Jurnal GAMAJOP
Gadjah Mada Journal of Psychology (Gamajop) is a peer-reviewed scientific journal in Psychology published by the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada (UGM). Gadjah Mada Journal of Psychology (Gamajop) aims to facilitate interaction, discussion, and further the advancement of ideas among Indonesian psychological scientists. We welcome articles from any psychology-related subjects that could fall under these sub-themes: Social Relation, Psychometrics, Mind, Brain and Performance, Clinical Psychology, Organizational Change and Development, Life Span and Development, Psychology of Education. It aims at creating an international forum for scholarly investigations, debates and discussions that would contribute towards advancing our basic knowledge of psychology. It strives at stimulating research, encouraging academic exchange and enhancing professional development in psychology.
Articles by issue : Vol 1, No 3 (2015)
5
Articles
Studi Fenomenologis Kebahagiaan Guru di Papua

Irianto, -, Subandi, -

Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam nilai-nilai kebahagiaan serta mengeksplorasi karakter positif yang diwujudkan dalam proses belajar-mengajar di pedalaman Papua. Kebahagiaan merupakan suatu konsep yangmenggambarkan kondisi individu ketika mengarahkan perasaannya pada hal yang positif dan memanfaatkan karakter positif yang dimiliki untuk memaknai peristiwa-peristiwa yang dijalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Partisipan sebanyak tiga orang, dan proses pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gurumengarahkan perasaannya ke hal-hal yang positif berdasarkan pengalaman selama mengabdi, yaitu; ketika siswa-siswa di pedalaman dapat mengikuti pelajaran yang diberikandan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dapat menunjukkan identitas guru secara langsung di pedalaman, adanya kesatuan kerja diantara para guru, dan mendapatkandukungan dari masyarakat setempat maupun keluarga mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam nilai-nilai kebahagiaan serta mengeksplorasi karakter positif yang diwujudkan dalam prosesbelajar-mengajar di pedalaman Papua. Kebahagiaan merupakan suatu konsep yangmenggambarkan kondisi individu ketika mengarahkan perasaannya pada hal yang positifdan memanfaatkan karakter positif yang dimiliki untuk memaknai peristiwa-peristiwa yangdijalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakandalam penelitian ini. Partisipan sebanyak tiga orang, dan proses pengumpulan data melaluimetode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gurumengarahkan perasaannya ke hal-hal yang positif berdasarkan pengalaman selamamengabdi, yaitu; ketika siswa-siswa di pedalaman dapat mengikuti pelajaran yang diberikandan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dapat menunjukkan identitas gurusecara langsung di pedalaman, adanya kesatuan kerja diantara para guru, dan mendapatkandukungan dari masyarakat setempat maupun keluarga mereka.

Peran Kepemimpinan Otentik terhadap Work Engagement Dosen dengan Efikasi Diri sebagai Mediator

Hayuningtyas, Dyah Ratri I., Helmi, Avin Fadilla

Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan otentik daripersepsi dosen kepada pimpinannya terhadap work engagement dengan efikasi diri dalammelaksanakan tridharma perguruan tinggi sebagai mediatornya. Metode pengambilan datayang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menyebarkan skala yangterdiri atas skala efikasi diri spesifik, kepemimpinan otentik serta skala work engagement.Partisipan adalah dosen Fakultas X Universitas Y dengan masa kerja minimal dua tahun(N=40). Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi. Hasil penelitian mendukungJDR-Model yang menjelaskan bahwa personal resources dalam hal ini efikasi diri berperansebagai prediktor terhadap work engagement. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwapersepsi kepemimpinan otentik tidak berkorelasi dengan work engagement sehingga efikasidiri tidak berfungsi sebagai mediator pada hubungan antara persepsi kepemimpinan otentikdengan work engagement. Walaupun demikian, efikasi diri mampu menjadi prediktor denganberkorelasi secara positif dan memiliki sumbangan efektif sebesar 11,6% terhadap workengagement. Hal ini berarti work engagement pada partisipan penelitian ini tidak dipengaruhioleh kepemimpinan otentik atasannya dan hanya dipengaruhi secara internal. Kebanggaansebagai pengajar menjadi sebuah dorongan internal sehingga work engagement tidakdipengaruhi oleh faktor luar.

Self-esteem dan Prestasi Akademik sebagai Prediktor Subjective Well-being Remaja Awal

Khairat, Masnida, Adiyanti, MG

Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran self-esteem dan prestasiakademik terhadap subjective well-being remaja awal. Subjek penelitian adalah remaja awalyaitu berusia 12 hingga 15 tahun berjumlah 326 orang dan berada di tingkat SekolahMenengah Pertama (SMP). Penelitian ini dilakukan di kota Padang, Sumatera Barat.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well-being remaja awal,skala self-esteem, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresiberganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-esteem dan prestasi akademiksecara bersama tidak dapat memprediksi subjective well-being remaja awal. Akan tetapi,hanya self-esteem yang dapat memprediksi subjective well-being remaja awal. Self-esteemmemiliki sumbangan efektif sebesar 53,4% terhadap subjective well-being remaja awal.

Subjective Well Being pada Hakim yang Bertugas di Daerah Terpencil

Darusmin, Dian Fithriwati, Himam, Fathul

Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajiannya pada hakim yang tengah menjalanipenugasan di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganpendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi kehidupan para hakim yang tengahmenjalani penugasan di daerah terpencil. Fokus peneliti adalah tentang dinamika psikologispara hakim untuk mencapai kesejahteraan subjektif dan faktor-faktor yang memenga-ruhinya. Subjek penelitian ini melibatkan tiga orang hakim yang memiliki masa kerja 5hingga 10 tahun, dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun. Temuan penelitian ini adalahtentang dinamika psikologis para hakim selama bertugas di daerah terpencil yaitumencakup sejumlah fase – fase kehidupan yaitu, proses awal sebagai hakim, masa adaptasisebagai hakim baru, fase berdamai dengan keadaan, masa penempatan di daerah terpencil,fase adaptasi di daerah terpencil, fase berdamai dengan kondisi penempatan di daerahterpencil dan hikmah menuju bahagia. Temuan lainnya adalah sejumlah faktor yang dapatmemengaruhi kesejahteraan subjektif para hakim di daerah terpencil yaitu peran keluarga,sikap terhadap pekerjaan, prinsip dan komitmen terhadap pekerjaan, kondisi dilematisantara independensi dan makhluk sosial, dan peran rekan kerja.

Iklim Sekolah dan Dukungan Sosial Guru Matematika sebagai Prediktor Keberhasilan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA

Bachria, Ratna Dewi, Alsa, Asmadi

Gadjah Mada Journal of Psychology Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Gadjah Mada Journal of Psychology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi prestasi belajar matematika siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan pada iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desainkorelasional untuk menguji iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika sebagai prediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XIjurusan IPA berjumlah 88 siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala iklim sekolah dan skala dukungan sosial guru matematika serta nilai murni UAS matematika kelas XI IPA. Hasil uji hipotesismenunjukkan bahwa iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika baik bersama maupun parsial tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA ataudengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi prestasi belajar matematikasiswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan pada iklim sekolah dan dukungan sosialguru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desainkorelasional untuk menguji iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika sebagaiprediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Analisis data yangdigunakan adalah analisis regresi berganda. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XIjurusan IPA berjumlah 88 siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri diYogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala iklim sekolah dan skala dukungansosial guru matematika serta nilai murni UAS matematika kelas XI IPA. Hasil uji hipotesismenunjukkan bahwa iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika baik bersamamaupun parsial tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA ataudengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.The purpose of this research is to predict senior high school students mathematicachievement based on school climate and mathematic teachers social support. The method ofthis research is qualitative approach by correlation design that test school climate andmathematics teacher social support as predictor of high school students mathematic achie-vement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eightyeight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in thisresearch are school climate scale, mathematics teacher social support scale, and mathematicspure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathe-matics teachers social support, collectively or partially, cannot predict senior high schoolstudents mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.