cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 2, No 2 (2017)
8
Articles
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL AKUNTANSI PADA MATERI MENYUSUN LAPORAN REKONSILIASI BANK UNTUK SISWA SMK

Hidayah, Yuliana Faridatul ( Universitas Sebelas Maret ) , Siswandari, Siswandari ( Universitas Sebelas Maret ) , Sudiyanto, Sudiyanto ( Universitas Sebelas Maret )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.564 KB)

Abstract

This study aimed to develop accounting digital comic media in the material of writing bank reconciliation reports for XI grade of students of vocational secondary school that is feasible to be used in the learning process. This study was a research and development refered to Borg and Gall’s model, with three stages of research namely preliminary study stage, product design development and product validation. The subject of the research were students XI grade of SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and validation of expert teams. The results revealed that the process of accounting learning in SMK Muhammadiyah 3 Gemolong had not used technology-based media optimally. The product design of accounting digital comic media was validated by expert teams of media, material, linguist, and practitioners (accounting teachers). Based on the validation of expert team, the accounting digital comic media included into the very well category and comformed with media feasibility criteria. To conclude, this accounting digital comic media can be tried out in the next stage and used in accounting learning process at vocational secondary school Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital akuntansi dengan materi menyusun laporan rekonsiliasi bank untuk siswa kelas XI SMK yang layak dipergunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model Borg dan Gall dengan tiga tahapan penelitian yakni tahap studi pendahuluan, pengembangan desain  produk dan validasi produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dan validasi tim ahli. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, proses pembelajaran akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 belum memanfaatkan penggunaan media berbasis teknologi secara optimal. Pengembangan desain produk (prototipe) media komik digital akuntansi telah divalidasi oleh tim ahli dengan hasil penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi. Berdasarkan validasi oleh tim ahli, media pembelajaran komik digital akuntansi ini termasuk dalam kategori sangat baik dan sesuai dengan kriteria kelayakan media. Dengan demikian, media komik digital akuntansi ini dapat diujicobakan pada tahapan selanjutnya dan digunakan dalam proses pembelajaran akuntansi di SMK.

BAHASA INDONESIA, DAERAH, DAN ASING DI WILAYAH PERBATASAN: Studi pada Bahasa Walsa dan Muyu

Aritonang, Buha ( Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.963 KB)

Abstract

People’s perception in border area toward bahasa Indonesia, local and foreign languages is still relevant to be observed. In this regard, the study purpose is to  describe the characteristics of Banda and Kombut respondents who live in the border areas of Indonesia and Papua New Guinea and their perceptions toward bahasa Indonesia (language of Indonesian people), local languages (Walsa and Muyu), and foreign language   (Papua New Guinea language) which related to the policy on Indonesian and local assistance. To reach that goal, this research model is using quantitative model with descriptive method. This research is classified as field research with primary and secondary data types. The sample consists of 108 respondents of Kampung Banda and 110 of Kampung Kombut. The data were processed by simple tabulation analysis and Likert scale with reference to the average score formula. The results of this research indicate that Banda people’s perception is very positive towards bahasa Indonesia, positive to Walsa language, and not positive to Papua New Guinea language. Kombut people’s perception is positive towards bahasa Indonesia, quite positive both towards Muyu and of Papua New Guinea language. The perceptions of those two communities toward bahasa Indonesia, and their local languages due to loyalty, proudness, and awareness of bahasa Indonesia, Walsa, and Muyu norms. The results of people’s perception toward Papua New Guinea language which are Banda is not positive and Kombut is quite positive as they do not use the language as a medium of daily communication. Abstrak: Masyarakat tutur di wilayah perbatasan terhadap bahasa Indonesia, daerah, dan asing masih relevan untuk dicermati. Sehubungan dengah hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik responden masyarakat Banda dan Kombut yang berdomisili di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini dan persepsi mereka terhadap bahasa Indonesia, daerah (bahasa Walsa dan Muyu), dan asing (bahasa Negara Papua Nugini) yang berkaitan dengan kebijakan pembinaan bahasa Indonesia dan daerah. Untuk mencapai tujuan itu, model penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini tergolong penelitian lapangan dengan jenis data primer dan sekunder. Sampel terdiri atas 108 masyarakat tutur Kampung Banda dan 110 Kampung Kombut. Data diolah dengan analisis tabulasi sederhana dan skala Likert dengan  mengacu pada rumus skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Banda  adalah sangat positif terhadap bahasa Indonesia, positif terhadap bahasa Walsa, dan tidak positif terhadap bahasa Negara Papua Nugini. Persepsi masyarakat Kombut adalah positif terhadap bahasa Indonesia, cukup positif terhadap bahasa Muyu, dan cukup positif terhadap bahasa Negara Papua Nugini. Kedua kelompok masyarakat tersebut berpersepsi demikian terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing karena mereka setia, bangga, dan sadar adanya norma bahasa Indonesia, Walsa, dan Muyu. Persepsi masyarakat Banda adalah  tidak positif dan masyarakat Kombut cukup positif terhadap bahasa Negara Papua Nugini karena mereka tidak menggunakan bahasa Negara itu sebagai media komunikasi sehari-hari.

PEMAHAMAN AGAMA DALAM BINGKAI KEBANGSAAN: Studi Kasus pada Organisasi Rohis SMA Negeri 1 Sragen

Rosidin, Rosidin ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang ) , Aeni, Nurul ( Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.972 KB)

Abstract

Islamic student organization (Rohis) at SMA Negeri 1 Sragen is a media to study Islam for the students. Ideally, the materials given during the learning process should be aligned to nationalism spirit. This study aimed to describe religiosity understanding of the Rohis members in nationalism context and to describe the attitude and behaviors of the Rohis members towards their understanding. This research used qualitative research design. The main primary data was obtained using interview and Focus Group Discussion (FGD) with Rohis members, teachers, and Rohis mentors. Data was analyzed using qualitative analysis. The results show that The Rohis members believe that Islam is the true religion and the belief is followed by the awareness that Ideology of Pancasila recognizes the diversity. Therefore, the idea to establish Islamic country could not be accepted.  Religion understanding of the Rohis members is  implemented by doing the Islamic teachings properly. The difference on faith is not an obstacle for the member of Rohis to interact with other students within and outside the school. The values upheld  is to create unity and harmony are tolerance and respecting others. However, the interaction with the outsiders, particularly that is indicated spreading radicalism among student should be controlled. In conclusion, understanding of the religion of members of Rohis SMAN 1 Sragen is in line with the values of nationality, that is, to keep the unity of the nation. Abstrak: Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) di SMA Negeri 1 Sragen adalah salah satu sarana untuk memperdalam Agama Islam bagi para siswa. Secara ideal, pembelajaran agama yang diberikan hendaknya selaras dengan wawasan kebangsaan yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah menggambarkan pemahaman keagamaan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Rohis dalam konteks kebangsaan dan menggambarkan sikap dan perilaku siswa anggota Rohis sebagai bentuk pemahaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer didapatkan melalui interviu dan FGD dengan para pengurus Rohis SMA Negeri 1 Sragen serta guru dan pembina Rohis. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengurus Rohis SMA Negeri 1 Sragen meyakini bahwa Agama Islam merupakan agama yang paling benar dan kesadaran tersebut tetap diikuti dengan kesadaran bahwa Ideologi Pancasila mengakui adanya keragaman dan perbedaan, sehingga ide untuk menjadikan Islam sebagai ideologi negara tidak bisa dibenarkan. Pemahaman agama tercermin dalam perilaku melaksanakan ajaran agama secara benar. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi para pengurus Rohis untuk melakukan interaksi dengan siswa lain di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Nilai yang dianut untuk mewujudkan persatuan adalah toleransi dan saling menghormati. Namun, interaksi dengan pihak luar terutama yang terindikasi menyebarkan radikalisme patut diwaspadai. Dengan demikian, pemahaman agama anggota Rohis SMAN 1 Sragen sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, yaitu menjaga persatuan bangsa.

PENGEMBANGAN TUTORIAL ONLINE YANG MENGINTEGRASIKAN PANDUAN BELAJAR MANDIRI UNTUK MELATIH SELF-REGULATED LEARNING

Rahayu, Ucu ( Jurusan PMIPA- FKIP Universitas Terbuka ) , Widodo, Ari ( Universitas Pendidikan Indonesia )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.684 KB)

Abstract

The aim of this study is to analyze the development of an online tutorial program that integrates independence learning guides to train students’ independence learning in distance biology education. The method of the research is research and development. Sample of the study is Biology Education students of a distance education institution in Indonesia who take online learning tutorial of Anatomy and Human Physiology, Animal Development, Biology Learning Strategy, and Evaluation of Biology Learning in first semester of academic year of 2016. Data collected by questionnaire of learning independence, open questionnaires, tests, and interviews. The results show there is an increase in student self-regulated in the low category and improvement of learning outcomes in the medium category. In addition, students assessed positively to self-regulated learning exercises that were integrated into the online tutorial. Therefore, the implementation of online tutorial that integrates the study guide can improve students’ learning independence and student learning outcomes. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan program tutorial online yang mengintegrasikan panduan belajar mandiri untuk melatihkan kemandirian belajar mahasiswa Pendidikan Biologi Pendidikan Tinggi Jarak jauh. Metode penelitian yang digunakan penelitian dan pengembangan. Sampel penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Biologi salah satu institusi pendidikan jarak jauh di Indonesia yang mengikuti tutorial online mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia, Perkembangan Hewan, Strategi Pembelajaran Biologi, dan Evaluasi Pembelajaran Biologi pada tahun akademik 2016 semester satu. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, angket kemandirian belajar, angket terbuka, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan tutorial online terdapat peningkatan kemandirian belajar mahasiswa pada kategori rendah dan peningkatan hasil belajar pada kategori sedang. Selain itu, mahasiswa menilai positif terhadap latihan kemandirian belajar yang diintegrasikan ke dalam tutorial online tersebut. Dengan demikian, penerapan tutorial online yang mengintegrasikan panduan belajar dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa.

ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS

Ratnasari, Dewi ( Universitas Sebelas Maret, Surakarta ) , Sukarmin, Sukarmin ( Universitas Sebelas Maret, Surakarta ) , Suparmi, Suparmi ( Universitas Sebelas Maret, Surakarta )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.989 KB)

Abstract

The research aimed to reveal the emergence percentage of Science Process Skill (SPS) indicator on summative test of 10th grade in Surakarta in the academic year 2015/ 2016 and to find the capable alternative assessment instruments for measuring science process skill. This research was a descriptive research through the analysis of science process skill indicators on the summative test in Surakarta academic year of 2015/2016 and physics teacher questionnaire concerned teachers’ instrument in physics learning process. Questionnaires were given to 67 Physics teachers in Surakarta and surrounding areas as samples using random sampling technique. The summative test was chosen from public and private senior secondary schools in Surakarta, representing high, medium and low-grade schools based on the average national examination score over the past 5 years. Selection of summative test sample using purposive sampling technique. The resuls show that the achievement percentage of Science Process Skill (SPS) indicators on the summative test of 10th grade in Surakarta in the academic year 2015/2016 was dominated by the skill of applying concept and skill of planning experiment has the lowest percentage. The two-tier multiple-choice assessment instrument is one of capable alternative instruments to measuring students’ science process skills. In conclusion, the low percentage of  occurance of science process skill indicator in summative test  requires  alternative instrument to measure students’ science process skill. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kemunculan indikator Keterampilan Proses Sains (KPS) pada soal ulangan kenaikan kelas X pada SMA/MA di Surakarta pada tahun ajaran 2015/2016 dan mengetahui instrumen penilaian alternatif yang mampu untuk mengukur keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui analisis indikator keterampilan proses sains pada soal ulangan kenaikan kelas pada SMA/MA di Surakarta tahun ajaran 2015/2016 dan melalui angket tentang instrumen yang dipakai guru dalam proses pembelajaran Fisika. Angket diberikan kepada 67 guru Fisika di Surakarta dan sekitarnya sebagai sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Soal ulangan kenaikan kelas dipilih dari SMA/MA di Surakarta baik sekolah negeri maupun swasta yang mewakili sekolah kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan rata-rata nilai UN selama 5 tahun terakhir. Pemilihan sampel soal ulangan kenaikan kelas menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan persentase kemunculan indikator KPS pada soal ulangan kenaikan kelas X di Surakarta tahun ajaran 2015/2016 didominasi oleh keterampilan menerapkan konsep dan keterampilan merencanakan percobaan memiliki persentase kemunculan terendah. Selain itu, instrumen penilaian two-tier multiple choice merupakan salah satu instrumen alternatif yang mampu mengukur keterampilan proses sains siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah masih rendahnya persentase kemunculan indikator keterampilan proses sains pada soal ulangan kenaikan kelas, sehingga diperlukan adanya alternatif instrumen yang mampu mengukur keterampilan proses sains siswa.  

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 2 TAHUN 2017

Dikbud, Jurnal

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2509.744 KB)

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 2 TAHUN 2017

PENGEMBANGAN PENDEKATAN DIKLAT BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PESERTA DIKLAT

Nusanti, Irene - ( PPPG KESENIAN )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.975 KB)

Abstract

The purposes of this article are to provide a description of developing an approach: 1) for self development-based English learning using daily routines as the topic, and 2) for self development-based English learning practice to develop the capacity of the training participants. So far, English training is more concentrated on the mastery of English and how to teach it. Therefore, it is proposed to develop an approach focusing on learning English to optimize the development of oneself by implementing tasks given. The study of self development-based English learning was done through a comprehensive analysis on literature study towards a number of references relating to concept of training, selfdevelopment concept, daily habits, and theory of learning. The study towards concept of training reminds us that design and content of training must be adopted to the shifting era which trains the participants to develop thinking skills in order to solve the problems in their lives. Self-development concepts show that the practice of good values on daily basis will make the training participants develop their capacity. The study towards daily habits expose that people become what they do daily consciously or unconsciously. While the study towards learning theory shows that learning will be more beneficial if the training participants know the benefit of what they learn. Thus, it can be concluded, the study of self development-based English learning with the emphasis on putting powerful daily routines into practice can be used to develop the capacity of the training participants through powerful daily routines. Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan pendidikan dan latihan bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dengan topik ‘daily routines’, 2) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan praktik pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri untuk mengembangkan kapasitas peserta diklat. Selama ini, diklat bahasa Inggris lebih menitikberatkan pada penguasaan bahasa dan pengajaran bahasa Inggris. Untuk itu, dikembangkan pendekatan dengan fokus pada pembelajaran bahasa Inggris yang mengarahkan pada optimalisasi pengembangan diri pribadi melalui tugas-tugas yang dilakukan. Pendekatan tulisan terhadap pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dilakukan dengan studi pustaka secara komprehensif terhadap sejumlah referensi terkait dengan konsep diklat, konsep pengembangan diri, kebiasaan sehari-hari, dan teori belajar. Tulisan tentang  konsep diklat mengingatkan kita bahwa desain dan konten diklat harus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang melatih peserta diklat untuk mengembangkan keterampilan berpikir dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Konsep pengembangan diri menunjukkan bahwa melalui praktik kebiasaan sehari-hari yang baik akan membuat kapasitas peserta diklat berkembang. Berdasarkan teori belajar ditunjukkan bahwa pembelajaran akan lebih bermanfaat jika peserta diklat mengetahui keuntungan dari apa yang dipelajari.  Disimpulkan bahwa tulisan pengembangan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dapat digunakan untuk mengembangkan kapasitas peserta diklat melalui praktik kebiasaan sehari-hari yang berbobot.

SITUS KAMPUNG TUA KAO: Identitas Asal Usul dan Jejak Peradaban Islam di Wilayah Pedalaman Halmahera Utara

Handoko, Wuri ( Balai Arkeologi Maluku ) , Mujabuddawat, Muhammad Al ( Balai Arkeologi Maluku )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.163 KB)

Abstract

Tanah Kao as part of Ternate’s Islamic rule is not mentioned in many historical literatures which is dominated by sources about Tobelo in relation to the history of Hibualamo and the Moro Kingdom. However, based on the people’s folklore, it is said that the identity of the origin of North Halmahera community  derives from Telaga Lina in Tanah Kao. Based on the folklore, this research was conducted in the Kampung Tua Kao (Old Settlement Site in Kao). This research reveals the identity of the people who inhabit the Kampung Tua Kao and the traces of Islamic civilization on Kampung Tua Kao by using literature study, field survey, and archaeological excavation. Based on the results of literature studies and previous research there are theories that explain the identity of the origin of the Kao people but entirely derived from Telaga Lina in the Tanah Kao. Based on archaeological survey and excavation in the Kampung Tua Kao, it was found a number of archaeological remains in the form of artifacts and features. The remaining artifacts were found in various fragments of earthenware and foreign ceramics, while the remaining features encountered including a number of ancient tombs, grave tombs, lutur, and mosque poles. Based on these data, this study proves the existence of the Muslim community who has lived and inhabited the Kampung Tua Kao in the past and there are various cultural interactions within the community. Abstrak: Hubungan Tanah Kao dengan kekuasaan Islam Ternate di Halmahera Utara tidak banyak disebutkan dalam berbagai literatur. Sebagian besar literatur menyebut tentang Tobelo dalam kaitannya dengan sejarah Hibualamo dan Kerajaan Moro. Namun, berdasarkan tradisi tutur masyarakat menyebutkan bahwa identitas asal-usul komunitas orang Halmahera Utara berasal dari Telaga Lina di Tanah Kao. Atas dasar tradisi tutur itulah yang menjadi dasar penelitian di Situs Kampung Tua Kao. Penelitian ini mengungkap penelusuran identitas komunitas yang mendiami situs Kampung Tua Kao pada masa lalu dan jejakjejak peradaban Islam di situs Kampung Tua Kao dengan menggunakan metode penelusuran kepustakaan, survei lapangan, dan ekskavasi arkeologi. Hasil penelitian ini mengungkapkan berdasarkan hasil penelusuran pustaka dan penelitian terdahulu terdapat sejumlah teori yang menjelaskan identitas asal-usul komunitas Kao. Namun, apabila dirunut ke belakang semuanya berasal dari Telaga Lina di Tanah Kao. Berdasarkan survei dan ekskavasi arkeologi di situs Kampung Tua Kao ditemukan sejumlah tinggalan arkeologis berupa artefak dan fitur. Tinggalan artefak yang ditemukan antara lain beragam fragmen gerabah dan keramik asing, sedangkan tinggalan fitur yang dijumpai antara lain sejumlah makam kuno, nisan makam, lutur, dan umpak-umpak masjid. Berdasarkan data-data tersebut, penelitian ini membuktikan keberadaan komunitas muslim pernah hidup dan mendiami situs Kampung Tua Kao di masa lalu dan terjadi berbagai interaksi budaya di dalam komunitas tersebut.