cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 13, No 69 (2007)
10
Articles
AGRESIVITAS SISWA SMK DKI JAKARTA

Zamzani, Alif ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4458.142 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan Kebutuhan, konsep diri, dan kontrol emosional dengan perilaku agresivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SMK DK/ Jakarta dengan jumlah sampel 160 siswa yang dipilih dengan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berskala lima, dan dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (I) terdapat hubungan negatif signifikan antara pemenuhan kebutuhan dengan perilaku agresivitas, (2) terdapat hubungan negatif signifikan antara konsep diri dengan perilaku agresivitas, (3) terdapat hubungan negatif signifikan antara kontrol emosional dengan perilaku agresivitas. Selain itu, terdapat hubungan negatif signifikan secara bersama-sama antara pemenuhan kebutuhan, konsep diri, dan kontrol emosional dengan perilaku agresivitas. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa untuk menurunkan perilaku agresivitas dapat diatasi dengan meningkatkan pemenuhan kebutuhan, memperbaiki konsep diri, dan memperkuat kontrol emosional siswa.

MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Widyastono, Herry ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2630.612 KB)

Abstract

Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, guru dituntut untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran mungkin selama ini didasarkan atas intuisi, kepraktisan, mencontoh pengajar favoritnya ketika masih menjadi mahasiswa di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), atau atas dasar teori-teori tertentu yang pernah dipelajarinya. Salah satu model rencana pelaksanaan pembelajaran yang ditawarkan di sini, di dalamnya terkandung komponen: (1) Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran (pesan/informasi) kepada siswa; (2) Metode pembelajaran, yaitu cara pengajar mengorganisasikan pesanl lnformasi dan siswa agar terjadi pembelajaran; (3) Media pembelajaran, yaitu peralatan yang digunakan untuk menyalurkan pesan/informasi dari pengirim (sumber belajar) kepada penerima pesan (siswa); (4) Sumber belajar, yaitu sumber pesan/informasi yang akan dipelajari siswa; dan (5) Waktu yang digunakan oleh siswa dan pengajar dalam menyelesaikan setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran.

PERANAN FOTO DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU FISIKA DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH YANG KONTEKSTUAL

Indrawati, Indrawati ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3379.537 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan foto dalam menlngkatkan kemampuan mahasiswa calon guru fisika sekolah menengah dalam membuat media pembelajaran fisika yang kontekstual. Masalah penelitian adalah apakah foto yang memuat gambar kejadian riil tentang hasil aplikasi fisika, peristiwa alam, dan sejenisnya dapat difungsikan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam membuat media pembelajaran Fisika sekolah menengah yang kontekstual? Penelitlan ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Setting penelitian adalah pada perkuliahan Media Pembelajaran Fisika di Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan PM/PA FKJP Universitas Jember semester genap tahun 2004/2005. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Media Pembelajaran saat ltu di program studi yang sama. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan alat pengumpulan data berupa catatan lapangan dan daftar cek. Data penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif dan dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joto dapat digunakan untuk meningkat kan kemampuan mahasiswa dalam membuat media pembelajaran fislka yang kontekstual. Peningkatan kemampuan tersebut berturut-turut untuk aspek kualitas isi dan tujuan, kualitas pembelajaran, dan kualitas teknik ketiga-tiganya termasuk pada kategori tinggi (baik).

DESAIN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA

Kariadinata, Rahayu ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4670.946 KB)

Abstract

Perangkat lunak (software) pembelajaran matematika dapat diartikan sebagai bahan ajar matematika yang berbasis teknologi komputer. Penggunaan bahan ajar matematika berbasis komputer sangat memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan komputer memiliki kelebihan, diantaranya komputer memberi fasilitas bagi pengguna untuk mengulang bila  diperlukan. Salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak digunakan dalam bidang pendidikan, adalah multimedia. Elemen-elemen yang terdapat dalam multimedia seperti gambar, grafik, warna, animasi, dan video dapat mengoptimalkan peran indera dalam menerima informasi ke dalam sistem memori. Dalam merancang perangkat lunak (software) pembelajaran matematika berbasis mul­timedia terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan diantaranya, a) sajian materi harus sesuai dengan kompetensi dasar, b) penyajian harus menarik minat siswa, sistematis, mengikuti teori­-teori belajar, menggunakan bahasa yang tepat, dan memperhatikan tingkat kematangan siswa, c) harus dilengkapi navigasi dan petunjuk penggunaannya, dan d) kualitas fisik perangkat lunak harus baik, sedangkan pada tahap pengembangan bahan ajar menggunakan model CADMAETD, yaitu concept (konsep), analysis (analisis), de­sign (desain), material collecting (pengumpulan bahan), assembly (pembuatan), evaluation (evaluasi), testing (ujicoba), dan distribu­tion (distribusi).

HUBUNGAN KEMAMPUAN PENALARAN DALAM MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

Sappaile, Baso Intang ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3474.158 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan penalaran dalam matematika dan mativasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan prestasi belajar matematika? Populasi penelitian adalah semua peserta didik kelas I SMU Swasta Kata Makassar. Metade pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Sekolah terpilih sebagai sampel adalah SMU Frater Makassar dan SMU Amana Gappa Makassar. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika, tes kemampuan penalaran dalam matematika dan angket motivasi berprestasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan memakai analisis deskriptif dan analisis korelasi. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) kemampuan penalaran dalam matematika mempunyaihubungan positif dengan prestasi belajar matematika, (2) motivasi berprestasi mempunyai hubungan positif dengan prestasi belajar matematika, dan (3) kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar matematika, dengan koefisien determinasi sebesar 41%. 

MENGELOLA INSTITUSI PENDIDIKAN PADA SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH DENGAN EFEKTIF: BELAJAR DARI KARAKTERISTIK MAHASISWA

Andriani, Durri ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud ) , Pangaribuan, Nurmala ( FMIPA Universitas Terbuka )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4865.026 KB)

Abstract

Artikel ini memberi gambaran riil mahasiswa pada institusi pendidikan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) yang diperoleh dari 29 laporan penelitian, artikel dan makalah seminar tentang mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang merupakan satu-satunya institusi pendidikan tinggi yang menerapkan sistem PJJ secara utuh. Secara khusus, di sini dibahas profil, persepsi terhadap PJJ, motivasi, strategi belajar, pengenalan dan pemanfaatan media dalam proses belajar, serta kendala belajar yang dialami mahasiswa PJJ. Gambaran riil ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih operasional tentang siapa dan bagaimana mahasiswa melakukan proses pembelajaran, serta bagaimana mereka menyikapi proses belajar di sistem PJJ. Pada gilirannya, informasi tersebut diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi institusi pendidikan yang menerapkan sistem PJJ untuk mengelola institusinya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERPENDEKATAN TEMATIK BERORIENTASI PEMECAHAN MASSALAH MATEMATIKA TERBUKA UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI BERPIKR DIVERGEN, KRITIS DAN KREATIF

Sudiarta, I Gusti Putu ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4352.566 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan (I) mengkaji hakikat pendekatan tematik dalam pembelajaran matematika dan kesesuaiannya dengan tuntutan KBK, (2) mengkaji pendekatan pembelajaran matematika berorientasi pada pemecahan masalah matematika terbuka, (3) mendeskripsikan pengertian kompetensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif, beserta indikator-indikatornya, dan (4) memberikan contoh model pemecahan masalah matematika terbuka untuk mengembangkan kompetensi berpikit; divergen, kritis, dan kreatif dalam pembelajaran matematika. Kompelensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif di kalangan peserta didik adalah sangat penting dalam era persaingan global, karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern semakin tinggi. Pendekatan tematik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk secara mendalam mengkaji topik-topik matematika yang dikemas secara menarik dan kontekstual, sedangkan pemecahan masalah matematika terbuka memberikan kesempatan luas untuk melakukan investigasi masalah matematika secara mendalam, sehingga siswa dapat mengkonstruksi segala kemungkinan pemecahannya secara divergen, kritis dan kreatif.

HUBUNGAN ANTARA INTELEGENSI KEMAMPUAN MENYIMAK, DAN KEMAMPUAN MEMBACA, DENGAN PRESTASI BELAJAR (STUDI PADA SISWA SMAN DI BANDUNG)

Adiwiria, Pien Supinah ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3313.337 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan, untuk mengidentifikasi pengaruh intelegensi terhadap kemampuan menyimak dan kemampuan membaca, dan pengaruh intelegensi, kemampuan membaca, dan kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar. Studi ini menggunakan sampel sebanyak 112 siswa SMA di kota Bandungf. Studi ini menemukan pengaruh intelegensi terhadap kemampuan menyimak dan kemampuan membaca. Hasil studi ini juga mengindikasikan pengaruh kemampuan membaca terhadap prestasi belajar serta pengaruh kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar, juga mengidentifikasi pengaruh gabungan antara intelegensi, kemampuan menyimak, dan kemampuan membaca terhadap prestasi belajar. Studi ini menemukan suatu model sebab akibat dari hubungan intelegensi, kemampuan membaca, dan kemampuan menyimak terhadap prestasi belajar.

KARAKTERISTIK DARI PROSES KEPENDIDIKAN YANG BERMAKNA BAGI REVITALISASI PENDIDIKAN MORAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN

Rijanto, Tri ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3481.554 KB)

Abstract

Perbuatan korupsi yang dilakukan seseorang ataupun sekelompok orang menunjukkan rendahnya moral bahkan hilangnya moral individu dan moral bangsa. Ironisnya, korupsi itu terjadi di sekolah, sebagai pusat pembudayaan nilai-nilai moral anak bangsa. Rendahnya moral individu dan bangsa menunjukkan gagalnya pendidikan moral di sekolah. Bangsa yang korup dan moral masyarakatnya rendah akan sulit dalam menghadapi tantangan zaman, yaitu tantangan-tantangan yang lahir dari persoalan­ persoalan yang dihadapi suatu masyarakat atau suatu bangsa dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, diperlukan proses kependidikan yang bermakna bagi revitalisasi pendidikan moral dalam menghadapi tantangan zaman.

PENGARUH KONSEKUENSI PERILAKU DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR

Purwanto, Purwanto ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 69 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3371.857 KB)

Abstract

Konsekuensi perilaku dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Hasil belajar siswa yang mempunyai motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik akan berbeda pada kondisi penguatan dnn hukuman. Siswa yang mempunyai motivasi belajar intrinsik mempunyai hasil belajar yang lebih tinggi pada kondisi hukuman daripada penguatan. Sebaliknya, pada siswa yang mempunyai motivasi belajar ekstrinsik, penguatan mempunyai efek yang lebih baik daripada hukuman dalam meningkatkan hasil belajar. Untuk ltu penggunaan konsekuensi perilaku sebagai cara meningkatkan hasil belajar harus mempertimbangkan karakteristik motivasi belajar siswa. Pada kelompok siswa yang mempunyai motivasi belajar lntrinsik, hukuman dianjurkan digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar. Sedang pada kelompok siswa yang mempunyai motivasi belajar ekstrinsik penguatan dianjurkan digunakan untuk meningkatkan hasil belajar.