cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 16, No 5 (2010)
10
Articles
Penelusuran Ideologi Dalam Novel Ayat-Ayat Cinta: Sebuah Analisis Tematis dan Estetis

--, Rohim ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.118 KB)

Abstract

A writer can express his universe of mind in a literary work. Everything he pours out in literary text are the ideas he would like to share to the readers. Such collection of ideas can be seen as an ideology, at least the ideology of the writer. The presence of ideology is aimed to offer changes, improve the exixtent system, or even extremely change a culture. An ideology which is expressed in a literary work has “hands”, which can change the life process through the writer’s ideas and expressions. This can be seen in the ideas implied in the novel “ Ayat-ayat cinta”/ The Verses of love, which give a real picture of how a “thorough” islamic teaching gets conflicted with a complex social realities. In addition to the ideas implied, this essay will also disclose the esthetic side of the novels. ABSTRAKSeorang sastrawan dapat mengekspresikan semestanya dalam sebuah karya sastra. Semua yang ia tuangkan dalam teks sastra merupakan gagasan-gagasan yang ingin ia katakan kepada pembacanya. Kumpulan gagasan tersebut bisa dikatakan sebagai ideologi, setidaknya ideologi pengarang. Hadirnya ideologi bertujuan untuk menawarkan perubahan, memperbaiki tatanan yang sudah ada, atau bahkan merubah total kebiasaan yang sudah menahun. Ideologi yang dituangkan dalam karya sastra mempunyai ‘tangan’ yang dapat mengubah proses kehidupan melalui ungkapan dan gagasan pengarang. Hal demikian salah satunya dapat terlihat dari gagasan-gagasan yang terkandung dalam novel Ayat-Ayat Cinta, memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang bagaimana ajaran Islam yang kaffah jika bersinggungan dengan realitas sosial yang kompleks. Selain gagasan dari novel tersebut, tulisan ini juga mengungkap nilai-nilai estetisnya.

Penerapan Six Sigma Untuk Penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional SMU Di Lima Wilayah DKI Jakarta

--, Prayekti ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , --, Hanafi ( FKIP Universitas Terbuka )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.719 KB)

Abstract

This paper discusses the results of research on the application of Six Sigma at the junior national exam in Jakarta. This research was conducted on the implementation of the national exam in academic year 2007/2008 Jakarta using survey questionnaire methods in five areas of Jakarta. Questionnaires distributed to students, teachers and supervisors of national examinations. Data were analyzed based on Six Sigma, which has four areas which include quality planning, quality control, quality assurance and quality improvement. result that all schools have generally been preparing themselves before the national exams. Each school has a special program for students to national exam. The program, among others, provide additional educational materials outside lesson time, an extra studying on Saturday and Sunday. To control the quality of each school formed a special committee chaired by the principal. Because the national exam and the estuary is an important activity of all school activities that have been fostering student for six semesters. National exam to measure the success of the school so that the quality coaching to the students to become primary. If you need to be improved in order to be better. From the students, all students are required to follow all the final semester of the program established by school. Therefore, all students are ready for facing a national exam. Graduation rate of students on national exams students did not disappoint, generally in accordance with the expectations of students, parents, teachers and schools. ABSTRAKTujuan penulisan artikel ini dimaksudkan untuk membahas hasil penelitian tentang penerapan Six Sigma pada ujian nasional SMU di Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada ujian nasional tahun ajaran 2007/2008 di Jakarta dengan menggunakan metode kuesioner survei di lima wilayah Jakarta. Kuesioner disebarkan kepada peserta didik, guru dan pengawas ujian nasional. Sekolah yang menjadi sampel masing-masing wilayah lima sekolah negeri dan swasta. Data dianalisis dengan berpedoman pada Six Sigma yang memiliki empat kegiatan,yaitu perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality control), jaminan kualitas (quality assurance) dan peningkatan kualitas (quality improvement). Hasil penelitian menunjukkkan bahwa semua sekolah pada umumnya telah mempersiapkan diri sebelum menghadapi ujian nasional. Setiap sekolah telah membuat program khusus untuk peserta didik yang akan mengikuti ujian nasional. Program tersebut antara lain: memberikan tambahan materi pelajaran di luar jam pelajaran dan tambahan belajar pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk pengendalian kualitas setiap sekolah membentuk panitia khusus yang diketuai kepala sekolah. Ujian nasional menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah, sehingga kualitas pembinaan kepada peserta didik menjadi prioritas.

Konstruksi Nilai-Nilai Perempuan Metropolis Indonesia Dalam Majalah Femina

Swandayani, Dian ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , Wilujeng, Nuning Catur Sri

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.147 KB)

Abstract

The subject of this research is rubric of “Waktu Senggang” or Leisure Time in Femina magazine in 2007. The objectives of the research are revealing all kinds of films, music, books which bend the values of metropolis women’s images and social constructs. Data collecting is conducted through intensive lecture, reading documentation, then categorizing the data. The data, then, analyzed in qualitative descriptive method. The result of the research shows that: 1) the films issued and reviewed in the rubric of “Waktu Senggang” in Femina magazine in 2007 are dominated by Hollywood movies; 2) the music genre in the same rubric are mostly pop music with male leading vocal; 3) the books that dominate the rubric are novel or memoir/ biography, which women as the principle character and their problems. The choice on the genre of show, music album, and the reader books reflects an especial female society, which is the metropolis women whom the trend setter is American metropolis women. The choice is not only to determine the self-image of Femina as a female magazine but also to construct a social form that create the taste or the image of the readers as to be the metropolis women, who are different from uneducated country women. ABSTRAKSubjek penelitian ini adalah rubrik “Waktu Senggang” majalah Femina tahun 2007. Tujuan penelitian ini mengungkapkan secara keseluruhan jenis-jenis film, musik, buku bacaan yang membentuk nilai-nilai citra perempuan metropolis dan kontruksi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca-catat yang dikategorisasi, diinterpretasi dan dianalis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) film-film yang terdapat dalam rubrik “Waktu Senggang” dalam majalah Femina edisi tahun 2007 kebanyakan berupa film-film drama Hollywood; 2) jenis-jenis musik yang terdapat dalam rubrik ini adalah musik-musik pop penyanyi laki-laki; 3) jenis-jenis buku bacaan yang terdapat dalam rubrik ini berupa novel atau memoar/biografi dengan perempuan sebagai tokoh utamanya dan problematika-nya. Pilihan-pilihan terhadap jenis tontonan, album musik, dan buku bacaan tersebut merupakan cerminan dari masyarakat kelompok wanita metropolis dengan metropolis Amerika Serikat sebagai trend-setter. Pilihan tersebut tidak hanya sebagai citra diri majalah Femina tetapi sekaligus juga membentuk atau menjadi formasi sosial dalam membentuk cita rasa atau citra pembacanya sebagai wanita metropolis, bukan wanita kampungan yang tidak berpendidikan.

Prinsip-Prinsip dan Efektivitas Desentralisasi Pendidikan Dalam Rangka Meningkatkan Mutu dan Relevansi Pendidikan

--, Subijanto ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.962 KB)

Abstract

The effectiveness of decentralization is not only giving involving authority process and budgetfrom central government to local government but also giving authority as a whole to the school throughholistic authority in defining policy of education, such as: teaching-learning process organization,management of teacher, structur and school planning, and school budget resources. The Act number 20of the year 2003 about National Education System was support the authority education budget directly toevery school through school based management. The quality and relevance of education in each stage ofeducation had been stated. Therefore, the Government was commited to invest for education as asolution of nation in the future that is through 20 % Fiscal National Budget for education could beoperationalized excluded government education dan salary of teacher. For empowering supportdevelopment of education the government shoud be collaboration with local government, society, andprivate company in conducting the quality of education. To increase the nation of competitiveness, thequality of education which is equal to the international standard need to be developed, to be monitor, andto be evaluate stages by stages and continuously in every region with more emphasises on relevancybased on demand, the characteristic of local region and prominence to local content based education. ABSTRAKDesentralisasi pendidikan yang efektif tidak hanya melibatkan proses pemberian kewenangandan pendanaan yang lebih besar dari Pemerintah Pusat ke pemerintah daerah, tetapi desentralisasiharus menyentuh pemberian kewenangan yang lebih besar ke sekolah dalam menentukan berbagaikebijakan, seperti organisasi dan proses belajar-mengajar, manajemen guru, struktur dan perencanaandi tingkat sekolah, dan sumber pendanaan sekolah. Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sisdiknasmendukung dengan memberikan kewenangan otonomi pendidikan langsung kepada setiap satuanpendidikan melalui manajemen berbasis sekolah. Mutu dan relevansi pendidikan ada pada setiap prosespentahapan pada satuan pendidikan. Komitmen Pemerintah untuk berinvestasi pada pendidikan sebagaisolusi masa depan bangsa harus segera diwujudkan melalui pengalokasian 20% APBN untuk pendidikandi luar anggaran pendidikan kedinasan dan gaji guru. Untuk memperkuat dukungan pengembanganpendidikan, diperlukan kemitraan yang erat antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakatdalam menyelenggarakan pendidikan yang bermutu. Untuk meningkatkan daya saing bangsa, pendidikanunggulan bertaraf internasional perlu dikembangkan, dimonitor, dan dievaluasi secara bertahap danberkesinambungan di setiap daerah dengan menekankan relevansi dengan kebutuhan, ciri khas daerah/keunggulan lokal.

Implikasi Unggulan Perguruan Tinggi Pada Aktivitas Ekonomi Daerah

Anwar. AB, Syaiful ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.308 KB)

Abstract

The objective of this research is to study the content, implementation, and policy performance of quality, relevance and core competitiveness of Bengkulu University. The data of this research is policies of Bengkulu University since 2006 up to 2008. The findings indicate: 1) consistency between the National policies and the policies of Bengkulu University in regard to competitiveness, decentralization, outonomy, and health of the organization and 2) improved quality, relevance and core competitiveness of Bengkulu University in driving regional economic activities, enterprise and working athmosphere; Therefore, in a higher education that wishing to reach quality, relevancy, core competitiveness should apply total quality management system and has innovation, and care for the current issues continously. ABSTRAKTujuan penelitian ini mengetahui isi, implementasi dan kinerja kebijakan Universitas Bengkulu dalam peningkatan kualitas, relevansi dan dayasaing serta implikasinya pada kegiatan ekonomi daerah. Data penelitian adalah kebijakan Universitas Bengkulu sejak 2006 sampai 2008. Indikasi temuan: 1) ada konsistensi antara kebijakan nasional dan kebijakan Universitas Bengkulu dalam hal daya saing, desentralisasi, otonomi dan kesehatan organisasi dan 2) peningkatan kualitas, relevansi dan unggulan Universitas Bengkulu, dapat mendorong aktivitas ekonomi daerah, dunia usaha dan dunia kerja. Selanjutnya, perguruan tinggi dapat mencapai kualitas, relevansi dan unggul dengan menerapkan sistim manajemen terpadu, berinovasi serta tanggap terhadap isu-isu berkelanjutan.

Televisi Pembangunan Pedesaan

Anwas, Oos M ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.871 KB)

Abstract

This paper is a study in the follow advice from the research writer (2009), about the need to realize the Television Rural Development in order to meet the growing information needs for improving the quality of rural communities. Through literature review and discussion of results is known that themedium of television is the most popular mass media and society tend to increase every year. Media thatpresents a visual audio message is also able to influence the behavior and community life. RealizingRural Development TV broadcasts does not always mean to build a new television station, but it can bemade happen by optimizing the public television station TVRI especially with its digital technology thatcould overcome the frequency limitations. This broadcast aired nationally for 24 hours, via a specialchannel with an eight-hour-a-day broadcast pattern, which is then repeated in the afternoon and evening,so the villagers can follow the show within their appropriate opportunity. ABSTRAKTulisan ini merupakan kajian dalam menindaklanjuti saran dari hasil penelitian penulis (2009),tentang perlunya mewujudkan Televisi Pembangunan Pedesaan guna memenuhi kebutuhan informasiyang terus berkembang bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat pedesaan. Melalui hasil kajian literaturdan bahasan diketahui bahwa media televisi merupakan media massa yang paling digemari masyarakatdan setiap tahun cenderung meningkat. Media yang menyajikan pesan audio visual ini juga mampumempengaruhi perilaku dan kehidupan masyarakat. Untuk merealisasikan Siaran Televisi PembangunanPerdesaan tidak perlu membangun setasiun televisi baru, akan tetapi mengoptimalkan TVRI sebagaisetasiun televisi publik, baik menggunakan teknologi analog apalagi teknologi digital yang bisa mengatasiketerbatasan frekuensi. Siaran ini mengudara secara nasional selama 24 jam, melalui satu channelkhusus dengan pola siaran 8 jam per hari, yang kemudian diulang pada sore dan malam harinya,sehingga masyarakat desa dapat mengikuti sesuai kesempatan yang dimilikinya. Substansi acaradikembangkan mengacu pada prinsip-prinsip pembangunan masyarakat pedesaan yang sesuai dengankebutuhan dan potensi masyarakat desa.

Keefektifan SMP Negeri Standar Nasional di Kota Semarang (Pengaruh Kesehatan Sekolah, Sumber Daya Manusia, Saranaprasarana, Peranserta Masyarakat Terhadap Prestasi Akademik)

Supardi, Kasmadi Imam ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.754 KB)

Abstract

The goal of the research is to determine value of influence of perception health school, education staff, media of learning, and publics services to academic prestation of students. The members of population and sample are fiveteen the National Standar of SMP in Semarang city. Effectiveness school be shown by perception respondent of teachers in Semarang city with quesionare. The data analysis use confirmatory factor analysis second order from statistics programe LISREL linear structure relationship. The result of reseach is like below. The total influence of education staff, media of learning, and publics services, and health of school to academic prestation of students is 93,70%. The academic prestation of national test for student of SMP Negeri Standar Nasional is good, included the lesson of Mathematics and Sciences. ABSTRAKTujuan penelitian ialah untuk menentukan besaran pengaruh kesehatan sekolah, sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan peran serta masyarakat terhadap prestasi akademik SMP Negeri Standar Nasional. Anggota populasi sekaligus sampel penelitian adalah lima belas SMP Negeri Standar Nasional di kota Semarang. Keefektifan sekolah diungkap dari persepsi guru SMP Negeri Standar Nasional di Kota Semarang dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan teknik confirmatory factor analysis second order dari program statistik LISREL linear structure relationship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sumber daya manusia, sarana-prasarana, peran serta masyarakat, dan kesehatan sekolah secara bersama-sama terhadap prestasi akademik sebesar 93,70%. Prestasi akademik rata-rata nilai ujian nasional siswa SMP Negeri Standar Nasional dalam kategori baik, termasuk mata pelajaran Matematika dan IPA.

Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah

Hidayat, Rakhmat ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.383 KB)

Abstract

This study will explain the social changes as a resulted of moved Betawi Cultural Area to Srengseng Sawah. By using the perspective of social change, clearly reflected that Condet transformed the social, economic and cultural. Social changes in Condet not be separated from the structure of Jakarta as a center of power. Srengseng Sawah is the area that still maintained its environment, a coolenvironment, beautiful and quite shady with trees. Srengseng Sawah chosen as the Township Betawi of Culture because they still have the Betawi culture as his trademark. It is characterized by the persistence of the homes still using typical stage Betawi. Also, still survive Betawi’s food and many accessories of Betawi. Other factors because Srengseng Sawah is considered to have potential to develop cultural tourism. ABSTRAKPenelitian ini ingin menjelaskan perubahan sosial yang mengakibatkan dipindahkannyanya Cagar Budaya Betawi dari Condet ke Srengseng Sawah. Menggunakan perspektif perubahan sosial, dengan jelas tergambarkan bahwa Condet mengalami transformasi sosial, ekonomi dan kebudayaan. Perubahan sosial yang terjadi di Condet tidak bisa dilepaskan dari struktur Jakarta sebagai pusat kekuasaan. Srengseng Sawah merupakan kawasan yang masih terjaga lingkungannya, yaitu lingkungan yang sejuk, asri dan cukup rindang dengan pepohonan. Daerah ini dipilih sebagai perkampungan budaya Betawi karena masih memiliki budaya Betawi sebagai ciri khasnya. Hal tersebut ditandai dengan masih bertahannya rumah-rumah panggung berarsitektur khas Betawi. Selain itu, masih bertahan juga makanan khas maupun aksesoris khas Betawi. Faktor lainnya karena Srengseng Sawah dianggap memiliki potensi untuk mengembangan pariwisata budaya (cultural tourism).

Evaluasi Kinerja Wirausahawan Etnik China Lulusan SMK di Kota Singkawang Kalimantan Barat

--, Ahmadi ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.665 KB)

Abstract

This study aims at obtaining in-depth and comprehensive understanding of the entrepreneurship performance of Chinese ethnic Vocational Secondary School graduates in Singkawang of West Kalimantan. Evaluation on performance was carried out by measuring entrepreneurship characteristics of the graduates who were selected purposively as subjects of the study. A qualitative approach wasimplemented through In-depth interviews and specially designed participant observation guide were used to collect data. The obtained data was the analyzed by means of Miles and Hubermans Interaction Analysis Model for which data reduction, presentation and verification were conducted. The findings indicate that entrepreneurship performance of the subjects was shaped by the school curriculum, habit formation, the Khonghucu religion, as well as culture, history and living pressure experienced by the Hakka Chinese ethnic group in Singkawang. It is obvious that every Chinese family owns a business, which is led by the father as head of family, leader in worshipping their ancestor spirits, as well as the leader in operating their business with support of the whole family members except the young children. Entrepreneurship performance becomes a synergy of family life, school curriculum, Chinese culture, and social interaction with other people in the society. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang kinerja kewirausahaan dari etnik China lulusan SMK di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Evaluasi kinerja dilakukan melalui pengukuran karakteristik kewirausahaan dari para lulusan yang diambil secara purposif dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi yang dipersiapkan khusus untuk penelitian ini. Dengan menggunakan analisis data model interaksi dari Miles dan Hubermans melalui kegiatan reduksi data, penyajian dan verifikasi dan penarikan simpulan maka diperoleh hasil evaluasi kinerja yang terandalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan mereka dibentuk melalui kurikulum sekolah, pembentukan kebiasaan, Agama Khonghucu dan kultur, sejarah dan tekanan hidup yang dialami oleh etnik China Hakka di Singkawang. Setiap keluarga etnik China memiliki usaha, usaha tersebut dipimpin oleh ayah. Ayah sebagai kepala keluarga, memimpin pemujaan kepada roh leluhur sekaligus memimpin bisnis dibantu seluruh anggota keluarga tanpa kecuali anak-anaknya yang masih kanak-kanak. Kinerja Kewirausahaan merupakan sinergi dari kehidupan keluarga, kurikulum sekolah, kultur China dan kehidupan dengan orang lain di masyarakat.

Nihilisasi Peran Negara: Potret Perkawinan Samin Nirkonflik

Rosyid, Moh. ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16, No 5 (2010)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.331 KB)

Abstract

The Samin Kudus community on them practical marriage is not include of state action (KUA/CAPIL), because ngugemi set an example for them great-grandfather doctrines (beragama Adam). This article wrote to investigate factors background on the nothingness of state action at Samin Kudus community marriage. The snapshot of their marriage is dis-conflict because they provide good a model on social interaction (Samin dan non-Samin) include permissive interaction between each other at one community (warga Kota Kudus) especially on religious practice. Many people (warga Kudus) assumption that’s Samin Community was extinct and they self commitment to closed exploration of their identity. This research utilize qualitative method by ethnography exploration include interview, block note, participation observation, analysis of each component with empowering the grounded theory and phenomenology. To support the data, this research proposes credibility, transferability, audit ability, reliability, confirm ability, and multiangle. This research forward participation observation to collect data between 2007 -2009. The period marriage of Samin model contain; nyumuk, ngendek, nyuwito, diseksekno, and tingkep. ABSTRAKKomunitas Samin dalam perkawinannya tidak menyertakan peran negara (KUA/Kantor Catatan Sipil) karena ngugemi ajaran leluhurnya (beragama Adam). Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi nihilisasi peran negara dalam perkawinan Samin Kudus dan tidak terjadi konflik karena komunitas Samin dijadikan tauladan dalam berinteraksi sosial (dengan warga Samin dan nonsamin), didukung permisifnya interaksi antaranggota masyarakat (warga Kota Kudus) di bidang praktik agama masing-masing. Keberadaan Samin oleh sebagian warga Kudus dianggap punah dan masyarakat Samin pun tidak ingin mengeksplor keberadaan agamanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik etnografi meliputi wawancara, pencatatan, pengamatan terlibat, dan analisis antarkomponen, dan diperkuat teori grounded dan fenomenologi. Untuk memperkuat data, mengedepankan aspek kredibilitas, transferbalitas, auditabilitas dan dependabilitas (reliabilitas), konfirmabilitas, dan multiangulasi. Teknik perolehan data mengutamakan observasi partisipan sejak tahun 2007 hingga 2009. Adapun tahapan perkawinan model Samin meliputi, nyumuk, ngendek, nyuwito, diseksekno, dan tingkep.