cover
Filter by Year
AL-FIKRA
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles by issue : Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
5
Articles
GERAKAN POST-TRADISIONALISME ISLAM DI INDONESIA

riyadi, ahmad ali

AL-FIKRA Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.769 KB)

Abstract

Umumnya, dalam wacana perbincangan pemikiran Islam kontemporer, Islam di Indonesia hampir terlupakan, walaupun negeri ini paling banyak penduduk Islamnya. Di akhir abad ke 20 dan di awal abad ke 21, bersamaan dengan bertambahnya jumlah varian Islam, pemikiran Islam kontemporer di Indonesia mengalami pergeseran dan perubahan yang sangat drastis. Munculnya pergeseran corak pemikiran Islam kontemporer di Indonesia ini merupakan hasil logis dari hubungan yang dialektis dari pergumulan pemikir Islam itu sendiri; antara persoalan Islam dengan modernisasi, kebangsaan maupun budaya setempat.

HUKUM ISLAM DI ANDALUSIA ; Studi Sejarah Hukum Islam Pada Masa Pemerintahan Bani Nasr (1232-1492 M)

batubara, hamdan

AL-FIKRA Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.42 KB)

Abstract

Eksistensi hukum Islam di Andalusia dapat dilihat pada tiga poin penting. Pertama, struktur pemerintahan Bani Nasr. Kedua, peranan politik fuqaha dalam mempertahankan supremasi hukum Islam. Ketiga, sistem hukum yang berlaku di Andalusia. Qadi al-Jama’ah merupakan bukti konkrit eksisnya pemberlakuan hukum Islam di Andalusia. Kewenangan Qadi        al-Jama’ah meliputi administrasi peradilan, mufti (konsultan hukum), musawir (konsultan), wuttaq (para perumus dan notaris), administrasi keagamaan dan waqaf, dan infeksi atas perdagangan yang menentukan harga, kualitas dan berat barang dagangan di pasar.

MUHAMMADANISCHE STUDIEN (Eksistensi dan Implikasinya Dalam Studi Hadis)

Darussalamin, zikri

AL-FIKRA Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.041 KB)

Abstract

Muhammadanische Studien adalah sebuah karya dari Ignaz Goldziher yang berisi kajian kritis paling fundamental  tentang hadis. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Jerman dan terdiri dari dua jiilid. Jilid pertama diterbitkan oleh  Max Niemeyer di Halle Amerika Serikat tahun 1889M, sementara jiilid kedua diterbitkan pada tahun 1890M oleh penerbit yang sama. Jilid pertama terdiri dari 292 halaman dan jilid keduanya terdiiri 430 halaman.

HUBUNGAN ULAMA DAN UMARA MENURUT AYATULLAH SYARI`ATMADARI

m, alfizar

AL-FIKRA Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.499 KB)

Abstract

Kelompok Syi`ah meyakini bahwa hanya Imam sajalah yang mempunyai hak untuk memimpin umat, namun dengan menghilangnya Imam yang ke dua belas secara ajaib, realisasi keyakinan itu berubah. Hal ini terbukti pemerintahan sekarang dijalankan oleh orang yang bukan imam sesungguhnya. Penganut aliran Syi`ah menyetujui pemerintahan yang bukan dipegang imam dalam batas-batas tertentu. Penguasa semacam itu dipandang sebagai pelaksana tugas imam dengan mengambil perbandingan kepada pelaksanan hukum-hukum yang berkaitan dengan peribadatan Islam

TASAWUF GENDER

AL-FIKRA Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.397 KB)

Abstract

Tiga yang menjadi kegemaran Nabi Muhammad saw yaitu kaum perempuan, harum-haruman (aroma wangi) dan shalat. Hasrat dan dambaan laki-laki terhadap perempuan merupakan cerminan kerinduan dan kecintaan Tuhan kepada insan. Ketertarikan Nabi kepada perempuan simbol kecintaan kepada Tuhan. Essensi cintanya hanyalah  untuk Tuhan (al-Haqq). Manakala laki-laki mencintai wanita, ia mencari penyatuan. Penyatuan itu terkonfigurasi dalam bentuk perkawinan yang diimplementasikan   dalam bentuk buhungan seksual. Pada saat itu terjadi penyatuan rasa, karsa dan karya, sebagaimana ittishalnya manusia dengan Tuhan. Penyatuan manusia dalam jima’ (koitus) dengan demikian menjadi cermin penyatuan manusia dan Tuhan.  Justru itu, sebelum berjima’ disuruh berlindung kepada Tuhan dari godaan syaithan agar terhindar dari gangguan yang memecah konsentrasi, sehingga terpusat kepada satu arah dan satu fokus yaitu Tuhan. Setelah jima’ diwajibkan mandi junub sebagai sarana mengembalikan penyatuan manusia dengan Tuhan. karena saat menyatu dengan istri, lelaki telah mengalihkan penyatuan universalnya dengan Tuhan. Manusia sempurna (insan Kamil) dalam pandangan sufisme adalah insan yang dapat mewujudkan penyatuan raga, ruh dan Tuhan dalam hubungan seksual yang harminos yang menghasilkan kenikmatan fisik dan kepuasan pisikis.