cover
Filter by Year
E-DIMAS
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles by issue : Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
12
Articles
RANCANG BANGUN APLIKASI BERGERAK UNTUK MENDUKUNG PEMASARAN GAMELAN PADA SANGGAR AMERTA LAKSITA DAN GAMELAN NDELIK SEMARANG

Hastuti, Khafiizh, Syarif, Arry Maulana

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3844.007 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Teknologi informasi mampu mendukung UMKM memiliki daya saing global. Fakta yang ditemukan, masih banyak pemilik UMKM yang tidak memanfaatkan teknologi informasi, dengan alasan tidak mengerti komputer dan biaya yang tidak terjangkau. Sanggar “Amerta Laksita” dan “Gamelan Ndelik” merupakan mitra UMKM yang tidak menerapkan teknologi informasi dengan alasan tersebut. Aplikasi mobile (aplikasi bergerak) menjadi pilihan untuk mendukung pemasaran mitra. Aplikasi bergerak dapat mendukung mitra menjangkau pemasaran sampai ke tingkat global, biaya yang terjangkau, serta memberikan kebebasan bagi mitra untuk mengelola isi konten secara mandiri. Program pendampingan dilaksanakan dalam beberapa kegiatan yaitu analisis pemasaran terkait dengan perencanaan strategi pemasaran secara on-line, transfer pengetahuan tentang aplikasi bergerak, pengembangan aplikasi bergerak untuk pemasaran, teknik mengelola aplikasi bergerak, sampai ke publikasi ke pasar aplikasi, yaitu Google Play. Program ini mampu mendorong mitra untuk lebih mengetahui aplikasi bergerak, sehingga mitra dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam usahanya, dan mampu mengelola konten aplikasi, seperti memasang gambar, teks, dan lain sebagainya, secara mandiri.

PEMBUATAN KERTAS SENI DARI ECENG GONDOK DI KWT SEKAR MELATI DAN I BONI

Purnavita, Sari, Sutanti, Sri, Haryanto, Poedji

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.28 KB)

Abstract

Kecamatan Banyubiru merupukan Kecamatan yang terletak dekat dengan Danau Rawa Pening dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan yang lain. Di Kecamatan Banyubiru ada beberapa Kelompok Tani Wanita, dua di antaranya adalah KWT "Sekar Melati" dan "I" Boni. KWT "Sekar Melati" yang terletak di Dusun Sukondono, Desa Kebumen dan KWT "I" Boni terletak di Dusun Desa Rowokasum, Rowoboni. Kegiatan kedua kelompok tani wanita tersebut masih terbatas sebagai pencari eceng air, pengering eceng gondok, kolektor, dan pengayam eceng (produk setengah jadi untuk kerajinan) dan belum mampu mengolah eceng gondok menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga pendapatan anggota KWT masih rendah. Dalam program IbM ini dilakukan beberapa kegiatan: (1) persiapan peralatan, (2) proses konseling pembuatan kertas dari enceng gondok, (3) Workshop Enterpreneurshi, (4) pembuatan kertas pelatihan, dan 5) monitoring.

IbM PEMANFAATAN TINJA MENJADI PUPUK CAIR ORGANIK DI KELURAHAN TAMBAKREJO

Fitriana, Siti, Dian, MA. Primaningrum, Setiawan, Agus

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.999 KB)

Abstract

IbM pemanfaatan tinja menjadi pupuk cair organik di Kelurahan Tambakrejo, bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam pengelolaan tinja menjadi pupuk cair organik. Mitra dari IbM ini adalah masyarakat RT. 01 dan RT. 03 di Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang. Tinja merupakan limbah hasil metabolisme manusia, dengan populasi penduduk yang semakin besar, maka debit tinja pada kolam penampungan akhir tentu akan meningkat per harinya. Tindakan sekecil apapun dalam langkah pengolahan tinja akan sangat berarti untuk mengurangi limbah yang akan memenuhi ruang di Kota Semarang. Pemahaman dan meningkatkan keterampilan pemanfaatan tinja ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi suatu usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan mitra dari segi ekonomi. Pada akhir kegiatan pengabdian ini untuk mewujudkan harapan tersebut, tim memberikan pelatihan dalam bidang manajemen usaha dalam pengolahan tinja menjadi pupuk cair organik, serta strategi pemasaran secara online kepada warga mitra di RT. 01 dan RT. 03 Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PADA USAHA BATIK TULIS: UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KEMANDIRIAN

Ihsaniyati, Hanifah, Wijianto, Arip, Suminah, Suminah, Anantanyu, Sapja

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3632.799 KB)

Abstract

Kelompok Batik (tulis)“Mutiara 1" dan “Mutiara 2" adalah adalah kelompok usaha batik tulis yang masing-masing beranggotakan 10 orang wanita tani yang baru bebas dari buta huruf (tindak lanjut dari program pasca keaksaraan fungsional/buta huruf). Kelompok ini berlokasi di Desa Wonolopo Kecamatan Tirtomoyo sudah terbentuk mulai Tahun 2011. Usaha batik tulis yang dikelola selama ini belum dikembangkan potensinya sebagai produk sandang yang kompetetitif dan bernilai ekonomis dengan mengikuti kaidah Good Manufacturing Practices (GMPs), seperti penggunaan berbagai alat teknologi tepat guna untuk membatiksehingga selama ini kelompok hanya menjual dalam bentuk batik mentah dengan harga yang relatif murah yaitu berkisar antara Rp 75.000,- sampai Rp 80.000,-, sementara harga batik yang sudah di finishing seharga Rp 250.000 sampai Rp 300.000,-. Perlu pendampingan kelompok tersebut agar pendapatan meningkat. Kegiatan pendampinganyang telah dilakukan adalah pelatihan finishing batik tulis, introduksi alat finishing batik, pameran (expo), dan pendampingan yang dilakukan dengan beberapa teknik pendekatan.

PELATIHAN PELAFALAN KATA-KATA BAHASA INGGRIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN GURU-GURU SAKINAH ENGLISH COURSE

Setyowati, Luluk, Ambarsari, Yulia, Muthoharoh, Nurul Badriyatul

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.295 KB)

Abstract

Pelafalan adalah salah satu bagian penting dari pembelajaran bahasa inggris. Dalam sistem bunyi bahasa inggris terdapat banyak cara pengucapan pada masing-masing individu yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Seperti daerah asal, pengaruh-pengaruh awal dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, banyak ahli bahasa inggris yang mengemukakan deskripsi rinci tentang bentuk pelafalan bahasa inggris, yang setidaknya dapat dengan mudah difahami oleh lingkungan pengguna bahasa inggris. Walaupun tidak standar, bentuk pelafalan tersebut diistilahkan sebagai “received pronunciation” yang berarti pelafalan yang dapat difahami secara luas. Berdasarkan uraian tersebut, para guru di lembaga kursus Sakinah English Course selalu dibina dan diarahkan bahwa berdassarkan standar kompetensi level pertama sangat perlu diperkenalkan pada kata, termasuk bagaimana cara membacanya dan juga menghilangkan paradigma yang menganggap guru adalah yang selalu tahu selalu benar. Seringkali para pengajar tidak mengetahui bagaimana melafalkan suatu kata dengan benar.Tujuan diadakan pelatihan pelafalan kata-kata bahasa inggris di Sakinah English Course adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengajar dan kualitas pengajaran sehingga dapat diaplikasikan pada proses belajar mengajar di lembaga tersebut.

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Muhtarom, Muhtarom, Nizaruddin, Nizaruddin, Zuhri, Muhammad Saifuddin

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3844.024 KB)

Abstract

Tujuan program ini adalah mengembangkan model pelatihan kewirausahaan yang cocok mahasiswa dan menciptakan wirausaha baru yang mandiri berbasis ipteks yang siap beraktivitas di masyarakat. Pelatihan kewirausahaan  didesain 3-Box yang dilaksanakan secara bertahap meliputi: tahapan pertama, mahasiswa diberikan bekal pengetahuan tentang Entreprenuership, Change Mindset and Paradigm Entreprenuership, Inspirasi, Kreativitas dan Ide Usaha, Membuat Usaha dan Kualitas konsep usaha. Pada tahapan kedua, aktivitas belajar difokuskan pada upaya peningkatan pemahaman terhadap realitas dunia usaha dengan melalui pengkajian kasus yang terjadi atau berlaku di dunia usaha. Pada tahap ketiga, mengadakan evaluasi proses pelatihan. Evaluasi ini akan dilaksanakan dalam bentuk presentasi revisi desain usaha yang akan dilaksanakan setelah mendapatkan materi pada tahap pertama dan tahap kedua. Program ini telah melahirkan wirausaha mandiri, meliputi: Bimbel BEE, Pin dan Name Tag, Usaha pangsit, Bantal Karakter Handmate, Cappucino Cincau dan Chocolate, dan budidaya burung kenari.

IPTEK BAGI MASYARAKAT KELOMPOK USAHA SELAI BUAH JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE)

Endrawati, Susi, Wahyuningsih, Sri Saptuti

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.345 KB)

Abstract

Buah jambu mete mempunyai banyak manfaat, mengandung protein, lemak, vitamin (A,B,C), kalsium, fosfor, besi, dan belerang, tetapi buah tersebut tidak bisa bertahan lama, sering berubah oleh pengaruh fisika, sinar matahari,pemotongan, dan pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Rasanya yang sepat, sengak dan sedikit masam, membuat jambu mete kurang disukai. Tujuan IbM untuk mengatasi persoalan yang dihadapi mitra, antara lain (1) melakukan pendampingan IPTEK dalam pembuatan produk selai buah jambu mete; (2) manajemen produksi dan penjualan; (3) meningkatkan keterampilan inovasi olah makanan dari buah jambu mete lainnya; serta (4) mengurangi pencemaran lingkungan. Metode memecahkan masalah, dengan menawarkan solusi: (1) menjual buah dengan harga Rp 2.000, (2) untuk pakan ternak dan sayur, (3) workshop Iptek mengolah selai dari buah jambu mete,mengemas dan memasarkan produk.Hasil uji pH selai jambu mete rata-rata adalah 4, uji kadar air selai dengan gula pasir rata-rata antara 31,93%-35,91%, gula cair rata-rata antara 13,86%-25,75%, dan gula jawa rata-rata antara 28,85%-29,70%. Pada penggunaan macam variasi gula, menggunakan perbandingan bubur sari buah dan gula 1:1 dan 1:2. Hasil uji, gula cair memiliki kadar air paling rendah, dan dari tekstur warna, rasa, serta aroma lebih baik, semakin banyak pemakaian gula, kadar air akan semakin turun. Pada uji lama umur simpan dengan metode tradisional, ada perbedaan data umur simpan selai pada semua variasi penggunaan gula. Hasil uji bakteri Coliform dengan metode MPN pada selai jambu mete, untuk gula pasir, gula cair dan gula jawa <3 sel/g, sedangkan hasil uji ALT (Angka Lempeng Total) menggunakan metode Pour Plate untuk gula pasir dan gula jawa <1×10 Kol/g, sedangkan gula cair 1×10 Kol/g.

PEMBUATAN BOILER BERPAMPLET PADA PENYULINGAN MINYAK SERAI DI DUSUN NGERIMPAK, TEMANGGUNG

Irawan, Thomas Aquino Bambang, Mangunwisastro, Padmawati, Pratiwi, Mumpuni Asih

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.311 KB)

Abstract

Ngerimpak terletak di Desa Lowungu, Kabupaten Temanggung. Daerah ini memiliki potensi untuk pengembangan tanaman serai dan nilam. Secara umum, minyak sereh dan minyak nilam yang dihasilkan oleh distilasi uap (metode penyulingan uap) menggunakan boiler, tungku, pendingin, dan peralatan penyulingan. Petani Argomartani membutuhkan sentuhan teknologi karena produksi sereh dan minyak nilamnya memiliki hasil yang kecil. Dengan sentuhan teknologi akan meningkatkan perekonomian desa dan mendorong semangat kewirausahaan. Boiler adalah alat yang sangat penting untuk menghasilkan minyak serai dan minyak nilam dengan kualitas yang baik sesuai dengan standar perdagangan. Boiler yang kami buat adalah jenis boiler tabung air dengan banyak pamflet di dalamnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan bahan bakar penghematan energi. Boiler juga dilengkapi dengan manometer, katup pengaman, dan tingkat kontrol untuk menjaga keamanan, dengan penggunaan bahan bakar kayu.

INTRODUKSI BOOTH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARNESS KUE LEKER MENUJU UKM NAIK KELAS

Anam, Choirul, R., Erlyna Wida

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.312 KB)

Abstract

Kue leker adalah jajanan tradisional yang populer di Jawa Tengah yaitu di Kota Semarang dan Surakarta. Penjual kue leker biasanya berjualan dengan bantuan gerobak dorong model gerobak mie bakso. Namun, usaha ini mulai terpinggirkan dengan adanya jajanan modern yang semakin bertambah variasinya di Kota Surakarta. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan introduksi booth sebagai upaya meningkatkan brand awarness kue leker di masyarakat. Metode kegiatan dilaksanakan dengan introduksi booth, observasi dan pendampingan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua UKM mitra dapat memanfaatkan booth sebagai media promosi dalam memperluas pemasaran ke segmentasi konsumen kelas menengah atas. Booth ini menciptakan brand awarness kepada konsumennya bahwa kue leker bukan lagi sebagai makanan pinggir jalan tetapi sudah menjadi makanan tradisional sekelas makanan jajanan modern. Konsumen mulai terkesan dengan kehadiran kue leker di mall-mall karena booth yang digunakan berbeda dengan booth yang ada di pasaran.

IbM KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DALAM PRODUKSI TEPUNG MAIZENA DI DESA TANGGUNGHARJO, GROBOGAN

Rahayu, Lucia Hermawati, Sudrajat, Ronny Windu, Prihanto, Antonius

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.328 KB)

Abstract

Desa Tanggungharjo adalah salah satu lumbung jagung untuk Grobogan. Namun, harga jagung relatif murah, terutama ketika panen melimpah, membuat mereka pendapatan tidak memadai. Ibu rumah tangga ingin melakukan kegiatan produktif yang dapat membantu pendapatan keluarga dengan mengolah jagung menjadi produk tepung jagung. Oleh karena itu aplikasi yang diperlukan dari ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan IbM. Mitra kegiatan IbM adalah ibu rumah tangga/ petani jagung di RT 02 dan RT 03 RW 06, Desa Tanggungharjo, Grobogan. Kegiatan IbM yang dilakukan adalah untuk memberikan pendidikan, pelatihan, dan bantuan dalam pengembangan dan pengolahan jagung menjadi tepung jagung (maizena). Metode ini dilakukan melalui konseling dan pelatihan pengolahan jagung, praktek membuat tepung jagung, praktek kemasan, dan kegiatan mentoring. Hasil dari program IbM membaik keterampilan mitra dalam memproduksi pati jagung yang dapat dikembangkan sebagai usaha kecil dengan sumber penghasilan tambahan.