cover
Filter by Year
Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam
Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Syari’ah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta bekerjasama dengan Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syari’ah Indonesia ( HISSYI). Jurnal ini mengkhususkan diri pada kajian, penelitian, pengembangan pemikiran Hukum Islam dan isu-isu kontemporer. Al-Mawarid Journal of Islamic Law is a scientific periodical journal published by the Department of Shari’ah the Faculty of Islamic Studies Islamic University of Indonesia Yogyakarta Indonesia in cooperation with the Association of Shari’ah Scientists and Scholars of Indonesia ( HISSYI Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syari’ah Indonesia ). This journal specializes in the discourse, research, development of Islamic law thought and contemporary issues.
Articles by issue : Vol 13 (2005): Kepemimpinan Indonesia Pasca Pemilu 2004 Dalam Perspektif Fiqih Siyasah
3
Articles
WOMEN LEADERSHIP: AN OPPORTUNITY AND CHALLENGE IN RELIGIOUS AND CULTURAL PERSPECTIVE

Jamilatul Farida, Ulfa

Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 13 (2005): Kepemimpinan Indonesia Pasca Pemilu 2004 Dalam Perspektif Fiqih Siyasah
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kita sedang hidup di suatu abad di mana kesetaraan hak menjadi “talk” atau pembicaraan semua orang. Lebih jauh lagi, “talk” itu sudah meningkat menjadi gerakan sipil untuk menuntut kesamaan hak bagi semua kelompok, tidak peduli agama, ras, atau sejenisnya. Salah satu masalah yang terkait dengan hal di atas adalah isu tentang kepemimpinan perempuan diberbagai bidang kehidupan terutama bidang politik. Peran publik perempuan khususnya aksesnya dalam dunia politik di berbagai belahan dunia, dan Indonesia khususnya ternyata tetap menghadapi berbagai kendala. Dunia masih saja menganggap bahwa politik dan kepemimpinan adalah wilayah laki-laki, sehingga jika perempuan terjun ke politik atau parlemen tetap dipandang sebelah mata juga hanya penggembira saja. Mayoritas pendapat mengatakan bahwa hal tersebut memang terjadi sebagai akibat faktor ideologi yang ada. Pengaruh bangunan ideologi yang sarat nilai agama dan budaya tentu tampak jelas dalam konstelasi politik di Indonesia.

HUBUNGAN AGAMA-NEGARA PASCA REFORMASI

Karim, M. Abdul

Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 13 (2005): Kepemimpinan Indonesia Pasca Pemilu 2004 Dalam Perspektif Fiqih Siyasah
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studying relations between the Religion (Islam) and the state in Indonesia always presented special characteristics. The Islam Religion has become deeply rooted in the Indonesian Moslem’s inner self. The matter is how the state puts Islam in the dynamics of her government form. Until now, we have found Islam can afford to be soul and spirit for implementing changes toward the better ones. Islam spirit has been proved in the historical path of Indonesian nation that it was able to liberate herself from colonial domination, backwardness, and underdevelopment. Thus, in the relations between Islam as a religion institution and the state (government) as a constitutional policy holder don’t to suspect each other, but they must be able to result in a new cosmos that is mutually profitable.They are no longer to exploit mutually, but to create harmonization for the sustained nation. Kata kunci: agama, negara, dan reformasi.

KEPEMIMPINAN DAN KORUPSI (SIMBIOSIS MUTUALISME)

Hidayanto, M. Fajar

Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 13 (2005): Kepemimpinan Indonesia Pasca Pemilu 2004 Dalam Perspektif Fiqih Siyasah
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The leadership and corruption in this era denote twoi sides of a coin and closed related to each other. The corruption happe s in Indonesia because of untrusted leadership. The standard that can be an indicator of successful leadership is not enough only to free and does not punish corruptors. The long term and ideal leadership is clean and free from corruption. Kata kunci: pemimpin, korupsi, curang, dan negara