cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 17, No 2 (2011)
10
Articles
Penerapan Latihan Sensorimotor Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pada Anak Autistic Spectrum Disorder

Assjari, Musjafak ( Jurusan PLB FIP UPI Bandung ) , Sopariah, Eva Siti ( Jurusan PLB FIP UPI Bandung )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.594 KB)

Abstract

The goal of this research is to prove that the application of sensorimotor training can improve writing skills and the writing in Autistic Spectrum Disorder (ASD) children, the research question posed is: Does the application of sensory motor training improve writing skills in Autistic Spectrum Disorder (ASD) children? The method of research applied quantitative approaches, and for the intervention and data analysis, the study used the method of Single Subject Research (SSR) model of Multiple Baseline Design of Variable Cross (plural design between variables) and the design of A - B - A. with a unit of measurement duration and percentage. The results are consistent with the research questions and basic assumptions that the study subjects experienced significant improvement in writing skills. Therefore sensory motor training can be used as a reference in improving or optimizing the ability of vestibular, tactile, kinesthetic and propioseptif which is prasarat writing skills possessed by children Autistic Spectrum Disorder (ASD). ABSTRAKTujuan penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa penerapan latihan sensorimotor dapat  meningkatkan  kemampuan  menulis  dan  hasil  menulis  pada  anak Autistic  Spectrum  Disorder (ASD).Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, serta dalam intervensi dan analisis data menggunakan metode Single Subject Research (SSR)model Design Multiple Baseline Cross Variable(disain jamak antar variabel) dan disain A – B – A. dengan satuan ukur durasi dan persentase. Hasil penelitian ini  menunjukkan  bahwa  secara  nyata  subyek  penelitian  mengalami  peningkatan  dalam  kemampuan menulis. Oleh karena itu, latihan sensorimotor ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan vestibular, taktil, kinestetik dan propioseptif yang merupakan keterampilan prasarat menulis yang dimiliki oleh anak Autistic Spectrum Disorder (ASD).

Perspektif Sosiologi tentang Kurikulum

Hidayat, Rakhmat ( Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.641 KB)

Abstract

This article aims to explain the thinking of four sociologist:Pierre Bourdieu, Michael W. Apple, Henry Giroux and Carlos Alberto Torres about the curriculum and explains the definition of curriculum in sociological perspective. The methodology used is by conducting literature review of books written by the four sociologists. There are two important conclusions in this paper (1) states practice a set of mechanisms of power through the use of discourse that is by forming educational texts to produce a variety of compliance in the form of values, worldview, and so forth. Curriculum as a form of state power is used in producing various world outlook which should be in line with the state perspective, (2) curriculum is a space where the agents with the interests and different capital fight each other to fight for position, influence, prestige and position. Need to do more in-depth discussion and review of curriculum in various aspects. The on putting pedagogical studies curriculum as a micro study. So far, the study of curriculum has been emphasizing more. ABSTRAKTujuan kajian ini dimaksudkan untuk menjelaskan pemikiran empat sosiolog yaitu Pierre Bourdieu, Michael W. Apple, Henry Giroux dan Carlos Alberto Torres tentang kurikulum dan menjelaskan definisi kurikulum dalam perspektif sosiologis. Metodologi yang digunakan adalah melakukan kajian pustaka dari buku-buku yang ditulis oleh empat sosiolog tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) negara menjalankan praktek kekuasaannya melalui penggunaan seperangkat mekanisme wacana yaitu dengan pembentukan teks-teks pendidikan untuk menghasilkan berbagai kepatuhan berupa nilai, cara pandang dunia, dan sebagainya. Kurikulum sebagai bentuk kekuasaan digunakan negara dalam memproduksi berbagai cara pandang dunia yang harus sejalan dengan cara pandang negara dan 2) kurikulum merupakan sebuah ruang dimana para agen dengan kepentingan dan modalnya yang berbedabeda saling bertarung untuk memperjuangkan posisi, pengaruh, prestis dan kedudukan. Perlu dilakukan diskusi dan kajian lebih mendalam tentang kurikulum dalam berbagai aspek. Selama ini kajian tentang kurikulum lebih banyak ditekankan pada kajian pedagogik yang lebih menempatkan kurikulum sebagai kajian mikro.

Analisis Kebutuhan Terhadap Program Multi Media Interaktif Sebagai Media Pembelajaran

waldopo, Waldopo ( Pustekkom Kemdiknas )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.251 KB)

Abstract

Multimedia interactive is on instructional media that combines elements of sound, visual and text, and can interact with the users. The aim of this study is to obtain information about the needs of interactive multimedia as instructional media. If needed, what kind of subjects that need to be supported by multi-media and type of format that presented. The population are students, teachers and senior secondary school principals. Sample was taken randomly. From the results of randomization assigned six different locations: SMAN 1 Ambon, MAN 2 Padang, SMAN 5 Semarang, SMAN 6 Surabaya, SMAN 1 Makassar and SMAN 3 Samarinda. Subjects were students, teachers and Principal. Research carried out between May to September 2005. The results showed that the Multimedia program is needed, especially to support the subjects of Mathematics, Physics, Biology, Chemistry, English, History, Geography and Accounting. Games and Tutorials are the popular format. Therefore, it is suggested that Pustekkom constantly developing programs for the learning activities, involving various experts to develop multimedia programs attractive and can improve the quality of learning outcomes. Pustekkom also needs to develop an integrated system utilization with learning activities at school.  ABSTRAK Multimedia interaktif adalah media pembelajaran yang memadukan unsur suara, visual dan teks dan dapat berinteraksi dengan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang  kebutuhan  multi  media  interaktif  sebagai  media  pembelajaran.  Jika  dibutuhkan,  jenis  mata pelajaran apa saja yang perlu ditunjang dengan multi media serta jenis format sajiannya. Populasinya siswa, guru dan kepala sekolah SLTA. Sampel diambil secara acak. Dari hasil pengacakan ditetapkan 6 lokasi yaitu SMAN 1 Ambon, MAN 2 Padang, SMAN 5 Semarang, SMAN 6 Surabaya, SMAN 1 Samarinda dan SMAN 3 Makssar. Subyek penelitian adalah siswa, guru dan Kepala Sekolah. Peneltian dilaksanakan antara bulan Mei hingga September 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Multi Media dibutuhkan,  terutama  untuk  menunjang  mata  pelajaran  Matematika,  Fisika,  Biologi,  Kimia,  Bahasa Inggris, Sejarah, Geografi dan Akuntansi. Format yang disenangi gamesdan tutorial.Oleh karena itu disarankan agar Pustekkom secara berkelanjutan mengembangkan program-program multimedia untuk kegiatan pembelajaran, dengan melibatkan berbagai pakar agar program-program yang dikembangkan menarik dan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Pustekkom juga perlu menyusun sistem pemanfaatannya yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pemberdayaan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Pendidikan Dasar dan Menengah

Sutardi, Ambari ( Pusat Kurikukum, Balitbang, Kemdiknas )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.442 KB)

Abstract

The objective of the study is to get information from some sample areas about: the establishment of curriculum developers team (CDT) for basic and secondary education; the structure of its caretaker, who and how many of its members; the availability of a budget needed; the members‘ understanding of the government policies related to curriculum; the empowerment of its members to do their main tasks among other things: socializing the policies and helping schools within basic and secondary educations writing up their respective curriculum; and school-based curriculum (S-BC) implementation. The data shows that all sample districts/municipalities have already established CDT; there is its caretaker structure with a various number of members; there is no sufficient budget in some districts/municipalities; there are some degrees of the members’understanding about the government policies related to curriculum; Districts/Municipalities Ministry of National Education empowered only some of the members socializing the government policies and helping schools writing up their curriculum as their main tasks; the implementation of S-BC was still uneven. ABSTRAK Tujuan studi dimaksudkan untuk memperoleh informasi dari daerah sampel tentang: Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) pendidikan dasar dan menengah; struktur kepengurusan, siapa dan berapa jumlah anggotanya; keberadaan dana bagi TPK; pemahaman anggota terhadap kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum; pemberdayaan mereka melaksanakan tugas pokok antara lain mensosialisasikan kebijakan dan mendampingi sekolah menyusun kurikulum; dan pelaksanaan kurikulum di sekolah. Hasil studi menunjukkan bahwa semua daerah sampel telah membentuk TPK; ada struktur kepengurusannya dengan jumlah anggota bervariasi; dana belum tersedia secara memadai di beberapa daerah; tingkat pemahaman responden terhadap kebijakan bervariasi; hanya sebagian anggota TPK yang diberdayakan sesuai TUPOKSInya; pelaksanaan KTSP di sekolah belum merata.

Evaluasi Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Noor, Idris HM ( Peneliti pada Pusat Penelitian Kebijakan Balitbang Kemdiknas )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.609 KB)

Abstract

The implementation of pilot standard of international school (pre SIS) is one of the government’s efforts to improve educational quality in order to be able to compete with other countries. Since the establishment of the pre SIS in 2006, they have not been evaluated comprehensively yet. Therefore, it is important to evaluate the student’s enrolment, academic achievement, finance and budgetting, and management. Research method used is mixed quantitative and qualitative method. Samples are 4575910 respondents chosen purposively. They are school committee, school principals, teachers of pre SIS and regular classe. They are English, mahtematics, and science teachers, students, and students’ parents association. The English proficiency of school principals is at the novice level (10-250 TOEIC scores). Teachers’ academic competence of pre SIS and regular classes is relatively equal. The competence of biology and physics teachers of pre SIS in SSS is lower than those in the regular classes. The use of budget and finance is not transparent. Recommendation, it is important to improve teachers’ academic qualification and their competence and a rigid financial and budgeting management guide. ABSTRAKPenyelenggaraan RSBI merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan agar mampu bersaing dengan negara lain. Sejak diselenggarakan tahun 2006, RSBI belum pernah dievaluasi secara komprehensif. Oleh karena itu, perlu dievaluasi PPDB, prestasi, pengelolaan pendanaan, dan sistem tata kelola dan akuntabilitas penyelenggaraannya. Penelitian menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Sampel sebanyak 4575910 yang diambil secara purposive. Responden: komite sekolah, kepala sekolah, guru bahasa Inggris, matematika, dan IPA yang mengajar di kelas RSBI dan kelas reguler. Temuan: Kemampuan bahasa Inggris pendidik dan tenaga kependidikan RSBI di semua tingkat masih level novice (skor TOEIC 10-250). Kemampuan guru bahasa Inggris kelas RSBI dan kelas reguler relatif sama. Di SD dan SMP, kemampuan siswa dan guru RSBI sedikit lebih tinggi daripada kelas regular. Kemampuan guru Biologi dan Fisika kelas RSBI di SMA lebih rendah daripada guru kelas reguler. Penggunaan dana kurang transparan. Rekomendasi, perlu peningkatan kualifikasi dan kompetensi akademik guru dan perlu disusun panduan pengelolaan pendanaan yang lebih rinci.

Relevansi Nilai-Nilai ESD dan Kesiapan Guru Dalam Mengimplementasikannya di Sekolah

Listiawati, Nur ( Pusat Penelitian Kebijakan, Balitband Kemdiknas )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.344 KB)

Abstract

The study was conducted with the aim to know about the relevance of Education for Sustainable Development/ESD values to be given to elementary school students, especially in low grade, and the readiness of teachers to implement ESD in Indonesia which can be viewed through 1) whether the teacher had read the material relating to the aspects and values of sustainable development and 2) teacher ownership of ESD material. The study was conducted with a qualitative approach, supported by quantitative data. The respondent are low-grade teachers in elementary schools in five cities. Data were obtained through focus group discussions, and questionnaire. The results showed that 81.34% of respondents said that the aspects or values of ESD are relevant to be taught in primary schools, especially in the lower class. Other results showed that the respondent teachers were ready to perform learning about aspects of ESD in schools. This is shown by the 85.38% respondents, who are mostly teachers, stated that they have read material on aspects of ESD, and 51.38% claim to have material on aspects of ESD. ABSTRAK Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang relevansi nilai-nilai Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) untuk diberikan kepada peserta didik di tingkat satuan pendidikan sekolah dasar, terutama di kelas rendah, dan kesiapan guru melaksanakan ESD di Indonesia yang dapat dilihat melalui 1) pernah tidaknya guru membaca materi yang berkaitan dengan aspek-aspek dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan dan 2) kepemilikan materi ESD. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Responden adalah guru sekolah dasar kelas rendah di lima kota. Pengumpulan data dilakukan dengan FGD dan pemberian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,34% responden menyatakan bahwa aspek-aspek atau nilai-nilai ESD relevan diajarkan di sekolah dasar, terutama di kelas rendah. Hasil lainnya menunjukkan bahwa responden guru sudah siap untuk melakukan pembelajaran tentang aspek-aspek ESD di sekolah. Ini ditunjukkan dengan 85,38% yang sebagian besar adalah guru menyatakan sudah pernah membaca materi tentang aspek-aspek ESD, dan 51,38% menyatakan memiliki materi tentang aspek-aspek ESD.

Impelementasi Pendekatan Pembelajaran Problem Posingdan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Matematika

Kadir, Kadir

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.165 KB)

Abstract

The objective of the present study is to find out the effect of implementation of problem posing approach on the students’learning outcome in mathematics. The study was conducted in MTsN 22 Kampus B Munjul Jakarta Timur at academic year 2005/2006. There were 7th grade students as the sample of the study, selected through cluster random sampling. The data were gathered by using a test. Data analysis was done by using t -test. The results of the study have revealed that problem posing approach effected the students’ learning outcome in mathematics. Learning in mathematics by problem posing approach can make the students be active and creative, it was shown at competences of the students to develop math’s problem themselves, manage, and to explore the information for posing the mathematics’ problem that is solvable. Through instructional by problem posing approach can also improve the students’ activity in teaching and learning, especially interacting and sharing ideas on both the students each other and the teacher, so learning activity is becoming meaningful the students’ mastery of the concept. ABSTRAKTujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh pembelajaran dengan pendekatan problem posingterhadap hasil belajar matematika. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 22 Kampus B Munjul Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2005/2006 dengan menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 90 siswa kelas VII yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Hasil penelitian mengungkapkan pendekatan problem posingberpengaruh nyata terhadap hasil belajar matematika. Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing mampu membuat siswa aktif dan kreatif, terlihat dari kemampuan siswa mengembangkan masalah matematika sendiri, mengolah dan mengeksplorasi informasi yang ada dan mengajukan masalah matematika yang dapat diselesaikan. Melalui pembelajaran dengan pendekatan problem posing juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, khususnya dalam berinteraksi dan sharing ideadiantara siswa dan guru sehingga kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan pemahaman siswa terhadap konsep menjadi lebih baik.

Studi Efektivitas Pembelajaran Terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama

Siswanto, Heni Waluyo ( Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang Kemdiknas )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.566 KB)

Abstract

The aim of this study is to collect information regarding to: 1) the description of teachers ability to implement the competency of Integrated Learning of Social Sciences (IPS); 2) the view that each teacher has a different background of science discipline of integrated learning; and 3) the ability of teachers in implementing effective integrated learning based on “team teaching”. Research conducted in 3 provinces assigned by purposively random, namely: Semarang, Medan, and Makassar. The result of the study shows a clear and significant result, that is the integrated learning social science in junior high school, both good category or medium category does not take place effectively. Some of the obstacles that led to the ineffectiveness of these are as follows: 1) the discrepancy ability of social studies teacher in junior high school is high enough to describe the competence of social science subjects due to their educational background of science discipline; 2) there is no clear meaning of mission from point of view of social science integrated learning teachers of junior high school who have different disciplines of science background, so that the integrated learning carried out only based on each individual perspectives and capabilities; 3) the implementation of social science integrated learning in junior high school can not be done optimally, because the allocation is constrained by the limitations of time and lessons schedule that are not designed and/or arranged for the benefit of an integrated learning approach based on “team teaching”. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai:1) kemampuan guru menjabarkan kompetensi IPS untuk melaksanakan pembelajaran terpadu; 2) pandangan guru yang masing-masing memiliki perbedaan latar belakang cabang keilmuan mengenai pembelajaran terpadu; dan 3) kemampuan guru melaksanakan pembelajaran terpadu yang efektif berbasis pada “team teaching”. Penelitian diselenggarakan di 3 provinsi yang ditetapkan secara random purposif, yaitu: Semarang, Medan, dan Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu IPS di SMP, baik kategori baik maupun kategori sedang, tidak berlangsung secara efektif. Beberapa kendala yang menyebabkan ketidakefektifan yaitu: 1) kompetensi mata pelajaran IPS yang disebabkan oleh latar belakang pendidikan mereka yang berbasis cabang keilmuan; 2) pemaknaan yang tidak jelas terhadap misi pembelajaran terpadu IPS tampak dari pandangan guru IPS di SMP yang masing-masing memiliki perbedaan latar belakang cabang keilmuan, sehingga pembelajaran terpadu dilaksanakan hanya berdasarkan pada perspektif dan kemampuan individual masing-masing; dan 3) pelaksanaan pembelajaran terpadu IPS di SMP tidak bisa dilakukan secara optimal, karena terkendala keterbatasan alokasi waktu dan jadwal pelajaran yang tidak dirancang dan/atau disusun untuk kepentingan pembelajaran terpadu yang berbasis pada pendekatan “team teaching”.

Pengembangan Model Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif

Mane Mbeu, La Ode, Anwar, Anawar ( SMAN 1 Konda dan FKIP/PPs Unhalu )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.512 KB)

Abstract

The aim of this study are: 1). To find an appropriate model of principal leadership conducting a pilot in public junior high schools in Konda sub-District; 2). To find out the description of the NEM paradigm of principal leadership concept; which include entrepreneurship skill, good role model, capable and democratic in implementing the leadership skill as a principal. The result of this study describes; 1). The model of principal leadership skill besed on the public junior high school in Konda, which include entrepreneur skill, good role model, capable and democratic, and 2) the description of the result of the head master leadership skill including; a) entrepreneur skill is moderate; b) good role model is moderate; c) capability is effective; d) democracy is very effective. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mendapatkan sebuah model kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sesuai dengan kondisi SMP Negeri di Kecamatan Konda dan 2) untuk mendapatkan gambaran keefektifan pilar entrepreneur, teladan, cerdas dan demokratis dalam implementasi kepemimpinan kepala sekolah efektif di SMP Negeri Kecamatan Konda. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: 1) model kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sesuai dengan kondisi di SMP Negeri se-Kecamatan Konda adalah kepemimpinan entrepreneur, teladan, cerdas dan demokratis (ENTELCERDS) dan 2) efektivitas implementasi kepemimpinan kepala sekolah efektif di SMP Negeri se-Kecamatan Konda terkait dengan: (a) Entrepreneur secara rerata berkualifikasi cukup efektif, (b) Keteladanan secara rerata berkualifikasi cukup efektif; (c) kecerdasan secara rerata berkualifikasi efektif, dan (d) demokratis secara rerata berkualifikasi sangat efektif.

Pengembangan Buku Ajar Kimia Kelas X Berbasis Reduksi Didaktik: Uji Kelayakan di SMA Negeri Kota Banjarmasin

Sholahuddin, Arif ( Prodi Pendidikan Kimia FKIP Unlam Banjarmasin )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.379 KB)

Abstract

This first phase of research and development is to produce chemistry instructional book for class X based on reduction-didactic which is feasible used in teaching and learning. The sample, three schools of 13 State Senior High Schools of Banjarmasin, are drawn using stratified random sampling. The collected research datas are analyzed descriptively based on instructional book feasibility indicators, where instructional book is considered as a feasible book for teaching and learning if both validation and student’s responses score to it in good or very good category; classically, 80% of students or more achieve mastery level of > 65. This research show that the instructional book is feasible because it’s validity is very good, student’s responses is good and classically, students’ mastery level reaches 80.2%. Futhermore, in order to increase more qualified instructional book and students’ mastery level, hence it’s need to increase the student’s self-learning; to direct students to follow the instructional book guidelines, to conduct futher field test that involve a wide range of samples and develop it as an interactive instructional book. ABSTRAK Penelitian dengan desain Research and Development tahap pertama ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar kimia kelas X berbasis reduksi didaktik yang layak digunakan dalam pembelajaran. Sampel diambil secara stratified random sampling sebanyak 3 sekolah dari 13 SMA Negeri di Banjarmasin. Data penelitian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator kelayakan yaitu buku ajar dianggap layak jika skor validasi maupun respon siswa terhadap buku ajar dalam kategori baik atau sangat baik dan sebanyak 80% atau lebih siswa mencapai tingkat penguasaan >65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar layak digunakan karena validitas buku ajar dalam kategori sangat baik, respon siswa terhadap buku ajar dalam kategori baik dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 80,2%. Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas buku ajar dan tingkat penguasaan siswa, guru perlu meningkatkan kemandirian belajar siswa, membimbing siswa agar mengikuti panduan penggunaan buku, melakukan ujicoba lanjut yang melibatkan sampel lebih luas dan mengembangkannya menjadi buku ajar interaktif.