cover
Filter by Year
Articles by issue : Vol 4, No 1 (2002)
7
Articles
Peran pustakawan intermediary dalam memenuhi kebutuhan informasi

Rifai, Agus

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.041 KB)

Abstract

Dalam berbagai kegiatan ilmiah, kebutuhan akan sumber-sumber informasi merupakan hal yang niscaya. Seorang peneliti maupun akademisi memerlukan sumber-sumber informasi untuk keperluan kegiatan akademis atau kegiatan penelitian. Akan tetapi, dalam kenyataannya tidak semua peneliti maupun akademisi dapat menemukan sumber-sumber tersebut karena berbagai alasan. Keterbatasan pengetahuan dalam menelusur informasi merupakan salah satu kendala dalam menemukan sumber-sumber informasi yang diperlukan. Dalam hal demikian, dibutuhkan seseorang yang diharapkan dapat mengatasi keterbatasannya dalam melakukan penelusuran. Seorang intermediary merupakan profil yang diharapkan dapat membantu menemukan informasi yang diperlukan. Pustakawan adalah seorang intermediary, akan tetapi tidak semua pustakawan dapat melakukannya. Untuk menjadi seorang intermedia diperlukan kemampuan khusus terutama dalam melakukan penelusuran dan kemampuan menilai relevansi suatu dokumen dengan permintaan. Kata Kunci: Pustakawan intermediary, pustakawan, informasi

Profesi pustakawan dan etika profesi

Syamsuddin, Anwar

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.301 KB)

Abstract

Profesi merupakan pernyataan atau janji terbuka, dan merupakan suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang dengan sendirinya menuntut keahlian pengetahuan dan keterampilan tertentu. Pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya yang mempunyai fungsi sosial, yakni pengabdian kepada masyarakat. Kepustakawanan bias dikategorikan sebagai suatu profesi dalam menjalankan tugasnya yang dilandasi dengan prinsip-prinsip keprofesionalannya. Di indonesia bidang pustakawan sudah memiliki kriteria sebagai bidang kerja yang profesional, dan jika dilihat dari berbagai indikator yang sudah dimiliki profesi kepustakawanan, misalnya IPI (lkatan Pustakawan Indonesia) sebagai organisasi profesi, program S1 (Strata), S2 (Magister) perpustakaan dan kode etik pustakawan Pemerintah telah mengakui bahwa pekerjaan pustakawan merupakan kerja yang bersifat profesional, sebagaimana telah dikeluarkannya Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN No. 53649/MPK/1988, dan No. 15/SE/1988, tanggal 16 Juli 1988 dan diperbaharui dengan SK MENPAN No. 33 tahun 1988 tentang jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Kata Kunci: Profesi pustakawan, jabatan fungsional pustakawan

Ada apa dengan perpustakaan pribadi

lman W., Bina

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.456 KB)

Abstract

Menjadikan buku sebagai salah satu faktor penting dalam keseharian anda dan keluarga merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Bagi orang yang sadar benar akan pentingnya arti sebuah buku maka buku tersebut baginya adalah identik dengan ilmu. Sebuah ungkapan pepatah yang mengatakan “ilmu yang akan menjaga harta anda", jelas merupakan suatu pesan yang sangat berarti sekali bagi kehidupan manusia. Secara sederhana pepatah tersebut dapat dipahami bahwa ilmu adalah satu-satunya alat yang paling dimungkinkan dapat digunakan - secara langsung maupun tidak langsung - untuk memperoleh berbagai hal yang kita inginkan. Perkembangan wawasan keilmuan anda sekeluarga tidak selalu dapat diperoleh melalui buku-buku wajib yang digunakan di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi-perguruan tinggi. Semaraknya dinamika keilmuan, bertambahnya wawasan tentang berbagai kasus dan pengalaman serta juga hiburan dapat dikondisikan dalam keluarga anda melalui perpustakaan pribadi. Karena itu tulisan ini mencoba mengajak para pembaca akan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kedinamikaan wawasan keilmuan bagi anda sekeluarga dengan berbagai koleksi buku. Kata Kunci: Perpustakaan pribadi, keilmuan

Book Review: Putting marketing ideas into action

Farida, Ida

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.105 KB)

Abstract

Judul: Putting Marketing Ideas Into Action Pengarang: Keith Hart Penerbit: Library Association Publishing, London Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 1999 Reviewer: Ida Farida

Upaya memberdayakan pustakawan dalam melaksanakan kegiatan fungsional pustakawan

Sulaiman, Iskandar

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.971 KB)

Abstract

Sesuai dengan judulnya, topik tulisan ini mengangkat masalah tentang berbagai upaya yang telah dan mungkin dapat dilakukan untuk memberdayakan peran pustakawan dalam menunjang berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan. Bagaimanapun perlu disadari bahwa kecenderungan mutu pendidikan kita yang semakin terpuruk dari tahun ketahun sebenamya sangat terkait dengan lemahnya faktor penunjangnya, khususnya perpustakaan. Menciptakan perpustakaan yang baik dan yang mampu menunjang berbagai aktifitas belajar mengajar di sekolah karenanya menjadi suatu keharusan. Diskusi pada tulisan ini adalah membahas tentang berbagai hal untuk memberdayakan peran pustakawan sebagai faktor yang paling dominan bagi terciptanya perpustakaan yang representatif untuk tujuan mencerdaskan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Karena itu pengidentifikasian terhadap berbagai kendala yang dihadapi para pustakawan dan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sama karir mereka merupakan bahasan utama dalam tulisan ini. Kata Kunci: Memberdayakan peran pustakawan, fungsional pustakawan

Jurnal elektronik sebagai sarana komunikasi ilmiah

Miswan, Miswan

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.26 KB)

Abstract

Komunikasi ilmiah secara formal untuk menyebarkan pengetahuan dan hasil penelitian telah dilakukan oleh para ilmuwan sejak beberapa abad yang silam. Media yang digunakan pada awalnya berupa surat-menyurat, treatise dan buku. Namun akhirnya mereka menggunakan majalah sebagai sarana komunikasi ilmiah formal karena majalah dapat diterbitkan lebih cepat. Sampai sekarang jurnal merupakan sarana komunikasi ilmiah yang mapan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi muncul jurnal dalam bentuk elektronik yang dapat diterbitkan dengan lebih cepat, lebih murah dan dapat disebarkan dengan cepat dan mudah. Namun kemunculan jurnal elektronik sebagai sarana komunikasi ilmiah masih menimbulkan kontroversi di kalangan ilmuwan. Di antara mereka ada yang meragukan legitimasinya dan enggan menggunakannya. Namun tidak sedikit para ilmuwan yang secara antusias menyambut kehadiran jurnal elektronik ini dan merasa optimis suatu saat nanti jurnal tercetak yang tradisional akan hilang digantikan jurnal elektronik ini. Tulisan ini menganalisis beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan tentang jurnal elektronik dan fungsinya sebagai sarana komunikasi ilmiah. Hasilnya adalah perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai dampak jurnal elektronik terhadap komunikasi ilmiah dengan secara lebih adil dan seimbang agar diperoleh hasil yang obyektif. Kata Kunci: Jurnal elektronik, komunikasi ilmiah

Profesi pustakawan: Super highway to heaven

Suprayogi, Mukmin

AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.023 KB)

Abstract

Orientasi amal soleh pustakawan diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas profesinya, yaitu mulai dari membina dan mengembangkan koleksi perpustakaan milik lembaga induknya sampai membangun jaringan informasi (information network) dengan sesame pekerja informasi atau dengan profesi lainnya. Dalam dekade terakhir ini, peran profesionalisme pustakawan semakin menjadi tuntutan. Sehingga untuk pengelolaan dokumen, maka pemanfaatan sarana teknologi informasi tidak mungkin dapat dielakkan. Sejalan dengan semakin dinamisnya perkembangan informasi tersebut maka pustakawan seharusnya menjadi profesi yang cukup berperan dan penting. Karena itulah saatnya sekarang ini, sepatutnya, semua lapisan masyarakat harus benar-benar menempatkan dan menghargai pustakawan sebagai profesi yang berperan sekali dalam era globalisasi informasi. Kata Kunci: Profesi pustakawan