cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 16, No 6 (2010)
10
Articles
“Kompetensi” Sebagai Landasan Konseptual Kebijakan Kurikulum Sekolah di Indonesia

Somantrie, Hermana ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3970.735 KB)

Abstract

The concept of “competency” has been applied in school’s curriculum in Indonesia in the early of twenty-first century. Competency includes knowledge, attitude, and skills. The integration of competency through curriculum has given a new perspective in education world of Indonesia. Such curriculum is labelle specifically as “Competency-Based Curriculum” or (in Bahasa Indonesia) is “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. Traditionally, curriculum has always been labelled by the year of its promulgation. For example, the 1975 Curriculum was promulgated in 1975. This kind of curriculum labelling was also applied to the 1984 Curriculum and the 1994 Curriculum. ABSTRAKKonsep kompetensi telah digunakan dalam kurikulum sekolah di Indonesia pada awal abad ke-21. Kompetensi mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Integrasi kompetensi melalui kurikulum telah memberikan perspektif baru dalam pendidikan di Indonesia. Kurikulum semacam ini dinamakan dengan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Secara tradisional, kurikulum di Indonesia diberikan label sesuai dengan tahun pemberlakuannya, seperti Kurikulum 1975 diberlakukan tahun 1975, begitu pula Kurikulum 1994 dan Kurikulum 2004.

Kompetensi Profesional Guru SMK Bidang Keahlian Teknik Bangunan di Medan

Matondang, Zulkifli ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.752 KB)

Abstract

This study aimed to know of teacher’s profesional competence at SMK (vocational scholl) in the field of building construction. Before to measure of teacher’s profesional competence, developing a standard instrument. The study was conducted in two phases: a rational try-out through experts’ assessment, followed by an empirical try-out. The first phase incorporated 20 experts; i.e. university lecturers of building construction. In the second phase, a competence test was administered to 276 teachers in Medan. Construct validity was examined by a factor analysis technique. The results indicated that the indicators fitted the construct; each indicator had a factor loading higher than 0.30. Varimax rotation resulted in a decrease in the factors of competence test, compared to the previously theorized, as profesional dimension had 10 factors. The reliability of the instrument was evaluated by KR-20 formula, and the coefficient 0.858 Therefore, it can be concluded that the instrument can be used to measure the competence of building construction teachers of SMK. The result study was teacher’s profesional competence at SMK in Medan repair to improved, therefore requar to add of teacher’s knowladge in their field. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru SMK bidang keahliah teknik bangunan. Sebelum pengukuran kompetensi profesional guru, dikembangkan tes yang standar. Proses pengembangan tes dilakukan dengan dua fase yaitu melalui expert jugment oleh ahli dan ujicoba empiris. Pertama, dilibatkan 20 orang ahli yang terdiri dari: doktor evalusi, dosen teknik bangunan, dan guru. Kedua, ujicoba dilakukan pada 276 orang guru bidang keahliah teknik bangunan di Medan. Validitas konstruk tes dihitung dengan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dibentuk oleh kompetensi profesional cukup baik. Setiap indikator memiliki loading faktor diatas 0.30. Dengan metode rotasi varimax diperoleh 10 faktor yang membentuk kompetensi profesinal guru SMK. Reliabiulitas tes dihitung dengan rumus KR-20, dan diperoleh koefisien reabilitas sebesar 0,858. Hasil perhitungan menyimpulkan bahwa tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kompetensi profesional guru SMK. Hasil pengukuran diperoleh kompetensi profesional guru SMK bidang keahliah teknik bangunan di Medan masuk pada kategori perlu perbaikan, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan guru di bidangnya.

Analisis Profil Pendidikan Tinggi Menurut Pilar Kebijakan: Kasus Provinsi Bali Tahun 2008/2009

Hermawan, Ida Kintamani Dewi ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.04 KB)

Abstract

The aim of analysis of Higher Education Profile in Bali province is to understand the condition of higher education in Bali province with assessed by two milestones of educational policy as enclosed in Strategic Planning 2005-2009 and performance of higher education program. The result of analysis based on ideal standard shows that higher education in Bali province is not yet equity with value of 54,59%, not yet qualify with value of 43,92% and is still low performance of higher education with value of 49,25%. If it it compared to national standard, equity in higher education is 80,51% and quality is 100,11% bigger than national standard and higher education performance is 88,21%. The conclusion is higher education in Bali province evaluated using ideal standard is far away from hope but using national standard is very good. With this condition, it is suggested that government should give the priority to build higher education in Bali province, that is quality should be solved first then the equity of education. ABSTRAKTujuan analisis profil pendidikan tinggi di Provinsi Bali yaitu untuk memahami kondisi pendidikan tinggi di provinsi tersebut didasarkan pada dua pilar kebijakan pendidikan seperti tertuang dalam Rencana Strategi 2005-2009 dan kinerja program pendidikan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di Provinsi Bali menggunakan standar ideal masih belum merata dengan nilai capaian sebesar 54,59%, masih belum bermutu dengan nilai capaian sebesar 43,92%, dan kinerja pendidikan tinggi masih rendah dengan nilai capaian sebesar 49,25%. Bila dibandingkan dengan standar nasional maka pemerataan pendidikan tinggi sebesar 80,51%, mutu pendidikan tinggi sebesar 100,11% lebih besar daripada nasional, dan kinerja pendidikan tinggi telah mencapai 88,21%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bila pendidikan tinggi di provinsi Bali diarahkan ke standar ideal maka masih jauh dari harapan namun bila diarahkan ke standar nasional sudah cukup baik. Dengan kondisi seperti ini, disarankan agar pemerintah melakukan prioritas dalam pembangunan pendidikan tinggi di Provinsi Bali, yaitu mutu pendidikan harus dibenahi terlebih dahulu kemudian pemerataan pendidikan.

Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dalam Proses Pembelajaran Kimia Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa

--, Nurchaili ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.471 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine whether there is any effect of the using learning media based IT in the chemicals learning processs to the improvement of student learning outcomes. This study used quantitative explanation of experiment. The total samples of this research are 184 students which are grouped into experimental groups and control groups based on the pattern of the equivalent parallel groups. The instrument used is a matter of testing. The results were obtained an average rating of information technology-based chemistry learning outcomes of 89.06 with a standard deviation of 4.748, while the average value of learning outcomes in the conventional chemical is 62.05 with a standard deviation of 13.133. Both of the two groups average value was statistically tested using t statistics test on the significance test (α = 5%) to determine whethe there is a difference. From the test results obtained t value (18.552) is bigger than t table (1.986) with significance 0.000. So, it can be concluded both average learning outcomes differ significantly. It can be concluded that learning media based information technology (IT) can be used in the learning process, particularly chemicals, in order to improve student learning outcomes. ABSTRAKTujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis TI dalam proses pembelajaran kimia terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanasi eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 184 siswa yang dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan pola kelompok paralel yang ekuivalen. Instrumen yang digunakan adalah tes. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kimia berbasis TI sebesar 89,06 dengan standar deviasi 4,748, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kimia secara konvensional 62,05 dengan standar deviasi 13,133. Rata-rata kedua kelompok ini diuji secara statistik menggunakan statistik t tes pada signifikansi (α= 5%) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaaan. Dari hasil uji diperoleh nilai t hitung (18,552) lebih besar dari t tabel (1,986) dengan signifikansi 0,000 maka dapat disimpulkan kedua rata-rata hasil belajar berbeda signifikan (nyata). Dengan demikian berarti bahwa media pembelajaran berbasis TI dapat digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya kimia, guna meningkatkan hasil belajar siswa.

Kualitas Pendidikan dan Partisipasi Pekerja Indonesia Dalam Industri

--, Subijanto ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.096 KB)

Abstract

The main problem of the employee/worker asociation in Indonesia is the lack of concern from Indonesian Government, especial in term of the opportunity to have education, to protect guaranty fredom to have opinion, salary policy which is still under minimum wage. According to the Human Development Index in 2008 shows that the Indonesian rank of education is 109 to 179 countries (the value is 0,726), this rank means that Indonesian education rank is still under South East Asian. It is the fact that 63,35 % the structure of Indonesian labor is graduate from primary level. The effort of the labor association’s to push the participation of employee to be active in doing industrialization collaboration based on the competence in specific area, the potential and interest need. Hopefully, through learning organization every worker is able to improve their knowledge and skill ability by following equity program A, B, and C packages which can be done by industry. ABSTRAKPermasalahan perburuan/ketenagakerjaan di Indonesia belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah, antara lain dalam hal pendidikan, pemberian jaminan kebebasan berserikat dalam menyatakan pendapat, kebijakan pengupahan, dan jaminan sosial pekerja yang kurang sesuai dengan kelayakan kebutuhan hidup minimal (KHM). Rendahnya tingkat pendidikan bangsa Indonesia tercermin antara lain dari Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) tahun 2008 di mana Indonesia berada pada peringkat ke 109 dari 179 negara (nilai 0,726), peringkat tersebut terendah di Asia Tenggara. Di samping itu, sekitar 63, 35 % struktur tenaga kerja Indonesia berpendidikan SD. Upaya mendorong pekerja melakukan hubungan industrial dapat dilakukan melalui organisaasi serikat pekerja (SP). Pengurus SP harus mau dan mampu memberi motivasi para anggotanya untuk berpartisipasi dalam hubungan industrial sesuai dengan bidang keahlian, potensi, dan minatnya. Melalui organisasi pembelajaran (learning organization) diharapkan para pekerja dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, antara lain melalui program kesetaraan paket A, B, dan C yang layak untuk dilaksanakan oleh perusahaan.

Pengaruh Sosial Budaya, Kelompok Rujukan dan Komunikasi Pemasaran Terhadap Keputusan Mahasiswa Dalam Memilih Program Studi di Perguruan Tinggi

Hafid, Ibrahim ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.529 KB)

Abstract

The aims of this research are: 1) to analyze the effect of social and culture to personal factor, the motivation and decision making; 2) to analyze the effect of reference group to motivation, personal factor and decision making; 3) to analyze the effect of marketing communication to decision making; 4) to analyze the effect of personal factor to motivation and decision making; and 5) to analyze the effect   of motivation to students’ decision making in choosing field of studies at higher education. This research using the survey method with the amount of sample 262 respondents, it is analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and the determination of sample pursuant to Multiple Stage Sampling method. This research shows that: 1) Social and cultural environment give positive and significant effect to personal factor, motivation and decision making but insignificant to perception and attitude formation; 2) Reference group gives positive and significant effect to personal factor, motivation and decision making; 3) Marketing communication gives positive and significant effect in decision making; 4) Personal factor gives positive and significant effect to motivation, but insignificant to decision making; and 5) The motivation gives positive and significant effect to decision making of students in choosing field of studies in higher education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh: 1) sosial budaya terhadap faktor pribadi, motivasi dan pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih program studi di perguruan tinggi; 2) kelompok rujukan terhadap motivasi, faktor pribadi dan pengambilan keputusan; 3) komunikasi pemasaran dalam pengambilan keputusan; 4) faktor pribadi, terhadap motivasi dan pengambilan keputusan; 5) motivasi, pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih program studi di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah sampel 262 responden, dianalisis dengan menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM), serta penentuan sampel berdasarkan metode multiple satege sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) lingkungan sosial budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap faktor pribadi,motivasi dan pengambilan keputusan dalam memilih program studi; 2) kelompok rujukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap faktor pribadi,motivasi, dan pengambilan keputusan; 3) komunikasi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadapm pengambilan keputusan; 4) faktor pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, namun tidak-signifikan terhadap pengambilan keputusan; 5) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih program studi di perguruan tinggi.

Karakteristik Lapangan Pekerjaan: Analisis Isi Iklan Lowongan Kerja di Media Surat Kabar

Martono, Nanang ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.58 KB)

Abstract

This article is the result of research that describes the various forms of employment published in newspaper. The purpose of this study was to describe the types of jobs and the criteria required prospective workers published in the mass media. The study was conducted using content analysis of job ad in Kompas, Suara Merdeka and Radar Banyumas. Results showed that jobs available were a job as officer and sales staff; sex most needed in the labor market are women; more jobs require prospective workers and high school diploma graduates; field of science most needed is accounting and techniques. Most of employment priority to individuals who can operate the computer and master in English language. ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan berbagai bentuk lapangan pekerjaan dipublikasikan melalui media surat kabar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan jenis lapangan pekerjaan serta kriteria calon tenaga kerja yang dibutuhkan yang dipublikasikan di media massa. Penelitian dilakukan menggunakan analisis isi iklan lowongan pekerjaan di harian Kompas, Suara Merdeka dan Radar Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan yang banyak tersedia adalah pekerjaan sebagai staf kantor dan sales; jenis kelamin yang paling banyak dibutuhkan di pasar kerja adalah perempuan; lapangan pekerjaan lebih banyak membutuhkan calon tenaga kerja lulusan SMA dan diploma; bidang ilmu yang paling banyak dibutuhkan adalah akuntansi dan teknik. Sebagian besar lapangan pekerjaan mengutamakan individu yang mampu mengoperasikan komputer dan menguasai Bahasa Inggris.

Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Pembelajaran Tipografi

Ahmad, Abdul Aziz ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.147 KB)

Abstract

The aim of this research is to develop interactive multimedia for Typography learning in the Visual Communication Design subject and to find out the effectiveness of multimedia that has been developed. The study was conducted at The Department of Art Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Makassar in the second semester of 2005/2006 and 2006/2007 Academic Year. The result of this research: 1) this multimedia is applicable for classroom instruction; and based on the t-test analysis of the student achievement shows that the multimedia program is effective for students learning. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif untuk pembelajaran Tipografi dalam mata kuliah Disain Komunikasi Visual dan untuk menemukan keefektifan multimedia yang telah dikembangkan. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa Semester II Tahun Akademik 2005/2006 dan 2006/2007 pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar, dengan responden sebanyak 68 orang. Hasil penilaian menunjukkan bahwa multimedia interaktif dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan analisis uji-t, menunjukkan bahwa program multimedia efektif digunakan sebagai media pembelajaran.

Pengembangan Kompetensi Penyuluh Pertanian Berbasis Media Massa

Anwas, Oos M ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.962 KB)

Abstract

This study aimed is to analyze the intensity of the use of mass media, the suitability of the substance of the mass media with the needs of extension education, and their effects on the competency of agricultural extension agents. The mass media mentioned in this study were newspapers, magazines, books, radio, television and the internet. This research was conducted by survey method on the paddy extension agent PNS within districts of Karawang and the vegetable extension agent government employee in the district of Garut, West Java. Samples were randomly taken as much as 170 people. The result of descriptive analysis showed that the intensity of mass media utilization was low. The intensity of particular mass media utilization especially newspapers, books, radio and the internet were in a very low category. Utilization of the magazine was in fair category. Only the intensity of television media utilization was in the high category, even though their substances were less in accordance with the needs of the extension education. The multiple regression analysis found that the mass media that influence the competency of agricultural extension agents was the magazine by which the substance was in accordance with the needs of extension education, accessible, and continuous. On the other hand the high intensity of television media utilization was potential to increase the competency of agricultural extension agents. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas pemanfaatan media massa, kesesuaian substansi media massa dengan kebutuhan penyuluhan, dan pengaruhnya terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Media massa yang dimaksudkan adalah koran, majalah, buku, radio, televisi, dan internet. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai terhadap penyuluh pertanian PNS padi di kabupaten Karawang dan penyuluh sayuran di kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Sampel diambil secara random sebanyak 170 orang. Hasil analisis deskriptif diketahui secara umum intensitas pemanfaatan media massa adalah rendah. Secara khusus intensitas pemanfaatan media: koran, buku, radio, dan internet dalam kategori sangat rendah. Pemanfaatan majalah dalam kategori sedang, dan hanya intensitas pemanfaatan media televisi dalam kategori tinggi walaupun substansinya kurang sesuai dengan kebutuhan penyuluhan. Melalui analisis regresi berganda diketahui bahwa media massa yang berpengaruh terhadap kompetensi penyuluh adalah majalah yang substansinya sesuai dengan kebutuhan penyuluhan, mudah diakses, dan dilakukan secara kontinyu. Di sisi lain, intensitas pemanfaatan media televisi yang tinggi memiliki potensi sebagai media yang dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi penyuluh.

Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dalam IPA Terpadu Menggunakan Penilaian Portofolio Melalui Lesson Study di SMP Sekolah Alam dan Sains Aljannah Jakarta

--, Nurbaity ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , --, Sondang ( Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Jakarta ) , Utomo, Wahyu Rochadi ( Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Jakarta )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 6 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.472 KB)

Abstract

This research aimed is to enhance students’ study activities of VIII grade at SMP Sekolah Alam and Sains Aljannah on Chemistry Lesson under integrated Sains. The Chemistry Lesson is performed using portofolio assessment through Lesson Study implementation. The research methode is qualitative description. The portofolio assessment is done four times of lesson process on food preservative, addictive and psychotropic topic. The portofolio assessment consists of various students’ study activities and portofolio forms. The result indicates that there is increase of students’ study activities on Chemistry Lesson under integrated science using portofolio assessment through Lesson Study implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Sekolah Alam dan Sains Aljannah pada pembelajaran kimia menggunakan penilaian portofolio melalui implementasi lesson study. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penilaian portofolio dilakukan dalam empat kali proses pembelajaran pada materi pokok Zat aditif makanan, dan zat aditif dan Psikotropika, dengan aktivitas siswa yang beragam dan bentuk portofolio juga bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran kimia dalam IPA terpadu dengan menggunakan portofolio melalui implementasi lesson study.