cover
Filter by Year
E-DIMAS
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles by issue : Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
10
Articles
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Tambahan Kelompok Keluarga Mitra Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berperspektif Gender Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2016

Wiyaka, Wiyaka, Reffiane, Fine, Cahyadi, Fajar

E-DIMAS Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.79 KB)

Abstract

Desa Langse merupakan wilayah yang berada di lereng Pegunungan Pati Ayam di wilayah pinggiran Kabupaten Pati. Sebagian tanahnya tandus dan sebagian lagi tanah ladang yang hanya dapat ditanami palawija, jagung, kacang tanah, dan ketela pohon. Keadaan sosial ekonomi mereka masih rendah, apalagi di daerah lereng Pegunungan Pati Ayam, tanahnya berupa tanah ladang yang tidak subur, penduduknya tergolong miskin. Kemiskinan di daerah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Pati bertekad meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin melalui program pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan pendekatan strategis program yang dilakukan dalambeberapatahap,yaitu indentifikasi masalah, Sosialisasi program, Program Penyuluhan dan Pelatihan, Demonstrasi Plotting/Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya taraf kehidupan masyarakat desa Langse, salah satunya meningkatnya pendapatan harian dari 25 ribu rupiah menjadi 40 ribu rupiah per hari.

Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Menuju Kemandirian Melalui Pembinaan Kewirausahaan, Permodalan, dan Pemasaran di Kecamatan Tugu

Santoso, Djoko, Indarto, Indarto, Santoso, Aprih

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.799 KB)

Abstract

Kelompok UKM di wilayah Kecamatan Tugu dibagi dalam 2 (dua) kelompok UKM yaitu pengolahan pangan (bandeng, ikan asap, tarasi, telur asin, dan kerupuk) dan Batik yang dikelola sebagain besar oleh kaum wanita. Kondisi usahanya sebagian besar masih dalam tarap rintisan usaha dan sebagian kecil sudah mulai mapan, namun perkembangan dan kemajuannya masih belum optimal. Hal ini disebabkan masih banyak kendala yang dihadapi, seperti: (1) belum optimalnya kemampuan kewirausahaan, (2) belum memiliki strategi pengembangan usaha, (3) belum memiliki kemampuan peningkatan inovasi produk, (4) belum adanya kejelasan tentang pembiayaan/pemodalan, dan (5) belum memikili kemampuan kreatif dalam pemasaran.Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pengetahuan dan kemampuan tentang kewirausahaan. Adapun luaran sebagai berikut: (1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan terutama berinovasi dengan produk kreatif dan berani mengambil resiko yang moderat, (2) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang pemasaran kreatif, (3) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang pembiayaan usaha, (4) dapat mengakses sumber permodalan dari luar serta pengelolaan permodalan dengan baik, dan (5) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang strategi pemasaran kreatif. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok usaha kecil mikro pengolahan pangan dan batik di Kecamatan Tugu.

IbM Pemberdayaan Anak Panti Asuhan

Setiawan, Krisna, Pasau, Paulus

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.814 KB)

Abstract

Upaya pihak panti asuhan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak panti asuhan terkendala kurangnya keterampilan budidaya pertanian pada lahan sempit serta minimnya keterampilan mengolah produk pangan yang bernilai ekonomis dan manajemen usaha kecil. Tujuan dari penerapan kegiatan IbM ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu mengembangkan sistem pertanian vertikultur dengan menggunakan pupuk organik cair dan pestisida nabati yang dibuat sendiri dari limbah rumah tangga yang bersifat organik. Selain itu mitra juga mampu mengolah produk pertanian menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomis dan mengelola usaha kecil secara mandiri dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penghuni panti asuhan. Metode pelaksanaan  meliputi  demonstrasi dan praktik, pendampingan dan evaluasi secara terstruktur terhadap berbagai hal yang menjadi kendala dalam upaya memberdayakan anak-anak panti asuhan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua tahapan kegiatan dapat berjalan baik dengan keberhasilan mencapai 90% lebih. Kegiatan di kedua mitra diawali dengan pembuatan rak vertikultur berbahan bambu serta instalasi sistem vertikultur menggunakan paralon, budidaya sayuran dan buah organik, pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati, pengolahan pangan dan manajemen usaha kecil. Kedua mitra aktif dan antusias mengikuti semua tahapan kegiatan

Pembukuan dalam Menunjang Kesuksesan Usaha Pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal

Santoso, Aprih, Ariefiantoro, Teguh, Kurniawati, Emaya

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.797 KB)

Abstract

Kecamatan Cepiring merupakan satu dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal dengan mata pencaharian penduduk Kecamatan Cepiring sebagian besar ada di sektor pertanian, urutan kedua dan ketiga adalah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Usaha Kecil Mikro (UKM) pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring berjumlah 30 orang. UKM pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring ternyata masih banyak pula dijumpai kendala diantaranya adalah: (1) belum tersusunnya strategi pengembangan usaha dan data base profile masing-masing UKM pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring; (2) belum adanya kejelasan tentang manajemen sistem pembukuan/akuntansi secara baik dan benar sehingga menghasilkan informasi keuangan yang bermanfaat untuk pendukung UKM pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring. Kegiatan penyuluhan pembukuan/akuntansi secara baik dan benar sehingga menghasilkan informasi keuangan yang bermanfaat untuk pendukung UKM pengrajin Batik di Kecamatan Cepiring. Penelitian ini menemukan bahwa hasil penyuluhan pembukuan dalam menunjang kesuksesan usaha pengrajin batik di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal telah terlaksana dengan sukses. Hal ini terbukti dengan antusiasnya peserta penyuluhan mengikuti dan berdiskusi (termasuk proses tanya jawab) dengan rutin.

IbM Peternak Lele Semarang Barat

Mudzanatun, Mudzanatun, Mandarsari, Ryky, Hadi, Dwi Prasetyo

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.375 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Peternak Lele di Semarang Barat Kota Semarang yaitu tim IbM mengabdikan diri pada masyarakat calon pengusaha kelompok peternak lele untuk mengatasi prioritas permasalahan yang dihadapi. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatnya pendapatan dengan adanya produk baru dari pengelolaan hasil olahan lele, meningkatnya modal kerja yang diperoleh dari akses pemerintah ataupun perbankkan yang kompeten, dan meningkatnya jejaring usaha dengan para mitra IbM serta adanya toko online. Metode kegiatan ini dengan pemberdayaan yaitu adanya tahapan kegiatan dalam melaksanakan IbM. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut adalah; (1) sosialisasi program kegiatan IbM; (2) pelatihan pengolahan bahan dasar lele; (3) pembinaan manajemen produksi dan administrasi keuangan; (4) workshop metode dalam mengakses modal dari Instansi Pemerintah dan Swasta.

Cultured Trash, Not Trash Culture

Taufiqurrohman, Taufiqurrohman, Utomo, Setyo, Wibowo, Purwo Adi

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.814 KB)

Abstract

As civilized creature, human actually can manage trash as well as possible although it is often stereotyped as a vain thing. This article gives the proof that trash can be cultured as well so that a society can take benefits from the existence of it. This article parses ways of orderly managing it at schools, in this case two schools in Jepara. The results say that trash can be cultured by having an organization to manage the Trash Bank at schools and to train students to classify and recycle trash then take advantage of it by selling the collected and the recycled trash. It makes trash have good transformation of values, repelling against the prior stereotype. Finally, by taking example from Trash Bank management at schools, human can have so cultured trash that they would not be trapped by trash culture.

IbM Warga Rejosari dalam Meningkatkan Kemahiran Berpewara

Indrariani, Eva Ardiana, Setyawati, Nanik, Murywantobroto, Murywantobroto, Ulumuddin, Arisul

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.839 KB)

Abstract

Hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan public speaking, khususnya keterampilan menjadi pewara warga kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang masih memerlukan pendalaman. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya keluhan dari para warga yang merasa kesulitan untuk menjadi pewara. Masih jarang upaya pelatihan kepewaraan yang diperuntukkan bagi warga. Solusi yang ditawarkan dalam pelatihan ini adalah pelatihan dengan strategi kronologis. Strategi ini dilakukan dengan cara memberikan sesuatu secara bertahap, mulai dari yang ringan, hingga pada tahap yang lebih berat. Pada pelaksanaanpelatihan kepewaraan,para warga kelurahan Rejosari Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang sangat antusias. Melalui pelatihan ini, warga semakin menyadari pentingnya peran pewara demi suksesnya penyelenggaraan acara-acara.

IbM Kelurahan Degayu yang Terinterusi Air Laut

Badrudin, Ubad, Mardiana, Tri Yusufi

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.834 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk dan mengembangkan model budidaya tanaman padi, sayur, dan ikan lele secara bertingkat pada lahan pekarangan. Metode yang dikembangkan terdiri atas beberapa tahapan meliputi koordinasi, sosialisasi, pengadaan bahan dan alat, praktek dan pendampingan pembuatan model budidaya padi, sayur, dan ikan lele secara bertingkat di lahan pekarangan. Model ini dikembangkan dalam rangka memberikan solusi alternatif terhadap lahan yang terinterusi air laut, sehingga penyediaan bahan pangan dapat disediakan dan diproduksi di lahan pekarangan yang dimiliki oleh anggota dari kelompok tani mitra. Model ini berimplikasi terhadap penyediaan bahan pangan berupa padi, sayur, dan ikan lele yang dibutuhkan untuk memenuhi karbohidrat dan gizi keluarga. Hasil panen didapatkan tanaman cabe rawit hijau per pohon bisa menghasilkan 33 buah dengan bobot 52,66 gr; tanaman tomatmenghasilkan 5-7 buah per pohon, tanaman terong menghasilkan 2-3 buah perpohon dengan berat rata-rata 72,4 g, panjang rata-rata 16,71 cm. Tanaman padi menghasilkan 32 malai per rumpun dengan panjang rata-rata 16,86 cm dengan berat total per rumpun 57,87 gr. Panen ikan lele menghasilkan 176 kg dengan panjang rata-rata 26,64 cm dan berat rata-rata 0,13 kg.

IbM terhadap Guru-Guru Matematika SMP Muhammadiyah 1 Kota Sukabumi dan SMP Muhammadiyah 6 Sukaraja dalam Menyusun dan Mengimplementasikan Bahan Ajar Berbasis Konstruktif Islami

Mulyanti, Yanti, Novarina, Eka, Haq, Andri Moewashi Idharoel, Nurcahyono, Novi Andri

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.814 KB)

Abstract

Program IbM yang dilaksanakan berupa pendampingan terhadap guru-guru SMP Muhammadiyah 1 Kota Sukabumi dan SMP Muhammadiyah 6 Sukaraja dalam mengintegrasikan bahan ajar berbasis konstruktif islami. Bahan ajar berbasis konstruktif islami, yaitu bahan ajar yang diselipkan nilai-nilai islami atau sejarah matematika (tokoh-tokoh Islam) pada materi yang dibahas supaya siswa lebih termotivasi untuk belajar dan konsep disajikan dalam bentuk konstruksi, sehingga siswa bisa mengkonstruksi konsep yang dipelajari. Rangkaian kegiatan dalam program IbM ini yaitu: sosialisasi bahan ajar matematika berbasis konstruktif islami, pendampingan terhadap guru-guru matematika dalam menyusun bahan ajar berbasis konstruktif islami yang dilakukan dalam delapan pertemuan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan. Capaian keberhasilan dalam pelaksanaan program IbM ini berupa: 1) guru-guru matematika menyusun dan mengimplementasikan bahan ajar berbasis konstruktif islami dalam pembelajaran; 2) adanya bahan ajar matematika berbasis konstruktif islami sebagai produk dari kegiatan pendampinan ini yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing; 3) guru-guru matematika mudah dalam mengaitkan konsep matematika dengan ayat Al-Qur’an atau hadis atau nilai-nilai islami; 4) hilangnya anggapan dikhotomi antara matematika dan agama.

Penggunaan Audio-Lingual Method dalam Pelatihan Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar

Simorangkir, Imelda M., Passandaran, Yosi M.

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.823 KB)

Abstract

Keterampilan anak-anak dalam berbahasa Inggris masih rendah karena selama ini mereka mengasumsikan bahwa pelajaran bahasa Inggris di sekolah sangat sulit dan menyeramkan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak dalam belajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode audio lingual. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode audio lingual untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak yang tinggal di Yayasan Yatim Piatu Mahabbatul Yatim, yang berada di kampung Pabuaran Wetan, Ciangsana, Gunung Putri Bogor. Metode ini dipilih oleh penulis karena belum ada fasilitas yang mereka dapatkan dari sekolah. Penulis menggunakan metode lingua audio untuk mengajar anak-anak di panti asuhan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa mereka lebih antusias untuk belajar bahasa Inggris daripada sebelumnya. Mereka tahu bahasa Inggris itu menyenangkan dan mudah. Jadi, setelah mereka belajar bahasa Inggris dalam program ini, mereka dapat mengembangkan keterampilan mereka dalam bahasa Inggris, membantu pelajaran bahasa Inggris mereka di sekolah, dan lebih percaya diri untuk belajar bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan dalam ini penulis dapat menilai dan mengukur efektifitas metode audio lingua dalam pembelajaran bahasa Inggris.