cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 19, No 3 (2013)
10
Articles
Pengaruh Gaya Pengasuhan Ibu terhadap Tingkat Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Progresif dan Konvensional di Kota Depok

Mayang Sari, Edianna Putri ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , Megawangi, Ratna ( 1. Indonesia Heritage Foundation, 2. Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekologi Manusia, Program Studi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak ) , Hastuti, Dwi ( Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekologi Manusia, Program Studi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.483 KB)

Abstract

The purpose of the research was to analyze the influence of parenting style on student’s creativity in two groups of schools in Depok City. Conducted in five schools representing progressive and conventional elementary schools, the total sample of this research was 150 students selected randomly among 4 and 5 grade students. The research was held from May until June 2012. Students were tested using Figural Creativity Test and Verbal Creativity Test. The result of this research showed that there were positive correlations between authoritative parenting style and figural creativity (0,172*); type of school and creativity (figural and verbal) (0,386** and 0,309**), it meant that children from progressive schools showed better creativity level than those in conventional schools. Figural creativity was influenced by children’s age, amount of children, and type of school (R adjusted = 0,205). Verbal creativity was influenced by mothers’ education level, authoritative parenting style, extracurricular/course activities, and type of school (R2 adjusted = 0,126).ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuha terhadap tingkat kreativitas siswa sekolah dasar progresif dan konvensional di Kota Depok. Penelitian dilakukan di lima sekolah yang mewakili sekolah dasar progresif dan konvensional. Total contoh adalah 150 yang dipilih secara acak pada siswa kelas 4 dan 5. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2012. Tingkat kreativitas siswa diukur dengan menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) dan Tes Kreativitas Verbal (TKV). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara gaya pengasuhan authoritative dan kreativitas figural (0,172*) pada pd”0,05; tipe sekolah dan kreativitas (figural dan verbal) (0,386** and 0,309**), artinya siswa dari sekolah progresif menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih baik daripada siswa dari sekolah konvensional pada pd”0,01. Kreativitas figural dipengaruhi oleh usia anak, jumlah anak dalam keluarga, dan tipe sekolah (R2 adjusted = 0,205). kreativitas verbal dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu, gaya pengasuhan authoritative, stimulasi aktivitas (ekstrakurikuler/les), dan tipe sekolah (R2 adjusted = 0,126).

Pelaksanaan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan oleh Beberapa Lembaga

Listiawati, Nur ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.371 KB)

Abstract

The objective of the study is to identify the role and the pursuit of educational institutions in disseminating and implementing the concept of sustainable development. The study is a research field that uses a qualitative approach to obtain information about the program developed by institutions and its’ scope, as well as its application in the educational unit that covers targets of the program and investment strategies on the value of each program. The study showed that coverage of the value of education for sustainable development are implemented and embedded in the education unit is still largely focused on environmental perspective and targets of each program varied, mostly are educators, learners and principals; strategy in instilling of values divers  e including integration to subjects of learning, local content, extracurricular, habituation, and familiarization, that most people do it through integration and habituation and acculturation.ABSTRAK Tujuan pengkajian yaitu untuk mengidentifikasi peran dan kiprah lembaga-lembaga pendidikan dalam menyebarluaskan dan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Pengkajian merupakan field research yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan informasi tentang program yang dikembangkan lembaga dan cakupannya, serta penerapannya di satuan pendidikan yang mencakup sasaran, dan strategi penanaman nilai pada setiap program. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa: cakupan nilai-nilai pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for sustainable development) yang dilaksanakan dan ditanamkan di satuan pendidikan sebagian besar masih berfokus pada perspektif lingkungan dan sasaran program beragam, sebagian besar sasaran program adalah pendidik, peserta didik dan kepala sekolah; strategi penanaman nilai beragam, yaitu melalui integrasi ke dalam mata pelajaran, melalui muatan lokal, ekstrakurikuler, pembiasaan dan pembudayaan, serta kegiatan lainnya, yang paling banyak dilakukan, yaitu melalui integrasi dan pembiasaan serta pembudayaan.

Kompetensi, Sertifikasi Guru, dan Kualitas Belajar Siswa Sekolah Dasar

Siswandoko, Tjatjuk ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , Suryadi, Ace ( Fakultas Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.904 KB)

Abstract

This study aimed to examine the effect of teacher professional certification on the improved teachers’ competencies, and the quality of students’ learning. This cross-sectional survey, has randomly selected a number of primary schools from the West Java sampling frame at the systematic random sampling procedures. Data were collected from the sixth grade students and teachers, and headmasters in each of the selected schools, for which the individual sixth-grade students was the unit of analysis. This study used the production function model in which school leaving examination scores (UASBN) were be used as the criteria, and selected teachers’, students’, and schools’ variables were the predictors in the model. The analysis indicated that the teachers’ certification has hardly ever been able to promote certificate holders’ competencies. The certification has not even enabled the Ministry to map out teachers by competency levels, since a certificate of teachers was hardly determined by the real teachers’ competencies; they were notning more than just a label of teachers’ seniority and credential. As the certificate holders, teachers did not offer a guaranty to create a higher quality of teaching and improve the quality of students’ learning. The study found out that the students’ learning achievement was determined more by the social economic status of students’ family rather than by the actual certification mechanism. This study has recommended the Government to start reviewing and well improve the effectiveness of certification system that would enable the teachers to promote their own competencies and promote students’ learning sustainably.ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek sertifikasi pendidik terhadap kompetensi guru dan kualitas belajar siswa. Studi cross-sectional survey, ini memilih sekolah dasar sampel secara random dari daftar sekolah dasar di Jawa Barat. Semua siswa dan guru kelas VI, kepala sekolah telah dijadikan responden, dan siswa adalah unit analisis dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan model fungsi produksi pendidikan dengan UASBN sebagai criteria, dan prediktor yang terpilih adalah variable sertifikasi, kompetensi guru, karakteristik siswa, kepala sekolah, dan sekolah itu sendiri. Hasil studi menunjukkan bahwa sertifikasi pendidik baru berfungsi untuk memacu kompetensi guru, bahkan belum mampu memetakan kompetensi guru, sehingga sertifikat yang dimiliki belum sepenuhnya merupakan indikator kompetensi, tetapi justru lebih berfungsi sebagai label dari senioritas guru. Dalam kondisi demikian, guru menjadi sulit mewujudkan prestasi belajar siswa, prestasi belajar siswa pada akhirnya ditentukan oleh SES (social economic status) keluarga dan kualitas sekolah. Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan melakukan perbaikan sistem sertifikasi sehingga efeknya lebih signifikan terhadap kompetensi guru maupun prestasi belajar siswa.

Efektivitas Perubahan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)/Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi Universitas

Noor, Idris H.M ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.036 KB)

Abstract

The research investigates the effectiveness of the status change of teacher training institute into university. Research uses mixed quantitative and qualitative approach, evaluation and case study methods. sampling are stratified and purposive from eight public universities. Data collecting was Focus Group Discussion (FGD), kuessioner, and interview. Data analysis used percentage quantitative and case analysis of the unique of each study program at each university. The study shows: 1) universities are still keeping their roles as their core business to produce teachers and educational administrators, 2) Students competence significantly improves due to the education and non education program of the study reciprocally give or help each other as well as share their experience to enhance students’ competence in science and social subjects, 3) the enrolement of students tends to be increased every year with high academic qualification candidates, 4) curriculum consists of education and non education (pure science and social subjects), 5) lectrurers’ qualification also increases significantly, srata 1 tends to be decrease, while master dan doctor degree-S2/S3 increase significantly every year/period, 6) budget of each university and faculty is different due to the different location of universities and needs of each faculty, and 7) students cummulative achievement index (3.275) increases every year.ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai efektivitas perubahan status kelembagaan IKIP/LPTK ke universitas. Pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method) dengan metode evaluasi dan metode studi kasus. Sampel menggunakan stratified dan purposive sampling dari delapan universitas negeri. Pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara, pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan teknis kuantitatif dengan persentase dan analisis kasus melihat keunikan masing-masing prodi di masing-masing universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) universitas eks LPTK/ IKIP tetap menjalankan core bussines-nya sebagai produsen pendidik dan tenaga kependidikan, 2) peningkatan kompetensi keilmuan mahasiswa cukup efektif karena program studi pendidikan dan program studi murni saling mengisi satu sama lain, 3) peminat mahasiswa terus meningkat setiap tahunnya dengan calon mahasiswa yang berkualifikasi akademik tinggi, 4) menggunakan kurikulum pendidikan dan nonpendidikan, 5) kualifikasi dosen terus meningkat (pendidikan S1 terus berkurang, sedangkan S2 dan S3 terus bertambah), 6) biaya setiap universitas dan fakultas berbeda karena perbedaan tempat dan kebutuhan, dan 7) keluaran (ouput) lulusan mahasiswa memiliki IPK mencapai di atas rata-rata di atas 3.275.

Hubungan Antara Persepsi, Minat, dan Sikap Siswa dengan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKn

Mulyana, Aina ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , Hidayat, Soleh ( UNTIRTA Serang ) , Sholih, Sholih ( UNTIRTA Serang )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.098 KB)

Abstract

This study is aimed to describe the relationship between student perceptions of the effectiveness instructional media, interests and attitudes of students with learning outcomes in Civics at Junior High School students in Pandeglang District as the School Pilot National Standards (RSSN). The instrument used questionnaire and test. Data analysis using regression correlation. The results showed that: 1) there is a significant relationship between students’ perceptions about the effectiveness of the use of instructional media with learning outcomes (r = 0.669); 2) there is a significant relationship between students’ interest towards learning with learning outcomes (r = 0789); 3) there is a significant relationship between students’ attitudes to learning outcomes (r = 0.850); and 4) there is a significant relationship between student perceptions of the effectiveness to instructional media, interests and attitudes of the students together with learning outcomes (r = 0.870).ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara persepsi siswa tentang efektivitas penggunaan media pembelajaran, minat dan sikap siswa dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Yang menjadi populasi adalah siswa kelas IX SMPN di Kab.upaten Pandeglang yang pada tahun 2012 berstatus RSSN. Jumlah sampel sebanyak 274 orang yang dipilih secara acak. Instrumen yang dipergunakan adalah angket dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi model regresi dengan pengujian signifikansi test statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang efektivitas penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa (r=0.669); 2) terdapat hubungan yang signifikan antara minat siswa terhadap pembelajaran dengan hasil belajar siswa (r=0.789); 3) terdapat hubungan yang signifikan antara sikap siswa dengan hasil belajar siswa (r= 0.850); dan 4) terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang efektivitas penggunaan media pembelajaran, minat dan sikap siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa (r= 0,870).

Kresna Duta: Akar-Akar Kekerasan dalam Pertunjukan Wayang

Nurrochsyam, Mikka Wildha ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.923 KB)

Abstract

Violence occurred in everyday life, not knowing the limits of space, age, and social status. Violence can be done either individually or in groups. Violence can occur because of law or political legitimacy, and even violence can take the form of symbolic both structurally and culturally. This study aims to: 1) describe the forms of violence in the story of Kresna Duta that was held by Ki Nartosabdo, and 2) look for the roots of violence committed by the main characters in this story. This study uses a hermeneutic method,  the method of interpretation to uncover the roots of violence in the story of Kresna Duta. Results of research show that there are three roots of violence in this story, namely: the desire for power; desire to be fair, and the desire to moral duty. Furthermore, a solution to overcome the violence exemplified by the attitude of Kresna, through communicative action with dialogue and democratic attitude in the face of conflict. ABSTRAK Kekerasan terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengenal batas ruang, usia, dan status sosial. Kekerasan dapat dilakukan, baik individu maupun kelompok. Kekerasan dapat terjadi karena legitimasi hukum atau politik; bahkan kekerasan dapat mengambil bentuk simbolis, baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan dalam kisah Kresna Duta yang digelar oleh Ki Nartosabdo dan 2) mencari akar-akar kekerasan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh utama dalam kisah ini. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik, yaitu metode penafsiran sehingga terungkap akar-akar kekerasan dalam kisah Kresna Duta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga akar kekerasan dalam kisah ini, yaitu: hasrat untuk berkuasa; hasrat untuk bersikap adil; dan hasrat untuk membalas budi. Selanjutnya, solusi untuk mengatasi kekerasan dicontohkan oleh sikap Kresna yaitu, melalui tindakan komunikatif dengan dialog dan sikap demokratis dalam menghadapi konflik.

Penerapan Tujuh Langkah Menyusun Rencana Disiplin Kelas Proaktif Karya Colvin dalam Pembudayaan Hidup Aktif dan Sehat di Sekolah

--, Widodo ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.818 KB)

Abstract

This study aimed to create new forms of activities as a supplement to create the school conditions that conducive to the cultivation of Active and Healthy Live and  to know the result of the application of forms activities. Research conducted by up to four cycles of action research for four months in one of high schools, secondary schools, and elementary schools.The results shown that: 1) the forms of designed activities can be used as a supplement in the acculturation of an active and healthy life at school, 2) prohibition of misconduct that were previously already left is necessary to be applied by loose tolerances then progressively tightened; 3) teaching learning through competition is an effective way to instill positive behavior; 4) providing tiered reward can be maintained as a positive behavior; 5) providing tiered guidance to improve problem behavior; 6) the data entry is done every day and it is published every four months; 7) the existence of  other institutions is necessary to sustain the long-term program; 8) the results of the application have shown: (a) increasing penchant to move for students and teachers, sports extracurricular activities, students’ awareness of self-health, collective health, and the environment, (b) the school environment changed in a positive direction, and (c) cases of student absence due to illness is also reduced and increasing the number of students who are categorized fitness “Good”.ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menciptakan bentuk-bentuk kegiatan sebagai suplemen untuk mewujudkan kondisi sekolah yang kondusif bagi pembudayaan hidup aktif dan sehat dan mengetahui hasil dari penerapan bentuk-bentuk kegiatannya. Penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan sekolah hingga empat siklus selama empat bulan di salah satu sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, dan sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk-bentuk kegiatan yang diciptakan dapat dijadikan suplemen dalam pembudayaan hidup aktif dan sehat di sekolah; 2) larangan berperilaku salah yang terlanjur dibiarkan sebelumnya perlu diterapkan dengan toleransi yang longgar kemudian semakin diperketat; 3) pembelajaran melalui kompetisi merupakan cara efektif untuk menanamkan perilaku positif; 4) penghargaan secara berjenjang dapat mempertahankan perilaku positif; 5) pembinaan secara berjenjang dapat memperbaiki perilaku bermasalah; 6) pemasukan data dilakukan setiap hari dan publikasinya setiap empat bulan; 7) peran instansi lain diperlukan untuk mempertahankan program jangka panjang; 8) hasil penerapan telah menunjukkan: (a) peningkatan kegemaran bergerak bagi siswa dan guru, kegiatan ekstrakurikuler olahraga, kepedulian siswa terhadap kesehatan diri, kesehatan bersama, dan lingkungan; (b) perubahan lingkungan sekolah ke arah positif; dan (c) penurunan kasus siswa tidak hadir karena sakit dan peningkatan kebugaran.

Identitas dalam Sastra Pesantren di Jawa Timur

Machsum, Toha ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.385 KB)

Abstract

This study aims to reveal the identity of pesantren (Islamic boarding school) in the literary works of pesantren in East Java. The study object is the literary works of pesantren in East Java in the form of poems and proses, published by pesantren or outside institutions. This study employs identity theory, supported by deconstruction, semiotics, and narrative theories. Those theories are applied because the discussion relates to literature and cultural studies. The identity of pesantren in the literary woks of pesantren experiences a long establishment process and historical moment. It is in an ongoing process and or will keep on happening until these days and the future. The study has found eleven points constituting the symbol and identity of pesantren extracted from several literary texts of pesantren in East Java, i.e. santri (student of pesantren) and kiai (the leader of pesantren), kitab kuning (traditional book containing Islamic lessons) and Javanese language, cemetery pilgrimage, sincerety, patience, fondness of knowledge, humbleness, preference of togetherness, and religiosity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap identitas pesantren dalam karya-karya sastra pesantren di Jawa Timur. Objek penelitian ini adalah karya satra pondok pesantren di Jawa Timur berupa puisi dan prosa, baik yang diterbitkan oleh pesantren maupun luar pesantren.Penelitian ini menggunakan teori identitas, didukung oleh teori dekonstruksi, semiotik, dan narasi.Pemanfaatan teori tersebut mengingat bahwa pembahasan ini terkait dengan kesusasteraan dan kajian budaya. Identitas pesantren dalam karya-karya sastra pesantren mengalami proses pembentukan yang panjang dan menyejarah, ia terus berproses dan atau akan terus berlangsung sampai saat ini dan yang akan datang. Dalam penelitian ini, ditemukan dua belas poin yang menjadi penanda dan identitas pesantren yang berhasil disarikan dari beberapa teks sastra pesantren di Jawa Timur, yaitu pondok (baca: gotaaan), santri dan kiai, kitab kuning dan bahasa Jawa, ziarah kubur, bersikap ikhlas, sabar, cinta ilmu, rendah hati, mementingkan kebersamaan, dan religious. 

Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini

Tedjawati, Josepha Maria ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.542 KB)

Abstract

This study aimed to describe the funding for early childhood education and the amount of funding from each source. This study used a qualitative approach through case studies in eight districts/cities. Research methods used in the research is descriptive quantitative. The study results show that: First, early childhood education funding generally comes from the central government and the regions. However, it is perceived still not sufficient for the operational costs of early childhood education. During this time, local governments still prioritize for compulsory education program. Funds coming from the public and agency/business/industry is still limited and depends on the economic ability and willingness of agencies/business/industry. Funds coming from the providers are not sufficient, it is highly dependent on parents income. Second, assistance from the government and donations from community institutions compases of money, educator incentives, and educational toys, books, medicine, and health check for students.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendanaan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dan besaran sumbangan dana dari masing-masing sumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di delapan kabupaten/kota. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian, yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa: pertama, pendanaan pendidikan anak usia dini umumnya masih bersumber dari pemerintah pusat dan daerah. Namun, hal itu dirasakan masih belum mencukupi untuk biaya operasional pendidikan anak usia dini. Selama ini, pemerintah daerah masih mengutamakan program wajib belajar pendidikan dasar. Dana yang bersumber dari masyarakat dan instansi/dunia usaha/industri masih terbatas dan tergantung pada kemampuan ekonomi masyarakat dan kesediaan dari instansi/dunia usaha/industri. Dana yang bersumber dari lembaga penyelenggara masih belum memadai, hal ini sangat tergantung kemampuan ekonomi orangtua peserta didik. Kedua, bantuan dari pemerintah dan sumbangan masyarakat/instansi terkait berupa uang, insentif pendidik, dan alat permainan edukatif, buku, obat-obatan, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik.

Tinjauan Kritis terhadap Peraturan Bersama Lima Menteri tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil

--, Siswantari ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.119 KB)

Abstract

Writing this article is to analyze the implementation of the Joint Regulation (JR) 5 Minister about the arrangement and distribution of civil servant teachers. Critical analysis conducted on a variety of printed and non-printed documents in the form of opinions, rules, information, and theories derived from newspapers, books, legislation, and websites. Efforts to obtain the policy suggestions made   by analyzing three stakeholder opinions both pro and cons of the JR  of the 5 Minister. The analysis showed 2 in the 3 statements in the media is not quite right. Both of these statements are: 1) Teachers can not meet the time teaching in private schools. A more accurate statement that is the teachers can teach in private schools to meet their teaching time to 24 hours ; 2) JR will break the teaching concentration of teachers. A more accurate statement that is  the concentration of teachers will not be disturbed if the JR application appropriate with its technical instructions. The right statement in the media that is still a lot of schools that do not fit to the rules.ABSTRAK Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemberlakuan Peraturan Bersama (PB) 5 (lima) Menteri tentang penataan dan pemerataan guru PNS. Analisis kritis dilakukan terhadap berbagai dokumen tercetak dan non cetak berupa pendapat, peraturan, informasi, dan teori yang diperoleh dari surat kabar, buku, peraturan perundangan, dan website. Upaya memperoleh saran kebijakan dilakukan dengan menganalisis 3 (tiga) pendapat pemangku kepentingan, baik yang pro maupun kontra terhadap berlakunya Peraturan Bersama 5 Menteri. Hasil analisis menunjukkan 2 di antara 3 pernyataan di media massa adalah kurang tepat. Kedua pernyataan tersebut, yaitu: 1) Guru tidak bisa memenuhi waktu mengajarnya di sekolahsekolah swasta. Pernyataan yang lebih tepat adalah guru bisa mengajar di sekolah-sekolah swasta untuk memenuhi waktu mengajarnya menjadi 24 jam; 2) PB akan memecah konsentrasi mengajar guru. Pernyataan yang lebih tepat adalah konsentrasi guru tidak akan terganggu jika penerapan PB tersebut sesuai petunjuk teknisnya. Pernyataan di media massa yang tepat adalah tentang masih banyaknya sekolah yang tidak sesuai aturan.