cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 7, No 25 (2008)
6
Articles
TEORI FUNGSIONAL STRUKTURAL DALAM KOMUNIKASI MASSA

Sofyan, Sofyan

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon komunikasi menunjukkan bahwa akar dari ilmu Komunikasi meliputi Sosiologi, Psikologi, Psikologi Sosial dan Antropologi (Nina Winangsih Syam, 2002:18). Oleh Karena itu kedekatan antara Sosiologi dengan Ilmu Komunikasi sangat Nampak ketika teori-teori Komunikasi mengadopsi teori-teori Sosiologi termasuk Teori Fungsional Struktural atau Teori Sistem dalam Sosiologi menjadi Pendekatan Fungsional Struktural dalam komunikasi Massa.Bertolak dari pemikiran di atas, maka penulis menguraikan kaitan antara teori Fungsional Struktural dan Teori Sistem dalam Sosiologi dengan Teori Fungsional Struktural dalam Komunikasi Massa. 

PERBEDAAN PERSEPSI PENGANTAR KEARIFAN SOLUSI

Harjanto, Rudy

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advertising activity in practice should be conducted in full manner of social responsibility due  to  differentiated  of perception.  The appearance of advertisements expected to be executed  in line with ethics, and consumerism regulatory. Negative perceptions on advertising should be taken as control tools how to make advertisements could contribute in better  way to society The difference perceptions bridge wisdom of solution.

ALUR BEHAVIORISM PAVLOV DAN SKINNER S/D TRADITIONAL EFFECTS OF MASS COMMUNICATION

Basuki, Maryono

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pavlovs   Clasical   Conditioning   :Pengkondisian   atau   pensyaratan    Pavlov  terdiri   atas  Tipe  S (pengkondisian    klasik, yakni   perangsang     asli   dan    netral    dipasangkan     dengan     unsur    penguat    akan menimbulkan       reaksi)      dan      Tipe      R        (penqkondisian       instrumental        atau pengkondisian     operant,    yakni    pengkondisian     dimana     unsur     penguat    dibuat tergantung    kepada    reaksi).    Pengkondisian    ini  membuktikan    pandangan    Pavlov (Pavlovianism)     bahwa    proses    psikis   identik    dengan     proses    fisiologis    di  dalam otak.                                                                                                                                                        Skinners   Operant   Conditioning   :Pengkondisian instrumental atau pengkondisian operant Skinner (lewat teknik pengkondisian Pavlov)  adalah pengkondisian    yang   merupakan    suatu  bentuk Descriptive     Behaviorism,     untuk  menegakkan    hukum    bahwa  behavior  dibentuk lewat  proses    pengalaman   atau   belajar   operan  (Limited  Response).

FUNGSI MEDIA MASSA DALAM MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA (FUNGSI SOSIALISASI NILAI - NILAI)

Kertopati, Ton, Ratam, Waluyo

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

What keeps the Indonesian Mass -  Media for developing its function that it canbecome?The answer to this question is quite evident of the problems that perenniallybeset the  Indonesian Mass -  Media primary by  the political constrains and controversies. Whiter old and new, big or small high quality and low certainly un even.In Indonesia the development of Mass communication is showinq meaningfulprogress.The main goal  of tormet education  in communication principles changed, and  the scope of  the study goes  beyond  the Mass -  Media, other aspects such as Interpersonal communications.Group and Social etc. have to be consideredLast but not least is the Trans cendental Communication to meet ever increasingneed for socializing the National Indonesian ideology

PESAN IMBAUAN KOMUNIKASI MONUMENTAL: PROF. DR. MOESTOPO

Gunadi, YS

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap  manusia  sama di  mata  Tuhan, tuhan   Yang   Maha   Esa    menentukan derajat     manusia,     tetapi      manusia harus      berusaha       dekat      dengan Tuhannya   dengan    iman  dan   taqwa. Misal, mikul dhuwur mendhem jero: pikullah beban seberat-beratnya  dan setinqqi-tinqqinya     untuk mendapatkan    nilai   tambah.    Galillah tanah  sedalam-dalamnya,    semakin dalam  kita  gali  semakin  banyak  yang kita dapat  dan  tidak  ada  habis- habisnya.  Tuhan   Maha Pengasih  dan Maha     Adil.     Tuhan     menentukan, manusia     berusaha,    ibarat     setiap manusia  mendapatkan   jatah   2  meter persegi  tanah,  di sanalah surga  bagi bagi    manusia     apabila    dia    dapat memanfaatkannya,   dan  meraka, bagi mereka yang   menyia-nyiakannya.

SELERA BUDAYA DAN PRAKTIK KONSUMSI DALAM BINGKAI PEMIKIRA PIERRE BOURDIEU

Murwani, Endah

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KonsumsI muncul sebagai perhatia budaya dalam perdebatan mengenai perkembangan masyarakat konsumen. Analisis budaya perihal konsumsi berawal   dari   perhatian politik Marxisme yang  mencoba memahami   perbedaan   ant_ara  formasi   social  kapitalis dan  pra-kapitalis.   Selanjutnya  konsumsi  menjadi  isu penting  bagi para pemikir   dan  peneliti,   diantaranya   adalah  Herbert   Marcuse,  Thorstein Veblen, Pierre   Bourdieu,    Jean   Baudrillard,    Jacques  -    Lacan,   dan sebagainya.    Para  pemikir    dan   peneliti tersebut mencoba melihat konsumsi  dengan  kacamata  yang  berbeda.Tulisan    ini    akan    memfokuskan      masalah    konsumsi    dari pemikiran Pierre  Bourdieu.   Mengapa   mengenai   perihal   konsumsi  ini yang   diangkat    adalah   pemikiran    Bourdieu ?    Salah  satu  alasannya pemikiran    Bourdieu   menggeser   argument    dari  apa  yang  dilakukan konsumsi    terhadap     kita   menjadi    bagaimana    kita    menggunakan konsumsi  untuk  tujuan   pembedaan   social. Untuk  itu  dalam  tulisan  ini pertama     akan    dipaparkan      tentang      perkembangan      masyarakat konsumen,  proses konsumsi  dalam  pemikiran  Bourdieu.