cover
Filter by Year
Paedagogia
Articles by issue : Vol 18, No 2 (2015)
8
Articles
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KREATIVITAS PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMA

Tyasning, Diah Megasari, Masykuri, Mohammad, Mulyani, Sri

Paedagogia Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.495 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran POGIL dan PBL, (2) pengaruh kemampuan memori dan kreativitas, (3) interaksi model pembelajaran, kemampuan memori, kreativitas pada materi Hidrokarbon. Metode yang digunakan adalah metode quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N Kebakkramat (8 kelas). Teknik pengumpulan data yaitu tes, penilaian dan observasi. Hasil penelitian: (1) ada perbedaan prestasi belajar aspek pengetahuan dengan model pembelajaran POGIL dan PBL; (2) ada perbedaan aspek pengetahuan & keterampilan pada siswa dengan kemampuan memori tinggi dan rendah; (3) terdapat perbedaan aspek pengetahuan dan sikap pada siswa dengan kreativitas tinggi dan rendah; (4) ada interaksi antara pembelajaran POGIL dan PBL dengan kemampuan memori terhadap aspek pengetahuan dan keterampilan; (5) tidak ada interaksi antara pembelajaran POGIL dan PBL dengan kreativitas terhadap aspek sikap; 6) terdapat interaksi antara kemampuan memori dan kreativitas terhadap aspek pengetahuan, sikap, keterampilan; dan (7) terdapat interaksi antara pembelajaran POGIL dan PBL, kemampuan memori dan kreativitas pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tidak terdapat interaksi pada aspek sikap.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING

Kasmanto, Kasmanto

Paedagogia Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.528 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan aktivitas kelas melalui Model Quantum Learning   pada kompetensi dasar ”mengidentifikasi berbagai gerak benda melalalui percobaan” pada siswa Kelas VI/C SLB Negeri Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK). Subek penelitian ini adalah siswa kelas VI/C (Tunagrahita) SLB Negeri Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus.   Hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa hasil belajar IPA siswa meningkat dengan menggunakan model Quantum Learning. Hal ini tidak hanya ditandai dengan meningkatnya nilai yang dicapai oleh siswa saja, tetapi ditunjukkan pula aktivitas kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan serta aktif.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PENDIDIKAN KARAKTER TERPADU

Sutijan, Sutijan, Makhfud, Hasan, Lestari, Lies, Chumdari, Chumdari

Paedagogia Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.191 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menemukan prototipe   instrumen penilaian pendidikan karakter terpadu dan (2) menguji validitas instrumen penilaian pendidikan karakter dan keterhandalannya. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu: (1) studi pustaka dan eksplorasi pendidikan karakter terpadu untuk membantu guru dan siswa dalam mengevaluasi pendidikan karakter, (2) mengembangkan instrumen pendidikan karakter terpadu. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner untuk guru sebanyak 80 item, kuesioner untuk uji siswa sebanyak 80 item, dan kuesioner  untuk orang tua sebanyak 40 item. Validitas tes ini diambil dari cetak biru dan konstruksi yang dikembangkan dari 18 aspek karakter. Hasil analisis  instrumen ini dapat dikemukakan: (1) kuesioner guru ditemukan  r = 0,398307. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner ini dapat dihandalkan; (2) tes siswa ditemukan  r = 0,0481171. Hal ini menunjukkan bahwa tes ini dapat dihandalkan; dan  (3) kuesioner orang tua ditemukan r = 0,424852. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner ini dapat dihandalkan pada tingkat signifikansi 5%.

PENGEMBANGAN MODEL REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI MAHASISWA PRODI PGSD FKIP UNS KAMPUS KEBUMEN

Wahyudi, Wahyudi

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.92 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika Realistik (RME), (2) peningkatan belajar Matematika dengan pelaksanaan pembelajaran RME, dan (3) masalah dan solusi dalam pelaksanaan pembelajaran RME untuk mahasiswa Program Studi PGSD FKIP UNS Kebumen. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah semua mahasiswa semester 3 dengan subjek pembelajaran Matematika di kelas 1 SD sebanyak73 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat dikemukakan: (1) pelaksanaan RME terdiri dari 5 langkah, yaitu: (a) pemahaman masalah, (b) penjelasan masalah, (c) pemecahan masalah, (d) perbandingan dan pembahasan jawaban, dan (e) membuat kesimpulan; (2) hasil belajar Matematika mahasiswa meningkat dengan menggunakan RME; dan (3) permasalahan dalam RME adalah siswa tidak menguasai bahan pengajaran, pembelajaran masalah sehari-hari utamanya dalam masalah sosial, dan penggunaan media pembelajaran.

PEMBERIAN LIFE SKILLS DAN LINK AND MATCH UNTUK MEWUJUDKAN MASA TUNGGU MEMPEROLEH PEKERJAAN PENDEK

S. Fadhilah, Siti, Asrowi, Asrowi, HA, Chadijah, Muslim, Mudaris

Paedagogia Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.916 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah ditemukannya model bimbingan karier di perguruan tinggi melalui pemberian life skills dan link and match untuk mewujudkan masa tunggu pendek mahasiswa dalam memperoleh pekerjaan. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Sampel penelitian adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP, Teknik Informatika F.MIPA, dan Bahasa Indonesia F. Sastra dan Seni UNS. Jumlah sampel 134 orang responden. Instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data adalah interview dan kuesioner. Analisis data menggunakan persentase dan teknik interaktif mengalir (mixed methods). Hasil analisis persentase dari sejumlah 134 subjek sampel yang bekerja sebelum bimbingan 10 orang mahasiswa (7,46%) dan sesudah pemberian bimbingan karier sejumlah 73 (54,5 %). Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan karier melalui pemberian life skills dan link and match sangat berpengaruh dan efektif untuk membantu mahasiswa segera memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu pendek setelah lulus.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATA KULIAH GEOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIK-LOGIS DAN LINGUISTIK

Sholikhah, Octarina Hidayatus, Cahya Fitriani, Winda Ayu

Paedagogia Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.928 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe NHT atau model pembelajaran langsung, (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, mahasiswa dengan kecerdasan matematik-logis atau linguistik, (3) pada Mata Kuliah Geometri dengan model pembelajaran langsung dan NHT, manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, mahasiswa dengan kecerdasan matematik-logis atau linguistik, (4) dengan memperhatikan kecerdasan matematik- logis dan linguistik, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik. Teknik analisis data menggunakan Anava Dua Jalan sel tak sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe NHT memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (2) mahasiswa dengan kecerdasan linguistik mempunyai prestasi belajar lebih baik (3) pada Mata Kuliah Geometri dengan model pembelajaran NHT, mahasiswa yang memiliki kecerdasan linguistik lebih baik prestasinya daripada yang memiliki kecerdasan matematik-logis. Namun, dengan model pembelajaran langsung mahasiswa yang   memiliki kecerdasan matematik-logis lebih baik prestasinya daripada yang memiliki kecerdasan linguistik, (4) dengan memperhatikan kecerdasan matematik-logis dan linguistik, model pembelajaran kooperatif tipe NHT memberikan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran langsung.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR PIPS SD DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MAHASISWA PGSD

Sadiman, Sadiman, Samidi, Samidi, Mahfud, Hasan

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.475 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model Jigsaw dan STAD jenis pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar IPS, (2) pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS, dan (3) interaksi pengaruh model pembelajaran dan kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa semester VI PGSD FKIP UNS Surakarta. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling, yang terdiri dari 72 siswa termasuk dalam dua kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis varians dua arah dengan desain faktorial 2 x 2. Berdasarkan hasil penelitian setelah pengujian hipotesis menggunakan SPSS dengan Antara-Subjects Effects Tes ditemukan: (1) ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar antara siswa yang diajarkan oleh JIGSAW dan STAD (p-value = 0,004 ), (2) ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah (p-value = 0,000) , (3) ada interaksi antara model koperatif belajar (JIGSAW dan STAD) dan kreativitas (tinggi dan rendah) pada hasil belajar siswa (p-value = 0,027).

THE LITTLE WORDS THAT MATTER: DISCOURSE MARKERS IN TEACHER TALK

Karlina, Yeni, Suparno, Suparno, Setyaningsih, Endang

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.155 KB)

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas suatu aspek khusus dari interaksi kelas dan penggunaan bahasa di kelas bahasa yakni penanda wacana (DMs). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Menggunakan data yang diperoleh dari dua guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar di enam kelas Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di salah satu SMA di Surakarta, penelitian ini mendeskripsikan kejadian  dan  fungsi  tekstual  dari  DMs  yang  digunakan  oleh  guru. Analisis  data menunjukkan bahwa terdapat 19 DMs baik dalam Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Jawa yang digunakan kedua guru dalam ujaran guru di kelas. Artikel ini juga menguraikan sejumlah fungsi tekstual DMs yang secara signifikan berkontribusi terhadap alur organisasi diskursus kelas yang koheren dan lancar dalam interaksi kelas. Fakta bahwa DMs adalah perangkat berharga untuk memudahkan struktur diskursus kelas menyarankan bahwa harus ada peningkatan kesadaran tentang penggunaan DMs dalam ujaran guru.