cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 21, No 1 (2015)
7
Articles
Membangun Karakter Bangsa Berbasis Sastra: Kajian terhadap Materi Karya Sastra di Sekolah Menengah Atas

Septiningsih, Lustantini ( Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.258 KB)

Abstract

This article aims to examine the material of literary works used in Indonesian teaching materials in senior secondary schools. This study focuses on the analysis themes of literary works. Therefore, this research employs structural theory approach. In relation with data explanation, the method utilizes descriptive method. The results of the study shows that the teaching materials displays the theme of love, care, hard work, helpfulness, education, cooperation, and leadership. It concludes that the literary works in Indonesian teaching materials in senior secondary schools can be employed to build students’ character. However, only by reading the literary works is not necessarily the character is build, it must be done through the activity of appreciation, for example by performing expression or creation.ABSTRAK Penulisan artikel ini bertujuan mengkaji materi karya sastra yang digunakan dalam bahan ajar buku bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Kajian ini menitikberatkan analisis tema karya sastra. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan teori struktural. Dalam kaitannya dengan pemaparan data, metode yang digunakan adalah metode diskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tema karya sastra yang digunakan dalam bahan ajar tersebut adalah tema cinta, kepedulian, bekerja keras, suka menolong, pendidikan, bekerja sama, dan kepemimpinan. Simpulannya adalah bahwa materi karya sastra dalam bahan ajar buku bahasa Indonesia di sekolah menengah atas dapat digunakan untuk membangun karakter. Namun, hanya dengan membaca karya sastra tidak serta merta karakter itu terbangun, tetapi harus dilakukan melalui kegiatan apresiasi, seperti ekspres atau kreasi.

Penilaian Hasil Belajar untuk Siswa Sekolah Dasar

Hadiana, Deni ( Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.715 KB)

Abstract

This paper discusses the educational assessment of learning outcomes for elementary school students including the authority institution that can strengthen the knowledge, attitudes, and skills through the strengthening of educational assessment by educators, educational assessment by school, and educational assessment by the Government. Based on the results of the study it can be concluded that internal assessment by teachers and school done with various techniques and procedures strengthens authentic assessment in the domain of knowledge, attitudes, and skills. External assessment is conducted by the government through the end of class survey and school final assessment by using the national standard. Graduation of student is the school’s authority by considering the results of assessment by educators, school, and government. Assessment by the government serves as a mapping and selection to higher level of education, that is junior secondary school.ABSTRAK Tulisan ini membahas penilaian hasil belajar untuk siswa sekolah dasar termasuk aspek kelembagaannya yang dapat memperkuat domain pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui penguatan penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Dari hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa penilaian internal oleh pendidik dan satuan pendidikan yang dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur dapat memperkuat penilaian otentik dalam ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian eksternal oleh pemerintah dilakukan melalui survei akhir kelas dan penilaian akhir sekolah berstandar nasional. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian oleh pemerintah berfungsi sebagai bahan pemetaan dan seleksi ke jenjang pendidikan sekolah menengah pertama.

Kinerja Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Berdasarkan Misi Pendidikan

Dewi Hermawan, Ida Kintamani ( Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.536 KB)

Abstract

The purpose of this writing is to study the potential of early childhood education (ECE) and nonformal education (NFE), educational indicators based on education mission, and performance of ECE and NFE. The method used is documentation or reference study. Analysis is held by descriptive method using educational indicators based on education mission, that is, availability, quality, equality, and assurance of service. The results shows that the potential of seven programs (literacy, ECE, Packet A, Packet B, Packet C and courses) had accommodated 12.9 million students, 575.6 thousand facilitators, and 160.9 thousands organizers. Besides that, based on education mission with the ideal value of100, the value of availability was 84.48, quality was 59.92, equality was 83.85, and services assurance was 73.45 so that the performance became 75.43. To conclude, both ECE and NFE has the lowest performance from its quality and the highest performance from its availability.ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji potensi layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal (PNF), indikator pendidikan berdasarkan misi pendidikan, dan kinerja PAUD dan PNF tahun 2012. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi atau kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan indikator pendidikan berdasarkan misi pendidikan, yaitu ketersediaan, kualitas, kesetaraan, kepastian layanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi 7 layanan pendidikan (pendidikan keaksaraan (PK), PAUD, TK, Paket A, Paket B, Paket C, dan kursus) telah berhasil menampung 12,9 juta peserta didik, dengan pendidik sebesar 575,6 ribu, dan pengelola sebesar 160,9 ribu. Selain itu, berdasarkan misi pendidikan dengan nilai ideal 100 maka ketersediaan sebesar 84,48, kualitas sebesar 59,92, kesetaraan sebesar 83,85, dan kepastian sebesar 73,45 sehingga kinerjanya menjadi 75,43. Simpulannya, kinerja PAUD dan PNF yang terendah adalah pada kualitas layanan dan yang tertinggi adalah pada ketersediaan layanan.

Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Metode Diskusi

Jamalong, Ahmad ( IKIP PGRI Pontianak ) , --, Indajati ( SMPN 1 Tajur Halang Bogor )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.807 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effectiveness of student learning by using group discussion method. This research was conducted in seventh grade student of SMPN 1 Sungai Kunyit, Pontianak Regency, in the academic year of 2013/2014 by using classroom action research. The research subjects were the grade seven students that consisted of 31 students chosen by using random sampling. The data were collected by using test and the action was applied by using classroom action research. The action was applied in 3 cycles on “history of Indonesia Independence”. Every cycle consisted of four stages namely planning, action, observation and reflection. The finding of this research indicated that before conducting the action, there had not been any student who achieved the minimum mastery level. After conducting the first action, the students’ learning was recorded for 58.50. In second implementation of the action, the score increased to 67.09. After the implementation of cycle 3, the score again increased to 76.93 that exceeded the minimum completion criteria that had been determined by school or civic education subject. This research concludes that the application of Group Discussion Method in civic education in SMPN 1 Sungai Kunyit improves the students’ learning outcome.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas hasil belajar siswa dengan menggunakan sebuah diskusi kelompok. Penelitian ini dilakukan pada kelas VII di SMPN 1 Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian sebanyak 31 siswa kelas VII yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan dengan tes, kemudian dilakukan tindakan menggunakan penelitian tindakan kelas. Tindakan penelitian dilakukan sebanyak 3 siklus dengan materi sejarah perkembangan proklamasi kemerdekaan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan tidak ada satu siswa yang mencapai tingkat ketuntasan. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus 1, belum terjadi peningkatan hasil belajar menggunakan metode diskusi kelompok. Pada pelaksanaan siklus 2, terjadi peningkatan dan hasil pelaksanaan siklus 3 terjadi peningkatan yang sangat signifikan dan melampaui kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah atau mata pelajaran PKn. Simpulan penelitian ini bahwa dengan diterapkannya metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMPN 1 Sungai Kunyit Pontianak dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa.

Efektivitas Pendirian Akademi Komunitas dalam Mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Ulumudin, Ikhya ( Puslitjak, Balitbang Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.316 KB)

Abstract

This study is aimed at figure out the suitability of study programs in the community college to the region’s potential and the level of interest of senior secondary school graduates in continuing to community college in order to support the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesia’s Economic Development (MP3EI) program. The method used was survey, while the data and information were gathered through Focus Group Discussion and questionnaire. Result showed that, study programs in Community College of Blitar were less suitable with the region’s potential, as they only represented the needs for general workforce and senior secondary school graduates were more interested in continuing their study to Blitar Community College. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian program studi pada Akademi Komunitas (AK) terhadap potensi daerah dan mengetahui animo lulusan sekolah menengah (SM) melanjutkan ke AK guna mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Data dan informasi studi dikumpulkan melalui Focuss Group Discussion (FGD) dan penyebaran kuesioner. Simpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa program studi AK di Kota Blitar masih kurang sesuai dengan potensi daerah, karena program studi hanya mewakili kebutuhan tenaga kerja secara umum saja dan AK Kota Blitar mendapatkan animo yang cukup besar dari lulusan SM.

Upaya Mengurangi Kelelahan dalam Uji Kompetensi Keahlian Otomotif di Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Uji Model Tidak Kontinyu

--, Abdurrahman ( Universitas Negeri Semarang )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.638 KB)

Abstract

The purpose of this study is intended to find strategies for the atmosphere tense of the test will not be frightening and find a model of competency test management that can reduce students’ fatigue. This study uses the Research and Development approach. The study begins from the preliminary study was followed by focus groups or focus group discussion in order to improve the model. Completion of the model begins with the refinement of model I to model II, and is terminated by validation of the model II by experts and practitioners about the feasibility of the model. There are two products in this study, they are 1) assessment manual of to be fun assessors, and 2) the discontinue model competence test. The results of the research show that of the 10 assessors models, four assessors state highly appropriate, four assessors state very appropriate, and two assessors state appropriate. Based on the assessments, the model of the study is very feasible to apply. The conclusion of the research concluded that the factors of calmness and fearlessness in doing tasks for students need to be confirmed, because these factors are really helpful to them. Students should have a break right after finishing at ask that they wil not become tired.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menemukan strategi bagaimana suasana ujian tidak mencekam dan menemukan model manajemen pelaksanaan uji kompetensi yang dapat mengurangi kelelahan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development. Penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion untuk penyempurnan model. Penyempurnaan model diawali dengan perbaikan model I menjadi model II, dan diakhiri dengan validasi model II oleh para pakar dan praktisi. Terdapat dua produk dalam penelitian ini, yaitu: 1) Panduan penilaian menjadi asesor yang menyenangkan dan 2) Uji kompetensi model tidak kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 penilai model, empat orang penilai menyatakan sangat layak sekali, empat orang penilai menyatakan sangat layak, dan dua orang penilai menyatakan layak. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa model temuan penelitian ini sangat layak diterapkan di SMK. Faktor ketenangan siswa dan bebas dari rasa takut dalam mengerjakan uji kompetensi perlu diperhatikan, dengan cara siswa perlu diberi jeda istirahat setelah selesai mengerjakan satu tugas.

Persepsi Masyarakat terhadap Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

--, Sutjipto ( Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.866 KB)

Abstract

The purpose of this study is to obtain public perceptions of early childhood education curriculum. The study used a case study approach with positivistic research paradigm and conducted from September to November 2014. Data analysis was performed using simple descriptive analysis in the form of a narrative. The results shows that the issue of curriculum and its implementation is not just the domain of curriculum developers, but also other aspects perceived as significant issues by the community. First, public perceives the importance of the rational of development, the cornerstone of development, strategy and procedure of development, structure and content of the curriculum, implementation strategies, and the existence of books and equipment in the context of curriculum design. Second, regarding the presence of the developed early childhood education curriculum, society strongly perceives that the document has been considering various aspects to the growing of interest for early childhood in practice of reading, writing, speaking, socializing/making friends, eating and drinking together, discipline, manners , faith, and playing activities, singing, marching, and exercise. Third, the implementation of the curriculum is perceived by society as an in need of harmonies cooperation among educational institutions, public, and educational supervisors in the region, especially in terms of teaching staff, procurement of books and equipment and other support resources.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh persepsi masyarakat terhadap kurikulum pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan paradigma penelitian positivistik, dan dilakukan pada bulan September sampai November 2014. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif sederhana dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu kurikulum dan penerapannya tidak hanya ranah pengembang kurikulum melainkan juga beberapa hal dipersepsikan secara cukup signifikan oleh masyarakat. Pertama, masyarakat mempersepsi penting terhadap rasional pengembangan, landasan pengembangan, strategi dan prosedur pengembangan, struktur dan isi kurikulum, strategi implementasi, dan keberadaan buku dan peralatan dalam konteks desain kurikulum. Kedua, berkaitan dengan kurikulum pendidikan anak usia dini yang dikembangkan, masyarakat mempersepsi secara kuat bahwa dokumen tersebut telah mempertimbangkan berbagai aspek kepentingan untuk tumbuh kembangnya anak usia dini dalam berlatih membaca, menulis, berbahasa, bersosialisasi/berteman, makan dan minum bersama, berdisiplin, bertata krama, sopan santun, aqidah keimanan, kegiatan bermain, bernyanyi, baris-berbaris, dan berolahraga. Ketiga, pengimplementasian kurikulum dipersepsi oleh masyarakat sangat memerlukan kerja sama yang harmonis antara lembaga pendidikan, masyarakat dan pembina pendidikan di daerah terutama dalam hal tenaga pendidik, pengadaan buku dan peralatan serta sumber daya pendukung lainnya.