cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles by issue : Vol 1, No 3 (2016)
9
Articles
PERSEPSI SISWA TERHADAP DAYA JUANG MEREKA SERTA POLA ASUH ORANGTUA DAN GURU DI SD BERAKREDITASI A DAN C DI KABUPATEN BANTUL DAN BONE BOLANGO*)

Listiawati, Nur ( Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.987 KB)

Abstract

This study aims to examine students’ perception of their parents and teacher in instilling and developing students potential to improve their adversity quotient and students’ perception on their adversity quotient. This study is a case study carried out in two A and C accredited primary schools each in Bantul District and Bone Bolango District. Measurement of parenting used the inventory method. Measurement of students’ adversity quotient was conducted by the self-inventory method. Study result shows that accredited A primary school students’ perception on the parenting of parents and teachers and their adversity quotient in general are better than students’ perception of accredited C primary school. Parents cognitive abilities affect their ability to guide their children in analyzing and limit problems. The ability of teachers in the aspect of listening is lower than other aspects, namely, guiding to explore, analyze, and do something. Parenting from parents and teachers contribute to develope students adversity quotient significantly. However, it is only for few aspects such as guiding to explore, analyze, and do something that influenced. Even in sample schools located in Bantul, partially there is no aspect of teachers parenting that contributed to students adversity quotient. Perceptions of students in Bantul on their adversity quotient is generally higher than students in Bone Bolango.The study concludes that parents cognitive ability affect their ability to guide their child to analyze and isolate the problem. Growing and developing students’ adversity quotient will be more meaningful if collaboration between teacher and parents is improved. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh orang tua dan guru dalam menumbuhkan potensi daya juang siswa dan persepsi siswa terhadap potensi daya juang mereka. Studi ini merupakan studi kasus yang dilakukan di dua sekolah berakreditasi A dan C masing-masing di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Bone Bolango. Pengukuran pola asuh orangtua dan guru menggunakan metode inventory. Pengukuran persepsi siswa terhadap potensi daya juang mereka dilakukan dengan metode self inventory. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum persepsi siswa terhadap pola asuh orangtua dan guru serta daya juang siswa di sekolah berakreditasi A lebih baik daripada persepsi siswa di sekolah sampel berakreditasi C. Kemampuan kognitif orangtua memengaruhi kemampuan membimbing anak untuk menganalisis dan membatasi masalah. Kemampuan guru dalam aspek mendengarkan lebih rendah daripada aspek lainnya yakni membimbing untuk mengeksplorasi, menganalisis dan membatasi masalah, serta bertindak. Pola asuh orangtua dan guru memberikan kontribusi pada penumbuhkembangan potensi daya juang siswa. Namun, secara parsial hanya aspek membimbing untuk mengeksplorasi,menganalisa masalah, dan bertindak yang memengaruhi. Bahkan, pada SD sampel yang berada di Kabupaten Bantul secara parsial tidak ada aspek pola asuh guru yang berkontribusi secara signifikan pada penumbuhkembangan potensi daya juang siswa. Persepsi siswa di Kabupaten Bantul terhadap potensi daya juangnya secara umum lebih tinggi dibandingkan siswa di Kabupaten Bone Bolango. Studi ini menyimpulkan bahwa kemampuan kognitif orangtua memengaruhi kemampuan membimbing anak untuk menganalisis dan membatasi masalah. Penumbuhkembangan daya juang siswa lebih bermakna jika kolaborasi antara guru dan orangtua lebih ditingkatkan.

MENUMBUHKAN KARAKTER AKADEMIK DALAM PERKULIAHAN BERBASIS LOGIKA

Heryadi, Dedi

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.84 KB)

Abstract

The goal of this research is to review the logical-based lecture order and to recognize its impact on students’ academic characters development in terms of thouroghness of thinking, critical attitude, and responsibility. The method used in this study was research and development. Data was collected trough observation, interview, and measurement (test). Sample of the research was first semester students of Faculty of Teacher Training and Education of University of Siliwangi Tasikmalaya. The data were processed quantitatively and qualitatively. The result showed that students studied harder with creativity. In addition, they also were motivated and enthusiastic with the lesson. The measurement score before the treatment of logical-based training was 22,7 and after the treatment was 74,3 that indicated that the academic character in terms of thouroghness of thinking, critical attitude, and responsibility was good. Thus, syntax of lecturing based on the logical model has a positive impact on students’ academic characters. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji urutan perkuliahan berbasis logika dan mengetahui pengaruhnya terhadap tumbuhnya karakter akademik mahasiswa dalam hal ketelitian berpikir, sikap kritis, dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pengukuran (tes). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada mahasiswa semester pertama di FKIP, Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Data diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebagian besar mahasiswa bersungguh sungguh dalam belajar dan disertai kreativitas. Selain itu, mahasiswa juga termotivasi dan tidak merasakan kejenuhan. Dari pengukuran diperoleh skor rata-rata karakter akademik sebelum diberi perlakuan yaitu 22,7 dengan kategori rendah. Setelah diberi perlakuan diperoleh rata-rata skor 74,3 dengan kategori baik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa urutan model perkuliahan berbasis logika berpengaruh positif terhadap tumbuhnya karakter akademik mahasiswa dalam hal ketelitian berpikir, sikap kritis, dan tanggung jawab.

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN VOL. 1 NO. 3 TAHUN 2016

Dikbud, Jurnal

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.292 KB)

Abstract

Daftar Isi, Editorial dan Lembar Abstrak Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 3 Tahun 2016

KESIAPAN BELAJAR MANDIRI GURU SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS PADA PROGRAM STUDI PGSD PADA FKIP UNIVERSITAS TERBUKA

Kusmawan, Udan ( FKIP Universitas Terbuka Pondok Cabe Tangerang Selatan Banten )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.8 KB)

Abstract

This article aims to analyse elementary school teacher readines to become a self- regulated students and their learning style in open university. The research was conducted in 2015 through descriptive qualitative research method. Respondents were determined through purposive sampling techniques determination, that is, the first semester students at the Study Program of Elementary School Teacher (PGSD). Data were obtained through a questionnaire survey on self-directed learning readiness and learning style which was administered to 279 respondents in Bandung Regional Office (UPBJJ) of Indonesia Open University. As a follow up to the questionnaire survey, Focus Group Discussion (FGD) was conducted to make in-depth analyses on the results of the research gained through the questionnaire survey. FGD focused on the extent of student self-directed learning readiness. The results show that the students in their first semester had a moderate selfdirected learning readiness category. Trough FGD results, it was apparent that the they generally expected direct learning guidances from a tutor in a face to face learning environment throughout their study at the university. The result notified that auditory was the tendency of the student teachers’ learning styles. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan melakukan analisis tentang kesiapan belajar mandiri dan gaya belajar guru yang menjadi mahasiswa di Universitas Terbuka. Penelitian dilakukan tahun 2015 dengan metode deskriptif kualitatif. Responden penelitian ditetapkan melalui teknik penetapan sampel secara purposif, yaitu guru yang menjadi mahasiswa pada semester pertama pada program studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Terbuka (PGSD, FKIP-UT). Data diperoleh melalui survei (kuesioner) yang diberikan kepada 279 mahasiswa guru yang teregistrasi di Unit Program Belajar Jarak Jauh - Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Bandung. Hasil survei kemudian ditindaklanjuti dengan diskusi kelompok terpimpin (Focus Group Discussion - FGD untuk mendalami hasil penelitian yang diperoleh melalui survei. FGD memfokuskan pendalaman pada fasilitasi layanan kesiapan belajar mahasiswa guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian mahasiswa guru berada pada kategori ‘sedang’. Sementara itu, dari aspek gaya belajar, mahasiswa guru memiliki kecenderungan belajar auditori. Hal ini ditegaskan melalui FGD bahwa mereka umumnya masih mengharapkan adanya fasilitasi layanan belajar berupa pembimbingan langsung oleh tutor secara tatap muka selama studi di UT. Temuan tersebut diperkuat adanya kecenderungan gaya belajar mahasiswa guru yang didominasi secara auditori. 

INDEKS, PEDOMAN PENULISAN DAN TEMPLATE HASIL PENELITIAN JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN VOL. 1 NO. 3 TAHUN 2016

Dikbud, Jurnal

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.398 KB)

Abstract

Indeks, Pedoman Penulisan dan Template Hasil Penelitian Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 3 Tahun 2016

ANALISIS SWOT PENYELENGGARAAN DIKLAT ONLINE TIK GURU

Susilawati, Eni ( Pustekkom Kemendikbud )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.144 KB)

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) has been highly demanded in education and Pustekkom (Center of ICT for Education of Indonesia Ministry of Education and Culture) has implemented online ICT training for teachers. In relation to it, the purpose of this research was to analyze the implementation of ICT online training and to get feedback for strategy in improving the quality of ICT online training implementation. The study was conducted with qualitative methods using SWOT matrix approach to formulate a strategy to improve the quality of education and online training. Sample was taken from the ICT online training participants in 15 locations held by Pustekkom in 2015. The collecting data using a list of open questions and observations were limited in accordance with the purpose of research.The result shows that the result of the analysis of ICT online training for teachers in 2015 can be used as input to improve the quality of implementation of the ICT online training for participants, organizer, and stakeholders. It also reveals that the success of the training are determined by external and internal factors(Strength, Weakness Opportunity and Threats). In conclusion, the SWOT analysis gives four alternative formulation strategies, namely, Opportunities-Strength (SO), Weaknesses-Opportunities (WO), Strength-Threats (ST), and Weaknesses-Threat (WT) covering improvement of the quality of application, training package (selection process, curriculum, implementation), infrastructure, human resource (participants, organizers), and commitment of the relevant stakeholders. ABSTRAKIntegrasi teknologi dan Informasi (TIK) dalam pembelajaran telah menjadi sebuah tuntutan dan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu stakeholder pemanfaatan TIK dalam pendidikan telah menyelenggarakan diklat online TIK bagi para guru. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) online TIK bagi guru dan mendapatkan masukan strategi dalam peningkatan kualitas penyelengggaraan diklat online TIK pada tahun berikutnya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan matrik SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan diklat online. Obyek penelitian diambil dari perwakilan peserta diklat online TIK di 15 lokasi yang diselenggarakan oleh Pustekkom pada tahun 2015. Pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan terbuka dan observasi terbatas sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis SWOT diklat online TIK guru tahun 2015 dapat dijadikan masukan dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan diklat online TIK bagi peserta diklat, penyelenggara, dan stakeholder terkait dan keberhasilan diklat online TIK bagi guru ditentukan oleh faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari hasil analisis SWOT diperoleh empat rumusan alternatif strategi yaitu Strategi Strength–Opportunities (SO), Weaknesses–Opportunities(WO), Strength–Threats(ST), dan Weaknesses–Threat (WT) yang mencakup peningkatan kualitas dari sisi aplikasi, kemasan diklat(proses seleksi, kurikulum, pelaksanaan), sarana prasarana, SDM(peserta, penyelenggara ), dan komitmen stakeholder yang terkait.

PENGARUH ETIKA, PERILAKU, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP INTEGRITAS GURU

Sarjana, Sri ( SMKN 1 Cikarang Barat ) , Khayati, Nur ( SMAN 1 Cikarang Utara )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.255 KB)

Abstract

Integrity is one of requirements for teachers as a professional educator. Teachers with integrity is a role model for students. Strengthening teachers’ integrity is part of government policy to improving teacher quality in the future. The purpose of this study was to determine the effect of teachers’ ethics on teachers’ personality, the effect of teachers’ behavior on teachers’ personality, and the effect of teachers personality on teachers’ integrity. This quantitative research developed explanatory survey method and the sample was 154 senior secondary school teachers in Bekasi district. Test of statistical data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) with 8.8 Lisrel program and using SPSS 22. The results of this study shows that ethic and behaviour of teachers have a positive influence on their personality and it affects their integrity. Ethics and behaviour of teachers have an important role in improving the integrity through the development of the personality of the teacher. Efforts of teachers in improving their integrity is an essential need and it can be implemented through improving their ethics, developing their behaviour, and promoting their better personality. ABSTRAKPendidik yang berintegritas menjadi persyaratan bagi guru sebagai tenaga pendidik yang profesional. Guru yang berintegritas menjadi teladan dan contoh yang baik bagi siswa. Perlunya penguatan integritas guru menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah untuk pengembangan kualitas guru di masa depan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh etika guru terhadap kepribadian guru, pengaruh perilaku guru terhadap kepribadian guru, dan pengaruh kepribadian guru terhadap integritas guru. Data didapatkan dari 154 guru SMA negeri di Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif yang mengembangkan metode explanatory survey. Uji analisis data statistik menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan program Lisrel 8.8 serta menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etika dan perilaku guru memiliki pengaruh positif terhadap kepribadian dan berdampak terhadap integritas guru. Etika dan perilaku guru memiliki peran penting dalam meningkatkan integritas melalui pengembangan kepribadian guru. Kontribusi guru dalam meningkatkan nilai integritas sangat diperlukan melalui upaya memperbaiki etika, mengembangkan perilaku, dan mengedepankan kepribadian yang lebih baik.

PENGARUH DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PAKET PROGRAM SIMULASI PHET TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA

Hariyanto, Agus ( UPTD SMAN 1 KERTOSONO )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.078 KB)

Abstract

Discovery learning is designed with the aim that students can find their own concepts on what they study and work effectively in a group. The purpose of this study was to determine the effect of discovery learning PhET aided simulation program on learning achievement compare to the discovery learning. The study used a quasi-experiment with 2x 2 factorial design. The technique of data collection began with the test of prior ability of students and at the end of the study they were given physics learning achievement tests. The technique of data analysis using ANOVA test two paths. The results show that the physics achievement of students studying by means of discovery learning with PhET simulation aid was better than those who studied with discovery learning. In conclusion, discovery learning with PhET simulation aid affects positively towards students’ learning achievement. ABSTRAK:Discovery learning dirancang dengan tujuan agar siswa dapat menemukan sendiri konsep yang dipelajari dan bekerja secara efektif dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh discovery learning berbantuan program simulasi PhET terhadap prestasi belajar dibandingkan dengan discovery learning. Penelitian menggunakan quasi experiments dengan desain faktorial 2 x 2. Teknik pengumpulan data kemampuan awal dengan melakukan tes kemampuan awal pada awal penelitian dan pada akhir penelitian diberikan tes prestasi belajar fisika. Teknik analsis data menggunakan uji anava dua jalur. Hasil uji Anava dua jalur menunjukkan bahwa prestasi belajar fisika kelompok siswa yang belajar melalui discovery learning berbantuan paket program simulasi PhET lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar melalui discovery learning. Dengan demikian, discovery learning berbantuan program simulasi PhET mempengaruhi secara positif prestasi belajar siswa.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI CAPAIAN LITERASI MATEMATIKA SISWA INDONESIA DALAM PISA 2012

Pakpahan, Rogers ( Universitas Negeri Medan )

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.651 KB)

Abstract

In order to obtain information on the quality of education and the system education that are underway in various countries, it is conducted international studies called Programme for International Student Assessment (PISA). This study aims to determine the factors that affect student background of literacy mathematics achievement by PISA 2012. The study population was 15 years old Indonesian student. Samples were 5622 students of 15 year old students spread across 31 provinces. The sampling and data collection is determined by PISA in 2012 with a random sampling conducted by multilevel, clustering, and stratified. PISA data collection instruments consist of test capabilities (learning achievement) and questionnaires. The results showed that the factors that affect literacy mathematics achievement of PISA 2012 are the background from internal factors such as the personal character (discipline) of the student and external factors such as the condition of the family, ownerships of the means of learning, and social and cultural conditions at home. The study concluded that character, socio-economic and cultural conditions, computer ownership, and text book are the main factors that affect Indonesian students’ mathematics literacy achievement of PISA 2012. ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor latar belakang yang memengaruhi capaian literasi Matematika siswa Indonesia yang menjadi peserta studi PISA 2012. Populasi penelitian adalah siswa Indonesia yang berusia 15 tahun. Sampel penelitian yakni siswa berusia 15 tahun sebanyak 5.622 orang yang tersebar di 31 provinsi. Penentuan sampel dan pengambilan data ditentukan oleh PISA tahun 2012, dengan teknik random sampling yang dilakukan dengan cara multilevel, clustering, dan stratified. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi prestasi siswa Indonesia pada studi PISA 2012 yaitu latar belakang peserta dari faktor internal yaitu jati diri siswa dan faktor eksternal yaitu kondisi keluarga, kepemilikan sarana belajar, dan kondisi sosial budaya di rumah. Penelitian menyimpulkan bahwa jati diri, kondisi sosial ekonomi dan budaya, kepemilikan komputer, dan buku-buku merupakan faktor utama yang memengaruhi capaian literasi matematika siswa Indonesia peserta PISA 2012.