cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 2, No 5 (2003)
6
Articles
TINJAUAN PERSPEKTIF TEORI USES AND GRATIFICATION

Sukardi, Sukardi

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TINJAUAN PERSPEKTIF TEORI USES AND GRATIFICATION

PRESS ONLINE ADALAH MEDIA BARU

Wahjudi, JB

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PRESS ONLINE ADALAH MEDIA BARU

KONTEKS INTERAKTIF DALAM ILMU KOMUNIKASI

Basuki, Maryono

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para pemuka komunikasi a.l.Katherine Miller (Texas A&M University), Stephen W.Littlejohn (Albuquerque, New Meexico), dan E.M.Griffin (Wheaton College) dalam buku aktual mereka (edisi 2002 dan 2003) dengan topik Communication Teory, dalam versi penyajian yang agak berbeda, menyatakan bahwa contextual  themes of communication theories hanyalah interpersonal relationships, group decision making, organizational networks, dan media (mass communication). Saya beranggapan bahwa one of the important theme of contextual communication in connection with modern society is missing. Interactive theme sebagai kajian tema konstektual komunikasi tidak dibahas. Tema interaktif ni seyogyanya tidak hanya dibahas sebagai sebuah kajian khusus namun lebih jauh juga dimanfaatkan dalam pengajaran komunikasi (E-Learning) dalam suatu lembaga cyber university atau cyber university atau cyber fakulty. Selanjutnya komunikasi masih perlu mendaoat kontribusi dari para ahli dan profesional disiplin lain.

RADIO SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI

Sugijono, Sugijono

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor      lain     yang     perlu mendapatkan perhatian dalam menganalisa kata yang diucapkan dalam siaran radio, ialah bahwa kata yang disiarkan cepat sampai kepada pendengar. Kata-kata yangdisiarkan pada detik yangsama dapat didengar ditempat-tempat yang jauh  oleh ribuan  dan  bahkan  jutaan  orang secara simultan.  Inilah yangdisebut  II    immediacy II    atau lebih tegas lagi " absolute immediacy ". Faktor abso- lute immediacy ini harus mendapat perhatian sungguh-sungguh   dari seorang broadcaster. Kelebihaninilah yang dapat kita mamfaatkan dewasa  ini. Namun  jangan  dilupakan radio yang  hanya  mengandalkan satu indera yaitu telinga sering mengundang salah tafsir. Kata-kata yang diucapkan memang memiliki  kekuatan pengaruh psychologisyang lebihcepat, lebih mendalam daripada kata-kata  tertulis.  Kata-kata yang diucapkan lebih mudah  dan lebih cepat merangsang emosi, tetapi juga lebih mudah  disalah tafsirkan ataupun  disalah fahamkan. Hal ini tidak hanya disebabkan karena sifat kata itu sendiri, lebih-lebihkata yang dipancarkan lewat gelombang radio yang memiliki karakteristik sendiri ( FM, AM,SW& LW ).  Telinga yang menjadi satu-satunya alat indera kita gunakan menangkap pesan radio terkadang menangkap dengan setengah-setengah atau tidak bekerja dengan sempurna sehingga menimbulkan salah dengar dan salah tafsir. Dalam kehidupan sehari-hari, dalam percakapan kita sering memilih  kata-kata tertentu,  yang mengandung bunyi atau suara yang mempunyai kekuatan. Lihat permainan pantun.  Mengingat adanya  peranan kekuatan kata maka seorang broad- caster harus bersikap hati-hati dalam memilih dan menggunakan kata-kata.  Proses Komunikasi  Melalui  Siaran RadioSeperti   telah   disinggung  diawal pembahasan  kita  komunikasi   akan berhasil jika pengirim  ( komunikator) dan penerima  ( komunikan)   terdapat saling pengertian.  Tingkat yang lebih jauh  ialah mereka  dapat  menyetujui dan      menerima      pesan       yang disampaikan.    Keadaan   tersebut dapat  terjadi jika mereka yang terlibat dalam  komunikasi  tersebut  memiliki frame   of referensi   yang  sama   dan perhatian  dan kebutuhan  yang sama. Pendeknya  keberhasilan  komunikasi dipengaruhi   oleh  beberapa  factor. Bagi   siaran     radio    keberhasilan berkomunikasi  banyak   ditentukan oleh     cara-cara    penyampaian, persentasi,  cara-cara yang digunakan orang yang bekerja dibelakang mikrofon.

MERAJUT SISTEM KOMUNIKASI ANAK BANGSA

Murtani, Hanafi

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MERAJUT SISTEM KOMUNIKASI ANAK BANGSA

MENYIAPKAN SUATU PROGRAM HUBUNGAN MASYARAKAT

Kertopati, Ton

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MENYIAPKAN SUATU PROGRAM HUBUNGAN MASYARAKAT