cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 5, No 21 (2007)
11
Articles
PERANAN MAJALAH KAMPUS DALAM PENiNGKATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR PADA PERGURUAN TINGGI MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG

Siswanto, Siswanto

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The campus  magazine   is a  published  media  by  campus  community,neither by ifs universitynor by student institute.Thereare some types of ifs magazine   as  like  :    The Campus   News/  Popular Scientist Magazine/· Journal and Student Magazines.The  campus   magazine   as  a  good   potential   to  benefit  of  campus community especially to lecturer. One of the measure to know the qualityof  the  lecturer  is  the  scientist  writing sk,11  published  in  the  campusmagazine.The contents  of scientist writing is result of research   new idea  of any discipline scientific and  other relevant inventions. Based on  the  above information  the  position  of  the  campus  magazine  is very strategic  to developing  of sciences and as a barometer the success of a universityin any discipline.

Komunikasi Humor: Mengekspresikan Frustrasi tanpa Konfrontasi

Prasetya, Hendri

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undoubtedly   humor    and   laughing    are   essential   parts   of  what  if  is  to  be human.   All humor  is fundamentally  human   activity.  Humor  is one  of the  most important form  of  creative  human   communication   and  expressive  culture/  yet the   formal   study   of   humor   and   ifs  social   consequences   has   not   enjoyed widespread   popularity.     Humor    literature    can    be    split   info    two    broad categories:    (a)  why   individuals    use   humor   (mofivafional!y/psychological/y)and  (b) the function  humor   within a social  setting  on society  (sociologically)

WARISAN KOMUNIKASI BUDAYA KUNO RELEVANKAH BAGI GENERASI KINI ?

Gunadi, YS

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since long time years ago our ancient has hight cultural communication values who has describe in the old lontar or papirus books, the destination to teach one generation to generation. Beyon mt expectations, this article communicationan has enjoyed a very hearty and warm reciept from both old and modern generations di indonesia. Several friends among modern families, who are about toadhere the old teach faith, have given up tehir intention, and remain modern men.The modern mens now have quetioner, what about old guiden life has pratice arround attentions with morm or ethicaly. And be the Tembang Pangkur and Dandanggula give us for the guideline in our good life.Don’t forgot with old message who directed by our ancient as message from writers as Mangkunegoro (rex of Surakarta kingdom), Gesang (the composed Caping Gunung Song), and no name anathers. So, the of all sentenses description in its manuscript for you to become wisdom and a good communicatipons in your life.

TERORISME - CULTURE OF FEAR DAN KOMODIFIKASI MEDIA MASSA

Wuryanta, A.G Eka Wenats, handayani, mediana

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa dampak negatif yang perlu di eksplorasi dalam diskusi ini adalah gejala globalisasi media membuka kondisi dunia yang borderless world. Kondisi dunia tanpa batas ini mengakibatkan apa yang sering disebut dengan penyeragaman secara global dalam sistem, pola dan budaya komunikasi dunia dan Indonesia pada khususnya. Masalahnya terjadi pradoks yang muncul di dalam gejala ini, yaitu ketika dunia dan globalisme memicu penyeragaman cara, sistem komunikasi umat manusia, disitu juga terjadi budaya tanding dalam bentuk tren nasionalisme, primordialisme, lokalismen kebudayaan. Ini artinya dalam globalisasi, termasuk didalamnya globalisasi media massa, terjadi tarik ulur kecenderungan holisme-kolektivistik dengen tendensi parsialisme-individualistik manusia. Masing-masing sikap tidak seluruhnya buruk, karena terjadi penyebaran pesan global yang positif misalnya globalisasi gerak demokrasi atau gerak penyebaran tata nilai agama. Tapi juga tidak seluruhnya baik, karena globalisasi informasi global sempat menjadi beni-benih perilaku kekeran, separatisme atau regionalisme yang berlebihan.

SISTEM INFORMASI HUKUM PERLINDUNGAN ANAK

Hariani, Sutik

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System is any identifiable assemble of element (object person aktivities information records etc) which are interrelated by process or structure and which are presumed to function as on organizational entity generating on observable (or sometimes merely inferable) product (ryans 1968).

KOMUNIKASI DALAM ISLAM AGAMA SEBAGAI RAHMAT UNTUK SEMUA MAKHLUK

Muhtadin, Muhtadin

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara  umum   komunikasi    mempunyai   penqerfion  sebagai   usaha mempengarauhi,  mengajak sekaligus memindahkan pemikiran, idiologi, pengetahuan,    perilaku     don    perbuatan     agar    dapat    mengikuti     idiologi, pengetahuan,  pengertian   serta  perbuatan   kita Komunikasi    Islam   ialah   mengajak  otou   memindahkan   sekaligus   untukberbuat   dari  pemikiran-pemikiran,    perbuatan-perbuatan   yang  dilarang   Allah SWT  kepada   perbuatan  yang   diridhai   Allah   SWT.  Jodi  komunikasi    dalam Islam  merupakan  ddwah   sebagai   ajakan  untuk  meyakini  .don   merigamalkan aqidah   don  syorioh  yang telah  diyakininya

Varian Paradigmatis dan Pengaruh Teori Kritis Dalam llmu Komunikasi

Erry, hadiati

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science   communication in  ifs  early  years  start  from  science  positivism.Science communication paradigm  is   also   start  from   a   positive   empiric   methodoly matters. Shannon-Weaver  mechanistic  approach  states   that   communication  is mechanic pieces   human   do   which  basically  imitating  transmitter and   receiver machines.Communicationis a linear mechanisticprocess that comes  from derivation of  nature science    in human  behaviour cluster.  Some  of basic models  in science communication is a  matter of  full distention belween  researcher and  researchee. obiectivity-rnechanistic,     deductive-nomologic  and   factual  external  research  from eve,y symptom in human communicativebehaviour.      -Positivism  in  science   communication form   a   social  science   that  has authoritarianand negative characteristic, except for rules and system  that required·· corelational fest.  This paper  give  brief picture  an  alternative approach for communicationscience.Thereare  several arguments in public which cannot be explained  only  by numbers  and percentage.  Numbers  sometimes create  ideological missconcepfion. This articlefriesto develop feorificalapproach in a practicalframework.

SEMANGAT MEMBANGUN IDENTITAS KAMPUS MERAH PUTIH

Santoso, Prasetya Yoga

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Major General Prof Dr. Moestopo was given his idea based  on soul and the spirit of  Pancasila  and  Merah  Putih when  he  found  Prof.  Dr.   MoestopoUniversity.  Therefore/ the Campus  was identified as the Merah Putih Campus. However,,  the   identity  has   become   no   longer.   So   that    it  is  become responsibility   of superiors of  the university to return the identity of Prof  Dr. Moestopo  as Meiah  Pufth Campus  and will easily for other to recognize and remembered for everlastingly..    Mayor   Jenderal    Prof    Dr.   Moestopo     ketika    mendirikan    UniversitosProt.Dr.Moestopo, melandaskan pemikironnya pada iiwa dan semangot Pancasila   don    Merah   Putih,   kareno   itu -       Kampus   yang    didinkannya diidentifikasi sebogai kampus merah putih.   Tetapi kin! identitas itu tidak lagi fampak.  /tu/oh salah safu tanggungjawab  para pefinggi universifas ini untuk membongun  kembali   idenfifos   universitos  Prof   Dr.   Moesfopo   sebagoi kampus  merah  pufth.  Melalui  idenfifas ituloh  universitas ini  akan  mudah dikenal dan diingaf oleh sefiap anggota masyarakat seponjang  massa.

REVITALISASI KONSTITUSI DALAM IDEOLOGI TERBUKA PANCASILA

Kertopati, Ton

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We have been asked to  think  about a convention that will write a new constitution for the Indonesian Republic. What  our reaction?We were surprised  of idea  of a new  constitution? Why?                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Do  we assume   the present   constitution/   the first and  oldest  one  w!II remain  in force  forever?Our present   constitution  provides  several  methods   of amendment.   Why didnt the  founding   fathers  include  on amendment  clause?How  did  we react  to  the  suggestion    that  we  were  to participate   in the  new convention?Of course, existence of a certain particular constitutional features are desirable for the nation actual constitutions can provide inspiration but cannot   tell us what is desirable.To  reach conclusions about desirability, we must employ principles of evaluation.These  are serious  doubts   that a new  constitution  should   be helcl obviously  no convention   should  be  called, it can  be  expected   to write a bitter constitution than  we already  have.   Our  constitution   is thus not just  a set of legal  rules, It is also  a paradigm.A paradigm is  an   overall   view   of   things   in   terms   of   which  particular experiences   con be  understoodMost   of  the  young   Indonesian modern generation now days encourages decision   makers  to egotism.Pragmation appears    lo  give  possible   scope    for  the   exercise   of   common sense   new  elements    in  Indonesian    life.    To  be  pragmatic    thus  implies   the opposite  of being  dogmatic    theoretical   or ideological.There is a widespread   belief-Constitution   means  limited government.To be pragmatic as a dogma or  ideological Pancasila appears to  give maximum  scope  the  exercise  of common  sense.As  an  open   ideology   Pancasila  is better  at least  lo stumble   around,   than  to go  in  the  wrong  direction.   Not  such   as  the  Nazis  exterminated  the  Jews,  six. million  of them/  in pursuit  the dogma   or ideology  of  "ryan  Purity".Or the old German marxis  had a slogan: "Und willst  du   nicht   mein brudersein,    so  sch lag   ich  dir  den   scheidel   ein" (If you dont  want   to  be brother,   Ill smack  your  skully).

Pengaruh Human Relations Antar Pimpinan I Atasan dengan Bawahan Terhadap Kinerja Pegawai Bidang Penyelenggaraan Penataran Diklat Pegawai Departemen Hukum dan HAM R.I

Sunarto, Sunarto

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah sistem, penyelenggaraan Dik;at Pegawai di Departemen Hukum  dan  HAM  ,  meliputi  Input,  Prosesdon Output.   Pada Input  yang  terdiri dari   Hardware,  Software don  Brainware  agar   Proses  kinerja   Oiklat   berjalan baik    antara    lain    faktor    Human     Relations  rnerneqonq  peranan    penting. Penerapan Human    Relations yang   terdiri  dari   tiga   ketrampilan  komunikasi, motivasi   don  kepemimpinah  diteliti   pengaruhnya terhadap  kinerja   di  bidonq  _ penyelenggaran   penataran,   Pusdiklat  Pegawai  menghasilkan  0,608,    yang berarti   pengaruhnya  siqnifikon.  Kemudian koefisien determinasinya adalah  r2 =   (0,608   2)    =  0,369   x  100  =  36,9   %Penerapan Human   Relations yang  selama  ini telah  berjalan  baik,  diharapkan masih   diteruskan  secara   bertahap   don   kontinyu,  melalui   program   formal misal    :         pembuatan    buku   -    buku    petunjuk   pegawai,   pertemuan   staf, bimbingan   don   nasihat,   kotak   saran,   analisa   keluhan,  penghargaan,   don dona   bantuan/koperasi.   Non  forrncl,    berupa  Olahraga,   rekreasi, kunjungan / anjangsana,  beasiswa dan silaturahmi.