular cheilitis, TPA Sumompo.
GAMBARAN PEROKOK DAN ANGKA KEJADIAN LESI MUKOSA MULUT DI DESA MONSONGAN KECAMATAN BANGGAI TENGAH Djokja, Rizki Mulyana; Lampus, B. S.; Mintjelungan, Christy
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.592 KB)

Abstract

Abstract: Nowadays, smokers may be encountered from different social class, status, and different age groups. This is because it is very easy to get cigarettes. Many studies demonstrated the effects of smoking are influenced by the large number of cigarettes, duration of smoking, type of cigarettes smoked even depth of smoke may cause some disorders in the oral cavity. Purpose of this study was to determine the smokers and the incidence of oral mucosal lesions in the Monsongan village in Banggai district. This research method is descriptive with cross sectional study approach. Samples in this study are smokers in the Monsongan village. Calculations based on preliminary survey results obtained 264 people as smoking population and 80 people were selected as research sample. Results showed that from 80 research sample were examined, the incidence of oral mucosal lesions most often found in the sample with a smoking duration more than 20 years were 51 people (63.75%). Incidence of oral mucosal lesions most often found in smokers with number of cigarettes smoked per day 10-20 rods were 44 people (55%). Incidence of oral mucosal lesions most often found in cigarette smokers were 65 people (81.25%). Key words: smoking, oral mucosal lesions.     Abstrak: Perokok saat ini bisa kita jumpai dari berbagai kelas sosial, status serta kelompok umur yang berbeda. Hal ini dikarenakan rokok sangat mudah untuk didapatkan. Banyak penelitian yang membuktikan efek dari merokok yang dipengaruhi oleh banyaknya jumlah rokok, lama merokok, jenis rokok bahkan dalamnya hisapan merokok dapat menimbulkan beberapa kelainan rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana gambaran perokok dan angka kejadian lesi pada mukosa mulut di desa Monsongan kecamatan Banggai tengah. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi potong lintang. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat perokok di desa Monsongan. Berdasarkan perhitungan survei awal didapatkan hasil populasi perokok sebanyak 264 orang dan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 80 orang. Hasil penelitian  menunjukkan dari 80 orang subjek penelitian  yang  diperiksa, kejadian lesi mukosa mulut  paling banyak dijumpai pada lama merokok > 20 tahun sebanyak 51 orang (63.75%). Kejadian lesi mukosa mulut paling banyak dijumpai pada perokok dengan jumlah rokok yang dihisap 10-20 batang per hari sebanyak 44 orang (55%). Kejadian lesi mukosa mulut paling banyak dijumpai pada perokok yang merokok dengan jenis rokok putih sebanyak 65 orang (81.25%). Kata kunci: perokok, lesi mukosa mulut.
GAMBARAN STATUS KARIES DAN POLA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MAHASISWA ASAL TERNATE DI MANADO ., Radiah; Mintjelungan, Christy; Mariati, Ni Wayan
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.87 KB)

Abstract

Abstract: Caries status is a condition that describes a person´s caries experience index is calculated by DMF-T (Decayed missing  filling theeth). Cariogenic food eating habits is the habit of a person consumes food that can cause caries, measured using questionnaires. Dental caries is one of the teeth and mouth disease most commonly found in the community.  Factors that may affect the severity of caries experience caries among other things, the use of fluoride, the number of bacteria, saliva, age, sex, socio-economic and smoking. This research is a descriptive study with cross-sectional observational study. The populations student from Ternate city in Manado city is many 93 people.  Based on the research status of caries, DMF-T index average is 3.1, and based on WHO criteria middle category. The results also showed patterns of oral health care are high category cariogenic foods and low category of non  cariogenicc foods , sometimes brushing your teeth after eating as much in middle category and low categegory of students check their teeth to the dentist. Keywords: status of caries, oral health care.     Abstrak: Status karies adalah suatu kondisi yang menggambarkan pengalaman karies seseorang dihitung dengan indeks DMF-T (Deceyed missing filling theeth). Pola pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan tindakan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut. Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling sering dijumpai di masyarakat. Faktor-faktor  yang dapat memengaruhi keparahan karies antara lain pengalaman karies, penggunaan fluor, jumlah bakteri, saliva, umur, jenis kelamin sosial ekonomi dan merokok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional  study. Populasi yang diteliti yaitu mahasiswa asal kota Ternate di kota Manado, berdasarkan survei awal berjumlah 93 orang.  Berdasarkan hasil penelitian status karies, indeks DMF-T rata-rata yaitu 3,1 dan berdasarkan kriteria WHO berada pada kategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan  pola pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut responden yang terdiri dari kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik berada pada kategori tinggi dan non kariogenik pada kategori rendah, menggosok gigi setelah makan berada pada kategori sedang dan mahasiswa yang pernah ke dokter gigi dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi berada pada kategori rendah. Hasil penelitian kebersihan rongga mulut dengan menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada gigi berjejal kedua rahang menunjukkan bahwa sebagian besar 66,67% subjek penelitian memiliki kebersihan mulut baik dan hasil penelitian status gingiva dengan menggunakan indeks gingiva pada gigi berjejal kedua rahang sebagian besar 65,22% subjek penelitian memiliki status gingiva inflamasi ringan. Kata kunci: status karies, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN RONGGA MULUT DAN STATUS GINGIVA PADA MAHASISWA DENGAN GIGI BERJEJAL Sasea, Altriany; Lampus, B. S.; Supit, Aurelia
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.466 KB)

Abstract

Abstract: Dental crowding is a condition which the position of the teeth are outside the normal  tooth arrangement. This condition occasionally become problem for patient. Based from function, dental crowding is very hard to clean with tooth brush, it can accumulated plaque, which is one of the risk factor of bad oral hygiene, calculus and gingivitis. This study objectives was the find out overview of oral hygiene and gingival status of college student who had crowding teeth in Dentistry Courses Medical Faculty of Sam Ratulangi University Manado. This is a descriptive study. Population study was all college student who had crowding teeth in Dentistry Courses Medical Faculty of Sam Ratulangi University Manado. Samples were 40 person ad sampling method was total sampling. The results oral hygiene using Simplified Oral Hygiene Index (OHI-S) in the crowding of both jaws showed that the majority of 66.67% of the study have good oral hygiene and gingival status of research results by using the gingival index in both jaws partial crowding 65.22% of the study subjects had mild inflammation of gingival status. Keywords: Dental crowding, Oral hygiene, gingival status.    Abstrak: Gigi berjejal merupakan keadaan berjejalnya gigi di luar susunan gigi yang normal. Kondisi gigi berjejal terkadang menjadi masalah bagi penderitanya. Gigi berjejal sangat sulit dibersihkan dengan menyikat gigi, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak yang juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kalkulus dan gingivitis. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran status kebersihan rongga mulut dan status gingiva pada mahasiswa dengan gigi berjejal di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa yang memiliki kondisi gigi berjejal di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel berjumlah 40 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian kebersihan rongga mulut dengan menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada gigi berjejal kedua rahang menunjukkan bahwa sebagian besar 66,67% subjek penelitian memiliki kebersihan mulut baik dan hasil penelitian status gingiva dengan menggunakan indeks gingiva pada gigi berjejal kedua rahang sebagian besar 65,22% subjek penelitian memiliki status gingiva inflamasi ringan. Kata kunci: Gigi berjejal, status kebersihan rongga mulut, status gingiva.
PENGALAMAN KARIES GIGI SERTA POLA MAKAN DAN MINUM PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA KIAWA KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Worotitjan, Indry; Mintjelungan, Christy N.; Gunawan, Paulina
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.503 KB)

Abstract

Abstract: Dental caries is an infectious disease resulting email and dentin demineralization. In general, children enter school age have a high caries risk, because at this school age children have a habit of eating foods and beverages cariogenic. This research is descriptive. The purpose of this study was to determine the dental caries experience and patterns of eating and drinking in primary school children in rural North Kawangkoan Kiawa District.The entire study population the sixth grade elementary school students in the village of North KawangkoanKiawa district totaling 60 samples were taken using the Total Sampling. Data retrieval of primary dental caries examination to see the number of dental caries experience (DMF-T) and filling out the questionnaire by using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to see the pattern of eating and drinking in primary school children in rural North Kawangkoan Kiawa District.The results showed that primary school students in desaKiawahaving caries experience caries being the average DMF-T 3.71 it means each one of childrens having four caries teeth. Diet on elementary school children who consumed foods cariogenic carbohydrate snack at a frequency that is the most time 2-3 times per day and drinking patterns in elementary school children who consume isotonic drinks cariogenic ie at a frequency of 1-3 times per week. Keywords: dental cariesexperience, eating patterns and drinking, elementary school children.    Abstrak:Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin. Anak-anakmemasuki usia sekolah umumnya mempunyai resiko terhadap karies yang tinggi, karena pada usia ini anak-anak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengalaman karies gigi serta pola makan dan minum pada anak sekolah dasar di desa Kiawa kecamatan Kawangkoan Utara.Populasi penelitian yaitu seluruh murid SD kelas VI di desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara yang  berjumlah 60 sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Pengambilan data primer yaitu pemeriksaan karies gigi untuk melihat jumlah pengalaman karies gigi (DMF-T) dan pengisian kuesioner dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan dan minum pada anak sekolah dasar di desa Kiawa kecamatan Kawangkoan Utara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar didesaKiawamemilikipengalaman karies gigikategori sedang dengan rata-rata DMF-T 3.71 yang artinya anak-anak sekolah mengalami karies rata-rata 4 gigi. Pola makan makanan karbohidrat kariogenik tertinggi pada anak sekolah dasar yaitu snackpada frekuensi waktu 2-3 kali per hariPola minum minumankariogenik tertinggi pada anak sekolah dasar yaitu minuman isotonik pada frekuensi 1-3 kali per minggu. Kata kunci: pengalaman karies gigi, pola makan dan minum, anak sekolah dasar.
GAMBARAN KECEMASAN PASIEN SAAT MENJALANI PROSEDUR EKSTRAKSI GIGI SAMBIL MENDENGARKAN MUSIK MOZART DI PUSKESMAS Tangkere, Harlye; Opod, Hendry; Supit, Aurelia
e-GIGI Vol 1, No 1 (2013): Jurnal e-GiGi
Publisher : e-GIGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.689 KB)

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of the dental treatment done in Community Health Center. Tooth extraction frequently can create anxiety and become a problem if it hamper the performance of the dentist. Various methods have already been done to overcome anxiety, such as listening to classical music, one of the classical music used is Mozart. The purpose of this research is to get an overview of patient’s anxiety when undergoing tooth extraction while listening to the music of Mozart in Community Health Center. This research used descriptive sampling method. The sample consist of 30 adults with 17-65 age, grouped by 18 people who have experienced tooth extraction and 12 people who have not. The data were collected by physical examination and Visual Analogue Scale (VAS) before and after listening to the music of Mozart during extraction procedure. The result showed that those who have not experienced tooth extraction before, 50% of that group had reduction in anxiety according to blood pressure measurement, 8.33% of the group in blood pulse measurement were decreased and 16.67% of the group in respiration measurement, 16.67% of the group in the VAS measurement showed a decrease in anxiety from uncomfortable to mild, 75% from mild to no pain. In the group which have experienced tooth extraction procedure before, 16.67% of the group increased anxiety in blood pressure measurement, there were no reduction in blood pulse measurement, and decreased 11.11% of the group in respiration measurement, according to VAS 22.22% of this group showed that their anxiety decreased from uncomfortable to mild, and 55.56% from mild to no pain. Keywords: extraction procedure, anxiety, Mozart music.   Abstrak: Tindakan ekstraksi gigi merupakan salah satu jenis perawatan gigi yang dilaksanakan di Poli Gigi dan Mulut Puskesmas. Prosedur ekstraksi gigi seringkali menjadi pencetus kecemasan pasien dan dapat menjadi penghambat kinerja dokter gigi. Berbagai metode telah dilakukan untuk mengatasi kecemasan termasuk penggunaan musik klasik, dan salah satu musik klasik yang sering digunakan adalah musik ciptaan Mozart. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kecemasan pasien saat menjalani prosedur ekstraksi gigi sambil mendengarkan musik Mozart di Puskesmas. Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposif. Jumlah sampel 30 orang dewasa berusia 17-63 tahun yang terdiri dari 18 orang pernah dan 12 orang belum pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sebelumnya. Data diambil berdasarkan pemeriksaan fisik dan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah mendengarkan musik Mozart selama prosedur ekstraksi gigi. Hasil dari kelompok yang belum pernah menjalani ekstraksi gigi, terjadi penurunan kecemasan sejumlah 50% pasien pada pengukuran tekanan darah, sejumlah 8.33% pasien pada pengukuran nadi dan sejumlah 16.67% pasien pada pemeriksaan respirasi, sejumlah 16.67% pasien pada pemeriksaan VAS terjadi penurunan kecemasan dari rasa sakit yang membuat tidak nyaman ke rasa sakit ringan, sejumlah 75% pasien dari rasa sakit ringan ke tidak ada rasa sakit. Bagi kelompok yang pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sejumlah 16.67% pasien mengalami kenaikan kecemasan pada pengukuran tekanan darah, pada pengukuran nadi tidak ada pasien yang mengalami kecemasan, sejumlah 11.11% pasien mengalami penurunan kecemasan pada pengukuran respirasi, sejumlah 22.22% pasien pada pemeriksaan VAS turun dari rasa sakit yang membuat tidak nyaman ke rasa sakit ringan dan sejumlah 55.56% pasien dari rasa sakit ringan ke tidak ada rasa sakit.Kata kunci: Prosedur ekstraksi gigi, kecemasan, musik Mozart.

Page 1 of 33 | Total Record : 326