cover
Filter by Year
AL-FIKRA
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles by issue : Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
5
Articles
PANDANGAN RAJA ALI HAJI tentang FIQH PEREMPUAN (ANALISIS SYAIR SITI SHIANAH)

Evawarni, evawarni

AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.022 KB)

Abstract

Syair Siti Shianah salah satu naskah kuno daerah Riau yang bercorak keagamaan, merupakan gubahan Raja Ali Haji (1808 - 1873), seorang tokoh ulama dan sastrawan abad ke 19. Syair ini ditujukan khusus bagi fiqih perempuan dan ilmu tasawuf. Raja Ali Haji melihat sebagian perempuan pada zamannya jauh dari ajaran agama, terpengaruh oleh kehidupan Barat yang dibawa kaum penjajah. Melalui syair ini terlihat bahwa Raja Ali Haji mempunyai pendidikan Islam yang kuat dan latar belakang adat istiadat Melayu. Ia menyampaikan pandangannya tentang perempuan ideal, yaitu perempuan yang memiliki pengetahuan dan mengamalkan ajaran Islam yang berguna bagi diri, keluarga dan masyarakat, ia memandang perempuan harus cerdas, memahami dan melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai istri karena akan mengangkat martabat perempuan pada kedudukan yang tinggi. Ia tidak membatasi ruang gerak kaum perempuan untuk berkiprah di bidang pekerjaan tertentu, seorang perempuan muslimat shalihat akan menekuni pekerjaan dengan mempertimbangkan hal-hal yang telah digariskan ajaran agamanya tanpa mengabaikan kodratnya sebagai perempuan.    

STUDI ISLAM PADA PROGRAM PASCASARJANA UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU

Hitami, Munzir

AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.8 KB)

Abstract

Dalam suasana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, studi agama khususnya studi Islam juga mengalami perkembangan sekaligus tantangan. Tantangan terutama muncul dari berbagai cabang ilmu pengetahuan baru yang digunakan sebagai alat dan pendekatan terhadap studi agama. Pada satu sisi, studi agama (Islam) bertujuan memperkuat dan mempertahankan kepercayaan terhadap agama itu, namun pada sisi lain studi agama sebagai studi akademis mengehendaki segala objeknya didudukkan pada tempat yang sama, yang dapat dianalisis, dinilai, dan dikritik. Hal ini berarti mungkin akan merusak kepercayaan terhadap agama itu sendiri. Dalam pergulatan studi agama yang menjadi lapangan utama kajian pada Program Pascasarjana IAIN atau UIN, setidaknya ada beberapa pendekatan yang digunakan, yakni pendekatan dogmatik, ekelektik, ilmiah, dan post-modernism. Program Pascasarjana akan dibawa kemana. Terlepas dari pergulatan itu Program Pascasarjana UIN Suska ingin mengembangkan studi area Islam Asia Tenggara sebagai bidang utama yang dikembangkan dan menjadi center of exellence.

agama dan Negara Reaktualisasi Pemikiran Politik Islam Munawir Sjadzali

AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.019 KB)

Abstract

Munawir Sjadzali salah seorang yang pernah menjabat Menteri Agama Republik Indonesia selama dua periode berturut-turut (1983-1993). Beliau bukan hanya sebagai negarawan, tetapi juga seorang pemikir yang handal dalam bidang politik dan keagamaan. Pemikirannya tercermin dalam karya-karya intelektual dan kebijakan-kebijakan yang diambilnya sebagai Menteri Agama dan secara umum terekspresikan dalam agenda reaktualisasi ajaran Islam yang telah menumbuhkan makna baru politik Islam di Indonesia. Beliau lebih menekankan pentingnya substansi daripada yang formal dan legal, baik secara keagamaan maupun sosial.

REKONTRUKSI HUKUM ISLAM ABU AL-A’LA AL-MAUDUDI Upaya Konstruktif Penegakan Hukum Islam di Pakistan

Dahlan, Dahlan

AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.292 KB)

Abstract

Gerakan pembentukan negara Islam merupakan bagian dari gerakan kebangkitan kembali dan rehabilitasi Islam. Negara-negara yang mayoritas umat Islam berupaya memberi kerangka bagi suatu Konstitusi Islam dan pengenalan hukum Islam. Al-Maududi menggagas empat bentuk upaya konstruktif penegakan hukum Islam di Pakistan. Pertama, upaya pendirian akademi hukum yang mengkaji perbendaharaan hukum Islam. Kedua, menganjurkan kodifikasi hukum Islam berdasarkan al-Quran, al-Sunnah, qiyas dan ijma. Ketiga, mereformasi pendidikan hukum., yaitu melakukan langkah konstruktif dalam aplikasi pendidikan hukum. Keempat, mereformasi sistem peradilan tentang profesi pengacara dan  menyelaraskan sistem pengadilan negara dengan standar-standar Islam.

ADAPTASI SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT LOKAL DI LINGKUNGAN PEDESAAN BENGKALIS-RIAU

yasin, arbi

AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.781 KB)

Abstract

Kajian proses adabtasi ini akan terkait erat dengan fenomena perubahan ekologi di kawasan lokal pedesaan Bengkalis-Riau, yakni secara obyektif tidak bisa terlepas dari keterkaitannya dengan pengaruh lingkungan serta agama yang merupakan keyakinannya. Dalam proses adabtasi, manusia dituntut untuk senantiasa menyelaraskan perilakunya sebagai konsekuensi perubahan evolusioner lingkungan mereka yang bertujuan untuk survival, meminimumkan entropi serta sekaligus menjaga keseimbangan dinamis (steady state). Masyarakat lokal Bengkalis memiliki kebudayaan yang khas, membedakan mereka dengan kebudayaan masyarakat pendatang, di antaranya adanya pengaruh hinduisme dan animisme yang cukup lama dan panjang di dalam pranata sosial religi serta daur ritual mereka seperti; bersemah ladang, perencisan lancang, mati tanah, tepuk tepung tawar, buang betemas, tetelor dan lainsebagainya. Dengan demikian, beragamnya masyarakat lokal di pedesaan Bengkalis-Riau dipengaruhi oleh lingkungan fisik eksternal yang menyerap nilai-nilai budaya yang bersumber dari berbagai kepercayaan dan agama yang dianut masyarakat lokal melayu bengkalis sebelumnya.