cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 13, No 68 (2007)
9
Articles
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS

Pelenkahu, Noldy ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4202.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa SMA Negeri 4 Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 4 Kendari Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik Multi Stage Random Sampling sebanyak 56 orang siswa. Data penelitian ini meliputi data keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa (Y) dan motivasi belajar bahasa Inggris (X). Instrumen penelitian dikembangkan dengan cara menyusun kisi-kisi yang diturunkan dari kerangka teoritis variabel penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis varian dua jalur (ANAVA 2x2) yang dilanjutkan dengan uji Tukey (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar bahasa Inggris tinggi, penggunaan metode pembelajaran Community Language Learning (CLL) memberikan pengaruh lebih baik terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris dibandingkan dengan metode pembelajaran Audiolingual (AL) yang dibuktikan dengan harga Qhitung=96,45>Qtabel=3,09 pada taraf signifikansi (a=0,05) dan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar bahasa Inggris rendah, penggunaan metode pembelajaran Community Language LEarning (CLL) memberikan pengaruh yang baik terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Audiolingual (AL) yang dibuktikan dengan harga Qhitung=16,29>Qtabel=3,09 pada taraf signifikansi (a=0,05).

SIKAP MAHASISWA TERHADAP SISTEM PAKET PENGAJARAN BELAJAR MATA KULIAH PSIKOLOGI SOSIAL I PADA FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA

Yasun, Hamdan ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2329.778 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan empirik tentang sikap mahasiswa terhadap sistem pengajaran Paket Belajar (PB) dalam mata kuliah Psikologi Sosial 1. Di samping itu untuk mengetahui perbedaan sikap mahasiswa antar kelas dalam mata kuliah yang sama. Teori yang dipergunakan adalah teori tentang sikap dan teori sistem pengajaran PB. Metode penelitian yang dipakai adalah metode survei dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan kuesioner (angket). Analisis data mempergunakan statistik, dengan teknik Chi Kuadrat (X2). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa : 1). Tidak ada perbedaan sikap mahasiswa di antara kelompok kelas terhadap PB, dan 2). Sikap mahasiswa cenderung menyetujui sistem PB hampir optimal.

PENGARUH PEMBERIAN TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DII PGSD FKIP-UT PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA 1

--, Prayekti ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4149.07 KB)

Abstract

Artikel ini membahas hasil penelitian Pengaruh Pemberian Tutorial Terhadap hasil Belajar Mahasiswa D-11 PGSD FKIP-UT pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPAI di Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2005 di Jakarta. Pemberian bantuan belajar (tutorial) bagi mahasiswa UT adalah sangat penting dan selalu diharapkan oleh mahasiswa. Dengan mengikuti tutorial mahasiswa dapat berdiskusi dan bertanya, tentang materi yang sulit dipelajari secara mandiri. Dalam kegiatan tutorial mahasiswa dapat saling memberikan pendapat tentang konsep-konsep IPA kepada teman dan bertanya kepada tutor. Pada awal kegiatan tutorial mahasiswa masih sulit menempatkan dirinya sebagai siswa/mahasiswa karena latar belakang mereka umumnya adalah guru yang biasa memimpin pembelajaran di kelasnya. Hal tersebut dapat segera diatasi oleh tutor sehingga dalam diskusi dan kerja kelompok mahasiswa sangat kompak dan saling membantu apabila ada teman satu kelompok mengalami kesulitan memahami materi IPA. Pada tes pertama nilai rata-rata mahasiswa mencapai 64,50, dan nilai rata-rata pada akhir tutorial 71,30. Pelaksanaan praktikum IPA mahasiswa dilakukan secara mandiri dan kelompok. Dengan bimbingan tutor dalam melaksanakan praktikum membuat mahasiswa bersemangat melakukan percobaan IPA dan aktif membahas hasil-hasil yang diperoleh pada percobaan IPA.

MENGEMBANGKAN KUALITAS PEMAHAMAN DALAM ALJABAR ABSTRAK MELALUI PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI APOS (Eksperimen pada Mahasiswa Matematika UNAND dan Pendidikan Matematika UNP)

Arnawa, I Made ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3457.592 KB)

Abstract

Pemahaman merupakan tujuan utama yang ingin dicapai dalam setiap pembelajaran matematika. Kualitas pemahaman seseorang tentang suatu konsep menggambarkan kualitas skema yang dimiliki oleh orang tersebut. Keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan persoalan-persoalan matematika sangat ditentukan oleh kualitas skema yang dimilikinya. Teori APOS yang merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang khusus untuk perguruan tinggi, mempostulatkan bahwa tingkat-tingkat pemahaman seseorang tentang suatu konsep matematika dapat dikategorikan ke dalam empat tingkatan, yaitu: aksi, proses, objek, dan skema. Penelitian yang dilakukan di Jurusan Matematika UNAND dan Jurusan Pendidikan Matematika UNP bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kontribusi teori APOS dalam mengembangkan kualitas pemahaman mahasiswa dalam aljabar abstrak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memperoleh pembelajaran aljabar abstrak berdasarkan teori APOS mempunyai tingkat pemahaman lebih baik jika dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran secara biasa.

METODOLOGI PENELITIAN ALAMIAH DAN ALAMIAH

Widyastono, Herry ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3056.432 KB)

Abstract

Metodologi penelitian dapat dibedakan antara metodologi penelitian kuantitatif (penelitian ilmiah) dan metodologi penelitian kualitatif (penelitian alamiah). Penelitian ilmiah pada umumnya menggunakan proses logika-hipotetiko-verivikatif, sedangkan penelitian alamiah pada umumnya menggunakan proses sirkuler. Kadangkala karena ketidaktahuan kita, kemudian kita mengidentifikasi diri sebagai penganut metode tertentu, dan dengan latah mengecam metode lainnya. Walaupun terdapat perbedaan antara kedua metode tersebut, tak ada faedahnya untuk memper­tentangkannya bahkan memandangnya sebagai dua aliran yang bermusuhan. Yang perlu diperhatikan ialah bahwa ada masalah yang lebih sesuai diteliti dengan menggunakan penelitian ilmiah, ada pula masalah yang lebih sesuai diteliti dengan menggunakan penelitian alamiah. Penelitian ilmiah lebih menekankan pada pengukuran produk, sedangkan penelitian alamiah lebih menekankan pada pengukuran proses.

"SEHATI" SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA

Lokesywara, Zulkarnaen Syri ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3674.095 KB)

Abstract

Pengajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) ternyata menemui beberapa kendala. Sejumlah persoalan yang dihadapi guru dan siswa antara lain terlalu menekankan kemampuan kognitif, lebih menekankan proses deduktif, substansinya terlalu teoritis dan abstrak, kurang memberi ruang bagi guru dalam mengembangkan materi untuk pendalaman terhadap komponen­ komponen yang dianggap perlu, kurang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan materi lokal, dan metode pembelajarannya sangat monoton yang didominasi oleh ceramah satu arah. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal, dicoba sebuah model dalam proses pembelajaran Sosiologi yang disebut "SEHATI". Penelitian ini dilakukan terhadap 83 siswa kelas III IPS SMAN I Jatinom pada tahun pembelajaran 2005/2006. Dengan model SEHATI, ternyata 91,6 % siswa menyatakan bahwa proses pembelajaran Sosiologi menjadi lebih menyenangkan. Tingkat intensitas keterlibatan semua siswa (100 %) dalam pembelajaran dengan model SEHATI pun termasuk kategori tinggi. Kenyataan tersebut patut disyukuri, karena berdasarkan analisis statistik diketahui terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara intensitas keterlibatan tersebut dengan prestasi belajar siswa. 

PROSPEK PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH OPEN-ENDED DI SEKOLAH DASAR DI PROPINSI BALI

Sudiarta, I Gusti Putu ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4894.149 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman dan pendapat calon pengguna model pembelajaran yang dikembangkan, dalam hal ini guru SD, tentang prospek pengembangan dan penerapan model pembelajaran berorientasi pemecahan masalah open-ended dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar di Propinsi Bali. Penelitian ini berupa studi lapangan dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan format isian terbuka, di tiga kabupaten sampel di Propinsi Bali, yang dipilih secara purposif dengan kriteria perkembangan daerah, dan melibatkan 72 guru responden dari 36 sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) sebagaian besar guru-guru responden (69%-92%) menghadapi kenyataan tentang berbagai masalah yang dihadapi peserta didik mereka dalam pembelajaran matematika, terutama yang terkait dengan rendahnya kemampuan pemecahan masalah, (b) sekitar 89% guru-guru responden menyatakan hanya menggunakan closed­ problem dalam pembelajaran matematika, yang disebabkan karena kekurangan perangkat dan bahan ajar. Temuan lain yang cukup menggembirakan adalah (c) sekitar 67% responden berpendapat bahwa peserta didik mereka memiliki minat dan menyenangi pelajaran matematika. Dari ketiga temuan ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran matematika berorientasi pemecahan masalah open-ended perlu dan mendesak untuk dikembangkan dan diterapkan, dalam rangka mengembangkan kompetensi matematis tingkat tinggi berupa kemampuan berpikir divergen, kritis, dan kreatif.

KAJIAN KARYA SASTRA BERDASARKAN PERSPEKTIF FEMINISME SEBAGAI PIJAKAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SASTRA YANG BERORIENTASI GENDER

Heryadi, Dedi ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3635.682 KB)

Abstract

Gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarkhi terus bergejolak melalui berbagai aktivitas kehidupan sosial. Salah satu hal yang cukup menarik yaitu munculnya gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarki melalui sorotan pada karya sastra. Mereka memandang bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan sosial pada latar di mana karya sastra itu dilahirkan. Model gerakan ini tampaknya sangat efektif dalam upaya menyadarkan semua pihak untuk memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan bahwa masalah gender bukanlah alat untuk memilah kaum lemah dan kuat melainkan suatu kodrati yang harus menjadi dasar hidup saling membutuhkan dan berperan secara proporsional. Salah satu kasus karya sastra yang cukup menarik dikaji berdasarkan perspektif feminisme adalah novel berjudul "Women at Point Zero" karya seorang sastrawan wanita Mesir yang bernama Nawal el-Sadawi. Novel ini menggambarkan fenomena kehidupan wanita sebagai korban paham patriarkhi. Bagi dunia pembelajaran sastra hasil kajian model ini sangat bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis hasil kajian ini bermanfaat sebagai pemerkaya teori sastra yang sudah ada dan secara praktis (khusus untuk pengajaran sastra) dapat dijadikan pola dan pijakan pengembangan model pembelajaran sastra yang berorientasi pada penumbuhan sikap kesadaran pembelajar dalam menghadapi isu-isu gender yang sedang merebak dalam kehidupan umat manusia saat ini.

HAMBATAN BIROKRATIS DALAM PENYELENGGARAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM)

Agung, Iskandar ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3028.516 KB)

Abstract

Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang digagas oleh Direktorat pendidikan Masyarakat tahun 1998 lalu berfungsi ganda, yakni sebagai wadah pembelajaran, sekaligus upaya peningkatan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan yang bersifat ekonomis. Wadah ini bertumpu pada motto dari, oleh, dan untuk masyarakat, sehingga tumbuh dan berkembangnya tergantung dari kemampuan dan kemandirian masyarakat sendiri dalam memberdayakannya. Meski demikian dalam perjalanannya, perkembangan PKBM tidaklah semulus seperti apa yang dibayangkan, melainkan dihadapi oleh berbagai hambatan yang langsung maupun tidak langsung mengancam eksistensi dan keberlangsungan hidup wadah ini. Salah satu hambatan itu bersifat birokratis, baik yang bersifat personal maupun instansional (kelembagaan). Apabila PKBM ingin berkembang, suka atau tidak suka berbagai hambatan itu haruslah diatasi sedini mungkin, antara lain dengan sekecil mungkin menghindarkan dan mencegah adanya campur tangan pihak birokrat ke dalam pengelolaan wadah PKBM. Campur tangan birokratis yang terlalu dalam dan kurang proporsional ke dalam pengelolaan PKBM tendensi hanya akan membawa kehancuran terhadap PKBM.