cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 4, No 13 (2006)
4
Articles
MENGKOMUNIKASIKAN PILKADA PARADIGMA BARU KEPADA RAKYAT

Manihuruk, Amin Saragih

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MENGKOMUNIKASIKANPILKADAPARADIGMABARUKEPADARAKYAT

PEMAKNAAN PROFESI PRAMUGARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM PERUSAHAAN PENERBANGAN

Gayatri, Gati

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMAKNAAN PROFESIPRAMUGARADANIMPLIKASINYATERHADAPPEMBUATANKEPUTUSANDALAM PERUSAHAAN PENERBANGAN

Membuat Pengukuran dalam Program Public Relations (PR)

Syuaib, Muhamad Fauzie

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MembuatPengukurandalamProgramPublicRelations(PR)

MENJADI BIJAK MELALUI PESAN NON-VERBAL

Hermawan, Herry

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walaupun   peristiwanya   telah  terjadi  beberapa  tahun  yang  lalu, namun   masih  layak  untuk  disimak.   Kala itu ribuan   mantan karyawan  PT Dirgantara Indonesia (PTDI)  mendatangi  Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Mereka memaparkan  semua uneg-unegnya  kepada para binatang  yang  ada di sana. Hal ini dilakukan karena berbagai upaya yang  telah  ditempuh  termasuk   upaya  hukum  selalu  menemui  jalan buntu.  Fenomena   ini menarik  untuk  disimak bukan karena apa yang mereka sampaikan; bukan karena pesan-pesan  verbalnya baik lisan ataupun tulisan, tetapi justru pada pesan non verbalnya  pada makna di balik peristiwa tersebut. Secara verbal pesan-pesan yang disarnpaikan  terkesan klise, tidak jauh  berbeda dari yang  pernah   mereka  ungkapkan  sebelumnya.   Lain halnya jika menyimak  pesan  non   verbal    yang   muncul    dari  kejadian   tersebut.    Secara   non verbal,  perilaku para karyawan  ini dapat dimaknai  sebagai sindiran, . bahkan    mungkin   pelecehan, terhadap    pemerintah    yang   seperti    halnya   para   penghuni  Kebun  Binatang  Ragunan - hanya bisa  mendengar  tapi  tidak dapat  memberikan         tanggapan  konkrit sesuai    dengan   tuntutan     para karyawan  tersebut.  Harus  diakui pesan  non verbal yang    ingin    disampaikan     itu memiliki  implikasi  ganda.  Artiriya apabila   memang  nantinya   para binatang   tadi  dapat   mendengar serta merespons keluhan mereka, maka   secara   otomatis  derajat pemerintah   berada    di  bawah derajat  penghuni  kebun  binatang  ini.   Narnun   jika   tidak,    maka derajatnya  menjadi setara, karena     sama-sama  bisa mendengar  tapi tidak bisa merespon.