Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi is a Scientific Journal managed by Biology Education UIN Raden Intan Lampung with registered numbers p-ISSN: 2086-5945 (print) and e-ISSN: 2580-4960 (online). The Purpose of the Journal of the Biosphere is a vehicle or vessel for pouring the latest theories, disseminating information on recent findings related to Biology and Biological Sciences, research results and development of educational materials, educational evaluation, media and learning models achieved in the field of Biology education.
Articles by issue : Vol 8, No 1 (2017)
10
Articles
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PAKAN NABATI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK ENTOK (Cairina muschata)

Kamelia, Marlina, Fathurohman, Fathurohman

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kulit buah kakao merupakan hasil sampingan buah kakao yang sering tidak dimanfaatkan yang nantinya akan menjadi limbah sehingga dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Produktifitas kulit buah kakao cukup melimpah di Lampung, pada tahun 2012 kulit buah kakao yang dihasilkan mencapai 2.451,52 ton per tahun, di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2009 mencapai 4.308 ton, dan di Dusun Sumber Sari pada tahun 2013 mencapai 217 kg per bulan. Ketersedian kulit buah kakao yang banyak, perlu dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dengan cara difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai gizinya. Salah satu ternak yang dapat diberikan pakan ini adalah entok (Cairina muschata).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah kakaofermentasi terhadap pertumbuhan dan dosis penggunaan pakan yang tepat untuk ternak entok (Cairina muschata). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan kulit buah kakao fermentasi (K) dengan 4 taraf perlakauan dengan 5 kali pengulangan: K0 = Dedak 100% (kontrol), K1 = 75%/90 gr dedak dan 25%/30gr kulit kakao fermentasi, K2 = 50%/60 gr dedak dan 50%/60 gr kulit kakao fermentasi, dan K3 = 25%/30 gr dedak dan 75%/90 gr kulit kakao fermentasi. Parameter yang diamati adalah: tinggi tubuh entok, panjang tubuh entok, dan berat tubuh entok. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakanAnova dan  jika berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut LSD pada taraf 5%.Dari hasil analisis pakan kulit kakao fermentasi dosis yang paling baik pada semua parameter adalah perlakuan K2 dengan rata-rata 42,40 cm untuk tinggi entok, 47,40 cm untuk panjang entok dan 1596 gram untuk berat entok.

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI SOCIO SCIENTIFIC ISSUES TERHADAP REFLECTIVE JUDGMENT SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 11 BANDAR LAMPUNG

Wulandarai, Fitria, Handoko, Akbar, Sri Anggoro, Bambang

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian yang telah dilakukan merupakan jenis penelitian quasy eksperimen. Penelitian  dilaksanakan di SMPN 11 Bandar Lampung yang bertempat di Jl. Sentot Kel. Ketapang Kec. Panjang Bandar Lampung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi socio scientific issues terhadap reflective judgment siswa kelas IX SMPN 11 Bandar Lampung pada materi sistem reproduksi. Desaian penelitian yang digunakan adalah The Matching only posttest control group design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk instrument pada penelitian terdiri dari tes essay yang indikator disesuaikan dengan tahapan pemikiran reflective. Hasil penelitian berupa data kuantitaif, data yang digunakan dalam penelitian yaitu tes berupa soal essay yang digunakan untuk mengetahui reflective judgment siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan ujit, sebelum dilakukan uji t data diuji dulu menggunakan uji prasyarat  yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi Socio scientific issues kelas eksperimen diperoleh nilai posttestrata-rata 74,42 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata 70,73. Untuk uji t pada posttes diperoleh data  thitung = 10,0882523 ttabel(0,05) = 1,6669.  Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Socio scientific issues berpengaruh positif terhadap hasil nilai posttes, dengan pembelajaran berbasis SSI dapat mempengaruhi Reflective judgment siswa sehingga saat disajikan suatu masalah atau isu-isu sosial lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan yang baik.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN AFEKTIF PADA KONSEP SISTEM SIRKULASI KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 15 BANDAR LAMPUNG

Puspita, Laila, Yetri, Yetri, Novianti, Ratika

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran resiprocal teaching dengan teknik mind mapping terhadap kemampuan metakognisi dan afektif pada konsep sistem sirkulasi kelas XI IPA SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experimental design.  Desain penelitian yang digunakan pada quasi experimental ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 September s/d 14 September 2016 di kelas XI IPA SMA N 15 Bandar Lampung dengan teknik pengambilan sampel adalah probability sampling type simple random sampling. Sampel ini terdiri 2 kelas yaitu kelas eksperimen (XI IPA 2) dan kelas kontrol (XI IPA 1).  Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh uji hipotesis hasil belajar kemampuan metakognisi menggunakan uji Independent t-test Microsoft Exel 2007 dengan hasil thitung (1,713) > ttabel (1.67155) dan uji hipotesis hasil belajar afektif menggunakan uji Independent t-test Microsoft Exel 2007 dengan hasil thitung (2,30905)> ttabel (1.67155). Berdasarkan hasil uji  t, maka dinyatakan  Hi diterima artinya, ada pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan teknik mindmapping terhadap kemampuan metakognisi dan afektif pada konsep sistem sirkulasi kelas XI IPA SMA Negeri 15 Bandar Lampung. 

IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT

Satiyarti, Rina Budi, Nurmilah, Nurmilah, Rosahdi, Tina Dewi

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki sejumlah sifat genetik khas yang membedakannya dari genom inti yang dimanfaatkan dalam identifikasi penurunan hubungan kekerabatan, studi evolusi dan migrasi global manusia modern, bidang forensik dan identifikasi penyakit genetik. DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki laju mutasi yang lebih cepat dibandingkan dengan DNA inti sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan sampel yang terbatas seperti untuk kepentingan visum. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi fragmen DNA mitokondria dari lisis sel epitel rongga mulut menggunakan primer M1dan HV2R, dan sel folikel akar rambut mengunakan primer M1 dan M2 dengan teknik PCR dan elektroforesis agarosa.Sampel sel epitel mulut dan akar rambut yang diambil dari satu garis keturunan dilisis terlebih dahulu dan dilakukan ekstraksi sel secara kimiawi dan enzimatik sehingga DNA total dapat keluar dari inti sel dan mitokondria. Setelah itu dilakukan amplifikasi fragmen D-loop mtDNA secara in vitro dengan dua jenis primer yang berbeda menggunakan teknik PCR dan proses terakhir yaitu dilakukan analisis hasil PCR menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi fragmen DNA mitokondria menggunakan primer M1 dan HV2R dari sel epitel rongga mulut menghasilkan fragmen berukuran 1 kb. Pada hasil amplifikasi fragmen DNA mitokondria dari sel folikel akar rambut menggunakan primer M1 dan M2, fragmen yang didapatkan berukuran 0,4-0,5 kb. Dengan demikian, fragmen DNA mitokondria dapat diamplifikasi menggunakan dua primer balik M2 dan HV2R yang dirancang pada ujung daerah D-LOOP mitokondria.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI FOTOSINTESIS KELAS XII IPA DI SMA YADIKA BANDAR LAMPUNG

Novitasari, Aulia, Ilyas, Alinis, Amanah, Siti Nurul

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterampilan proses sains penting bagi peserta didik untuk melatih bersikap jujur, teliti, dan mampu mengolah informasi yang mereka miliki. Pemberdayaan keterampilan proses sains perlu dilakukan, karena peserta didik yang telah menguasai indikator keterampilan proses sains akan lebih mudah mempelajari biologi dengan pengalamannya sendiri, namun kenyataan yang terjadi disekolah – sekolah keterampilan proses sains belum terberdayakan sehingga nilai keterampilan proses sains masih rendah. Pembelajaran sains masih sekedar mentransfer ilmu pengetahuan dan berpusat pada guru, sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya gagasan serta tidak diperolehnya pengalaman untuk memahami konsep secara utuh, sehingga perlu adanya perbaikan terhadap proses pembelajaran dengan menerapkan model yang efektif, salah satunya dengan model inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang pelaksanaan penyelidikannya dilakukan oleh peserta didik yang disesuaikan dengan sintaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model Inkuiri Terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis quasy experiment dengan desain posttest only control design. Populasi pada penelitian berjumlah 58 peserta didik kelas XII SMA Yadika Bandar Lampung, dengan sampel XII IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XII IPA 2 sebagai kelas kontrol, yang dilakukan dengan cluster random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains peserta didik menggunakan model inkuiri terbimbing dan metode ceramah. Hasil analisis menyatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara menggunakan model inkuiri terbimbing dengan metode ceramah, hal ini dibuktikan dari hasil sig 0,00 < 0,05, artinya model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan proses sains

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI YOGHURT SUSU JAGUNG

Widiani, Nurhaida, Maretta, Gres, Setianingrum, Syarifah

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) atau  sweet corn merupakan jenis jagung yang belum lama dikenal dan baru dikembangkan di Indonesia. Selama ini masyarakat mengolah jagung menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau dibuat kue. Penganekaragaman produk makanan dengan bahan baku jagung perlu dilakukan untuk memberi nilai tambah bagi jagung. Untuk itu dalam penelitian ini jagung akan diolah menjadi yoghurt. Agar dapat diterima dipasaran yoghurt susu jagung yang dihasilkan harus memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI 2981:2009). Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Dalam penelitian ini menggunakan variasi temperatur untuk menemukan temperatur yang paling tepat untuk pembuatan yoghurt yang berkualitas. Berdasarkan penelitian yoghurt susu jagung yang paling memenuhi syarat mutu berdasarkan kriteria SNI adalah yoghurt yang difermentasi pada temperatur 44°C. Yoghurt yang dihasilkan memiliki tekstur yang agak kental, bau khas yoghurt, rasa asam, dan warna kuning. Yoghurt yang dihasilkan memiliki kadar protein 2,052 % - 2,072 dan aman dari kontaminasi coliform.

KEANEKARAGAMAN SERANGGA POLLINATOR PADA BUNGA TANAMAN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) DI KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS

Andrian, Rizki Fajar, Maretta, Gres

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Serangga pollinator merupakan salah satu layanan jasa ekosistem yang sangat penting bagi manusia maupun lingkungan dan berperan sebesar 35% penyediaan sumber pangan dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman serangga pollinator yang ada di lahan perkebunan Gisting Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini telah dilakukan di bulan september 2015. Identifikasi serangga dilakukan dengan menggunakan kunci identifikasi Michener (2001). dengan metode scan sampling.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, temuan spesies  serangga pollinator diperkebunan tomat Gisting Kabupaten Tanggamus sebanyak 17 individu yang berasal dari 4 genus,Colletes ,Amegilla, Xylocopa dan Ceratina. Hasil perhitungan dari Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener di lokasi perkebunan tomat  adalah 1.00, hasil tersebut dikategorikan Indeks sedang.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING(PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS X MIA SMA N 6 BANDAR LAMPUNG

Saputri, Dwijowati Asih, Febriani, Selfy

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Salah satu tujuan dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik agar dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan kelas X MIA semester ganjil di SMA Negeri 6 Bandar Lampung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. menggunakan Nonequivalent control group designartinya adalah desain yang dimana terdapat 2 kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jumlah populasi peserta didik X MIA adalah 129 peserta didik, yang kemudian 2 kelas merupakan sampel yaitu kelas X MIA 1 berjumlah 32 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan X MIA 2 berjumlah 33 peserta didik sebagai kelas kontrol.Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretestpada kelas eksperimen adalah 42,09, sedangkan rata-rata posttestnya adalah 74,68. Pada kelas kontrol nilai rata-rata pretest44,18 dan nilai posttestdengan rata-rata 63,24. Hasil uji t menunjukkan thitung> ttabel (2,42> 1,98) hal tersebut menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada mata biologi materi pencemaran lingkungan kelas X MIA SMA N 6 Bandar Lampung

PENGGUNAAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS X PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

Kurniasih, Nining, Haka, Nukhbatul Bidayati

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap miskonsepsi siswa kelas X pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria menggunakan tes diagnostik two-tier multiple choice di SMAN 9 Bandar Lampung. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa kedalam paham konsep, miskonsepsi, menebak dan tidak paham konsep. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari tes diagnostik two-tier multiple choice terhadap siswa kelas X MIA1 - X MIA6 SMA Negeri di Bandar Lampung bahwa miskonsepsi teridentifikasi disetiap subkonsep pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria. Urutan subkonsep yang teridentifikasi miskonsepsi dari yang memiliki persentase tertinggi hingga terendah adalah sebagai berikut : peranan bakteri dalam kehidupan  (31%), cara bakteri mendapatkan nutrisi (28%), archaebacteria (26%), eubacteria (25%), struktur tubuh bakteri (25%), bentuk-bentuk bakteri (24%), dan reproduksi bakteri (22%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 26 % siswa mengalami miskonsepsi pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria sedangkan sisa persentase kategori lainnya didominasi oleh kategori memahami, menebak dan tidak paham konsep.

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

Jatmiko, Agus

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh model pembelajaran dan konsep diri terhadap hasil belajar IPA. Penelitian eksperimen ini dilakukan di SMP Negeri 24 Kota Bandar Lampung dengan rancangan faktorial 2x2. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model Learning Cycle lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar dengan model Contextual Teaching and Learning; 2) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan konsep diri terhadap hasil belajar IPA; 3) pada kelompok yang memiliki konsep diri positif, hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model Learning Cycle lebih tinggi dari siswa yang belajar menggunakan model Contextual Teaching and Learning; dan 4) pada kelompok yang memiliki konsep diri negatif, hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model Learning Cycle lebih rendah dari siswa yang belajar dengan model Contextual Teaching and Learning.