cover
Filter by Year
Basastra
Jurnal yang dikelola oleh Prodi PBSI
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2012): Basastra
9
Articles
Pemanfaatan Teks Feature Perjalanan sebagai Media dalam Pembelajaran Menulis Karangan Naratif

Gultom, Nurjannah

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Featured is one kind of story in which an utterance of facts, events, event, or a history of the process with a written description, the process of formation or how it works. While the trip is a feature that tells the range feature a trip to a place that lures with a devious way. Feature written in chronological order based on the series of events. The experience of the event or events that the students read from the feature can be used as a basis or reference in the narrative essay writing. This is because the content or material is a form of narrative literature events or eventssimilar to the material contained in the text feature on the trip. Therefore, narrativeessay writing skills upgrading can be done with the use of media texts travelfeature. Keywords: utilization- narration-travel feature text

LATIHAN MEMBACA CEPAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DAN PEMAHAMAN BACAAN

Kamalasari, Vidya

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui latihan membaca cepat dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap apa yang dibacanya. Latihan membaca cepat adalah pelatihan yang dibuat untuk memaksimalkan potensi baca seseorang dalam memahami sebuah bacaan. Ada tujuh latihan terdapat dalam membaca cepat yaitu latihan melihat dengan otak, latihan mempercepat gerakan mata, latihan melebarkan jangkauan mata, latihan fiksasi ke fiksasi, latihan otot mata, latihan pernapasan, dan latihan konsentrasi. Setelah kita melakukan latihan membaca cepat maka pemahaman kita akan semakin bertambah terhadap bacaan, dan secara langsung kecepatan kita dalam membaca juga akan meningkat.. Pengukuran membaca cepat ini dilakukan terhadap 30 siswa kelas VIII MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT. Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kecepatan membaca kata per menit siswa kelas VIII MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT yaitu, 30 responden di bawah 180 kata per menit. Sedangkan kemampuan memahami isi bacaan hanya 6 responden yang pemahaman bacaannya di atas 70%, 13  responden yang pemahamannya 80%, dan 6 responden yang pemahamannya  60%. Hasil pengukuran ini menyimpulkan bahwa belum ada siswa kelas MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT yang memiliki kemampuan membaca cepat. Disarankan agar guru mengunakan latihan membaca cepat untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat. Kata kunci : Membaca cepat, faktor penghambat membaca cepat, latihan membaca cepat meningkatkan membaca cepat dan pemahaman bacaan

MENGAJAR ADALAH SENI MEMBANGKITKAN RASA INGIN TAHU

Jayanti, Novi Dwi

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan pada hakikatnya adalah pemolaan pengaruh terhadap peserta didik. Mendidik perlu diletakkan pada landasa filosofi pendidikan yang benar, kuat dan bermakna besar. Keberhasilan pendidikan ditandai dengan kualitas manusia terdidik yaitu tidak hanya mengetahui yang benar tetapi juga bertindak yang mulia. Semua orang harus bertanggungjawab membuat lintasan menuju masa depan dirinya sendiri dan secara kolektif bersama orang lain untuk masa depan bangsa dan seluruh umat manusia. Tujuan pendidikan, materi dan kurikulum pendidikan tidak kontekstual dengan dunia nyata yang menyentuh langsung pada substansi persoalan. Proses belajar mengajar yang diprogram terlalu berakibat terjadi kekakuan dan mematikan kreatifitas pendidik dan peserta didik. Pendidikan berlangsung linier yang mampu menghasilkan manusia yang “cerdas”, tetapi tidak mampu menghasilkan manusia yang berkualitas. Akibatnya pendidik dan peserta didik memiliki mutu yang rendah yang tidak mampu menghadapi realita persoalan sendiri secara praktis dan pragmatis, sehingga menghasilkan manusia rentan terhadap persoalan dan tidak memiliki ketahanan. Sementara itu falsafah tentang pendidikan tidak terhayati, sehingga pendidikan tidak memiliki arah yang jelas dan output yang berkualitas. Kata Kunci: Pendidikan, Belajar Mengajar, Tujuan Pendidikan

METODE LATIHAN TERBIMBING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS-KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN

SIANTURI, HELGA SABRINA

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Writing is an activity that is not preferred by most students. There are many things of which lies behind this problem is the difficulty in determining the diction, it is difficult to determine the theme, it is difficult to find inspiration, hard to put the idea, and some students thought he was not talented. Short story elements that are considered to be a barrier for novice poets. Therefore, students should be able to boost the learning experience to enhance critical thinking skills are realized into the creative process. Efforts to do to minimize these barriers is to apply the method as an alternative guided exercises in learning to write short stories that are expected to increase the ability to think critically and creatively to help students in their ideas realized in the form of writing. Keyword: writing short stories, guided exercises, critical thinking, creative, learning   to write short stories

PERBANDINGAN PENGAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN KBK (KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI) DAN KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN)

Widuri, Endang

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstract Curriculum as a design in education has a strategic position, as all educational activities geared to the curriculum. Basically the curriculum is a system consisting of several components. Curriculum components of an educational institution can be identified by reviewing books education curriculum. In the classical view, the curriculum is seen as a lesson plan in a school or lessons and materials that must be taken at school. Meanwhile, according to the modern view, the curriculum as a lesson plan, regarded as something real happening in the education process in schools. Kata kunci : pengertian kurikulum, fungsi dan tujuan kurikulum, pengertian KBK, tujuan, landasan dan ciri-ciri KBK, pengertian KTSP, tujuan, landasan dan ciri-ciri KTSP, perbedaan KBK dan KTSP.

PEMBELAJARAN SASTRA SEBAGAI SALAH SATU WUJUD IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERKARAKTER

Tindaon, Yosi Abdian

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTACT Character education is an effort for the student’s better character building. In this time, the discourse about character education was preferred in educational sector. This was caused by the reality  that now a days the humanity sensitivity and the sensitivity of about the surrounding phenomenon become worse. The literature teaching which integrated with character education is one of the smart solution  to invest early the character values for students. Through literature, since the early the students can do the feeling cultivation, mind cultivation, and spiritual cultivation frequently till undirectly the students have the good behaviors and habbits. The literature teaching direcly or indirectly will help the students to improve their knowledge about the tradition in human live, increase their sensitivity to the personal and society problems, even increase the students knowledge about the science and technology concept. Keywods: character education, literature teaching

UPAYA MENCETAK PESERTA DIDIK YANG BERKARAKTER

Rahayu, Siti Sri

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Character education has always attracted the attention of many. Gunda some sense of the people of Indonesia to the arrogant behavior of the recently demonstrated through a glass screen or print media, such as mutual blasphemy, will not budge, and other bad behavior invites human concerns of education in Indonesia. School as a young printer intermediary institutions of the nation must take responsibility against the erosion of a sense of empathy, respect, and sense of community that has become characteristic of Indonesian society since ancient times our time. Regarding the note about how the real effort should be made to print the character of students in the midst of the hustle and bustle of politics and genjarnya flow of information through television, internet, and other means. Curriculum as a design in education are well positioned with respect to the true character education efforts have been accommodated in the particular subject. Therefore, the suggestion that dapata do of course expect a teacher to enhance the professionalism of one of them realized in the form of examples and behaviors that can make students comfortable in devoting the problems faced and the teacher can catch any strange behavior of the learners.   Kata kunci: peserta didik, pendidikan berkarakter, guru yang profesional

PEMBERDAYAAN MORAL TERINTEGRASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Hasanah, Try Nur

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Moral is something which is interconnected with the ability in determining correct or incorrectness the behavior. It can be looked from someone’s action and language. In order to have moral, someone has to get the language skill. The enableness of moral can be integrated trough Indonesian lesson either through the literature or scientific lesson. The literature always correlate with the student’s life skill in the society, social, the ability in problem solving, the ability in critical thinking, the ability in communicating, having self awareness, the ability in avoiding stress, the ability in making decision, vocational ability, and having the positive behavior. In Indonesian lesson, the students are also taught for have the ability in scientific thinking. That is think systematically and regularly. Directly, the student’s moral is constructed to the positive direction along the expanding of their knowledge and attitude in with learning Indonesian.   Keywords: moral, Indonesian lesson

PENTINGNYA PEMBINAAN KEGIATAN MEMBACA SEBAGAI IMPLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

SUGIARTI, UCI

Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perlu disadari bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi semua orang. Banyak hal yang dapat diperoleh dalam keidupan, jika seseorang rajin membaca. Di dunia pendidikan, menjadikan kegiatan membaca salah satu kebiasaan siswa merupakan harapan bagi semua orang tua dan tenaga pengajar di sekolah. Pembinaan kegiatan membaca ini, tidak lepas dari adanya minat yang besar dari dalam diri siswa untuk mau melakukannya serta pembelajaran bahasa Indonesia yang dikelola dengan baik oleh guru di sekolah. Membaca yang pada hakikatnya termasuk kajian bahasa Indonesia dan dijadikan salah satu materi pengajaran yang penting, diharapkan mampu membangkitkan minat siswa dalam membaca. Guru bahasa diharapkan dapat membantu siswa mengatasi kesulitan membaca dengan mengajarkan teknik membaca yang baik serta memanfaatkan fasilitas yang ada agar budaya baca dapat diwujudkan di sekolah. Kata Kunci     : Pembinaan Kegiatan Membaca, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018): JURNAL BASASTRA Vol 7, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2018): JURNAL BASASTRA Vol 7, No 1 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2017): JURNAL BASASTRA Vol 6, No 4 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2017): JURNAL BASASTRA Vol 6, No 3 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Basastra Vol 6, No 2 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Basastra Vol 6, No 1 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Basastra Vol 5, No 4 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Basastra Vol 5, No 3 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Basastra Vol 5, No 2 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Basastra Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Basastra Vol 4, No 4 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Basastra Vol 4, No 3 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Basastra Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): basastra Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Basastra Vol 3, No 4 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia Vol 3, No 3 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): BASASTRA Vol 3, No 1 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2014): BASASTRA Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Basastra Vol 2, No 4 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Basastra Vol 2, No 3 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Basastra Vol 2, No 2 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Basastra Vol 2, No 1 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Basastra Vol 1, No 3 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Basastra Vol 1, No 2 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Basastra Vol 1, No 1 (2012): Basastra