cover
Filter by Year
Articles by issue : Vol 8, No 2 (2006)
9
Articles
Kontribusi Ibn al-Nadim dalam dunia kepustakawanan Islam kajian terhadap kitab al-Fihris

Rifai, Agus

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.43 KB)

Abstract

Ibn al-Nadim, seorang pecinta buku merupakan salah satu tokoh yang mengenalkan suatu pendekatan studi Islam dengan caranya sendiri. Karyanya Kitab Al-Fihrist merupakan karya yang berusaha memahami dan sekaligus mengenalkan Islam melaui pendekatan bibliografis, yattu kajian survey dan pencatatan terhadap literature keislaman yang berkembang di dunia Islam, baik tentang materi ajaran Islam maupun tentang materi yang lain sebagai karya pencapaian umat Islam. Karya ini setidaknya menggambarkan dua hal pokok, yaitu pertama menunjukkan tingkat pemahaman dengan berbagai diferensiasinya terhadap ajaran Islam, dan kedua menunjukan peta perkembangan dan pencapaian keilmuan umat Islam pada suatu masa tertentu.Kata Kunci: Ibn al-Nadim, al-Fihris

Peran orang tua dalam pengembangan membaca dan literacy anak usia 0 sampai 5 tahun

Umar, Agus

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.845 KB)

Abstract

This article discusses the role of parents in the development of reading and literacy among the children between 0 to 5 years old. By reading books to the children as early as six weeks the parents can put them on the road to reading and literacy. There are some kinds of books that are suitable for children between 0 to 5 years old.Key Words: Literacy, membaca, orang tua

Incorporating a domain analysis approach in the indexing process

Alfida, Alfida

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.114 KB)

Abstract

Peledakan informasi yang terjadi saat ini membuat pengindeksan sebagai proses yang penting dalam penelusuran informasi. Masalah masalah yang berkenaan dengan analisis isi dan kebutuhan pemakai muncul saat pembuatan indeks. Berbagai penerapan Ieiah dilakukan, namun selalu saja muncul masalah lain seperti tidak terjawabnya kebutuhan pemakai dan kesulitan dalam pemenuhan kriteria dalam pengindeksan. Pendekatan domain analysis merupakan suatu alternative yang menjawab masalah-masalah tersebut di mana pengindeks dengan mudah mengevaluasi kebutuhan informasi pemakai; menentukan quality judgment; menggali topik dan istilah dalam isi suatu informasi. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana pendekatan domain analisis digunakan dan manfaatyang akan diperoleh dan penggunaannya.Kata Kunci: indexing, quality judgment

Urgensi pengajaran information literacy pada tingkat perguruan tinggi

Farida, Ida

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.034 KB)

Abstract

The advance of information technologies has brought tremendous impact in library service at higher education. This situation give the fact that library should give information literacy teaching for students to support their academic performance. Association of College and Research Libraries (ACRL), has determined competency standards of information Literacy for higher education. These competency standards consist of 5 standards and 24 performance indicators which can be used as guidance for any librarian in academic library to develop information literacy program. Tertiary Educational institutions in Indonesia which are not isolated from the changes occurred globally should respond with this trend that is teaching information literacy for the students. Several obstacles that hinder the program of information literacy in academic library in Indonesia are discussed. The obstacles should be figure out systematically in order to enhance our educational qualities in the future.Kata Kunci: Information literacy, perguruan tinggi

Upaya perpustakaan dalam mengentaskan kesenjangan informasi masyarakat

Sulaiman, Iskandar

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.602 KB)

Abstract

Kesenjangan informasi pada masyarakat adalah akibat rendahnya perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan perpustakaan sebagai inti infrastruktur informasi. Ada dua permasalahan pokok kepustakawanan Indonesia. Pertama, kehadiran perpustakaan pada masyarakat belum dapat memberikan konstribusi langsung dalam memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa Kedua, perpustakaan di tengah masyarakat belum dapat dioptimalkan dan diberdayakan secara maksimal. Perpustakaan harus dijadikan sebagai sentral informasi rakyat dengan berbagai aktivitas: 1) Perpustakaan sebagai pusat aktivitas intelektual dan kreatifitas, 2) Perpustakaan sebagai sarana pendidikan seumur hidup, 3) Perpustakaan sebagai pusat informasi, 4) Perpustakaan sebagai pusat ajang promosi, 5) Perpustakaan sebagai sarana rekreasi. Secara umum pertumbuhan perpustakaan pada tingkat strata dan komunitas masyarakat masih relatif rendah. Untuk menumbuhkembangkan perpustakaan di tanah air perlu dilakukan upaya gerakan nasional perpustakaan dengan konsep pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis. Kata Kunci: Kesenjangan informasi, kepustakawanan Indonesia

Mendukung pendidikan berbasis kompetensi dengan program literasi dasar dan information literacy di perpustakaan sekolah

Nuryudi, Nuryudi

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.15 KB)

Abstract

Students are now living in information age and faced with a situation that is almost totally different with their parents at their ages. Information literacy skills are becoming important competency for them as well as for the teachers. Students need to be aware of their information necessities and know how to search, evaluate and wisely use the information for studies and their lives; Knowing how to learn effectively. However, actuating information literacy program requires the mastery of basic literacy - three fundamental areas of scaled-competencies utilized to succeed in the related various activities. Employing the program will be significant approach for school because it can be a gateway for the instution to develop community of learners within the information literate society and will be a substantial investment for future. Kata Kunci: Pendidikan berbasis kompetensi, literasi dasar, information literacy, perpustakaan sekolah

Book Review: Keep your kids safe on the internet

Purnomo, Pungki

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.745 KB)

Abstract

Pada prinsipnya tidak ada software yang super ampuh yang dapat melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif internet. Karena itu dalam kesimpulannya si penulis tidak dapat menjamin bahwa dengan melakukan apa yang telah diterangkan pada buku ini kita akan secara penuh melindungi anak-anak kita dari pihak-pihak yang bermaksud memberikan pengaruh negatif terhadap anak-anak kita pada internet. 

Sekilas tentang perkembangan buku dalam Islam

Maryam, Siti

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.385 KB)

Abstract

Ada satu sisi buku adalah selah satu produk budaya manusia, disisi lain ia merupakan media penyebar sekaligus pelestari budaya itu. Melalui buku berbagai informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian, bahkan ajaran agama dilestarikan dan dan disebarluaskan. Maka buku memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan dan pengembangan peradaban manusia, bahkan dalam Islam buku juga dijadikan sabagai media dawah. Secara umum buku telah mengalami sejarah yang sangat panjang sejak zaman pra buku, buku pada abad pertengahan, hingga penemuan mesin cetak dan buku di abad modern. Dalam Islam buku telah berkembang sejak awal mula kelahiran Islam itu sendiri dan terus berkembang mengikuti perkembangan agama Islam sampai ke berbagai negara di luar Arab termasuk di Indonesia. Geliat perkembangan buku-buku Islam di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam duapuluh lima tahun terakhir. Kata Kunci: Sejarah buku, budaya manusia

Dilema dan problematika profesi pustakawan: Antara akademisi dan praktisi

Andayani, Ulpah

AL-MAKTABAH Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.757 KB)

Abstract

Sebagai suatu profesi, pustakawan merupakan seseorang yang dalam melakukan tugas dan pekerjaannnya beniasarkan pada suatu keahlian atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandili. Pustakawan adalah sebuah profesi yang sama pentingnya dengan profesi lainnya. Jabatan fungsional pustakawan tidak merupakan jabatan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari jabatan fungsional lainnya. Perbedaan di antara jebatan-jabatan fungsional hanyalah terletak pada bidang pekerjaan dan keahlian masing-masing yang berbeda. Seiring dengan perubahan paradigma terhadap profesi pustakawan, telah meniscayakan perlunya melakukan reposisi terhadap peran dan fungsi pustakawan. Pustakawan tidak lagi dipandang sebagai tenaga teknis, tetapi seorang pustakawan adalah seorang yang bekerja professional di bidang ilmu perpustakaan, dan mempunyai tanggung jawab untuk mengabdikan dirinya dalam pengembangan perpustakaan sekaligus pengembangan ilmu perpustakaan, serta mengabdikan seluruh kemampuan diri dan keilmuannya guna kepentingan masyarakat. Meskipun demikian, berbagai problematika yang dihadapi oleh pustakawan juga seakan mempertegas bahwa profesi pustakawan masih belum mendapat perhatian baik oleh Pemerintah, lnstitusi lokal maupun masyarakat luas lainnya. Profesi “professional pustakawan” sudah selayaknyalah ditangani secara "professional” dan proposional, mengingat bahwa pustakawan kini sudah mengalami reposisi peran dan fungsi yang diikuti oleh jenjang pendidikan tinggi setara dengan profesi lainnya. Kata Kunci: Profesi pustakawan, akademisi, jabatan fungsional, praktisi