cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 5, No 18 (2006)
9
Articles
KOMUNIKASI MANAJEMEN ALA GURU YESUS

Gunadi, YS

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preparations of Communicating Management, Studies about planning the publicity program: news and publicity; planning publicity; arranging for approvals; organizing the files; controlling rumors, special events, product publicity; media of publicity; broadcast and composite reports, etc.Basic of the title “Komunikasi Manajemen Ala Guru Yesus/Management Communications Ala Teacher Yesus “, for a long along ago. He Gave order to the Twelve disciples and sent them out to preach the kingdom of god and to heal the sick. Their make some planning.  Publicity program, special event, etc, where be actions at sinagoges, markets, crowds, villages, gardens, towns, near lake, outbound and so on. The disciples left and traveled through all villages, preaching communication the God news to people in everywhere with secial method of LOVE”

PERIKLANAN : MENUJU PENGERTIAN BARU

Harjanto, Rudy

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya terknologi dan komunikasi, serta teknik penawaran Produk membuat periklanan tidak lagi terbatas hanya menggunakan mass media, membuat periklanan tidak lagi terbatas hanya menggunakan mass , media, diantaranya menggunakan contact point dengan konsumen sebagai media , contact point ini menegaskan peran periklanan sebagai sarana komunikasi bagi produsen dan konsumen contack point ini pula menyebabkan penggunaan media menjadi lebih luas, lebih komleks bahkan banyak diantaranya menggunakan medium yang sangat personal.Perkembangan ini justru mempertegas kehadiran iklan di mana-mana kompleksitas media mengukuhkan esensi dan peran periklanan yang tetap sama. Fungsi periklanan juga tetap sama sebagai sarana untuk mengubah pemahman, sikap dan tingkah laku.Perkembangan ini berdampak pula bagi definisi periklanan, perubahan dalam sarana penyampaian iklan ini tidak lagi dapat diakomodir oleh definisi periklanan yang sekarang ada.  Periklanan sebagai bagian dari komunikasi, periklanan sebagai komunikasi pemasaran dan periklanan sebagai ikon promosi.

MASIH RELEVANKAH SISTEM NASIONAL INDONESIA PADA ERA PASCA REFORMASI DEWASA INI ?

Kertopati, Ton

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A well known adage wants that in many social settings it is well to avoid discussing either politics, religion or philosophy presumably  such conversations generated more heat than light.Political analysis about crucial changes are currently taking place in the political and social-cultural Indonesian life.The challenges lie under the growing influence of globalism and was oriented toward the application of the models  in the open society.The text present a tecnigue for thinking logically and also based on conviction whether political inquiry and analysis rely on the use of the Indonesian system of life (Sistem Kehidupan Nasional) still valid A System as Collection of matters within presented boundaries, Empharize: the Open society and democracy based on several applications.

PERSPEKTIF DISIPLIN ILMU TERHADAP KOMUNIKASI

nurkholisoh, nurkholisoh

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif merupakan suatu cara memandang atau melihat suatu fenomena tertentu. Istilah perspektif di dalam teori komunikasi, diibaratkan adanya sebuah lensa dimana proses komunikasi dapat dipandang dan dihargai. Setidaknya ada 3 hal yang mendasari pembagian perspektif, yaitu: 1) berdasarkan disiplin ilmu. Hal ini sangat terkait dengan pokok dari ilmu tersebut dan juga tidak terlepas dari tujuan ilmu tersebut, yang dapat dibagi menjadi sub-displin; 2) Aliran pemikiran. Merupakan perspektif yang didasarkan pada perkembangan teori, yaitu positivis, interpretive, dan critis;  4) Zaman. Merupakan istilah yang berkaitan dengan periode, perkembangan teknologi, perubahan nilai dan sajarah. Fenomena komunikasi tidak hanya dapat dilihat dari satu perspektif, tetapi melalui berbagai perspektif, dimana para teoritisi melihat komunikasi dari ‘angel’ atau sudut pandang yang berbeda dan mengarah pada tipe-tipe teori yang berbeda serta cara memahami proses komunikasi yang berbeda pula.

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Berfungsi mengadakan Hubungan Timbal – balik yang saling menguntungkan

Suradi, Endang

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pembahasan ini kita telah mempelajari tentang system komunikasi di dalam suatu hubungan, mengenai komunikasi antar pribadi dan komunikasi non antar pribadi, kita membahas mengenai konsep dri norma, bahwa komunikasi antar pribadi dibentuk melalui normo-norma tersebut dibuat dan dibentuk melalui norma-norma tersebut dibuat dan dibentuk didalam hubungan tertentu dan oleh orang-orang tertentu. Norma yang berbentuk itu dibentuk oleh orang-orang didalam situasi tertentu untuk tujuan bertentu pula. Orang-orang yang berpartisipasi didalam komunikasi antar pribadi biasanya amat sedikit.Tingkah laku dari seorang individu biasanya dapat dilihat dari hubungan yang sedang berlangsung, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkah laku atau konsep pribadi seseorang dapat bergantung kepada kemampuan dia dalam melakukan komunikasi antar pribadi.Norma biasanya terdapat pada kelompok social yang lebih besar, norma ini tidak bersifat pribadi sehingga libh enjadi norma yang rational. Observasi ini memiliki 3 (tiga) poin:Dapat disimpulkah bahwa konsep diri kita tidak terantung pada komunikai- non-interpersonal. Konsep diri kita tergantung pada komunikasi antar pribadi karena pada jenis komunikasi ini kita melakukan komunikasi secara langsung dan disana kita berhadapan langsung dengan diri kita sebagai individu dan karakter yang kita miliki.Disarankan untuk menggunakan komunikasi antar pribadi untuk dapat menghindari konflik dan kesalahpahaman karena sifatnya yang sangat pribadi sehingga kita mengetahui dan memiliki persamaan persepsi dengan orang, yang kita ajak berkomunikasi sehingga komunikasi tersebut dapat berjalan efektif.Karena amat terlebat didalam sistim komunikasi antar pribadi maka akan sangat sulit untuk dirubah. Sehingga kita seharusnya lebih berhati-hati dalam bertingkah laku lebih baik mempertahankan komunikasi yang telah terjalin selama ini daripada merubahnyaAmatlah penting untuk melihat komunikasi antar pribadi sebagai suatu system. Didalam komunikasi antar dua orang (dyad) jelas disebutkan bahwa apabila terdapat dua orang yang sedang berkomunikasi maka keduanya sama-sama memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang kita sebut “hubungan”  (relationships), telah dicatat persepsi kita terhadap orang lain dapat menimbulkan kokpleks dan system interlocking. Seperti percakapan antara suami dan istri yang selalu mengungkapkan kalimat-kalimat yang menyebabkan pertengkaran tersebut sama-sama menyumbangkan konflik kepada hubungan mereka, walaupun pada akhirnya diantara mereka tidak ada yang tahu siapa penyebab pertengkaran itu. Kedua-duanya bertanggung jawab. Apabila kita melihat hubungan sebagai suatu system kadang-kadang juga dapat dilihat bahwa tingkat hubungan dapat memicu adanya perubahan dalam komunikasi antar pribadi. Banyak orang berpendapat bahwa apabila kita berterus terang kepada seseorang mengenai tingkat laku mereka yang tidak kita sukai berharap agar orang itu dapat merubah sikapnya sesuai dengan yang kita harapkan dengan harapan baha hal ini akan memperbaiki hubungan padahal hal itu merupakan kesalahan besar seperti di kutip oleh roger wiliam.“Suatu jenis bahan didalam masakan akan merubah akan mempengaruhi keseluruhan dari masakan itu”One Ingedient affects all other ingerediensts all the time”Biasanya apabila terjadi ketidakpuasaan oleh sebelah pihak biasanya merupakan bagian dari tingkah laku yang dilakukan oleh pihak lainnya. Setiap individu harap mau berubah, sehingga keda belah pihak dapat melakukan proses komunikasi dengan baik, dan apabila satu diantara kedua belah pihak berubah maka perubahan itu harus merupakan perubahan sebagai kesatuan didalam system, yang artinya kedua belah pihak harus sadar, mengerti dan menerima perubahan yang terjadi didalam komunikasi merupakan perubahan yang dilakukan secara seimbang oleh kedua belah dan diperlukan sebuah komitment.Akhirnya perlu diingat bahwa komunikasi antar pribadi dalapt terjadi di setiap suasana. Kebanyakan dari bahasan yang telah kita bahas adalah membahas tentang komunikasi antar dua orang dyad.Didalam bab berikutnya kita akan membahas mengenai komunikasi didalam kelompok kecil. Disini akan ditemukan kelompok yang lebih besar dan yang lebih berpatokan kepada system social dan norma-norma di dalam kelompok. Komunikasi anar pribadi akan terlihat pada kelompok-kelompok yang jumlah orangnya sedikit, tetapi apabila jumlah orang didalam kelompok atau organisasi itu besar maka kegiatan komunikasi antar pribadi, bahwa tingkah laku atau konsep pribadi seseorang dapat bergantung kepada kemampuan dia dalam melakukan komunikasi antar pribadi.

ANALISIS PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP HASIL PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PENERBANGAN PT. LION AIR

Lukman, Taslim

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu unsur yang penting dalam bauran pemasaran adalah kegiatan promosi yang merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan tentang kelebihan atau keistimewaan produk yang dihasilkan perusahaan agar dikenal oleh masyarakat (konsumen). Variabel-varibel dalam bauran promosi yang dilakukan perusahaan adalah iklan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, pameran/sponsorship dan memasarkan.

EROTIKA DAN PORNOGRAFI DI MEDIA

Wiryanto, Wiryanto

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pornography is anything that is created to cause sexual excitement or arousal. Most of us think of : erotic imagery that is considered obscene and Offensive. Pornographi (From Greek  πOpvoypaϕia pornographia - literally writing about or human sexual behavior with the goal of sexual arousal, similar to, but (axxording to some) distinct from. Erotica it also “prostitute” and “written material”. Which representations of the human body or human sexual behavior with the goal of sexual orusal, similar to, but human sexual behavior with the goal of sexual arouseal, similar to. But distrinct from, erotica though the two terms are often used interchangeably.Pornographi may use any of avariety of media – written and spoken text. Photos, sculpture, drawings, moving images (including animations), and sounds such as heavy breathing and sexually related sounds. Pornogaphic films combine moving images, spoken erotic text and/or other erotic sounds. While magazines often combine photos and written text. Novels and short stories provide written text, sometimes with illustrations, A live performance may also be called pornographic.Opposition to pornography generally, though not exclusively, comes from several sources : law, religion like mazhab wahabi and feminism there is no right to distribute obscene materials, child pornography is illegal. The determinatios of what is obscene is up to a jury in a trial. Most religious groups view pornography as immoral and the production and use of pornography contributes to immoral behavior in society. Feminist critics of pornography. They believe that most pornography eroticizes the dominations, humiliation and coercion of women, reinforces the domination, humilations and coercion of women, reinforces sexual and cultural attitudes that are complicit rape and sexual harassment, and contributes to the male centered  to the male centered objectification of women.

ENTITAS BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI : ANALISIS TERHADAP BISNIS DETIKCOM

Nilamsari, Natalina

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dalam bidang teknologi  komunikasi, yang disebut sebagai revolusi komunikasi termasuk di dalamnya adalah hypermedia, yaitu medium baru (new mediaum) yang mengkombinasikan publishing, televisi, audio dan computer, Personal Computer (PC) yang semakin mudah dan murah untuk diperoleh memungkinkan kekuatan dan kegunaan computer dimanfaatkan oleh setiap rumah tangga. Revolusi digital yang membawa perubahan dalam teknologi internet berdampak besar pada perdagangan global, terutama dalam hal pemberian layanan (service). Pemahaman mengenai ekonomi baru terkadang lebih diartikan sebaai ekonomi informasi karena pengaruh informasi yang sangat besar dalam menciptakan kemakmuran. Bahkan jauh lebih besar dari sumber daya material atau capital.Sebagai entitas bisnis, detikcom tidak berambisi meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kenyataannya, pendapatan dari iklan mampu mencukupi biaya operarional dan produksi bahkan berlebih , sehingga memungkinkan detikcom berkembang. Karena itu pengakses/pembaca detikcom tidak perlu membayar informasi yang diperolehnya dari detikcom. Keberanian dan kreatifitas bersenergi sedemikian rupa sehingga menjadi modal awal dan modal terpenting yang memungkinkan detikcom menjadi trendsetter bisnis media on linememunculkan keunggulannya dan karenanya akan memperoleh tingkat kepercayaan yang semakin tinggi dari public.Bisnis berbasis teknologi informasi akan semakin berkembang sejalan dengan semakin majunya perangkat lunak dan system aplikasi computer. Dari sisi produk, derivative product sangat mudah dikembangkan dan time to marketrelatif cepat. Contohnya, konvergensi teknologi internet dan mobile phone mampu mendukung transaksi bisnis seperti e-banking dan entertainment. Revolusi digital ini juga diyakini akan mengubah perilaku orang Indonesia, bukan hanya dalam hal memperoleh informasi tetapi juga dalam berbisnis.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL SOLUSI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

Kustiatno, Kustiatno

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari baik sengaja atau tidak maupun suka atau tidak, kita sebagai warga masyarakat ibukota kerap kali berhadapan dengan birokrasi pemerintahan dan atau lembaga swsta yang tentunya untuk berbagai urusan. Dari berbagai urusan masyarakat tersebut, seingkali kita menerima buruknya pelayanan public baik yang disediakan oleh lembaga pemerintahan maupun swasta. Kondisi pelayanan public yang buruk tersebut di ats diekspresikan oleh sebagian masyarakat melaui berbagai cara, baik berupa kritikan ajam (aksi untuk rasa, artiket mass media, SMS Presiden, dll) maupun kritikan halus (acara Negeri BBM di TV Indosiar, Negeri Sketsa di Radioa Smart FM, Iklan Rokok Sampurna A Mild di Televisi, dll). Sebagai Contoh Pelajayan Public yang disediakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimana kita hidup sebagai warga masyarakat , misalnya pelayanan IMB, Pelayanan KTP, pelayanan Akta Lahir, pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBN-KB) serta masih banyak lagi pelayanan lainnya yang kalau kita mau jujur masalah jauh dari memeuaskan. Ketidakpuasan masyarakat tersebut , disebabkan antara lain oleh pelayanan yang berbelit-belit tidak transparan, kurang informative, kurang akomodatif, kurang konsisten, terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan, sehingga tidak menjamin kepastian (hokum, waktu, dan biaya) serta masih banyak dijumpai praktek pungutan liar dan tindakan-tindakan yang berindikasikan penyimpangan. Dengan kata lain, penyelenggaraan pelayanan public yang dilaksankan oleh Aparatur Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai sector pelayanan, ternyata kinerjanya masih rendah. Sebagai suatu lembaga yang berhubungan dengan masyarakat banyak dan mengingat buruknya kinerja pelayanan public sebagaimana tersebut di atas, yang disebabkan anara lain oleh kurangnya informative, maka diperlukan komunikasi interpersonal yang lancar dimana terjadi interaksi dalam suatu rpses pelayanan komunikasi interpersonal yang lancar baik vertical maupun horizontal akan membuka keterbukaan di seala bidang, keterampilan komunikasi interpersonal adalah suatu seni dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, komunikasi interpersonal menduduki posisi sentral, karena struktur, keluasan dan lingkup organisasi hamper seluruhnuya ditentukan oleh teknik-teknik komunikasi interpersonal. Dengan kkomunikasi interpersonal yang efektif maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan sampai pada sasarannya dan menjadikan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Komunikasi interpersonal adalah proses dari hubungan seseorang dengan orang lain, dalam menyampaikan konsepsi, citra atau rasa. Tidak saja informasi itu tersalurkan, tetapi juga persaan dan sikap dapat tersalurkan juga. Komunikasi terjadi apabila mereka yang terkait dengan komunikasi, si pengirim berita dan si penerima pesan, memberikan bobot dan relevansi pada perilaku masing-masing. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat diperlukan komunikasi intrpersonal. Hal ini karena komunikasi interpersonal membantu dan memandu pegawai untuk lebih dapat berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran komunikasi interpersonal sangatlah penting dalam mewujudkan kualitas pelayanan public. Akhir kata yang menjadi pertanyaan besar penulis adalah bagaimanakah menciptakan suatu komunikasi interpersonal pada lembaga pelayanan public? Adakah komitmen yang kuat dari pimpinan? dan bagaimana komunikasi interpersonal pada lembaga pendidikan kia? Yang tentunya guna mewujudkan peningkaan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen. Apakah semua ini hanya sebuah retorika belaka?