cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 13, No 67 (2007)
10
Articles
PRAKARSA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PROSES PENDIDIKAN

Sitepu, B.P. ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5787.599 KB)

Abstract

Pada umumnya sekolah di Indonesia mengalami sejumlah masalah dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Mutu dan jumlah pendidik serta tenaga kependidikan yang belum seperti diharapkan, sarana dan prasarana pembelajaran yang kurang, di samping jumlah dana yang belum mencukupi, merupakan contoh-contoh masalah yang dihadapi oleh sekolah. Akan tetapi diyakini bahwa prakarsa dan kreativitas kepala sekolah dan guru dapat mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi oleh sekolah. Penelitian yang mencakup 28 sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama yang tersebar di sembilam provinsi ini, menemukan bahwa prakarsa sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran kurang didorong dan kurang dikembangkan khususnya di sekolah-sekolah tertentu milik Pemerintah. Birokrasi yang ada dan kebijakan nasional dan kebijakan daerah tidak selalu dipahami dan dilaksanakan secara tepat untuk mendukung desentralisasi sistem pengelolan sekolah. Penelian ini menyarankan sejumlah usul kebijakan untuk mendorong sekolah melakukan prakarsa dan berbuat lebih banyak dalam meningkatkan mutu pendidikan

PENGARUH UMPAN BALIK EVALUASI FORMATIF DAN KEPRIBADIAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Paneo, Herman ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7694.764 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan: (1) hasil belajar matematika yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (2) hasil belajar matematika antara siswa yang memiliki tipe kepribadian extrovert dengan siswa yang berkepribadian introvert; (3) hasil belajar matematika pada kelompok siswa yang berkepribadian extrovert yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (4) hasil belajar matematika kelompok siswa berkepribadian introvert yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (5) pengaruh interaksi antara pemberian umpan balik evaluasi formatif dan tipe kepribadian siswa terhadap hasil belajar matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan "Facto­rial Group Design" 2x2. Hasil studi: (1) terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika untuk kelompok siswa yang diberi umpan balik kelompok dengan kelompok siswa yang diberi umpan balik in­dividual, (2) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki kepribadian extrovert dengan kelompok siswa yang memiliki kepribadian introvert, (3) untuk kelompok siswa yang memiliki kepribadian extrovert dan diberi umpan balik kelompok hasil belajar matematikanya lebih tinggi dari kelompok siswa yang diberi umpan balik individual, (4) untuk kelompok siswa yang memiliki kepribadian introvert dan diberi umpan balik individual hasil belajar matematikanya lebih tinggi dari kelompok siswa yang diberi umpan balik kelompok.

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN MOTORIK TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BOLA BASKET

Razali, Razali ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4554.412 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran, tingkat kemampuan motorik, dan interaksi antara dua variabel terhadap hasil belajar keterampilan bola basket. Penelitian ini dilaksanakan terhadap mahasiswa semester pertama angkatan 2002/2003, Jurusan Pendidikan Jasmanai, Kesehatan dan Rekresi, FIK Universitas Negeri Medan. Penelitian berlangsung selama tiga bulan yaitu mulai September sampai dengan November tahun 2002. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, jumlah sampel seluruhnya 40 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa" (1) hasil belajar keterampilan bola basket dengan metode pembelajarn bagian, (2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran keseluruhan lebih baik dari metode pembelajaran bagian bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan motorik tinggi, dan (4) hasil belajar keterampilan bola basket yang diajar dengan metode pembelajaran keseluruhan maupun metode pembelajaran bagian tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan motorik rendah.

PROFIL GAYA BERPIKIR SISWA SMP DALAM BELAJAR MATEMATIKA

Suradi, Suradi ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2134.97 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan profil gaya berpikir siswa SMP, dalam kaitannya dengan prestasi belajar matematika. yang dapat digunakan sebagai suatu pertimbangan bagi guru dalam melayani/membimbing siswa berdasarkan gaya individual dalam belajar matematika. Penelitian ini juga dapat menjadi umpan balik dalam menilai apakah pengajaran yang selama ini terlaksana sebagai masukan instrumental memberikan dampak berarti bagi pengembangan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) siswa dengan gaya belajar Field Depen­dent (FD) pada umumnya berpikir sekuensial konkret, sedangkan siswa Field Independent (Fl) berpikir acak abstrak; (2) gaya berpikir mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP; dan (3) prestasi belajar matematika siswa Fl lebih baik jika dibandingkan siswa FD. Sebagai implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini, disarankan agar dalam pembelajaran matematika dioptimalkan interaksi antara siswa Fl dan FD, dan memberikan pembelajaran yang banyak berkaitan dengan dunia nyata siswa. Pembelajaran hendaknya dimulai dari hal yang realistik bagi siswa ke hal yang abstrak, karena cara siswa SMP berpikir masih didominasi sekuensial konkret dan acak abstrak.

PERAN PERPUSTAKAAN UMUM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MASYARAKAT PENGGUNA: KASUS DI DKI JAKARTA

Muljono, Pudji ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6165.43 KB)

Abstract

Pengelolaan perpustakaan umum dilakukan antara lain untuk memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memanfaatkannya. Namun saat ini pemanfaatan perpustakaan umum ternyata belum optimal. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana kontribusi perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas pemakai, terutama bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa. Penelitian survei ini dilakukan di lima perpustakaan umum wilayah DKI Jakarta dimana analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara variabel sikap pemakai terhadap koleksi, petugas, layanan dan fasilitas dengan kualitas pemakai terutama dari kelompok masyarakat umum. Selain itu juga terdapat korelasi yang positif antara pemanfaatan perpustakaan umum dengan peningkatan kualitas pemakai, baik dari kelompok masyarakat umum, pelajar, maupun mahasiswa.

POTENSI GURU FISIKA SMA DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Indrawati, Indrawati ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2804.702 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat evaluatif tentang potensi Guru Fisika SMA dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di Indonesia dan data kajian bersifat deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Teknik analisis data untuk memperoleh hasil kajian digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) rata-rata SMA masih kekurangan Guru Fisika SMA, (b) masih ada Guru Fisika yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, (c) pemahaman Guru Fisika terhadap kurikulum/GBBP baik, (d) tanggapan mereka terhadap kurikulum/GBPP kurang balk, (e) potensi Guru Fisika SMA dalam implementasi kurikulum/GBPP masih kurang baik di mana Guru Fisika jarang menyusun persiapan program pengajaran, tetapi mereka dalam melaksanakan prosedur pembelajaran di kelas tergolong baik, dan (f) kegiatan profesional Guru Fisika di luar tugas wajib secara rata­-rata baik.

METODE PEMBELAJARAN PENERJEMAHAN

Darma, Yoce Aliah ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3462.416 KB)

Abstract

Keterampilan menerjemahkan adalah suatu keterampilan berbahasa yang menuntut penguasaan dua bahasa, misalnya bahasa inggris sebagai Bahasa Sumber (BSu) dan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Sasaran (BSa). Dalam dunia informasi masalah ini sangat penting, karena banyak informasi yang berasal dari sumber bacaan bahasa asing. lnformasi dari bahasa asing ini dapat diterima dengan cara menerjemahkan dan biasanya dilakukan oleh penerjemah. Penerjemah ini yang harus menguasai bagaimana metode dan proses pemahaman dalam penerjemahan. Menurut Newmark untuk memahami suatu teks diperlukan penguasaan cara membaca umum (general reading), tujuannya untuk mendapatkan pesan pokok , dan cara membaca cermat (closer reading) untuk memahami kata-kata , baik dalam konteks teks, maupun di luar konteks, dalam arti apakah makna kata itu berupa arti teknis, gaya bahasa atau arti kiasan. Metode yang paling mudah digunakan adalah metode padanan kata yang dikemukakan oleh Catford, yaitu penerjemahan kata per kata (word by word translation), penerjemahan harfiah (literary transla­tion), dan penerjemahan bebas (free translation).

IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

Darmiyati, Darmiyati ( FKIP Universitas Lambung Mangkurat )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4440.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah pelaksanaan asesmen diagnostik melalui penilaian tes, non tes, dan remedial dapat meningkatkan hasil belajar matematika di Sekolah Dasra (SD). Penelitian ini dilaksanakan di kelas 3 SDN 04 Banjarbaru Utara 4, dengan jumlah sampel 34 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dibantu oleh tiga orang kolaborator yang mengikuti langkah-Iangkah pra observasi, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan rejleksi. Penelitian ini dilaksanakan empat siklus, subjek penelitian ini guru dan siswa, data dikumpulkan melalui tes, kuesioner sikap, observasi perilaku siswa, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah setiap topik pembelajaran diberikan asesmen diagnostik, berupa pemberian tes, remedial, dan non tes berupa kuesioner sikap siswa, observasi perilaku siswa mengikuti pembelajaran matematika.

MENYOAL PROFIL SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Mariati, Mariati ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6818.671 KB)

Abstract

Secara umum studi ini bertujuan untuk melakukan pengkajian penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional (SBI) dan secara khusus untuk mengetahui profil sekolah SBI dan sekolah yang menyelenggarakan kelas bertaraf internasional. Pengkajian dilaksanakan terhadap sekolah negeri maupun swasta yang menyatakan dirinya bertaraf internasional. Jumlah sampel 48 sekolah yang terdiri atas enam TK, 15 SD, 12 SMP, dan 21 SMA tersebar di 20 provinsi/kabupaten/kota. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi, dan te/aah dokumen yang terdapat di sekolah. Responden terdiri atas 48 kepala sekolah, 217 guru mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Jnggris, IPA, Matematika, dan TIK). Hasil studi menunjukkan bahwa definisi dan karakteristik SBI dipahami dengan sangat bervariasi tetapi pada umumnya mereka menyatakan bahwa proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris, didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menciptakan lulusan yang dapat bersaing secara global. Hampir semua pelaksana SBI menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sebagai acuan utama yang diperkaya dengan adaptasi atau adopsi kurikulum negara lain, seperti IB (International Baccalaureate) dan Cambridge. Penyelenggaraan kelas bertaraf internasional di SBI membentuk eksklusivisme dibandingkan dengan kelas reguler. Proses KBM menggunakan dwibahasa (bilingual), sedangkan sistem pembelajaran menggunakan moving class, serta team teaching. Disisi lain, sebagian sekolah sampel masih terlihat seperti kelas reguler berbahasa lnggris. penilaian belum menggunakan multi teknik, yang masih didominasi oleh tes, baik tes tertulis maupun lisan.

PROFESI GURU SEBAGAI PROFESI YANG MENJANJIKAN PASCA UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN

Subijanto, Subijanto ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 67 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5033.51 KB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen pada hakikatnya untuk mengangkat harkat dan martabat guru sebagai pendidik profesional. Sebagai guru profesional guru wajib: (a) memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana/diploma empat; (b) memiliki kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; (c) memiliki sertifikat pendidik, (d) sehat jasmani dan rokhani, dan (e) memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya guru memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial, yang meliputi: (1) gaji pokok, (2) tunjangan yang melekat pada gaji, serta (3) penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasai. Ke depan, profesi guru cukup menjanjikan dan diharapkan menjadi pilihan pertama bagi generasi muda atau setidak-tidaknya menjadi pilihan yang sama dengan profesi lainnya, seperti dokter; akuntan, insinyur, advokat, notaris tdan lain­ lainnya.