cover
Filter by Year
AL-FIKRA
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles by issue : Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
8
Articles
WANITA KARIR MENURUT HUKUM ISLAM

Nurliana, Nurliana

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.964 KB)

Abstract

Tulisan ini diberi judul Wanita Karir Menurut Hukum Islam Adapun tulisan ini bisa terwujud karena terinspirasi dari kondisi kehidupan saat ini, dimana para wanita lebih banyak yang memiliki karir di luar rumah, dengan alasan yang beragam, ada disebabkan karena tuntutan profesi yang dilatar belakangi oleh pendidikan yang yang bersangkutan, namun ada pula karena tuntutan kehidupan  untuk mencari rezeki sebagai penopang kelancaran kehidupan dalam rumah tangga. Wanita karir yang dimaksudkan disini ialah para wanita yang memiliki karir di luar rumah, secara umum wanita  dituntut untuk menjaga dan melaksanakan aktivitas sebagai Ibu rumah tangga, menjaga anak-anaknya dan menjaga harta suami serta melayani kebutuhan suami dan anak-anak seperti makan, minum dan mencuci pakaian. Di dalam Islam para wanita tidak diperintahkan untuk mencari nafkah karena yang bertanggung jawab terhadap nafkah adalah suami. Wanita muslimah boleh bekerja membantu suaminya, asal tidak memamerkan aurat atau menimbulkan kesombongan. la boleh keluar rumah, asalkan memang untuk suatu urusan yang dibenarkan syariat, tidak mengorbankan kehormatan dan kesucian dirinya. Wanita muslimah boleh dan harus menghayati hakekat suatu pekerjaan dan peran utamanya adalah ratu keluarga, petaka rumah tangga yang akan melahirkan manusia-manusia teladan, sebab dialah tiang negara, maju mundurnya negara tergantung pada wanitanya. Selanjutnya Islam melihat tentang hukum wanita karir diantaranya  mubah (boleh-boleh saja) selama ia masih menjaga kodratnya sebagai wanita, sebagai ibu dan sebagai istri dan apa yang diperolehnya merupakan suatu ibadah sedekah terhadap rumah tangganya. Namun hukum tersebut bisa berubah menjadi haram, bila para wanita melalaikan tugasnya dalam rumah tangga dan bekerja tanpa izin suaminya.

TINJAUAN FIQH TERHADAP HOMOSEKSUAL

Syarifuddin, Syarifuddin

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.326 KB)

Abstract

Sanction of Lauw to deed of homosexual according to syariat Islam is the same as sexual. Islam always connects  it with instinct of seks, because Islam looks into instinct of seks is one of the natural strength which there is in human being. This instinct of Seks  needs channeling having the character of biologis which in form of marriage, because marriage is life demand which is esensial.In this case, Islam doesnot give indication that instinct of seks is virulent something which causes riot to human being. However, Islam arranges instinct of seks to run its function as according to mankind. Therefore, Islam is very opposing of a kind of homosexual, which can damage of human being fitrah as God khalifah under the sun

KONTROVERSI HADIS MISOGINIS

Darussamin, Zikri

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.114 KB)

Abstract

Tulisan ini memaparkan issu-issu ketidaksetaraan gender antara laki laki dan perempuan yang termuat dalam hadis kepemimpinan perempuan dan hak thalaq bagi perempuan. Hadis-hadis tersebut oleh pemikir gender dianggap sebagai hadis misoginis dan dha’îf.  Kesimpulan ini tentu saja mengejutkan dan menjadi kontroversial karena bertolak belakang dengan pandangan muhaddisûn. Dalam perspektif muhaddisûn, hadis-hadis tersebut adalah hadis maqbul dan bukan diskriminatif terhadap perempuan.

TINDAK PIDANA SIHIR MENURUT PERPSPEKTIF HUKUM ISLAM

Saleh, Mawardi Muhammad

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.588 KB)

Abstract

Bahaya penggunaan  sihir telah menyebar dan menyentuh berbagai segi kehidupan di dalam masyarakat. Perbuatan tersebut mengancam eksistensi nyawa, harta dan kehormatan seseorang.   Meskipun demikian, perbuatan sihir  tidak termasuk dalam kategori pidana atau kriminal.  Tindak pidana yang berlaku sekarang lebih mengarah pada pidana yang kasat mata atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat sebagai tindak kejahatan. Tindak pidana dengan menggunakan metode sihir belum mendapatkan perhatian khusus dalam kajian pidana, terutama di dalam hukum positif. Setidaknya, terdapat   tiga bentuk  sanksi hukum tindak pidana sihir tersebut, yaitu qishâs, diyât dan ta’zîr, yang masing-masing punya hukum yang tersendiri. Sedangkan dari aspek mekanisme pembuktiannya bisa melalui pengakuan (ikrâr),  saksi dan qarînah (indikator) tertentu

HADIS-HADIS “DISKRIMINASI PEREMPUAN” DALAM KITAB SHAHỈH BUKHẢRI (Studi Terhadap Kualitas Sanad dan Fiqh al-Hadis)

Erman, Erman

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.296 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai hadis-hadis ’diskriminasi perempuan’ dalam kitab Shahih Bukhari yang menurut sebahagian kalangan dianggap membeci dan memberikan ketidakadilan terhadap perempuan, serta bertentangan dengan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam al Qur’an.  Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa ternyata hadis tersebut tidak bertentangan dengan  nash al Qur’an bahkan   menjadi bayan   terhadap al Qur’an. Pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut tidak akan diskriminatif   bila dipahami secara utuh dan komperhensif

IDDAH DAN MASALAHNYA PERSPEKTIF PARA MUFASSIR

B, Ahmad Darbi

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.457 KB)

Abstract

Masa iddah adalah masa tunggu bagi seorang perempuan yang dicerai oleh suaminya. Ia tidak boleh melakukan pernikahan dengan laki-laki lain. Bagi laki-laki yng menceraikan masa tunggu tersebut merupakan batas maksimal untuk rujuk kembali apabila talaknya raja’i. Para ulama berbeda pendapat dalam penentuan masa iddah tersebut. Demikian pula, mereka tidak sepakat, tentang kewajiban memberi nafkah untuk perempuan yang telah di talak tiga

KAJIAN TEMATIK HADIS-HADIS TENTANG

Khairuddin, Khairuddin

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.709 KB)

Abstract

Dalam masyarakat muslim, perkawinan merupakan persoalan yang sakral. Meskipun merupakan bahagian dari fiqh mu’amalah, perkawinan menyebabkan banyak konsekwensi hukum, seperti terhadap kewarisan dan perwalian. Kedudukan wali dalam perkawinan merupakan hal yang sangat diperhitungkan, bahkan dalam pemahaman yang berkembang, perkawinan tidak sah jika tidak ada wali. Lebih jauh lagi, jika perkawinan tidak sah, maka hubungan yang mereka lakukan menjadi haram (zina) dan jika dari hubungan tersebut melahirkan keturunan, hanya memiliki hubungan kewarisan dari jalur ibunya saja. Menurut jumhur fuqaha’ perkawinan tidak sah jika tidak ada wali. Menurut Hanafiyah seorang perempuan boleh menikahkan dirinya dan perempuan lain tanpa wali. Hanafiyah menolak riwayat tentang adanya wali karena; [a] Terdapat perbedaan antara riwayat dari Aisyah dengan praktek yang dilakukannya; [b] Terdapat perbedaan antara beberapa riwayat; [c] Terdapat cacat pada sanad riwayat yang disampaikan dari Aisyah

EKONOMI MELAYU DALAM TATANAN EKONOMI ISLAM

Syahfawi, Syahfawi

AL-FIKRA Vol 9, No 1 (2010): AL-FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.061 KB)

Abstract

This article discuss Malay economics in Islam economics order, between of jejula (Arisan) skim , garden pawn skim, pedua skim, promise sales skim, jetty money sales skim (having deposit), installment sales skim and all. This study concludes all these study behavior of Malay chartered investment counsel becoming the culture based on to Islam chartered investment counsel. This caused that exercise of culture done by Malay public is not quit of conceited al-Quran and Hadis