cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 20, No 2 (2014)
10
Articles
Dampak Pengimplementasian Kurikulum 2013 terhadap Performa Siswa Sekolah Menengah Pertama

--, Sutjipto ( Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.844 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of principal transformational leadership, teaching performance of teachers, and the learning culture towards achievement of madrasah aliyah. Correlational survey is used as the method of the research with 274 sample of teachers .The sampling techniques used are area sampling, proportional sampling and random sampling. Questionnaire used as the instrument to be analyzed by using descriptive and inferential statistics. The results of this study indicate: 1) the level of achievement of the madrasah, principal transformational leadership, teaching performance of teachers and learning culture is good; 2) transformational principal leadership contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 3) teacher performance in teaching contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 4) learning culture contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah: 5) transformational principal leadership, teacher performance in teaching and learning culture contribute positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah. Accordingly, increasing the principal transformational leadership, teaching performance of teachers and the culture of learning leads to the improvement of madrasah achievement.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi empirik tentang seberapa kuat dampak implementasi Kurikulum 2013 terhadap performa siswa SMP. Daerah penelitian mencakup 44 kabupaten/kota dengan sampel sebanyak 82 sekolah yang melibatkan responden sebanyak 1804 siswa. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMP berdampak positif terhadap performa siswa ditandai dengan dampak sikap spiritual dan sikap sosial yang dimiliki siswa seperti senang melaksanakan ibadah agama, pendidikan akal budi, berinteraksi dalam keragaman, kebersamaan, kerukunan, senang berkata benar, berani mengakui kesalahan, dan senang menjaga kebersihan juga senang membantu teman yang menghadapi kesulitan nampak makin berkembang. Selain itu, transformasi pengetahuan dan keterampilan siswa untuk menjadi bangsa yang cerdas, produktif, kreatif, dan inovatif untuk mengantisipasi dan memperoleh solusi yang tepat dalam rangka pemecahan masalah, beradab, dan terhormat mengindikasikan semakin berkembang.

Strategi Service Learning Sebuah Kajian untuk Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Nusanti, Irene ( PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.828 KB)

Abstract

This study was done with the goals: 1) study the development of teaching and learning activity through service learning strategy in cultivating ‘serving spirit’ to improve learners’s concern and 2) study the development of teaching and learning activity through service learning strategy in practicing ‘serving spirit’ to improve learners’s concern. The study to teaching and learning process development using service learning strategy was done through a literature study towards some references relating to learning theory and self-development concept. The study towardslearning theory references emphasizes that through reallearning, there will be a positive change in learners. One of the changes expected is the ability to serve others. While the study towards self-development references emphasizes that learners are expected to find their potential and develop it to the maximumin order to serve others.It can be concluded that the study to develop a teaching and learning process using service learning strategy is expected to cultivate a serving spirit and then practice it to improve learners’s concern.ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengembangan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi service learning dalam rangka menanamkan ‘jiwa melayani’ untuk meningkatkan kepedulian peserta didik, dan 2) mengkaji pengembangan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi service learning dalam rangka mempraktikkan ‘jiwa melayani’ untuk meningkatkan kepedulian peserta didik. Pengkajian terhadap pengembangan kegiatan pembelajaran dengan strategi service learning dilakukan dengan studi literatur terhadap berbagai referensi, terkait dengan teori belajar dan pengembangan diri. Hasil kajian terhadap referensi teori belajar menunjukkan, bahwa belajar dengan sungguh-sungguh akan terjadi perubahan ke arah positif bagi peserta didik. Salah satu bentuk perubahan yang terjadi yaitu kemampuan untuk melayani orang lain. Adapun kajian terhadap referensi pengembangan diri menunjukkan, bahwa peserta didik dapat menemukan potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal untuk melayani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kajian pengembangan kegiatan belajar menggunakan strategi service learning dapat menanamkan jiwa melayani dan diterapkannya dalam rangka meningkatkan kepedulian peserta didik.

Profesionalisme Guru dalam Mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Nganjuk

Abdul Syukur, Imam ( SMA Negeri 1 Nganjuk, Jl. Kapten Kasihin No 4 Nganjuk )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.393 KB)

Abstract

This study aims to: 1) investigate perception of teachers of elementary school, junior secondary school, senior secondary school, and vocational school toward the teachers professionalism in implementing Information and Communication Technology to improve the quality of learning; 2) investigate opinion of students in the teachers professionalism in elementary school, junior high school, senior high school and vocational school toward the teachers professionalism in implementing Information and Communication Technology; 3) investigate are the things that are still a constraint of teachers in implementing Information and Communication Technology to improve the quality of learning. The population is all teachers in elementary school, junior high school, senior high school and vocational school in Nganjuk District which sample taken by simple random sampling. Data collection techniques used questionnaire by the Likert scale. The results of this study indicate that: 1) teachers of elementary school, junior high school, senior high school and vocational school majority (52.75%) stated that they rarely use the laptop for teaching learning process; 2) student of elementary school, junior high school, senior high school and vocational school majority (62.15%) stated that Information and Communication Technology teachers rarely use Information and Communication Technology in teaching learning; and 3) constraints majority of teachers of elementary school, junior high school dan senior high school (34.95%) in implementing Information and Communication Technology for teaching learning is the lack of mastery of Information and Communication Technology, whereas for vocational teachers (10.03%) is the lack of facilities and infrastructure support.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji persepsi guru Sekolah Dasar, SekolahMenengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan terhadap profesionalisme guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; 2) mengkaji pendapat siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan terhadap profesionalisme guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi; 3) mengkaji kendala-kendala guru dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Populasi penelitian meliputi seluruh guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Nganjuk dengan penarikan sampel secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) 52,75% guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan jarang menggunakan laptop untuk pembelajaran; 2) 62,15% Teknologi Informasi dan Komunikasi siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan bahwa guru jarang menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran; dan 3) 34,95% guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas kurang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi, sedangkan 10,03% guru Sekolah Menengah Kejuruan menyatakan bahwa sarana dan prasarana yang ada kurang mendukung dalam pembelajaran.

Kontribusi Bantuan Siswa Miskin terhadap Keberlangsungan dan Keberlanjutan Pendidikan Siswa

Suprastowo, Philip ( Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.274 KB)

Abstract

Students Aid Program is a strategic implementation of the education policy regarding the equity and expansion of access for quality of education for all citizens without exception. This study presents a result of research that aims to figure out the contribution/role of the Program in the sustainability of the school in relation to the Drop out Rate (APS), Class Repetition Rate (AMK), students’ discipline and learning achievement, as well as education sustainability. The research uses survey and descriptive method in 12 sample districts/cities. The sample consists of 144 public schools, consisting of 48 schools from each level (elementary, junior high, and high school). The respondents in this study are school principals, teachers, parents, and students. The result shows that the Students Aid Program: 1) contributes positively towards the decreasing number of Drop out Rates. The Dropout Rates average decreases each year from 1,11% in 2010 to 0,66% in 2011, and 0,46 % in 2012; 2) contributes positively to decrease the Rates of Class Repetition Rate from 0,78% to 0,65% and the latest to 0,64%; 3) improves students’ learning discipline and motivation both in school and at home; 4) improves the students grade to 0,39 point in subjects tested in national examination (Indonesian Language, Math, and English). However, it is found that the Program has not been systematically oriented towards the students’ educational sustainability. ABSTRAK Bantuan siswa miskin (BSM) merupakan salah satu strategi implementasi kebijakan pemerataan dan perluasan akses pendidikan yang bermutu bagi semua warga negara tanpa kecuali. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi BSM terhadap keberlangsungan sekolah yang terkait dengan Angka Putus Sekolah (APS), Angka Mengulang Kelas (AMK), disiplin dan prestasi belajar serta keberlanjutan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan survei dan descriptive research di 12 kabupaten/kota sampel. Satuan pendidikan yang diteliti sebanyak 144 sekolah negeri, masing-masing 48 SD, SMP, dan SMA, serta melibatkan responden kepala sekolah, guru, orangtua masing-masing 144 responden dan 576 siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa BSM: 1) berkontribusi positif terhadap rendahnya APS, bahkan menurunkan dari rata-rata 1,11% pada tahun 2010 menjadi 0,66% di tahun 2011, dan pada tahun 2012 turun lebih rendah lagi menjadi 0,46%; 2) menekan rendahnya AMK, dari 0,78% menjadi 0,65%, dan 0,64% (berturut-turut pada tahun 2010, 2011 dan 2012); 3) meningkatkan disiplin dan motivasi belajar, baik di sekolah maupun di rumah; 4) berkontribusi meningkatkan nilai hasil belajar sampai 0,39 poin pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris (diujikan secara nasional-UN/USBN); namun, diketahui bahwa BSM belum diorientasikan secara sistematis untuk keberlanjutan pendidikan siswa.

Menyusun Proyeksi Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Proyeksi Sekolah Dasar Tahun 2012/2013-2020/2021

Hermawan, Ida Kintamani Dewi ( Pusat Data Statistik dan Informasi, Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.991 KB)

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview how to make projections of education, what method to use, and its application in the form of the projection results primary school from 2012/2013 to 2020/2021. The method used is the study documentation on data owned and required in compiling the projections. The population was used extensively at the national level. The results show that education is needed to compile data and projections of population, education data for several years, the educational indicators and assumptions. The projection method used is the number of entries is rough and current students. In addition, the results of the primary school projection is three things, i.e. a projection of students, projection of educational infrastructure, projection of human resources. The result of the projections of primary school students in the year 2020/2021 is 33,908,350, new entrants become 5,832,046, and graduates into 4,973,548, as well as APK of 119.57% and APM 96.19%. Based on the projection of the elementary level student then needed school of 185,052, class of 1,271,104, and classrooms of 492,016 so that the required additional per year amounted to 10,456 rooms per year. Furthermore, the principal of primary school required of 2,643 per year, while teachers 55,093 per year.ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran tentang bagaimana menyusun proyeksi pendidikan, metode apa yang digunakan, dan aplikasinya dalam bentuk hasil proyeksi sekolah dasar dari tahun 2012/2013 sampai tahun 2020/2021. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi tentang data yang dimiliki dan yang diperlukan dalam menyusun proyeksi. Populasi digunakan secara menyeluruh di tingkat nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk menyusun proyeksi pendidikan diperlukan data dan proyeksi penduduk, data pendidikan selama beberapa tahun, indikator pendidikan, dan asumsi. Metode proyeksi yang digunakan adalah angka masukan kasar dan arus siswa. Selain itu, hasil proyeksi sekolah dasar ada tiga, yaitu proyeksi siswa, proyeksi prasarana pendidikan, dan proyeksi sumber daya manusia. Hasil proyeksi siswa tingkat SD tahun 2020/2021 sebesar 33.908.350, siswa baru menjadi 5.832.046, dan lulusan menjadi 4.973.548 serta APK sebesar 119,57% dan APM sebesar 96,19%. Berdasarkan proyeksi siswa tingkat SD diperlukan sekolah sebanyak 185.052, kelas sebanyak 1.271.104, dan ruang kelas sebanyak 492.016, sehingga diperlukan tambahan sebanyak 10.456 ruang per tahun. Selanjutnya, kepala sekolah tingkat SD yang dibutuhkan sebanyak 2.643 per tahun, sedangkan guru sebanyak 55.093 per tahun.

Dampak Peningkatan Kesejahteraan Guru terhadap Mutu Peminat

--, Rumtini ( Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.214 KB)

Abstract

This study is aimed to provide better policy recommendations related to the government efforts in encouraging high schools graduations with high academic achievement to enroll teacher training institutes. Study used data from the impact evaluation of the teachers living standards improvement on the quality of input. The overview were aimed to measure the extent of which high school graduaters enrolled to teachers’ colleges. Survei approach was implemented to collect data from the two sources, Student Administration Bureau and students of 1st, 3rd, 5th, and 7th by 2011. Findings showed that there were increasing sharfly numbers of enrollements to teachers’ colleges during 2008-2011, especially for primary school teachers program. However, in term of quality, there were only slightly increased on quality of teachers’ candidate shown by the slight increase of high schools’ students’ rank of those who were in the 7th semester compared to 1st semester. Policy options will be: only high quality teacher training insitute are eligible to open the program; high knowledgeable and skills on curriculum content and pedagogic; student loan scheme; hiring teachrs of both local and outside with centralized teacher management; teachers’ contract for the remote, border, and outer areas. ABSTRAK Penelitian bertujuan merumuskan saran kebijakan dalam upaya peningkatan peminat profesi guru berkualitas pada Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan. Penelitian difokuskan pada kuantitas dan kualitas lulusan sekolah lanjutan tingkat atas yang mendaftar pada beberapa prodi pendidikan. Melalui survei, informasi dikumpulkan dari dua sumber data, yaitu Badan Administrasi Kemahasiswaan dan mahasiswa prodi kependidikan dan non-prodi kependidikan, khususnya semester 1, 3, 5, dan 7 pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peminat profesi guru khususnya mahasiswa kependidikan. Secara kuantitas, terjadi peningkatan tajam jumlah pendaftar kependidikan terutama prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pada sisi kualitas, terdapat peningkatan lebih baik ranking ketika di sekolah lanjutan tingkat atas pada sebagian mahasiswa semester awal dibandingkan mahasiswa semester akhir, meskipun mayoritas mahasiswa kependidikan masih berasal dari mereka yang memiliki ranking bawah ketika di sekolah lanjutan tingkat atas. Beberapa opsi kebijakan antara lain: perlunya pengetatan perizinan pendirian LPTK mengedepankan kriteria “mutu”; persyaratan ketat terhadap penguasaan konten dan pedagogis; pemberlakukan skema kredit mahasiswa; peluang guru selain dari unsur daerah, dibuka peluang guru dari wilayah Jawa dengan pengelolaan terpusat; memberlakukan guru kontrak dari wilayah Jawa ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).

Strategi Peningkatan Aktivitas Jasmani Siswa Sekolah Dasar di Luar Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Indonesia

--, Widodo ( Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.267 KB)

Abstract

This article aims to explain and provide ideas dan suggestion on strategic in physical activity promotion of primary school students beyond physical education classroom. The programs should be developed in a pattern of development that is integral to the educational involving the three parties i.e. schools, parents, and community, as well as government support. Teacher level of strategies: 1 ) socialization by the school principal , 2) the integration of health knowledge to other subjects ; 3 ) the development of incentive programs ; 4 ) rearrangement of homework; and 5) expanding partnerships. The school level strategies: 1) improvement of school management; 2) preparation of daily physical activity program; 3 ) the arrangement of space and equipment; and 4) Parents Forum. The implementation need to combine efforts with the school teachers and families in a professional manner so that students actively engaged at least 90 minutes per day, i.e. 30 minutes in school and 60 minutes in the home or community. Forms of activity that can be applied: 1) getting students to and from school by involving volunteers from the parents/seniors; 2) applying the Walking School Bus models, and 3) active transportation programs. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas jasmani dan memberikan sumbangan pemikiran tentang upaya strategis peningkatan aktivitas jasmani siswa sekolah dasar di luar jam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Program peningkatan hendaknya dikembangkan dalam sebuah pola pembinaan yang integral dari upaya pendidikan dengan melibatkan tiga pihak, yaitu sekolah, orangtua, dan masyarakat, serta dukungan pemerintah. Strategi pada tingkatan guru: 1) sosialisasi oleh kepala sekolah; 2) integrasi pengetahuan kesehatan ke mata pelajaran lainnya; 3) pengembangan program insentif; 4) meramu ulang pekerjaan rumah (PR); dan 5) memperluas kemitraan. Strategi pada tingkat sekolah: 1) perbaikan manajemen sekolah; 2) penyusunan program aktivitas jasmani harian; 3) penataan ruang dan perlengkapan; dan 4) forum orang tua. Pelaksanaannya perlu menggabungkan upaya guru dengan sekolah dan keluarga secara profesional agar siswa aktif bergerak setidaknya 90 menit per hari; yaitu 30 menit di sekolah dan 60 menit di rumah atau masyarakat. Bentuk kegiatan yang dapat diterapkan: 1) mengajak siswa pergi dan pulang sekolah dengan melibatkan relawan dari orang tua/senior; 2) menerapkan model Bus Sekolah Berjalan; dan 3) program transportasi aktif.

Kebugaran Jasmani Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat

Sulistiono, Agus Amin ( Puslitjak, Balitbang-Kemdikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.545 KB)

Abstract

This research is intended to assess the physical fitness of primary school, junior secondary school and senior secondary school students based on gender and class level. Data collection was conducted by cross-sectional in Bandung and Majalengka, with a sample of 721 students, were taken by purposive cluster sampling. Processing and analysis of data in the form of descriptions and inferential statistics.The result of research shown that: 1) The level of physical fitness of primary school students still have low physical fitness were 42.27 percent, while the junior secondary school students were 36.87,and senior secondary school student were 46.11 percent. physical Fitness of primary school students, for both male and female students, the higher the class the higher their level of physical fitness, while at the junior secondary school level, for male students the higher theclass the higher its physical fitness, for female student the physical fitness stays the same regardless of their class. For senior secondary school students, both boys and female student, their physical fitness remain same regardless of their class. It can be concluded that the higher the education level of students the more diminished their physical activity,the implication is the declining of their physical fitness.ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kondisi tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berdasarkan jenis kelamin (gender) dan jenjang kelas. Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional di Kota Bandung dan Kabupaten Majalengka, dengan jumlah sampel 721 siswa yang diambil secara purposive cluster sampling. Pengolahan dan analisis data berupa deskripsi dan inferensial statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tingkat kebugaran siswa belum seluruhnya berada dalam kondisi yang baik. Masih ditemukan 42,27 persen siswa sekolah dasar dengan tingkat kebugaran jasmani rendah, siswa sekolah menengah pertama sebanyak 36,87 persen, dan siswa sekolah menengah atas sebanyak 46,11 persen. Siswa putra memiliki kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan dengan kebugaran jasmani siswa putri. Di sekolah dasar semakin tinggi kelas semakin tinggi tingkat kebugaran jasmaninya, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama, kebugaran jasmani siswa putra semakin tinggi kelas, semakin tinggi kebugaran jasmaninya, sedangkan untuk siswa putri kebugaran jasmaninya sama di semua tingkatan kelas. Kebugaran jasmani siswa sekolah menengah atas, baik siswa putra maupun siswa putri, semakin tinggi kelas kebugaran jasmaninya tetap sama. Diketahui bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan siswa semakin berkurang aktivitas fisik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran siswa di semua jenjang pendidikan belum berada dalam kondisi baik, dan semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin berkurang aktivitas fisik siswa, sehingga berdampak pada penurunan kebugaran jasmaninya.

Kontribusi Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah, Kinerja Mengajar Guru, dan Kultur Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Madrasah Aliyah Negeri Provinsi DKI Jakarta

Syah, Darwyan ( Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN “SMH” Banten )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.195 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of principal transformational leadership, teaching performance of teachers, and the learning culture towards achievement of madrasah aliyah. Correlational survey is used as the method of the research with 274 sample of teachers .The sampling techniques used are area sampling, proportional sampling and random sampling. Questionnaire used as the instrument to be analyzed by using descriptive and inferential statistics. The results of this study indicate: 1) the level of achievement of the madrasah, principal transformational leadership, teaching performance of teachers and learning culture is good; 2) transformational principal leadership contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 3) teacher performance in teaching contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 4) learning culture contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah: 5) transformational principal leadership, teacher performance in teaching and learning culture contribute positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah. Accordingly, increasing the principal transformational leadership, teaching performance of teachers and the culture of learning leads to the improvement of madrasah achievement.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kontribusi kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru, dan kultur belajar terhadap prestasi madrasah aliyah. Metodologi penelitian ini menggunakan survei dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini adalah 274 guru dengan teknik pengambilan area sampling, proportional sampling, dan random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat prestasi madrasah, kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru dan kultur belajar berada pada kategori baik; 2) kepemimpinan transformasional kepala madrasah berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah; 3) kinerja mengajar guru berkontribusi positif terhadap prestasi madrasah aliyah; 4) kultur belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah; 5) kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru dan kultur belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap prestasi madrasah aliyah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepemimpinan transformasional kepala madrasah, kinerja mengajar guru, dan kultur belajar meningkatkan prestasi madrasah aliyah.

Pengaruh Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim terhadap Etika Kerja Guru SMK

Sarjana, Sri ( SMK Negeri 1 Cikarang Barat )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.086 KB)

Abstract

The objective of the research is to determine the influence of leadership and teamwork toward work ethic of teacher at state of vocational public school at Bekasi District. This research is carried out at State of Vocational High School at Bekasi District, using survey method dan path analysis technique. Research samples were selected as much as 80 teachers using simple random sampling technique. The results show: First, the leadership has positive direct effect to work ethic. That is, improvement of leadership will lead to increased work ethic. Second, the leadership have positive direct effect to teamwork. That is, improvement of leadership will lead to increas teamwork. Third, teamwork have positive direct effect to the work ethic. That is, improvement of teamwork will lead to increas work ethic. The conclusion of this research is that work ethic can be improved by increasing leadership and teamwork. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan kerja sama tim terhadap etika kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Bekasi. Penelitian ini dilakukan pada SMK Negeri di Kabupaten Bekasi, dengan menggunakan metode survei dan teknik analisis jalur. Sampel penelitian dipilih sebanyak 80 guru menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, kepemimpinan berpengaruh positif langsung terhadap etika kerja. Artinya, peningkatan kepemimpinan akan menyebabkan peningkatan etika kerja. Kedua, kepemimpinan berpengaruh positif langsung terhadap kerja sama tim. Artinya, peningkatan kepemimpinan akan menyebabkan peningkatan kerja sama tim. Ketiga, kerja sama tim memiliki pengaruh positif langsung terhadap etika kerja. Artinya, peningkatan kerja sama tim akan menyebabkan peningkatan etika kerja. Simpulan dalam penelitian ini bahwa etika kerja dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kepemimpinan dan kerja sama tim.