cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 19, No 2 (2013)
10
Articles
Penerapan Sistem Neuro Associative Conditioning (NAC) pada Guru sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan

Agung, Iskandar ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.888 KB)

Abstract

A variety of educational and training programs for teachers have long been implemented by the government, but it has not given a significant effect in improving the quality of national education, especially in elementary and secondary education. In fact, even today there are many teachers who have obtained the certificate of an educator, the achievement of quality education tend has not been satisfied. That is because the awarding of educator certification not accompanied by any change in the teacher in carrying out his/her main task. In carrying their tasks, teachers are still stuck, survive, and guided by the old values   that tended to be passive. They are just running errands, in one direction teaching, boring, poor creativity, dependence, and others a like. Instead, teachers have not been able to transform themselves in accordance with the demands of competence and work professionalism, which is marked by attitudes and behavior of active learning, achievement-oriented, creative, doing self-development constantly, and so forth. Explicitly, that the effort to improve the quality of education will be difficult to achieve if it is not accompanied by a change in mind set or way of thinking within teacher. Adoption of NAC conception system as a way to change mind set or way of thinking seems noteworthy and need to be applied to teachers. Through that changes, it is expected to be the driving energy for teachers in carrying their task/ job competently and professionally.ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk membahas keberlangsungan perubahan dalam diri guru, terutama terkait dengan cara berpikir sejalan dengan tuntutan profesionalisme kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara eksplisit, bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tergantung dari sikap dan perilaku profesionalisme kerja guru. Berbagai perlakuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru mengajar melalui penilaian portofolio dan pendidikan pelatihan profesionalisme guru (PLPG) melalui Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) mengindikasikan masih banyak guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik, namun pencapaian mutu pendidikan cenderung masih belum memuaskan. Guru masih terjebak, bertahan, dan berpedoman pada nilai-nilai lama yang cenderung pasif, sekedar menjalankan tugas, pembelajaran searah, membosankan, kurang kreatif, ketergantungan, dan lain sebagainya. Sebaliknya, guru belum mampu mengubah diri sesuai tuntutan kompetensi dan profesionalisme kerja, sikap dan perilaku pembelajaran aktif, berorientasi pada prestasi, interaktif, kreatif, dan melakukan pengembangan diri. Hal ini sulit terwujud apabila tidak disertai dengan perubahan cara berpikir (mind set) diri guru. Pengadopsian konsepsi sistem Neuro Associative Conditioning (NAC) sebagai upaya perubahan cara berpikir, kiranya patut diperhatikan dan diterapkan terhadap guru.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, dan Harapan Dosen terhadap Kepuasan Kerja

Tampubolon, Saur M ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.483 KB)

Abstract

The objectives of this research is to find out the effects of leadership style, work environment, and the lecturers satisfaction. The research has been conducted at Pakuan University, Bogor. The method used was a survey with data analysis of path analysis. The respondents were 72 out of 264 total lekturers in the university. They were selected randomly. The research finding are as the followings: 1) leadership style has a direct effect on the lecturer’s satisfaction; 2) on the work environment has also a direct effect on the job satisfaction; 3) the expectation gives a direct effect on job satisfaction, but the leadership style gives and indirect effect on job satisfaction, but the leadership style gives an indirect effect on job satisfaction through expectation; and 4) the working environment has also indirect effect on the job satisfaction through expectation. It can be concluded that the lecturer’s satisfaction is affected by the leadership style, work environment and the lecturer’s expectation. Therefore, the recommendation ofthis research is that the head master of university should apply transformational leadership style in his environment, to fullfil lectures professionality work through academic and non academic.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan harapan dosen terhadap kepuasan kerja. Penelitian dilaksanakan di Universitas Pakuan Bogor melalui metode survai dengan analisis data analisis jalur. Sampel penelitian ini sebanyak 72 orang dosen dari 264 dosen tetap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat: 1) gaya kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; 2) lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; dan 3) harapan dosen berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; 4) gaya kepemimpinan berpengaruh tidak langsung terhadap kepuasan kerja melalui harapan dosen; dan 5) lingkungan kerja berpengaruh tidak langsung terhadap kepuasan kerja melalui harapan dosen. Dengan demikian, kepuasan kerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan harapan dosen. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemimpin universitas agar menerapkan gaya kepemimpinan transformasional di lingkungannya dan untuk memenuhi harapan dan kepuasan kerja para dosen agar bekerja berbudaya mutu dan profesional, baik secara akademik maupun non akademik.

Model Pengembangan Alat Permainan Edukatif Berbasis Sosial Budaya pada Pembelajaran Anak Didik Kelompok Bermain

--, Anwar ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , T, Mursidin ( FKIP dan Program Pascasarjana Universitas Haluoleo Kendari ) , Ibrahim, Husain ( FKIP dan Program Pascasarjana Universitas Haluoleo Kendari )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.608 KB)

Abstract

This research aims are: 1) to develop tools of educational games that easily made available and relatively low cost, to increase the natural intelligence of children, 2) to provide economic value for play group. This study was designed by using research and development. The subject of the research consisted of 2 play groups in Kendari city and 2 districts play groups in Kolaka. Every region selected one play group each characterized by urban and rural. Furthermore, each play group develop at least four tools of educational games in collaboration with parents, and community. Data collection consisted of observations, interviews, and focus group discussion, while data analysis was qualitative. The results showed: first, all the four play groups have developed as many as 12 types of educational games. This game can introduce children to the surrounding natural environment through the tools used in the game to easily develop naturalist intelligence of children. Second, game tools can be developed easily and cheaply, get a much better response from children out of play group, and therefore it has economic value for the play group.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan alat permainan edukatif yang mudah dibuat, tersedia bahan bakunya dan biaya yang relatif murah, dapat meningkatkan kecerdasan naturalis anak didik, 2) memberikan nilai ekonomi bagi kelompok bermain. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian terdiri atas 2 kelompok bermain di kota Kendari dan 2 kelompok bermain di Kabupaten Kolaka. Setiap daerah dipilih satu kelompok bermain masing-masing perkotaan dan pedesaan. Selanjutnya, setiap kelompok bermain mengembangkan minimal empat alat permainan bekerja sama dengan orang tua, dan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan diskusi terfokus, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keempat kelompok bermain telah mengembangkan sebanyak 12 jenis permainan edukatif. Permainan ini dapat mengenalkan anak pada lingkungan alam sekitarnya serta dapat dengan mudah mengembangkan kecerdasan naturalis anak; dan 2) alat permainan yang dikembangkan mudah diperoleh bahan bakunya, murah, dan mendapatkan respon yang jauh lebih baik dari anak-anak didik kelompok bermain, serta memiliki nilai ekonomi untuk kelompok bermain.

Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA/MA di Kecamatan Simpang Ulim melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Saragih, Sahat ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , --, Rahmiyana ( SMA Negeri 1 Simpang Ulim )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.815 KB)

Abstract

This research is aims to convinced: if the increase of students’ mathematical communication skills in through STAD cooperative learning is higher than those who taken direct learning and there is interaction between models of learning and increasing prior knowledge of students’ mathematical communication skills. This is an experimental research conducted  in SMAN 1 Simpang Ulim and MAN Simpang Ulim with the population are all students in grade X of the schools which two classes from each school were randomly taken as samples. Two Ways ANOVA is applied to analyze the normalized gain of students’ conceptual understanding skills and mathematical communication skills. The results of this research showed that the increase of students’ mathematical communication skills through STAD cooperative learning is higher than those who took direct learning and there was not interaction between models of  learning and prior knowledge the increase of students’ mathematical communication skills.ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), apakah lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dan ada interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan studi eksperimen di SMAN 1 Simpang Ulim dan MAN 1 Simpang Ulim dengan mengambil sampel 2 kelas dari masing-masing sekolah secara acak. Perolehan data ternormalisasi dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, serta tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran.

Mereka yang Memilih Tinggal Telaah Strategi Adaptasi Mahasiswa Perantau Bugis-Makassar di Melbourne, Australia*)

Solihin, Lukman ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.745 KB)

Abstract

This research attempts to explain 1) the process of the Bugis-Makassar students whom migrated to Melbourne; 2) their reason(s) to stay; 3) the adaptation process to the new environment; 4) and the socio-cultural aspects that become endure and change. This research used qualitative approach, in which observation is one of the process of data collection besides in-depth interviews and literatures review. The conclusion of this study shows that Bugis-Makassar students had migrated to Melbourne by using educational scholarship opportunity. After completing the study, they chose to live in Australia as permanent resident. Those decision was influenced by internal factors such as wandering spirit (masompe’) and external factors such as the condition in Melbourne that feels much better and comfortable. After all, they were success with those adjustment within natural and social life in Melbourne. Still, they tend to maintain the identity as Bugis-Makassar, although in the end they had to experience some alteration.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) proses mahasiswa Bugis-Makassar merantau ke Melbourne; 2) alasan-alasan mereka untuk menetap; 3) adaptasi dengan lingkungan baru; dan 4) aspek-aspek sosial budaya yang bertahan dan berubah seiring perjalanan waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Bugis-Makassar merantau ke Melbourne dengan memanfaatkan kesempatan beasiswa pendidikan. Setelah kuliah mereka memilih untuk tinggal secara permanen. Keputusan itu dipengaruhi oleh 2 (dua) hal, yaitu faktor internal berupa spirit merantau (masompe’) yang dimiliki orang Bugis-Makassar, serta faktor eksternal berupa kondisi kehidupan di Melbourne yang dirasa jauh lebih baik dan nyaman. Keputusan merantau ke Melbourne kemudian mendorong mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, yaitu lingkungan alam yang mengalami 4 (empat) musim serta lingkungan sosial-budaya yang majemuk. Di tengah kehidupan yang serba modern dan majemuk, mereka berusaha bertahan meskipun pada akhirnya harus mengalami berbagai perubahan.

Kemampuan Penguasaan Materi Pelajaran Guru SMA/MA Berdasarkan Hasil Ujian Nasional Rendah

--, Fahmi ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.706 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the background and the ability to master the subject matter tested on the National Exam for the subject matter teachers of the high schools (SMA/MA). The subjects are high school teachers (SMA/MA)  in 100 districts/cities of 21 provinces throughout Indonesia that low achieving its National Exam. The number of sample schools sample is 10 schools in every districts/cities. Criteria for selection of sample schools are schools with graduation rates less than 80%, the average score is less than 6.5, the number of students a minimum of 300 students. Respondents are a sample of the grade 12 teachers SMA/MA study program of IPA and IPS for Indonesian Language, English, Mathematics, Physics, Chemistry, Biology, and Economics subjects. The instrument used is the National Exam tests and questionnaires. The results showed that 1) 90% teachers of high school (SMA/MA) with the academic background of D4 or S1, 6% S2, 1% D1 or D2 , and 3% D3; 2) mastery of the subject matter competency of teachers SMA/MA for IPA program, the lowest score is Biology (20.77)and the highest score is Indonesian Language (92.00); for IPS program,  the lowest score is Mathematics (33.33) and the highest score is Indonesian Language (82.00), 3) As many as 87% of teachers teach according to their educational background, 33% of teachers never follow MGMP and 29% of teachers rarely follow MGMP, and 38% of teachers not attended the training in accordance with the subject matter.ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) menganalisis penguasaan materi program studi IPA dan IPS guru SMA/MA yang mengajar mata pelajaran yang diuijikan dalam UN; 2) mengidentifikasi kualifikasi pendidikan guru IPA dan IPS di SMA/MA yang mengampu mata pelajaran yang diikutsertakan dalam UN; 3) mengidentifikasi guru yang mengajar sesuai dan yang mismatch terhadap kewenangan mengajar, keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP, dan keikutsertaan guru dalam pelatihan bidang studi serta status kepegawaiannya. Populasi penelitian ini, yaitu guru SMA/MA di 100 kabupaten/kota dari 21 provinsi. Jumlah sekolah sampel sebanyak 10 sekolah pada setiap kabupaten/kota dengan kriteria sekolah: a) tingkat kelulusan kurang dari 80%; b) nilai rata-rata kurang dari 6,5, dan c) jumlah siswa minimal 300 siswa. Sampel penelitian terpilih, yaitu guru kelas XII SMA/MA program studi IPA dan IPS yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Ekonomi. Instrumen yang digunakan berupa tes Ujian Nasional dan angket. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kompetensi penguasaan materi pelajaran pada program IPA nilai terendah Biologi (20,77) dan tertinggi Bahasa Indonesia (92,00); pada program IPS nilai terendah Matematika (33,33) dan tertinggi Bahasa Indonesia (82,00; 2) 90% guru SMA/MA berpendidikan D4/S1, 6% S2; 1% D1/D2, dan 3% D3; sebanyak 87% guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan. Keikutsertaan guru SMA/MA mengikuti pelatihan: 6% guru pernah mengikuti pelatihan (lebih dari 4 kali), 13% (3-4 kali), 43% (1-2 kali), dan 38% guru SMA/MA tidak pernah mengikuti pelatihan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Sebanyak 14% guru SMA/MA menyatakan selalu mengikuti kegiatan MGMP, 24% sering megikuti, dan 29% jarang, serta 33% guru SMA/MA menyatakan tidak pernah mengikuti kegiatan MGMP; 3) 60% status kepegawaian guru di sebagai PNS, 26% guru honorer, 9% guru tetap yayasan/guru bantu, dan sebanyak 5% guru masih CPNS.

Kekerasan dalam Berita: Kajian Pendidikan Media bagi Anak

Rakhmah W, Diyan Nur ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.712 KB)

Abstract

The objective of this paper is to review the pattern of how media deliver crime and violence news associated with the importance of media education for children. This paper also offers solution for parents, media practiotioners, educators and other stakeholders who have concern on children’s education and behavioral development. Its analysis uses literature study method. It can be concluded from the study’s results that media, either printed or electronics, played a major role to built the children’s personality and paradigm. Not only as learning instrument and source learning, but media has a strategic influence in establishing children’s daily pattern, media can also trigger crime and mischief conducted by children. This study suggests parents, media practicioners and educators to optimize their roles in orchestrating healthy and nurturing media that can be enjoyed safely by children.ABSTRAK Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengkaji pola pemberitaan media saat ini yang diwarnai dengan kekerasan dan kriminalitas dan dikaitkan dengan pentingnya pendidikan media bagi anak. Kajian ini juga mencoba menawarkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul sebagai akibat dari pengaruh buruk media, baik kepada orang tua, pengelola media, pendidik, dan pihak lain yang peduli terhadap pendidikan dan perkembangan perilaku anak Indonesia. Analisis kajian ini menggunakan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa media cetak maupun elektronik berperan besar dalam membentuk pribadi dan pola pikir anak. Di samping sebagai tempat dan sumber belajar, media memiliki peran strategis dalam membentuk pola keseharian anak. Secara tidak langsung, media juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan kejahatan dan kriminalitas yang dilakukan oleh anak. Kajian ini merekomendasikan kepada orang tua, pengelola media, dan pegiat pendidikan dan tenaga pendidik terkait dengan alternatif solusi keberadaan media dengan cara mengoptimalkan perannya dalam menciptakan media yang bersih dan mendidik sehingga layak dikonsumsi oleh anak-anak dengan aman dan nyaman.

Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Komitmen Organisasi dan Implikasinya pada Kinerja Kepala Sekolah

Adi, Bambang Wasito ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.376 KB)

Abstract

The objective of this research is to analyse the effects of organization cultural, leadership and work motivation on organizational commitment and the implication to the performance of school principals at Sukoharjo Regency, Central Java. This research used a quantitative approach namely survey method. The samples were 183 employees selected randomly. The data were obtained by distributing questionnaire and analyzed by using descriptive statistics and structural equation modeling (SEM). The results show that organizational culture had a direct effect on the school principals organizational commitment and performance, leadership had a direct effect on the school principals organizational commitment, and performance, work motivation had a direct effect on the school principals organizational commitment and performance, and organizational commitment had a direct effect on the school principals performance. Therefore, to improve the school principals performance, through improving soft skills competency apects such as organization cultural, leadership, work motivation, and organizational commitment will be once of the key aspect in developing education at the school level.ABSTRAK Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis apakah budaya organisasi sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi kerja kepala sekolah masing-masing berpengaruh terhadap komitmen organisasi kepala sekolah dan implikasinya terhadap kinerja kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan sampel berjumlah 183 kepala sekolah dasar negeri. Hasil penelitian membuktikan bahwa budaya organisasi sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi kerja kepala sekolah masing-masing berpengaruh langsung terhadap komitmen organisasi kepala sekolah dan terhadap kinerja kepala sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa jika setiap variabel tersebut dalam kondisi yang kondusif, efektif, dan tinggi, maka akan dapat berpengaruh terhadap peningkatan komitmen organisasi kepala sekolah dan gilirannya akan berimplikasi terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah. Melalui kinerja kepala sekolah yang tinggi diharapkan akan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Menguak Tabir Kotak Pandora Manajemen Pendidikan

Indriyanto, Bambang ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Educational management, as the management in other areas, is a process which is thought as mystery one, since it takes places within an organization in which only selected persons in the organization get involved. In this article, that process is an analogy to the Pandora box. This article however is not intended to disclose negatives aspects of the management as the Pandora box literally connotes. On the contrary, it is intended to disclose management processes of education that give hopes to the improvement of efficiency and effectiveness of accountable educational policy implementation.ABSTRAK Manajemen pendidikan sebagai manajemen lainnya merupakan suatu proses yang sering dianggap bersifat misteri karena terjadi dalam suatu organisasi. Mereka yang terlibat adalah pihak-pihak tertentu yang berada pada tingkat manajemen. Dalam tulisan ini, proses tersebut analog dengan kotak Pandora. Namu demikian, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengungkap hal negatif tentang manajemen pendidikan, sebagaimana makna sesungguhnya dari kotak Pandora. Tujuan tulisan ini justru untuk mengungkap proses manajemen pendidikan yang sedang berlangsung, sehingga dapat memberikan harapan bagi upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas, dan implementasi kebijakan pendidikan secara akuntabel.

Minat Terhadap Profesi Guru, Pengetahuan tentang Penilaian Hasil Belajar, dan Kualitas Kurikulum Buatan Guru

Widyastono, Herry ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.418 KB)

Abstract

This study is aimed to know whether or not there is a correlation between: 1) the interest to become a teacher by using the curriculum designed by his/her self, 2) the knowledge of the evaluation on the learning achievement based on the teacher’s designed curriculum; and 3) the interest to become a teacher and the knowledge of the evaluation on learning achievement as well as with the  quality of the curriculum designed by a teacher. The study was carried out at the primary schools in Eastern part of Jakarta during the semester 1 in 2012  to teachers of grade IV, V, and VI. The method used is survey, and its population are teachers of the primary schools in Duren Sawit Sub District within East Jakarta. The total number of sample is 75 persons based on multistage random sampling. The instrument used are questionnaire, items test, and the analysis guide of curriculum. The statistical analysis technique used   for this study were simple and ordinary regression and correlation in the level of significance  = 0,05. The result of the study is that there is a very significant and positive correlation between: (1) the interest to become a teacher with the quality of the curriculum made by him or her (r =0,704;  = 0,01); (2) the knowledge of the evaluation on learning achievement using curriculummade by the teacher him/her self (ry. = 0.709;  = 0,01); (3) The interest to become a teacherand the knowledge of the evaluation on learning achievement as well as with the quality of the curriculum made by the teacher him/her self (Ry.2 = 0.841;  = 0,01). The interest to become a teacher and the knowledge of the evaluation on learning achievement all together give effective contribution to the quality of the curriculum designed by the teacher him/her self 70.72%, while the other 29.28% are affected by other variable which was not included in this study.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara: 1) minat terhadap profesi guru dengan kualitas kurikulum buatan guru; 2) pengetahuan tentang penilaian hasil belajar dengan kualitas kurikulum buatan guru, dan 3) minat terhadap profesi guru dan pengetahuan tentang penilaian hasil belajar secara bersama-sama dengan kualitas kurikulum buatan guru. Penelitian dilakukan di sekolah dasar wilayah Jakarta Timur, pada semester I tahun 2012 terhadap guru kelas IV, V, dan VI. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Populasi terjangkau adalah guru sekolah dasar Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Jumlah sampel seluruhnya 75 orang yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Minat terhadap profesi guru diukur dengan menggunakan kuesioner, pengetahuan tentang penilaian hasil belajar menggunakan tes, dan kualitas kurikulum buatan guru menggunakan pedoman analisis kurikulum. Teknik analisis statistik menggunakan regresi dan korelasi sederhana serta jamak pada taraf signifikansi  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara: 1) minat terhadap profesi guru dengan kualitas kurikulum buatan guru (ry.1=0,704; =0,01); 2) pengetahuan tentang penilaian hasil belajar dengan kualitas kurikulum buatan guru (ry.2=0.709;  = 0,01); dan 3) minat terhadap profesi guru dan pengetahuan tentang penilaian hasil belajar secara bersama-sama dengan kualitas kurikulum buatan guru (Ry.12=0.841; =0,01). Minat terhadap profesi guru dan pengetahuan tentang penilaian hasil belajar secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif terhadap kualitas kurikulum buatan guru sebesar 70.72%, sedangkan 29.28% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.