cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 11, No 52 (2005)
2
Articles
ADAPTASI BAHASA ANAK USIA BALITA PADA LINGKUNGAN BAHASA BARU DI JAKARTA TIMUR

Hanna, Hanna ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 11, No 52 (2005)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3350.984 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi teirang: (1) bagaimana seorang anak usia balita mampu beradaptasi bahasa dengan dialek tertentu walaupun sudah ada dialek yang dikuasai sebelumnya, (2) bagaimana anak usia balita mengerti dan memahami bahasa dengan dialek tertentu sesuai dengan perkembangan jiwanya dan pengaruh neurologi, (3) bagaimana anak berusia balita mampu memelihara dua dialek dalam satu komunikasi, dan ( 4) bagaimana anak berusia balita mampu membedakan dua dialek dalam satu komunikasi. Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa ternyata anak usia balita sangat cepat dan lancar dalam mengadaptasi bahasa dan dialek. Mereka juga lebih cepat memahami dan mengerti bahasa dan dialek yang didengarnya tanpa menghilangkan bahasa dan dialek awal. Proses penerimaan itu terjadi tanpa paksaan melainkan diperoleh dengan cara alamiah. Hal ini terlihat pada beberapa dia­ log yang dikemukakan dalam penelitian ini. Kemampuan memelihara dan memahami bahasa dan dialek yang berbeda merupakan suatu hal yang perlu ditingkatkan.

Evaluasi Proses Belajar Mengajar Senam melalui Masukan dan Proses Model Context, Input, Process and Product (CIPP) di SLTP Kota Manado 2001

Terry, J.J ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan - Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 11, No 52 (2005)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2911.677 KB)

Abstract

Kenyataan lapangan membuktikan bahwa terjadinya kesenjangan antara tujuan khusus pengajaran dengan apa yang dikerjakan guru Pendidikan jasmani di lapangan menyebabkan prestasi akademik tidak dinyatakan secara jelas. Penekanan evaluasi proses belajar mengajar di sekolah adalah pada evaluasi formatif dan sumatif, tanpa disadari bahwa berbagai penyimpangan dan kekurangan sering dialami guru pendidikan jasmani dalam merencanakan program pengajaran senam dan mentransformasikan ke dalam proses belakar mengajar. Pembuatan satuan pengajaran hanya menitikberatkan pada input, proses, dan produk untuk memperbaiki hasil belajar mengajar melalui pengajaran remedial dan belajar tuntas, tai kenyataannya prestasi akademik tidak dapat dinyatakan secara jelas (intangibel). Di samping itu, satuan pengajaran di sekolah seolah-olah dianggap baku, walaupun tiap sekolah berbeda dan dilaksanakan hanya sebagai pertanggungjawaban administrasi tanpa dievaluasi.