cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 16, No 1 (2017)
12
Articles
MANAJEMEN KESAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENGEKSISTENSIKAN PANCASILA

Saputro, Dio Herman, Diniati, Anisa

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.133 KB)

Abstract

Pekan pancasila yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai ideologi negara Indonesia, dimeriahkan oleh generasi millennial dengan cara mengunggah foto-foto pribadi mereka di media sosial instagram dengan hashtag #SayaIndonesiaSayaPancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kesan pengguna media sosial instagram dalam mengeksistensikan pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi virtualdengan menganalisis foto-foto pribadi para pengguna instagram melalui teknik analisis framing William Gamson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesan yang dibangun oleh pengguna media sosial instagram dalam mengeksitensikan pancasila dilakukan dengan menampilkan kesempurnaan fisik, citra diri, profesi, dan jati diri nasionalisme pancasila.

MEDIA MASSA SEBAGAI PENGGERAK TUMBUHNYA SIKAP BELA NEGARA DIKALANGAN GENERASI MUDA

Fariastuti, Ida

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.213 KB)

Abstract

Komunikasi massa adalah bentuk komunikasi yang menggunakan media massa yang meliputi siaran televisi, surat kabar, siaran radio dan inedia onlineyang dapat menjangkau masyarakat secara luas dalam tempo yang tidak terlalu lama. Media massa memiliki empat fungsi utama yaitu sebagai sumber informasi (to inform) sebagai sarana pendidikan (to educate) sarana hiburan (to intertain) dan mempengaruhi (to influence). Dengan adanya fungsi-fungsi tersebut maka segala persoalan masyarakat dan penyelesaiannya akan muncul dalam ruang publik sehingga segenap lapisan masyarakat dapat ikut berperan serta dalam mengatasi persoalan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Selain sebagi sumber informasi, komunikasi melalui media massa juga berfungsi sebagai sumber pendidikan, dapat menghibur dan sebagai alat kontrol kehidupan masyarakat. Berita-berita menonjol yang dimuat di media massa  akhir-akhir ini adalah adanya  ancaman phisik dan non phisik yang dapat mengganggu kehidupan bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang merdeka, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

PROSES PRODUKSI ACARA SIARAN LANGSUNG TELEVISI UNTUK MENGHASILKAN ACARA YANG LAYAK TONTON

Yoedtadi, Muhammad Gafar, Pribadi, Muhammad Adi, Siswoko, Kurniawan Hari

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.873 KB)

Abstract

Acara televisi yang disiarkan secara langsung memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding acara yang diproduksi dengan format rekaman. Dari sisi persiapan harus dilakukan secara detil dan terencana. Diskusi tidak hanya dilakukan berulang kali antar awak produksi, tapi juga terhadap para pengisi acara. Penyebabnya adalah acara yang disiarkan secara langsung di televisi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyuntingan sebagaimana yang dilakukan siaran dengan format rekaman. Berbagai kesalahan dan penyimpangan berpeluang terjadi dalam acara siaran langsung. Penyimpangan yang lebih genting adalah ketika melanggar aturan hukum dan norma-norma sosial. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sesuai amanat Undang-Undang No. 32/2002 Penyiaran, telah menerbitkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk mengatur agar stasiun televisi selalu memproduksi acara yang layak untuk ditonton masyarakat. Namun, dalam pengamatan KPI jumlah sanksi untuk stasiun televisi akibat pelanggaran P3SPS tidak kunjung mengalami penurunan. Kasus pelanggaran yang menonjol adalah kesalahan yang dilakukan para pengisi acara akibat tidak mengikuti naskah yang sudah disusun, melakukan adegan spotan yang ternyata melanggar aturan P3SPS. Penelitian ini berupaya mengungkap proses produksi siaran langsung televisi untuk menghasilkan acara yang layak tonton. Sebagai sample penelitian dipilih dua stasiun televisi nasional. Metode penelitian kualitatif deskriptif.

PELUANG PAY TV MENGGESER DOMINASI FREE TO AIR TV DI PERKOTAAN

Setyobudi, Ciptono, Sjailendra, Sjailendra

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.766 KB)

Abstract

Perkembangan perkotaan yang pesat dengan pembangunan fisik berupa gedung bertingkat baik berupa hotel, perkantoran maupun apartemen akhir-akhir ini berakibat juga terhadap perambatan gelombang radio diudara bebas .Media televisi terestrial tidak berbayar ( free to air ) yang menggunakangelombang radio jalur Ultra High Frequency (UHF), pada frekuensi sekitar 600 MHz dengan Sistem Penyiaran (Broadcasting) analog yaitu Phase Alternating Line (PAL), akan terasa dampaknya akibat gedung pencakar  langit tadi,  karena perambatan gelombang yang cenderung mendatar diatas permukaan bumi (Ground Wave). Secara otomatis di daerah-daerah perkotaan yang dikelilingi gedung bertingkat sulit  mendapatkan tayangan secara langsung (direct broadcast) dari transmisi terrestrial free to airatau secara teknis dikenal dengan blank spot area.Kondisi tersebut memberikan kesempatan untuk televisi berbayar (Pay TV ) untuk memenangkan persaingan dalam menggaet penonton dengan melakukan penetrasi penjualan layanan pada daerah tersebut , baik untuk Pay TV berbasis satelit , cable maupun digital terrestrial.

STRATEGI PROGRESIF CSR PERSEROAN INDOSIAR DALAM MERAIH PENGHARGAAN ASIA RESPONSIBILITY ENTREPRENEURSHIP AWARD

Ingratubun, Adrian

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.395 KB)

Abstract

Wujud tanggung jawab sosial Perseroan Indosiar dimulai sejak awal pendirian, berangkat dari lingkungan sekitar dan terus berkembang hingga menggapai seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Perseroan sebagai media penyampai informasi yang memiliki kemampuan menjangkau jutaan pemirsa secara cepat pada saat yang bersamaan, Perseroan senantiasa merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat Indonesia. Dengan dana yang berasal dari Perseroan dan kedermawanan sosial masyarakat (filantropi) yang digalang oleh Perseroan sebagai wujud kepedulian sosial serta bagian dari fungsi dan peran sosial media massa. Perseroan menyelenggarakan tiga program, CSRnya, yaitu : Peduli Kasih, Kita Peduli, dan Peduli Komunitas. Salah satu aspek penting yang diangkat penulis dalam melakukan penelitian dimaksud adalah lebih menekankan kegiatan Peduli Kasih dan melihat tentang keberhasilan Indosiar dalam meraih penghargaan AREA tahun 2013 dengan kategori Health Promotion melalui kegiatan Índosiar Warnai Indonesia (Indosiar colors Indonesia), dalam rangka HUT Indosiar ke-18

PROFESI PUBLIC RELATIONS DI INDONESIA DALAM KAJIAN GENDER

Damayanti, Novita, Saputro, Dio Herman

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.787 KB)

Abstract

Studi public relations di Indonesia dalam persepktif gender belum berkembang dibandingkan dengan negara-negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk mencermati profesi public relations sector swasta lebih dominan maskulin atau feminism dan menggali lebih dalam mengenai indikasi feminitas dan maskulinitas pada profesi public relations sector swasta. Peneliti mengembangkan kerangka konseptual profesi public relations sebagai profesi gender dari tiga teori yakni kontruksi realitas social untuk memahami bagaiamana peran gender pada profesi public relations dikontruksi, teori social rules untuk menganalisa indikasi keseteraan gender pada profesi public relations, dan genderlect styles untuk menganalisa perbedaan persepsi PR wanita dan pria. Dua praktisi PR pria dan dua praktisi PR wanita dikaji dengan observasi partisipasi, diwawancarai, dan ditelaah dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi PR di perusahaan swasta cenderung lebih dominan maskulin daripada feminism namun pada industry perhotelan profesi public relations menjadi feminism-oriented profession menurut nilai hospitality. Peneliti juga menemukan adanya indikasi maskulinitas pada sektor swasta dan feminisasi pada sektor industri perhotelan karena stuktur dimensi budaya nasional Indonesia sebagai Negara maskulin, identitas perusahaan, kebutuhan perusahaan, kebijakan perusahaan, dan preferensi menejemen. Kebanyakan responden dalam penelitian ini mempersepsikan indikasi feminitas dan maskulinitas merujuk pada atribut komunal dan agentik. Pada situasi tertentu praktisi PR dalam penelitian ini memainkan peran yang berbeda bukan berdasarkan atribut komunal dan agentik.

MALAY, CHINA AND INDIA ETHNICITIES REPRESENTATION (Case Study : Etnography and Manga Matrix Analysis, on Upin Ipin Animation Character)

Muhdaliha, Benny, Arlena, Wenny Maya

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.37 KB)

Abstract

Kelompok etnis atau suku merupakan sekelompok orang yang identitasnya dapat dikenali, biasanya berdasarkan garis keturunan dengan budaya ¸bahasa, keyakinan, perilaku dan bentuk fisik yang sama. Kesukuan adalah faktor mendasar dalam kehidupan manusia, interaksi dan sifat intrinsik dalam suatu kelompok. Penentuan didasarkan pada percampuran suku atau ras seperti “Peranakan” : untuk percampuran ras melayu dan china, ditentukan berdasarkan agamanya, untuk Melayu di Malaysia disebut sebagai Muslim Bumiputera, “the Mestis” untuk perpaduan hispanik dengan bumiputera. Manga Matrix merupakan metode yang dikembangkan oleh Hiroyoshi Tsukamoto, sebuah panduan untuk menggambarkan karakter baru melalui metode matematika. Karakter diurai dalam beberapa unsur. Unsur-unsur yang dibangun disederhanakan dalam bentuk diagram untuk kemudian dijadikan panduan dalam proses pembuatan karakter. Upin Ipin dirilis pada 14 September 2010 di Malaysia, dan diproduseri oleh Les’ Copaque. Upin Ipin tayang di TV9 Malaysia dan Televisi Pendidikan Indonesia/TPI (MNC TV) di Indonesia. Hubungan yang baik antara orang-orang dari beragam budaya (Melayu, China, dan India) tergambar jelas. Karakter Upin Ipin membawa kesan dan pesan, melalui budaya yang berbeda dapat merepresentasikan karakter baik, mendukung kebersamaan dan kesederhanaan dalam perbedaan yang harmonis. Dalam studi ini, peneliti menggunakan etnografi dan analisa Manga Matrix.

PERAN MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG CITRA ORGANISASI

Enggarratri, Ihsanira Dhevina

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.817 KB)

Abstract

Setiap organisasi khususnya organisasi pemerintah tentu memiliki tugas strategis dalam membantu kelancaran roda pemerintahan dan mendukung terwujudnya good government . Tugas-tugas yang terkait dengan pemberian pelayanan dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Masyarakat maupun organisasi pemerintah merupakan unsur-unsur yang saling memerlukan, keduanya memiliki ketergantungan. Tanpa adanya masyarakat, organisasi tidak akan terbentuk. Eksistensi suatu organisasipun ditentukan oleh sejauh mana masyarakat memandang atau menilai organisasi tersebut. Oleh karena itu, kedudukan organisasi pemerintah tidak terlepas dari kepentingan masyarakat dan citra organisasi dimata masyarakat merupakan hal yang perlu diperhatikan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan mengenai peran media massa dalam mendukung terbentuknya citra organisasi melalui penulisan judul berita dan mengemas informasi kepada masyarakat di media cetak maupun media daring (online). Konsep yang digunakan sebagai dasar kajian adalah identitas organisasi (corporate identity) dan citra organisasi (corporate image).Metode penelitian menggunakan studi literatur dan analisis teks framing, dengan pilihan pemberitaan mengenai organisasi pemerintah pada harian Media Indonesia. Manfaat dari hasil kajian ini juga memperlihatkan adanya peran penting media massa sebagai pendukung pembentukkan citra dan perlunya organisasi menyusun pemikiran strategis dalam pembentukan citra organisasi.

STUDI DRAMATURGI PERILAKU KOMUNIKASI PARA AKTOR SENI DALAM GROUP REYOG OBYOK ONGGOLONO PONOROGO

Anggoro, Ayub Dwi, Triono, Bambang, Hilman, Yusuf Adam

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.008 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasiseorang pelaku seni Reyog obyok pada wilayah back stage dan fron stage (StudiDramaturgi Perilaku Komunikasi aktor seni Reyog obyok Onggolono. Untukmenjawab masalah diatas, maka diangkat sub fokus-sub fokus penelitian berikut:Perilaku komunikasi Panggung depan dan perilaku komunikasi panggungbelakang panggung belakang. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif denganstudi dramaturgi, Obyek Penelitiannya Group Reyog Obyok OnggolonoPonorogo. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Para Aktor Seni group ReyogObyog Onggolono yang berperan sebagai Warok, Jathil, Bujang Ganong, danKlono Suwandono. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam,observasi, dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan mereduksi data,mengumpulkan data, menyajikan data, menarik kesimpulan, dan evaluasi. Hasil dari penelitian menyimpulkanpemeran memainkan apa yang diperankan masingmasing sesuai dengan karakter yang ada dalam sejarah.

KOMUNIKASI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MAHASISWA PERANTAU PADA KEBUDAYAAN BARU

Prasetya, Hendri

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.543 KB)

Abstract

Kajian atas kebudayaan sering kali memberikan gambaran realitas kehidupan masyarakat dengan keunikan dan nilai-nilai tidak terduga yang juga berarti menuntut kesediaan pengamatnya untuk memahami dari sudut pandang yang berbeda. Demikian halnya dengan perubahan fenomena mencolok pada abad 21 yang salah satunya adalah semakin hilangnya batasan dan hambatan kewilayahan yang kemudian berujung pada maraknya perpindahan sebuah kebudayaan menyusuri wilayah-wilayah baru. Era kehidupan baru yang menunculkan globalisasi membuahkan beragam bentuk differensiasi, mobilitas, komunikasi dan interansliasi berbagai nilai. Seiring dengan perubahan berbagai aspek kehidupan dengan beragam kemudahan mobilitas masyarakat mendorong perkembangan dan pergerakan individu atau masyarakat. Pergerakan masyarakat ini berarti juga sebuah mobilisasi nilai-nilai kebudayaan yang melekat pada dirinya. Identitas dan nilai budaya asal ini akan menjadi peta pemaknaan utama dan pertama ketika mereka tiba pada lingkungan sosial budaya yang baru. Bersamaan dengan itu, budaya lokal akan menjadi nilai-nilai dominan yang juga mengarahkan individu pendatang memaknai dengan cara yang berbeda. Dengan kata lain, hal ini menyangkut mengenai dengan cara apa individu mempertahankan identitas kebudayaan dan melakukan serangkaian pola adaptatif pada budaya lokal.