cover
Filter by Year
Articles by issue : Vol 20 (1991)
8
Articles
‚Äč
BEBERAPA HAL MENGENAI FILSAFAT ILMU (Sebuah "Sketsa Umum" sebagai Pengantar)

Siswomihardjo, Koento Wibisono

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi pcmikiran ilmiah Barat seperti sekarang ini, telah diletakkan dasar-dasarnya oleh Bangsa Yunani Kuno pada abad VI Pertengahan. Emansipasi, liberasi, otomi diri dan otoritas rasio begitu digunakan sebagai nilai-ni-lai kejiwaan sehingga sangat mewarnai mentalitas manusia Barat semenjak Re-naissance dan Aufklaerung di abad XV dan abad XVI.Semenjak itu pula mereka telah melakukan tinggal landas untuk mengarungi angkasa ilmu dengan pencapaian hasil-hasilnya yang amat spektakuler sebagaimana tercermin dalam kemajuan yang mereka miliki sekarang ini. "Anak-anak", Renaissance dan Aufklaerung seperti Copernicus (1473-1543), Kepler (1571-1630), Galilei (1564-1642), Rene (1804) adalah sebagiandari deretan panjang nama-nama para tokoh yang dalam sejarah merupakan pelopordanpeletak dasar ilmu pengetahuan modern. Ilmu sebagai salah satu pengejawantahanperadaban manusia telah dan akan terus berkembang menurut proses dialektikanya eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Eksternalisasi, dalam arti manusia membangun dunianya, melalui penciptaan nilai-nilai budaya termasuk ilmu. Di sini ilmu merupakan produk ciptaan manusia. Objektivasi, dalam arti hadirnya ilmu sebagai realitas objektif, terlepas dari sang penciptanya dan memiliki kaidahkaidah sendiri. Internalisasi, dalam arti ilmu sebagai realitas objektif, pada gilirannya mempengaruhi manusia melalui transformasi ke dalam kesadaran subjeitif sehingga di sini manusia merupakan produk-ciptaan ilmu.Dalam perspektif ini kita melihat bagaimana proses perkembangan ilmu berlangsung. Temuan-temuan baru dalam bentuk ajaran, teori, dalil-dalil, paradigma-paradigma barumengalir berurutan, dan disusul lahirnya teknologi canggih sebagai anak kandungnya dewasa ini. Sedemikian rupa kemajuan yang telah dicapai oleh ilmu, sehingga umat diyakini keampuhannya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang merentang di hadapannya.

BEBERAPA HAL MENGENAI PENGANGKATAN ANAK (ADOPSI) DI INDONESIA

Wiyarti, Mg. Sri

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa kehadiran seorang anak atau beberapa orang anak dalam keluarga adalah sangat diharapkan, karena adanya beberapa fungsi anak terhadap orang tua.

DELIK PERKOSAAN DALAM KUHP DAN PERMASALAHANNYA

Soekami, Soekami

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir tiap kali kita membaca koran, atau majalah kita temui berita tentang perkosaan*. Perkosaan tersebut ada yang dilakukan oleh orang tua, (orangdewasa) danadajugayang dilakukan oleh remaja. Belum lama ini Kapolda MetroJaya Mayjend Polisi Drs. M.H. Ritonga mengatakan kepada pers, bahwa Kepolisian DaerahMetro Jaya selama taliun 1989 menangkap 15.136 penjahat dan sejak 6 bulan terakhir ini membekuk 6.136 penjahat. Dari sekian banyak jenis kejahatan yang dilakukan oleh para penjahat tadi salah satunya adalah jenis kejahatan perkosaan seksual.

EFEKTIVITAS PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN INDUSTRI SEBAGAI SARANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Budyatmojo, Winarno

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pcmbangunan Nasionalyangsedang dilaksanakan sckarang ini scbagaimana diperintahkan oleh Kctetapan MPR: No. II/MPR/1988 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara, didalam arahan pcmbangunan jangka panjang menycbutkan antara lain bahwa : "Bangsa Indonesia menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia serta lingkungan alam sckitarnya". Maka kescrasian antara kegiatan-kegiatan manusia dan pcmbinaan mutu lingkungan merupakan pengarahan pembangunan jangka panjang yang harus diikuti.

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA DALAM KAITANNYA DENGAN TERTIB HUKUM

Sunyoto, Sunyoto

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UUD 45 pasal 4 telah memberikan ketegasan bahwa semua penyelenggara negara termasuk warga negaranya dalam melakukan hak dan kewajiban harus didasarkan pada aturan yang berlaku. Hal itu disebabkan karena Indonesia adalah suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Negara Hukum menghendaki agarhukum itu ditegakkan, dihormati dan ditaati. Semua perbuatan harus di dasarkan pada aturan yang ada.

KEBIJAKSANAAN KELUARGA BERENCANA DITINJAU DARI MODEL SISTEM (Suatu Telaah Tentang Hukum dan Kebijaksanaan)

Hadi Purwandoko, Prasetyo

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum mcrupakan salah satu sarana kebijaksanaan. Kebijaksanaan KB selama ini dituangkan ke dalam beberapa peraturan perundangan yang berkaitan langsung aiau tidaklangsungh dengan KB. Kebijaksana an KB tersebut akan dianalisis dengan berbagai model yang dikembangkan dalam Ilmu Kebijaksanaan (Policy Science). Sehingga akan dapat ditemukan model yang lebih sesuai untuk kebijaksanaan KB di Indonesia. Permasalahan yang akan dikaji ialah: Mungkinkah model sistemdari Thomas R Dye dapat digunakan dalam merumuskan kebijaksanaan KB di Indonesia?

PENAYANGAN WAJAH KORUPTOR DI MEDIA TV (Suatu analisis Hukum Pidana)

Hartiwiningsih, Hartiwiningsih

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembangunan nasional pada repelita V terhadap aparatur pemerintah lebih difokuskan kepada aparatur yang lebih efesien, efektif, bersih dan berwibawa serta mampu melaksanakan seluruh tugas umum pemerintahan dan pembangu nan dengan sebaik-baiknya dengan dilandasi semangat dan sikap pengabdianpada masyarakat, bangsa dan negara.

HUKUM : DARI TAK DIHIRAUKAN, DITAKUTI SAMPAI DISEGANI (Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum)

Ginting, Rehnalemken

YUSTISIA Vol 20 (1991)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adalah sesuatu hal yang sangat menarik untuk membicarakan berlakunya hukum dalam masyarakat, sebab hukum tersebut diadakan untuk mengarur bagaimana hidup di masyarakat, sedangkan perscpsi anggota masyarakat terhadap hukum tidaklah sama. Hal mana bcrgantungdari cara pandang mereka pada hukum berlaku. Untuk memberikan pcnilaian yang demikian itu, tidak jarang anggota masyarakat dipengaruhi oleh kebutuhanhidupnya. Sehingga kelihatan dalam realita, bagaimana perilakumanusia terhadap bcrlakunya hukum. Hukum bisa tak dihiraukan, ditakuti ataupun disegani olch anggota masyarakat.