cover
Filter by Year
AL-FIKRA
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles by issue : Vol 16, No 1 (2017): al fikra
8
Articles
PENERAPAN MENTAL KOGNITIF ISLAM DAN PSIKOSOSIAL ISLAM DALAM MENCEGAH PERILAKU LGBT PADA REMAJA MUSLIM PEKANBARU

Anwar, Khairil, Wahyuni, Sri

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.878 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk Membantu remaja dalam menemukan jati dirinya sebagai remaja muslim dalam bentuk peningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya LGBT sehingga remaja dapat mencegah dirinya dari pengaruh LGBT melalui sikap yang tepat terhadap LGBT dan pada akhirnya Meningkatkan asertivitas dalam menolak ajakan LGBT. Kelompok sasaran antara yang strategis dalam kegian ini adalah siswa SMU di Pekanbaru. Pemilihan kelompok ini karena siswa SMU sering menjadi sasaran bagi pelaku LGBT dalam mencari pasangan yang masih muda. Selain itu, siswa SMU yang sudah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menyebarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada teman sesama remaja lainnya. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan tingkat pengetahuan LGBT antara pretest dan posttest (Z-test=-3,276 dengan p<0.05). Pengetahuan LGBT meningkat setelah mengikuti pelatihan . Artinya, pelatihan mental kognitif dan psikososial Islam efektif untuk mengingkatkan pengetahuan partisipan tentang LGBT.

STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MELALUI PENDEKATAN SUFISTIK UNTUK MADRASAH TSANAWIYAH PROPINSI RIAU

Thamrin, M.Si, Husni, Yatimin, Yatimin

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.898 KB)

Abstract

Penelitian tentang Strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk Madrasah Tsanawiyah di Provinsi Riau, merupakan suatu tindakan melatih pikiran siswa sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup dan tindakan dipengaruhi oleh nilai spritual. Mengantar manusia pada prilaku dan perbuatan yang berpedoman pada syari’at Allah.Pembelajaran Akidah Akhlak bukan sekedar “transfer of knowledge” ataupun “transfer of training”. Tetapi lebih merupakan suatu sistem yang di tata di atas pondasi keimanan dan kesalehan. Siklus perkembangan perubahan pembelajaran Akidah Akhlak telah mengikut alur perubahan. Kalau tidak mengikuti alur perubahan, maka pembelajaran Akidah Akhlak akan ketinggalan dari perubahan zaman. Untuk itu pada era tersebut konsep, materi dan kurikulum dihadapkan pada tantangan kehidupan manusia modern, yang serba simpel dan praktis sesuai perkembangan teknologi.Penelitian tentang strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk Madrasah Tsanawiyah merupakan penelitian perpaduan antara penelitian kepustakaan (Library Research), dan penelitian lapangan (Field Research), metode analisis yang digunakan ialah metode content analisis yaitu berangkat dari aksioma bahwa studi tentang proses dan isi komunitas ini merupakan dasar bagi ilmu sosial. Subjek penelitian terdiri Guru Akidah Akhlak dan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang dijadikan sampel di Provinsi Riau. Informan penelitian terdiri dari Kepala madrasah, anggota MGMP Akidah Akhlak dan komponen yang terkait. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan tehnik trianggulasi metode dan sumber. Tehnik analisis data menggunakan metode content analisis yang terdiri dari; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian menujukkan: Pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah di Provinsi Riau telah menanamkan tiga aspek civic knowledge, civic disposition, civic skill sesuai dengan realitas. Pada akhir pembelajaran tumbuh kesadaran to regcognation and  the other dalam kehidupan peserta didik yang beragam sehingga diharapkan menjadi smart and good citizenship dalam konteks sebenarnya.

Relationships Between Academic Environment, Peer Relationship, Time Management And Psychological Well-Being

Hamsan, Hanina Halimatussaidiyah

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.441 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between academic environment, peer relationship, time management and psychological well-being among final year students in Universiti Putra Malaysia. The study also determines the level of each stressor, and the relationship between each independent variable (academic environment, peer relationship, time management) and dependent variable (psychological well-being) among final year students. Besides, this study also Respondents were 333 final year students who study at Faculty of Human Ecology (FEM), Faculty of Economic and Management (FEP), and Faculty of Engineering (FK). They were selected based on Proportionate stratified random sampling. A self-administered questionnaire was used as a tool for data collection. University Environment Scale (Gloria and Karpius, 1996), Index of Peer Relationship (Walter W. Hudson, 1992), The Time Management Behavior Scale (Macan, 1990), and were used to measure academic environment, peer relationship, time management respectively. Dependent variable which was psychological well-being was measured by using Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS 21) which developed by Lovibond and Lovibond’s in year 1995. The results showed that majority of student had moderate level of perception to academic environment, setting goal and priorities, planning and scheduling, perceived control over time, preference for disorganization, overall time management behaviour and moderate level on depression. Besides, most of majority student have low peer relationship, extremely severe anxiety, and had normal stress. There is significant correlation between academic environment and depression (r=0.149**). Respectively, peer relationship was found have significant relationship with the psychological well-being subscales: depression (r=-0.468***), anxiety (r=0.374***), and stress (r=0.441***). Time management also have significant relationship between depression (r=-0.189***), anxiety (r=0.207***), and stress (r=0.197***). Academic environment have no significant relationship between anxiety (p>0.05) and stress (p>0.05). The study concluded that peer relationship (PR), and time management (TM) have significant predictor towards depression (ΒPR=0.458; ΒTM=0.233), anxiety (ΒPR =0.407; ΒTM =0.209), and stress (ΒPR=0.463; ΒTM=0.212) among final year students. Among the two predictors, peer relationship was found have most significant towards depression, anxiety, and stress of final year student, followed by time management. Study suggested that university should develop intention program, appropriate counselling service to student. Besides, student should learn good time management skills and habit in order to develop positive psychological well-being. Future study are encourage to include more possible sources of student psychological well-being, add more size of sample and apply different data collection tools for deeper investigation.

GAGASAN GERAKAN PSIKOLOGI ISLAM : SUATU PENDEKATAN PSIKOMETRIK

Ismail, Khaidzir Hj

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.303 KB)

Abstract

Secara teori mahupun falsafah, psikologi Islam telahpun berkembang seiring adanya tuntutan Islamisasi ilmu. Namun untuk memperjuangkan psikologi Islam sebagai salah satu disiplin ilmu yang diakui, masih jauh dari kenyataan. Tentangan dan harapan ini memerlukan suatu paradigma dan epistemologi khas yang mengarah kepada konseptualisasi dan pengukuran (psikometrik). Dalam konteks sejarah, psikologi baru diakui sebagi suatu ilmu berasaskan verifikasi pengukuran kuantitatif, sebagaimana yang dipelopori oleh William Wundt dengan strukturalismenya. Oleh itu kajian ini cuba menawarkan konsep Epistemologi pengukuran dalam psikologi Islam  dengan cara transformasik ideologi, budaya dan sosial yang berasaskan dari Al-qur’an dan Hadits untuk membentuk konstruk-konstruk dan indikator-indikator sesebuah pengukuran yang dikombinasikan menurut kaedah psikometrik yang sedia ada. Konsep mental-kognitif sebagai bentuk cara berfikir  berteraskan Islam telahpun dibina dengan pendekatan tawaran epistemologi dimana Pengukuran ini telah ditadbir kepada Remaja Bermasalah Di Pusat Pemulihan seramai 490 orang. Hasil kajian menunjukkan tahap mental-kognitif remaja tersebut adalah pada tahap yang rendah. Menurut perbezaan jantina dengan menggunakan ujian t mendapati perempuan (min=248.81) lebih tinggi tahapnya berbanding lelaki (244.671) di mana t=-2.071 dengan p<0.05.  Manakala dari segi reliabiliti dan validiti memperlihatkan indeks yang cukup baik. Diharapkan hasil kajian ini dapat memberi implikasi kepada berkembangnya pembinaan alat pengukuran dan modul-modul intervensi psikologi  yang berteraskan Islam.

NIKAH MUTAH RIWAYATMU KINI (Tela’ah Tentang Pelaksanaan Sunnah Nikah Mut’ah Melalui Pendekatan Hadits Dan Sirah Nabawiyah)

Hasanah, Uswatun

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.194 KB)

Abstract

This paper concludes that when looking at the history of hadith and sirah nabawiyyah around the legitimacy and the prohibition of marriage mutah understood that mutah marriage is not a good sunnah to do. This conclusion denied the opinion of al-Thabathabai in particular and the Shiite group in general who stated that the Shia still allow and allow the implementation of the Mutah marriage in the present. This research supports the opinion of al-Nawawi as an ambassador of the Sunni group who said about the salting of mutah marriage

Model Falsafah Sains dan Keusahawanan SainsIslam : Satu Analisis Berdasarkan Model Persamaan Struktural.

Ahmad, Azizan

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.581 KB)

Abstract

Fakulti Sains dan Teknologi UKM telah menawarkan kursus Keusahawanan Sains Islan dan Teknologi bagi menggalakan mahasiswa menceburi bidang keusahawanan.Kajian ini dilakukan untuk melihat sejauhnamana profil sikap mahasiswa yang mengikuti kursus tersebut terhadap bidang keusahawanan sains.Kajian ini melibatkan seramai 388 responden mahasiswa prasiswazah Fakulti Sains dan Teknologi UKM.Responden diambil daripada setiap program dan jabatan yang dipilih secara persampelan rawak sistematik.Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensi menggunakan perisian SPSS versi 20.Didapati bahawa falsafah sains mempunyai hubungan dengan pengetahuan dan minat terhadap falsafah sains.Sikap usahawan mempunyai hubungan dengan pengetahuan dan minat terhadap falsafah sains.Minat usahawan pula mempunyai hubungan dengan pengetahuan, minat dan sikap falsafah sains serta sikap usahawan.

WAWASAN KEINDONESIAAN DALAM TAFSIR AL QUR’AN AL KARIM KARYA MAHMUD YUNUS

Jamal, Khairunnas

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.445 KB)

Abstract

Tafsir Al Quran Al Karim by Mahmud Yunus who is one of the pioneers for the study of tafseer in Indonesian language. As a work of early interpretation, this interpretation of Mahmud Yunus has a peculiarity and gives a unique impression, both from the systematic presentation and the charge in the explorative meaning of the verses of the Quran. Among the interesting sides of this commentary are the efforts of the authors to accommodate the phenomena occurring in society at the time. In other words, this commentary is a form of response to the authors anxiety about the problematic common in the Indonesian public, hereinafter referred to as the insight of Indonesian-ness. 

REKONTRUKSI ECORELIGIUS ORANG MELAYU Solusi Penyelamatan Lingkungan

Thamrin, M.Si, Husni

AL-FIKRA Vol 16, No 1 (2017): al fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.327 KB)

Abstract

Anthropocentric paradigm has distanced humans from nature, as well as causing the humans themselves become exploitative in attitude and do not really care about the nature. In relation, ecological crisis also can be seen as caused by mechanistic-reductionistic-dualistic of Cartesian science. The perspective of anthropocentric is corrected by biocentrism and ecocentrism ethics, particularly Deep Ecology, to re-look at the nature as an ethical community. The concept of ecoculture is already practiced from the beginning by indigenous or traditional societies in elsewhere. The perspective of the human being as an integral part of the nature, and  the behaviour of full of resposibility, full of respect and care about the sustainability of all life in the universe have become perspectives and behaviours of various traditional people. The majority of local wisdom in the maintenance of the environment is still surviving in the midst of shifting currents waves by a pressure of anthropocentric perspective. There is also in a crisis because a pressure of the  influences of a modernization. While others, drifting and eroding in the modernization and the anthropocentric perspective.In that context, ecoculture, particularly Deep Ecology, support for leaving the anthropocentric perspective, and when a holistic life perspective asks for leaving the anthropocentric perspective, the humans are invited to go back to thelocal wisdom, the old wisdom of the indigenous people. in other words, environmental ethics is to urge and invite the people to go back to the ethics of the indigenous people that are still relevant with the times. The essence of this perspective is back to the nature, back to his true identity as an ecological human in the ecoreligion  perspective.