cover
Filter by Year
AL-FIKRA
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles by issue : Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra
4
Articles
MORAL VALUES AND CURRICULUM (External-Subjective and Internal-Objective in Islamic Education)

AL-FIKRA Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.442 KB)

Abstract

In functional, curriculum can not be separated from the two sides that is the science (thus the importance of curriculum renewal, so a curriculum designed to be changed and enhanced to absorb the latest scientific developments) and the moral and ethical values (religion). Although they are different but can not be separated. Even education as a pedagogical effort, it further strengthens the relationship between science (knowledge) and the moral and ethical values. Curriculum as a giver of a clear and definite direction in learning science should be able to realize entanglement with moral and ethical values in teaching Islamic education, in particular. Although it must be recognized that the function of praxis, the curriculum on the moral and ethical values found a difference of opinion, but the urgency of the meaning of moral and ethical values are in the curriculum , either explicitly (external) or implicit (internal), definite or conditional, there was an agreement among educators experts.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO DALAM BISNIS MENURUT TINJAUAN EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Perusahaan Odiva (rental VCD/DVD) Panam-Pekanbaru)

Jonnius, Jonnius, Abdurrahman, Rezi

AL-FIKRA Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.59 KB)

Abstract

This study was conducted to see the implementation of enterprise risk management at Odiva (VCD/DVD rental) branch Panam, Pekanbaru and economic overview of Islam against it. Subjects were led (store manager) and its object is the implementation of risk management to business and economic review it. The study population was all employees of the company, amounting to 4 people, all of which were sampled (total sampling). The data used are primary data in the form of interviews, and secondary data from company documents related to the study. Data analysis was descriptive qualitative. The results indicate the implementation of risk management is done through planning and control are applied according to standard operating procedures that have been established by the parent company. Every year, the parent company sent audit teams into every branch Odiva throughout Indonesia. The lease transactions undertaken by the member (ijarah) are terms of benefits and meets the principles of syariah , which is free of gharar and maisir . Risk-managed companies are expected risk is not unexpected risk . Application of fines for members who are late in repayment acceptable to refer Imam Shafii opinion, Imam Ahmad and Imam Malik. Risk sharing principle put forward by the company in the process of risk management to control/mitigate the risks minus deposit balances held by the members, will not be considered detrimental to both parties.

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME

AL-FIKRA Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.831 KB)

Abstract

Teori pengembangan sumber daya manusia dalam konteks eksistensialisme sangat menjunjung tinggi adanya asas fundamental yang melekat pada setiap individu. Justru itu, dalam pengembangan sumber daya manusia melalui upaya pendidikan haruslah dengan memberikan jaminan kebebasan (hurriyyah/liberalism) kepada seluruh subjek didik agar dapat berimajinasi dan berkreasi sesuai dengan bakat dan iradahnya. Bagi aliran ini, hanya dengan cara demikianlah subjek didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya, sehingga ia mampu menjadi manusia yang mandiri, kreatif, inovatif dan dinamis. Pemberian jaminan ini tentu terdeskripsi dalam keseluruhan sistem kependidikan, baik dalam konteks kurikulum, proses pembelajaran maupun dalam lingkungan pembelajaran

PERAN SASTERA SHUFISTIK DALAM MENDIDIK KESADARAN

Abduh, M Arrafie

AL-FIKRA Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.768 KB)

Abstract

Wa idza saalaka ‘ibadi ‘anni fainni qarib (bila hamba-Ku bertanya tentang Aku, sesungguhnya Aku sangat dekat, Q.S. al-Baqarah ayat 186), merupakan inti shufisme yang terdapat dalam kitab suci Alqur’an untuk menapis, memberi pengajaran dan kesadaran (syu’ur atau consciouness) kepada sebagian ulama yang menolak eksistensi esensi mistisisme dalam Islam. Shufisme atau tashawwuf sering dideskriditkan dan dikambinghitamkan oleh sebagian kelompok modernis, sekularis dan rasionalis, karena ajarannya yang dianggap eksesif, bid’ah, khurafat, tahayyul, akhirat oriented dan sangat tolerans (tasammuh), sehingga ajarannya dianggap kacau, kocar kacir dan tidak punya pendirian. Munculnya mistisisme dalam Islam didasari oleh adanya sekelompok ummat Islam yang belum merasa puas dengan manhaj (thariqah) pendekatan diri (taqarrub) kepada Tuhan melalui ibadat shalat, puasa, zakat dan haji. Mereka ingin merasa lebih dekat lagi dengan Tuhan. Jalan untuk itu dikembangkan melalui pendidikan (tarbiyyah)  tashawwuf.  Tashawwuf atau shufisme pendidikan adalah istilah teknis yang digunakan untuk mendeskripsikan gagasan mistisisme dalam Islam (Islamic Mystic) yang dinamis.       Tujuan dari shufisme dinamis (dynamic shufism atau tashawwuf tahriki), baik yang di dalam maupun yang di luar Islam, adalah membentuk dan mendidik kesadaran untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada dekat di hadirat Tuhan (ma’rifat dan wahdat). Intisari dari mistisisme, inklusif tashawwuf, adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog (munajat) antara ruh manusia dengan Tuhan, dengan hidup zuhud (asketik), bermeditasi (khalwat dan uzlah) dan berkontemplasi (dzikir dan fikir)