cover
Filter by Year
CAKRAWALA
Cakrawala is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: 1. Government Issue 2. Ecomonic and Financial 3. Natural Resource and Technology, 4. Social Science
Articles by issue : Vol 11, No 1: Juni 2017
12
Articles
‚Äč
MODEL PEMBENTUKAN BADAN PENGELOLA BANDARA UDARA SEBAGAI PENGGANTI BANDARA JUANDA

Harmanto, Harmanto, Isbandono, Prasetyo, Wardhono, Arie

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.472 KB)

Abstract

Salah bandara yang sangat padat di Jawa Timur adalah Juanda. Bandar Udara Internasional Juanda berada satu di kecamatan Sedati, kabupaten Sidoarjo. Jumlah penumpang di Ba dara Juanda tahun 5n pada 201 mencapai 12 juta penumpang. Untuk itu diperlukan alternatif pengganti Juanda pada masa yang akan datang. Berdasarkan atas hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Telah ada aturan dapat mendukung Pembentukan Badan Pengelola Bandara Udara sebagai Pengganti Bandara Juanda ondisi lokasi alternatif sebagai Pengganti Bandara , (2) K Juanda saat ini Pengganti Bandara Juanda , yang paling siap adalah Lamongan, (3) yang paling banyak potensi dan peluangnya yaitu Sidoarjo dan Lamongan, (4) pModel pembentukan Badan Pengelola sebagai enggantiBandara Juanda terbaik yang adalah Badan Usaha Milik Daerah. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah (1) RTRW Provinsi Tahun 2011-2031 perlu segera diwujudkan dalam RTRW kabupaten/kota yang dijadikan sebagai lokasi pengembangan bandara, (3) Pemerintah Provinsi perlu mengambil peran yang lebih banyak dalam pengelolaan bandara agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pembangunan.

BACK PAGE

Editor, Editor

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.994 KB)

Abstract

FAKTOR-FAKTOR DAN POLA HUBUNGANNYA YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) OLEH KELUARGA MISKIN (Studi Kasus di Puskesmas wilayah Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik)

Kurniawan, Yudiyanto Tri

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3605.509 KB)

Abstract

Pada masa transisi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini masih banyak ditemui permasalahan pada pelayanan kesehatan kepada keluarga miskin. Untuk itu kita perlu meneliti faktor-faktor yang berpotensi memicu permasalahan tersebut dan pola hubungan antar faktor-faktornya, sehingga dapat dijadikan landasan dalam mencari jalan keluar untuk permasalahan tersebut. Penelitian kualitatif deskriptif metode studi kasus.Teknik pengambilan Sampling yaitu Triangulasi non probability sampling, antara Teknik Purposive,Teknik Snow Ball dan Teknik Aksidensil. pengumpulan data dengan Wawancara mendalam (Deep Interview), Observasi lapangan dan Dokumentasi, Pengolahan Data dengan teknik Kondensasi Data. Berdasarkan hasil penelitian dapat tarik kesimpulan, Kunjungan keluarga miskin di Puskesmas Kedamean sebelum dan setelah diberlakukan JKN relatif tren positif terus. Sedangkan di Puskesmas Slempit sebelum JKN terjadi tren positif, namun setelah diberlakukan JKN terjadi tren negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi menjadi faktor-faktor Internal Keluarga Miskin : Kondisi fisik, ekonomi, sosial, kepemilikan sarana transportasi, waktu/kesempatan dan kualitas SDM. Faktor-faktor eksternal keluarga miskin : Puskesmas, sistem JKN-PBI, Puskesmas Pembantu, poskesdes/polindes, rumah sakit, tenaga kesehatan swasta, fasilitas kesehatan swasta, kondisi infrastruktur, aparatur desa, aparatur kecamatan, kearifan lokal, kebijakan pemerintah daerah dan peraturan perundang-undangan/regulasi. Pola hubungan antara faktor-faktor eksternal dapat dikelompokkelompokkan berdasarkan korelasi/hubungannya dengan faktor internal keluarga miskin membentuk ring1-4.

FRONT COVER

Editor, Editor

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FRONT PAGE

Editor, Editor

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.116 KB)

Abstract

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERPINDAHAN TERMINAL GADANG KE TERMINAL HAMID RUSDI DI KOTA MALANG

Aprilianto, Prayogi, Humairoh, Nadia, Negara E. P., Bima Setya, Hartama, Anna, Alwan, Achmad, Olimpia A, Gayatri Utami, Nafiisah, Zakiyyatun, Hakimah, Milatul

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.245 KB)

Abstract

Meningkatnya kemacetan di Kota Malang mendorong dilakukannya penetapan Rencana Sistem Jaringan Jalan untuk mengatasi masalah ini. Dalam hal ini, yaitu wilayah sekitar Jalan Kolonel Sugiono, dimana kondisi wilayah sekitar Jalan Kolonel Sugiono diperparah dengan adanya Terminal Gadang yang berdekatan dengan Pasar Induk Gadang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan implementasi kebijakan perpindahan Terminal Gadang ke Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Implementasi kebijakan perpindahan Terminal Gadang ke Terminal Hamid Rusdi dalam penelitian ini difokuskan pada pengaruh kinerja kebijakan yang meliputi: ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya dalam implementasi kebijakan, karakteristik agen pelaksana kebijakan, sikap/kecenderuangan para pelaksana kebijakan, komunikasi antarorganisasi dan aktifitas pelaksana kebijakan, lingkungan ekonomi, sosial dan politik yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan Terminal Gadang ke Terminal Hamid Rusid memiliki kendala dalam sumber daya khususnya sumber daya alat dan manusia yaitu infrastruktur pendukung kelancaran operasi terminal, seperti jalan raya dan koordinasi antar aktor, sehingga solusi dalam masalah implementasi kebijakan ini, yaitupercepatan pembangunan infrastruktur jalan di lingkar timur Kota Malang.

PEMBENTUKAN PROVINSI MADURA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK

Tauran, Tauran, Rahaju, Tjitjik, Raditya, Ardhie, Pradana, Galih W.

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.366 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan wacana pembentukan Provinsi Madura berdasarkan pendekatan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi. Para informan penelitian meliputi para kepala daerah dan jajaran pimpinan di bawahnya, tokoh agama, kalangan akademisi dari dua kampus ternama di Madura (Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Madura), dan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana pembentukan provinsi Madura belum memenuhi berbagai persyaratan secara memadai. Baik persyaratan material kewilayahan, potensi anggaran, sumber daya manusia, dan pengelolaan sumber daya alamnya. Selain itu, komitmen kelompok elit baik pemerintah dan tokoh masyarakat menindaklanjuti wacana provinsi Madura masih belum solid dan massif hingga menyentuh akar rumput. Sementara, pemerintah Jawa Timur yang dapat melakukan langkah normatifguna mendorong terbentuknya provinsi Madura masih menunggu berbagai persyaratan pembentukan daerah baru dilengkapi terlebih dahulu. Berbagai kondisi ini membuat pembentukan provinsi Madura tampaknya sulit diwujudkan dalam waktu dekat, kecuali terdapat gerakan terobosan dari berbagai pihak yang berkepentingan bagi masa depan Madura.

PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI USAHA TANI SEBAGAI PENGUATAN EKONOMI DI KABUPATEN BOJONEGORO, TULUNGAGUNG, DAN Volume 11 No. 1 Juni 2017 PONOROGO

Damanhuri, Damanhuri, DU, Rr. Merry Muspita, Sarwo Setyohadi, Dwi Putro

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2068.041 KB)

Abstract

Kabupaten Bojonegoro, Tulungagung, dan Ponorogo merupakan daerah agraris dan menjadi salah satu penghasil tanaman pangan terkemuka di Provinsi Jawa Timur. Diversifikasi usahatani di wilayah ini dilakukan dengan menerapkan pola tanam berdasar musim, yaitu membudidayakan beragam komoditas secara bergiliran. Program diversifikasi usahatani lahan sawah belum dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan petani yang diakibatkan karena petani belum mampu membudidayakan komoditas yang bernilai tambah tinggi akibat modal yang terbatas. Penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik usahatani, pola permodalan, peran stakeholder, melakukan analisis usahatani untuk mengetahui pola tanam anjuran dan prospeknya, sertamerumuskan strategi fasilitasi permodalannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif, analisis keuntungan usahatani, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap wilayah mempunyai pola tanam spesifik dengan padi sebagai komoditas utama yang ditanam pada musim hujan diikuti oleh palawija dan tanaman hortikultura. Petani kecil cenderung memanfaatkan koperasi simpan pinjam, kredit mikro, dan rentenir, sedangkan petani dengan kepemilikan lahan sawah yang luas cenderung memanfaatkan bank. Hasilanalisis usahatani menunjukkan bahwa pada masing-masing wilayah terdapat pola tanam anjuran yang perlu diimplementasikan oleh petani untuk meningkatkan pendapatannya. Prospek pengembangan diversifikasiusahatani melalui implementasi pola tanam anjuran sangat sesuai dengan karakter wilayah dan permintaan pasar dari komoditas tersebut cukup besar. Strategi generik fasilitasi permodalan yang dipilih yaitu memberdayakan petani melalui kelompok tani yang mempunyai kemampuan dalam mengelola kebutuhan modal usahatani anggotanya. Strategi spesifik diantaranya adalah mengembangkan asuransi pertanian, menumbuhkan dan memperkuat lembaga keuangan mikro ditingkat kelompok tani, dan memberikan pelatihan menajemen permodalan usahatani.

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN LINTAS WILAYAH UNTUK MENDUKUNG SISTEM INOVASI DAERAH DI KABUPATEN MAGETAN, PONOROGO, DAN PACITAN

Yufit R, Hendra, P, Bambang Herry, Abdurrahman, Alwan, P, Trismayanti Dwi

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2789.683 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan, Ponorogo, dan Magetan telah mempunyai rencana pengembangan produk unggulan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2020. Fokus pengembangannya hampir serupa yaitu produk unggulan yang berasal dari bidang agribisnis, olahan pangan, kerajinan, dan pariwisata. Kedekatan geografis mengakibatkan karakteristik sumberdaya alam dan sosial budayanya memiliki kesamaan, termasuk jenis produk unggulan, kendala, permasalahan, dan peluang pengembangannya. Mengingat karakteristik dan sistem penunjang dari beberapa produk unggulan yang terdapat di ketiga wilayah tersebut banyak mempunyai kesamaan dan interaksi fungsionalnya melibatkan pelaku dari lintas wilayah, maka diperlukan kebijakan pengembangan yang bersifat lintas wilayah. Strategi yang dihasilkan harus dapat menunjang pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menentukan produk unggulan lintas wilayah antara Kabupaten Pacitan; Kabupaten Ponorogo danKabupaten Magetan dalam mendukung pengembangan SIDa; 2) Mengidentifikasi potensi komoditas dan produk unggulan lintas wilayah dimaksud; 3) Mengetahui jenis produk olahan yang mempunyai potensi pasardari komoditi unggulan lintas wilayah dimaksud; 4) Merancang strategi pengembangan produk unggulan mulai dari hulu hingga hilir dalam rangka menggerakkan ekonomi lokal. Berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan, produk unggulan lintas wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan meliputi: produk olahan janggelan; produk kerajinan kulit, anyaman bambu; batu mulia; dan batik.

IMPLEMENTASI PROGRAM PENDAMPING PROFESIONAL DESA : PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) DI KABUPATEN BOJONEGORO

Sutanto, Slamet Hari

CAKRAWALA Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2595.503 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (i), Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat Kajian Implementasi Program Pendamping Profesional (ii), Bagaimana Strategi Pemerintah Daerah yang efektif dalam Implementasi Program Pendamping Profesional. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Bojonegoro. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pertimbagan penggunaan metode kualitatif karena pendekatan kualitatif mampu menyajikan bentuk yang menyeluruh (holistic) dalam menganalisis fenomena sebuah Implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Pendamping Profesional : Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Kabupaten Bojonegoro belum diimplementasikan secara optimal sesuai dengan tujuan kebijakan yang telah dirumuskan; Dalam implementasi : Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Kabupaten Bojonegoro masih mengalami kendala terkait dengan ketersediaan sumberdaya yang terbatas sehingga berpengaruh terhadap pelaksananan program; Koordinasi dan komunikasi antar pelaku kebijakan sebagai aspek penting dalam menentukan keberhasilan implementasi program belum terlaksana secara efektif; belum dirumuskan suatu Standart Operating Procedure (SOP) yang jelas sebagai tolok ukur keberhasilan program.