Articles by issue : Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
3
Articles
Penggunaan Light Weight Deflectometer Pusjatan Untuk Quality Control Pekerjaan Pemadatan Tanah Dasar

Syafier, Siegfried

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.498 KB)

Abstract

Pemadatan merupakan salah satu aktivitas yang perlu mendapat perhatian penuh dalam pelaksanaan konstruksi suatu sistem perkerasan jalan. Untuk itu perlu dilakukan quality control yang ketat dalam pelaksanaannya. Tanah dasar sebagai bagian dari sistem perkerasan jalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem tersebut. Kebutuhan akan tanah dasar yang kuat dimulai dari proses pemadatan dan pengawasan pelaksanaannya. Light Weight Deflectometer (LWD) Pusjatan menjadi salah satu alternatif alat untuk melaksanakan quality control pemadatan. Terlihat bahwa dengan menggunakan alat LWD Pusjatan ini sebagai alat bantu quality control beberapa keuntungan bisa didapat antara lain efisien dari segi waktu, biaya, dan jumlah personil yang dibutuhkan.

Monitoring dan Kendali Jarak Jauh Kebocoran Gas LPG Berbasis Android

Andriana, Andriana, Zulkarnain, Zulkarnain, Herpuji, Sahidwan Bina

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.015 KB)

Abstract

Rumah adalah tempat tinggal dan berkumpulnya semua anggota keluarga, mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Sangat penting menjaga keamanan rumah jika di tinggalkan dalam waktu lama dan tanpa pengawasan. Kebocoran gas LPG adalah salah satu bahaya yang harus diwaspadai. Oleh karena itu harus ada suatu sistem pendeteksi kebocoran gas yang bisa memberikan peringatan dan melakukan aksi secara otomatis untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya jika ditinggalkan. Alat ini terdiri dari beberapa perangkat keras dan lunak, diantaranya: Sensor gas MQ-6 sebagai pendeteksi kebocoran kadar gas, Sensor tekanan MPX-5700-AP untuk mengetahui tekanan tabung gas, Mikrokontroller Atmega 328, SIM 800L sebagai jaringan komunikasi untuk memberikan peringatan jika terjadi kebocoran, Kipas penghisap untuk mengurangi akumulasi kadar gas yang bocor, Relay sebagai pemutus aliran listrik PLN, Arduino Uno program yang digunakan sebagai software, Telepon genggam operating system Android  sebagai interface untuk pemantauan dan kendali jarak jauh. Alat ini melakukan pemantauan parameter di telepon genggam seperti tekanan dan kandungan gas pada saat normal atau pun jika terjadi kebocoran, jika terjadi kebocoran, alat ini akan mendeteksi kebocoran dimana sensor gas MQ-6 diposisikan tinggi dan jarak 10cm dari sumber kebocoran, memberikan peringatan berupa sms dan voice call, menghidupkan dua kipas penghisap secara bertahap untuk mengurangi kadar gas dan memutuskan aliran listrik PLN secara otomatis. Hal ini untuk menghindari dampak besar dari kebocoran gas LPG yang bisa berakibat kebakaran dan ledakan. Dengan di buatnya alat ini, bahaya dari kebocoran gas LPG bisa dicegah.

Penataan Jalur Pedestrian Berbasis Transit Oriented Development Pada Revitalisasi Kawasan Stasiun Kereta Api

Wijaya, Alfred, Sari, Sally Octaviana

JURNAL TIARSIE Vol 15 No 2 (2018): TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.772 KB)

Abstract

Stasiun Padalarang menjadi simpul transportasi massal seiring fungsinya sebagai moda transportasi antar kota. Kawasan sekitar stasiun Padalarang mengalami penurunan kualitas fisik dan visual akibat perkembangan sektor informal yang tidak terkendali dan pertumbuhan bangunan liar dan tidak tertata. Penrunan kualitas fisik juga terjadi akibat adanya beberapa bangunan yang tidak digunakan lagi. Di lain pihak, kawasan stasiun Padalarang akhirnya mengalami ‘mati suri’, sehingga membutuhkan  upaya revitalisasi. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan vitalitas kawasan dicapai melalui kegiatan revitalisasi. Istilah revitalisasi diperkenalkan oleh Calthorpe (1993) dan digunakan oleh perancang kota untuk meningkatkan vitalitas kawasan dengan pemenuhan kebutuhan yang berorientasi pada manusia. Salah satu indikator keberhasilan revitalisasi adalah peningkatan intensitas penggunaan jalur pedestrian.  Pengumpulan data dilakukan melalui pemetaan dan observasi terhadap aktivitas sirkulasi dan kondisi lapangan/lokasi di sekitar Stasiun Padalarang.