cover
Filter by Year
Pro Bisnis
Probisnis adalah jurnal ilmiah terbitan berkala yang memuat artikel bisnis dan manajamen.
Articles by issue : Vol 10, No 2: Agustus (2017)
6
Articles
ANALISIS REGRESI DUMMY UNTUK MENGETAHUI PENGARUH SEKTOR BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM LQ45

rakhmawati, desty ( STMIK AMIKOM PURWOKERTO )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.937 KB)

Abstract

Sektor adalah adalah  lingkungan suatu usaha seperti pertanian dan perindustrian. Sedangkan Sektor Bursa Efek Indonesia (BEI) menurut diklasifikasikan ke dalam sembilan sektor BEI. Ke sembilan sektor BEI tersebut yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, sektor industri barang konsumsi, sektor properti Real Estate dan Konstruksi bangunan, sektor infrastruktur utilitas, dan transportasi, sektor keuangan, sektor perdagangan jasa dan investasi. Semua perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya di BEI diklasifikasikan ke dalam sembilan sektor BEI. Saham adalah surat berharga yang dapat mewakili keamanan sebagai kepemilikan di perusahaan. Transaksi saham atau tempat untuk membeli dan menjual saham disebut dengan stock market atau pasar saham atau bursa efek. Stock market di Indonesia disebut BEI atau Indonesia Stock Exchange (IDX). Biasanya sebuah bursa efek akan menyediakan sebuah angka indikator untuk melihat kinerja bursa tersebut secara umum. Angka indikator ini berupa indeks saham. Indeks harga saham adalah harga rata-rata dari harga-harga saham yang terdaftar disebuah bursa. Dengan kata lain Indikator atau cerminan pergerakan harga saham tersebut disebut dengan indeks harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi di pasar modal, khususnya saham, hal ini dikarenakan harga saham setiap saat mengalami pergerakan naik atau turun. Salah satu indeks harga saham yang tercatat di BEI adalah Indeks LQ45. Indeks harga saham dapat dipengaruhi oleh sektor yang ada di BEI. Dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sektor apa saja yang dapat mempengaruhi indeks LQ45, dengan menggunakan model estimasi regresi dummy, dan dalam analisis data menggunakan software R.2.11.1. Dan hasil dari estimasi diperoleh bahwa dari sembilan sektor yang berpengaruh terhadap indeks LQ45 adalah sektor keuangan. Dimana Dimana sebesar 115,11  menggambarkan efek rata-rata dari sektor non keuangan dan sebesar 10,60  menggambarkan efek rata-rata dari sektor keuangan.Kata Kunci: Regresi Dummy, Sektor BEI, Indeks LQ45, Software R 2.11.1 

Pengukuran Kinerja Sistem Informasi Tata Kelola Keuangan Kantor Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Menggunakan Framework COBIT 5.0 Pada Domain MEA (Monitor, Evaluate, And Assess)

Mustofa, Alizar ( STMIK Amikom Purwokerto ) , Handani, Sitaresmi Wahyu ( STMIK Amikom Purwokerto )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.662 KB)

Abstract

Tiap kecamatan di Kabupaten Banyumas memiliki sistem informasi tata kelola keuangan yang disebut dengan istilah Satria Keuangan. Salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang menggunakan system informasi ini adalah kecamatan Kemranjen. Berdasarkan wawancara dengan pihak terkait, sistem ini telah digunakan selama lebih kurang tiga tahun di Kecamatan Kemranjen. Dalam kurun waktu tiga tahun tersebut belum pernah dilakukan pengukuran kinerja terhadap sistem yang digunakan. Pengukuran kinerja sistem informasi perlu dilakukan sebagai salah satu proses evaluasi dan perbaikan terhadap sistem yang digunakan. Pengukuran kinerja sistem informasi dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 5.0 pada domain MEA (Monitor, Evaluate, and Assess). Hasil pengukuran kinerja terhadap sistem yang digunakan berupa rekomendasi bagi instansi agar di masa depan system yang digunakan dapat diimplementasikan dengan lebih baik lagi.Kata Kunci: pengukuran kinerja, system informasi, COBIT 5, MEA

PENERAPAN GREEN MARKETING MELALUI DESAIN PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP BRAND IMAGE DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

Setyawati, Harini Abrilia ( Manajemen, STIE Putra Bangsa ) , Kartinah, Sri ( Manajemen, STIE Putra Bangsa )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan green marketing melalui desain produk dan promosi terhadap brand image dan keputusan pembelian air mineral Ades. Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa STIE Putra Bangsa dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji t, variabel desain produk berpengaruh terhadap brand image. Variabel promosi berpengaruh terhadap brand image. Variabel desain produk berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian. Variabel promosi berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian. Variabel brand image berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian.Kata kunci: green marketing, desain, brand image.

AUDIT SISTEM INFORMASI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1

Rivaldi Zulkarnaen, Damar ( Sistem Informasi, STMIK Amikom Purwokerto ) , Wahyudi, Rizki ( Sistem Informasi, STMIK Amikom Purwokerto ) , Wijanarko, Andik ( Sistem Informasi, STMIK Amikom Purwokerto )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.385 KB)

Abstract

Penerapan sistem informasi di RSUD Banyumas bertujuan untuk mempermudah proses administrasi. Agar kinerja sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, dan tujuan bisnis rumah sakit maka dibutuhkan pengukuran atau audit guna mengetahui kematangan kinerja sistem informasi tersebut agar dapat memberikan peranan teknologi informasi yang baik. Audit sistem informasi menggunakan Framework COBIT 4.1 sangat berguna baik bagi pengguna dan auditor maupun bagi manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan Sistem Informasi di RSUD Banyumas. Tujuan lain dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan sistem informasi di masa yang akan datang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan skor tingkat kematangan sistem informasi di RSUD Banyumas yang diperoleh yaitu 3 atau berada pada level Defined Process dari total 22 sudomain yang ditemukan hanya 6 menunjukkan skor tingkat kematangan level 2 (Repeatable but Intuitive) yang diberikan rekomendasi.

ANALISIS DAYA PENYEBARAN DAN DERAJAT KEPEKAAN SEKTOR EKONOMI DI JAWA TENGAH

Septiadi, Abednego Dwi ( STMIK AMIKOM Purwokerto ) , Pinilih, Muliasari ( Amikom Purwokerto ) , Shaferi, Intan ( Universitas Jendral Soedirman )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.16 KB)

Abstract

Peningkatkan perekonomian wilayah Jawa Tengah dapat dilakukan dengan menganalisis potensi yang dimiliki oleh sektor-sektor ekonominya. Sektor ekonomi ini saling terkait satu sama lain sehingga peningkatan maupun penurunan suatu sektor akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi lainnya. Pemberian investasi yang tepat pada sektor yang memiliki daya sebar dan daya dorong yang tinggi akan memaksimalkan dalam mendorong perekonomian di Jawa Tengah. Maka dari itu, tujuan penelitian ini akan mengidentifikasi sektor mana yang menjadi sektor unggulan, sektor potensial maupun sektor tertinggal di Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel Input-Output Jawa Tengah tahun 2013 dan berfokus pada klasifikasi 12 sektor dengan melihat daya penyebaran dan derajat kepekaan sektor tersebut. Hasil analisis menunjukkan sektor industri pengolahan (kode 32-66) sebagai sektor unggulan di Jawa Tengah. Hasil analisis pun mendapatkan sektor potensial yang bisa dikembangkan adalah sektor padi, tanaman bahan makanan lainnya dan tanaman pertanian lainnya (kode 1-21); sektor pertambangan dan penggalian (kode 29-31); sektor perdagangan, restoran dan hotel (kode 71-73); sektor peternakan dan hasil-hasilnya (kode 22-23); sektor listrik, gas dan air minum (kode 67-68); sektor bangunan (kode 69-70); sektor pengangkutan dan komunikasi (kode 74-79); serta sektor pemerintahan umum dan pertahanan, jasa-jasa dan kegiatan yang tidak jelas batasannya (kode 83-88). Penelitian ini juga mendapatkan bahwa di Jawa Tengah ada yang masuk dalam kateori sektor tertinggal adalah sektor kehutanan (kode 24-25); sektor perikanan (kode 26-28) dan sektor lembaga keuangan, real estate dan jasa perusahaan (kode 80-82).

PERANCANGAN BUSINESS CONTINUTY PLAN (BCP) LAYANAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM PURWOKERTO (STUDI KASUS : STMIK AMIKOM PURWOKERTO)

Rifai, Zanuar ( Sistem Informasi, STMIK AMIKOM Purwokerto ) , Faqih, Husni ( Komputerisasi Akuntasi, AMIK BSI Tegal )

Pro Bisnis Vol 10, No 2: Agustus (2017)
Publisher : STMIK AMIKOM Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.174 KB)

Abstract

Keberhasilan suatu organisasi, institusi atau perusahaan ditentukan oleh kebijakan dan strategi yang tepat dari pemimpin perusahaan tersebut, strategi tersebut dijalankan oleh organisasi. BCP adalah proses otomatis atau pun manual yang dirancang untuk mengurangi ancaman terhadap fungsi-fungsi penting organisasi, sehingga menjamin kontinuitas layanan bagi operasi yang penting. Perencanaan keberlangsungan bisnis dibuat untuk mencegah tertundanya aktivitas bisnis normal. BCP didisain untuk melindungi proses bisnis vital dari kerusakan atau bencana yang terjadi secara alamiah atau perbuatan manusia, dan kerugian yang ditimbulkan dari tidak tersedianya proses bisnis normal (rutin, seperti biasa). Business Continuity Plan merupakan strategi untuk meminimalisir efek dari ganguan dan mengupayakan berjalannya kembali proses bisnis suatu organisasi atau perusahaan. Hasil akhir yang dihasilkan adalah berupa dokumen Business Continuity Plan  (BCP) yang berisi panduan dalam melakukan tahapan-tahapan dalam pemulihan ketika terjadi resiko, dokumen ini diharapkan akan membantu dalam menghadapi berbagai masasalah dan resiko untuk STMIK AMIKOM Purwokerto.Kata Kunci: Business Continuity Plan  (BCP), Sistem Informasi, Organisasi