cover
Filter by Year
E-DIMAS
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles by issue : Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
12
Articles
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU-GURU SD JSIT (JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU) KOTA SEMARANG MELALUI PELATIHAN COOPERATIVE LEARNING

Sumardiyani, Listyaning, Himatu Karima, Larasati Festi, Anshori K, Latif

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this training is to increase the quality of teacher in elementary school of JSIT Semarang through Cooperative Learning training. In the end of this training, the teachers of JSIT’s Elementary School can understand how the cooperative learning’s work in the field. They also can practice the method in teaching learning process.Keywords: cooperative learning, quality, teacherAbstrakPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru-guru SD JSIT Kota Semarang melalui pelatihan Cooperative Learning. Pada akhir pengabdian, para guru-guru SD JSIT tersebut dapat memahami pola pembelajaran Cooperative Learning dan mempraktikkannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.Kata Kunci: cooperative learning, kualitas, guru

PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU SD DI KOTA SEMARANG

Reffiane, Fine, Saputra, Henry Januar, Aniq Kh.B, Moh.

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCurriculum 2013 (henceforth: K13) is designed to support students’ competence in knowledge, skill and attitude. They can be achieved from learning the series of subjects as a continuum supporting to the competence. Providing teachers is one important thing in K13 because they meet a change of teaching methods. They do not only give materials in the head of the class, but also encourage their students to act creatively and make them speak courageously. Training K13 attempts to formalize the teachers’ mindsets to prepare, conduct, and evaluate learning based on the approach and evaluation of K13 correctly. The approaches offered in this public service include systemic and continuing steps. After training, the teachers get the information on how to apply K13 and how to make a set of teaching curriculum in primary schools (SD/MI) so that they can improve their skills in applying their teaching.Keywords: Curriculum 2013, Learning InstrumentsAbstrakKurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Penyiapan guru sangat penting karena dalam kurikulum baru metode pengajaran mengalami perubahan. Guru tidak lagi berdiri di depan kelas memberikan materi, tetapi dituntut mampu mendorong siswa untuk kreatif dan berani berbicara. Pelatihan Kurikulum 2013 bertujuan agar terjadi perubahan pola fikir (mindset) guru dalam mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar. Metode pendekatan yang ditawarkan pada pengabdian masyarakat ini meliputi tahapan-tahapan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Setelah mengikuti pelatihan, guru mendapatkan informasi tentang penggunaan kurikulum 2013 di tingkat SD/MI serta ketrampilan guru dalam pembuatan perangkat pengajaran kurikulum SD/MI meningkat.Kata kunci: kurikulum 2013, perangkat pembelajaran

IbM POSDAYA KUSUMA JAYA KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

Mulyaningrum, Eko Retno, Widodo, Suwarno, MunawarIbM POSDAYA KUSUMA JAYA KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARA, Muniroh

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEach Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga/Family Empowerment Post) is expected to have four important pillars: education, health, entrepreneurship, and the environment. Posdaya Kusuma Jaya which is the best Posdaya in Semarang is located in the South Muktiharjo still not optimal in developing Posdaya in the environmental field. So there needs to maximize the field of innovation through the creation of an aquaponics. Aquaponics is an integrated crop cultivation techniques with fish ponds, the use of continuous water from fish to plant maintenance and vice versa from the plant to the fish pond. The basis of the system of this technology is the optimum water supply for each commodity by using re-circulating system. In conclusion through IbM Posdaya Kusuma Jaya Muktiharjo Kidul Pedurungan Semarang community can optimize one Posdaya field is the field of the environment. Besides, this IbM hopefully can increase knowledge and skills of the people in the manufacture of aquaponics.Keywords: Posdaya, Aquaponics, Environment

PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU BAHASA INDONESIA SE-KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK

PHM, Siswanto, Ulumuddin, Arisul, Ulfiyani, Siti

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDari hasil pengamatan secara umum, guru masih kurang memahami konsep dasar kurikulum 2013. Hal itu disebabkan guru masih mengacu pada konsep pembelajaran lama yaitu menyampaikan materi secara instan tanpa melibatkan kreativitas siswa. Padahal konsep dasar kurikulum 2013 adalah pembelajaran yang berorientasi pada hasil atau produk yang dihasilkan secara mandiri oleh siswa. Selain itu, kurikulum 2013 mengunakan pendekatan ilmiah, namun sebagian besar guru masih belum menguasai penggunaan tekonologi, seperti pemakaian komputer dan LCD yang secara umum digunakan dalam kurikulum 2013 ini. Kemudian, masih terbatasnya diklat, pelatihan, dan sosialisasi yang memadai dan berkompeten, serta kurangnya pendampingan oleh ahli mengenai pelaksanaan kurikulum ini, menjadikan kondisi tersebut semakin membutuhkan perhatian lebih. Belum lagi jika sejumlah pelatihan yang memang telah diikuti tidak memberikan pencerahan, tetapi justru membuat pada guru tersebut semakin bingung mengenai konsep dasar kurikulum 2013 yang seharusnya sudah mulai dijalankannya dengan baik. Kenyataan menunjukan bahwa pemahaman dan penguasaan guru terhadap kurikulum 2013 masih kurang, khususnya guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Sayung kabupaten Demak. Perlu adanya pelatihan untuk memahamkan penerapan kurikulum 2013. Dengan demikian, diharapkan guru tersebut dapat diaplikasikan dalam sistem pembelajaran di sekolah yang bersangkutan. Dalam pelaksanaannya, program ini memperoleh perhatian yang baik, di antaranya yang tampak pada keseriusan dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Selain itu, guru pun tampak berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab sebagai tanggapan positif dari materi yang telah disampaikan. Setelah proses pendampingan, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga diharapkan guru dapat mengaplikasikan konsep kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: kurikulum 2013, pelatihan

IbM Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang

Kristiawan, Agung, Wardani, Agustina, Budirahardjo, Slamet

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiskamling dibentuk berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah warga, dengan berasaskan semangat budaya kekeluargaan, gotong royong, dan swakarsaSiskamling diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut: Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram di lingkungan masing – masing Terwujudnya kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulanan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmasPermasalahan yang terjadi di lapangan yaitu :Kondisi fisik bangunan poskamling RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang sudah tidak nyaman karena atapnya dari seng bekas, dengan konstruksi kayu sebagai penyokong atap seng dan tempat dudukan dari kayu dan papan bekas yang sebagian sudah lapuk.Solusi yang ditawarkan : Merenovasi poskamling tersebut hingga layak pakai Membeli material Mengganti sebagian bahan yang sudah tidak dapat terpakai Membuat tempat duduk berkeramik sehingga nyaman untuk siskamlingSebagai wujud dari kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat maka tim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas PGRI Semarang bersama warga RT 05 / RW XIII Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berhasil membangun POSKAMLING yang layak bagi warga setempat.Tahapan berikutnya adalah pemeliharaan poskamling sebagai fasilitas umum. Untuk mengatasi hal tersebut, kiranya warga sekitar diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal donasi maupun menjaga kebersihan poskamling tersebut. Untuk menunjang kenyamana dan keasrian poskamling, sebaiknya dibuat taman di sekitarnya.Kata kunci : poskamling, pengabdian masyarakat

IBM PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI WUJUD PEMBELAJARAN ETIKA PERCAKAPAN ANAK BAGI IBU-IBU PKK MAGARSARI MARGOYOSO JEPARA

Ardiana Indrariani, Eva, Nayla, Azzah

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKomunikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepadaorang lain atau sebaliknya. Salah satu bentuk komunikasi manusia di antaranyayaitu dengan percakapan atau tindak tutur. Dengan bertutur manusia dapat salingbertukar informasi. Namun dalam bertutur manusia juga memiliki aturan-aturanyang harus dipatuhi, agar etika percakapan yang santun dapat diwujudkan melaluikomunikasi. Dalam kasus masyarakat terutama para ibu di Margoyoso yangmayoritas menggunakan bahasa Indonesia sebagai komunikasi, banyak di antaraanak mereka bertutur tanpa memperhatikan prinsip kesantunan sehingga dinilaikurang santun.Dalam penyuluhan ini, solusi yang ditawarkan adalah memberipenyuluhan dengan strategi kronologis. Metode pelaksanaan kegiatan yangdigunakan dalam kegiatan IbM ini adalah penyuluhan dan pendampingan. Adapunmateri yang diberikan meliputi: konsep prinsip kesantunan, macam-macamprinsip kesantunan, dan contoh dari macam-macam prinsip kesantunan. Tahappertama ini, tim pengabdian memberikan materi dasar dan pendampingan yangmengarah pada pemahaman mitra untuk mengajarkan anak berkomunikasi denganmenggunakan konsep prinsip kesantunan berbahasa Indonesia. Setelahpenyampaian materi tersebut dilakukan, peserta diberi kesempatan untuk bertanyadan praktik.Hasil dari kegiatan ini: ibu-ibu PKK menguasai konsep etika percakapanberbahasa Indonesia yang santun untuk diajarkan pada anak. Ibu-ibu PKK jugamampu mengajarkan komunikasi berbahasa Indonesia pada anak denganmemerhatikan konsep prinsip kesantunan. Ibu-ibu PKK menjadi tentor pada ibuibulain untuk memberikan pembelajaran pada anak agar dapat berkomunikasidengan memerhatikan etika percakapan yang santun melalui pengetahuan prinsipprinsipkesantunan berbahasa Indonesia.

PENYULUHAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KELURAHAN KALIPANCUR

Suyati, Tri, Rakhmawati, Ellya, FaniPrastikawati, Entika

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengenalan organ pribadi atau area sensitif tubuh menjadi hal penting yang sudah semestinya diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini menjadi tugas orangtua untuk mampu memberikan informasi terhadap anak-anak mereka dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh anak. Pengenalan area sensitif kepada anak menjadi semakin penting mengingat maraknya tindak kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Pentingnya pengenalan ini juga dirasakan oleh warga di kelurahan kalipancur khususnya para ibu penggerak PKK. Penyuluhan yang terarah merupakan salah satu cara dimana warga khususnya ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme ibu-ibu PKK terhadap jenis penyuluhan ini. Terlebih lagi, peserta tidak malu untuk bertanya bagaimana seharusnya bersikap ketika harus menjelaskan kepada anak tentang kekerasan pada anak dan bagaimana mencegahnya.Kata kunci: kekerasan seksual, area sensitif tubuh, anak-anak

IbM BAGI GURU MATEMATIKA SMPDI KABUPATEN KENDAL

., Rasiman, ., Kartinah, Prasetyowati, Dina

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community service activities for this, intended for junior high school mathematics teachers, especially in MGMPs Kendal in support of Curriculum 2013. The 2013 curriculum is implemented in stages beginning in school year 2013-2014 through the implementation is limited, especially for schools that are ready to implement it. In the academic year of 2013/2014, Curriculum 2013 implemented on a limited basis for Class I and IV Elementary / Madrasah Ibtidaiyah (SD / MI), Class VII School SMP / MTs (SMP / MTs), and Class X High School / School SMK / Madrasah Aliyah (SMA / SMK / MA / MAK). In the academic year of 2015/2016 is expected toCurriculum 2013 has been implemented in the whole class I to Class XII. For that we consider necessary the holding of training activities and workshops preparation of lesson plans and training curriculum in 2013 based learning media creation software GeoGebra useful for teachers of Mathematics junior in Kendal. The method used is the training and workshops with a target output of each participant design a lesson plan curriculum in 2013 and the manufacture of Mathematics instructional media with the help of software GeoGebra. Keywords: Curriculum 2013, GeoGebra

IbM IPTEKS BAGI PERANGKAT DESA DAN KELEMBAGAAN LOKAL DI DESA ROGOMULYO DAN JATIROTO KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI

Widodo, Suwarno, Ginting, Rosalina, Lazarusli, Budi

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu isu strategis pembangunan nasional adalah  Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat. Salah satu komitmen besar untuk mendorong perluasan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah melalui Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Desa yang memerlukan pendampingan dalam implementasi undang-undang Desa adalah Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang merupakan Kabupaten dengan jumlah desa yang lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya. Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan IbM ini antara lain perangkat Desa mendalami asas, tujuan, dan isu-isu penting yang terdapat dalam undang-undang dan PP yang terkait; menyiapkan awal agar desa memahami dan dapat melaksanaan undang-undang Desa secara khaffah yang menyejahterakan desa serta menggerakkan pengelolaan aset yang dimiliki desa; merumuskan rekomendasi bagi pemberdayaan desa dan/atau regulasi yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah. Metode pelaksanaan ini Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, tanya jawab dan bimbingan tehnis Implementasi undang-undang Desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk sosialisasi undang-undang Desa telah dilaksanakan dengan lancar, mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta, dan peserta mampu menyusun keuangan dan aset Desa. Kata kunci: Perangkat Desa,  Kelembagaan Lokal, Sosialisasi.

PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELJARAN BAGI GURU MA SE-KOTA SEMARANG

Indiati, Intan

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melatih penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah  se-Kota Semarang dan memberikan pendampingan bagi guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 karena salah satu tugas pokok guru adalah merencanakan proses pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini diharapkan para guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang mampu menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi umum, tanyajawab, demonstrasi, pendampingan serta peer teaching. Materi pelatihan lebih banyak disajikan dalam bentuk praktik daripada teori. Hasil dari pengabdian ini adalah kemampuan guru Madrasah Aliyah se-kota Semarang dalam menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik.   Kata Kunci: pengabdian masyarakat, kurikulum 2013, guru madrasah Aliyah