cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 15, No 3 (2016)
5
Articles
PERSEPSI MAHASISWA PUBLIC RELATIONS TERHADAP KOMUNIKASI ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL‘TWITTER’

Prabowo, Sigit

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.819 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya popularitas media sosial ‘Twitter’ membuat public relations menjadi tertarik untuk memanfaatkannya. Salah satunya STIKOM InterStudi yang memanfaatkan media sosial Twitter untuk berkomunikasi online dengan mahasiswanya. Staf public relations STIKOM InterStudi memanfaatkanTwitter untuk menginformasikan aktivitas perkuliahan dan merespon pertanyaan dari mahasiswa yang terkait dengan perkuliahan. Problemnya, terkadang staf public relations kurang merespon pertanyaan mahasiswa dengan cepat danmenginformasikan kehadiran dosen yang akan mengajar di kelas sehingga pada saat mahasiswa telah hadir di kelas ternyata dosennya izin tidak masuk. Hal ini tentunya merugikan mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Persepsi Mahasiswa Public relationsTerhadap Komunikasi Online Melalui Media Sosial ‘Twitter’ Departemen Public relations Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) InterStudi. Teori yang digunakan Teori Individual Differences, Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan A Dialogic Theory of Public relations, berdasarkan penjelasan teori dialog maka konsep yangdigunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat dimensi prinsip-prinsipdialog melalui twitter. Paradigma penelitian yang digunakan positivisme. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitiannya survei. Jumlah populasi akuntwitternya: @PR 103InterStudi sebanyak 482 follower.Besaran sampel penelitian dengan penghitungan rumus Taro Yamane pada tingkat kesalahan 10% diperoleh sampel sebanyak 83 mahasiswa. Teknik pengambilan sampelnya secara purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan kajian literatur. Teknik analisis datanya secara kuantitatif dengan menggunakan rumus nilai mean dan rumus uji t test independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada total mean Persepsi Mahasiswa Public relations Terhadap Komunikasi Online Melalui Media Sosial ‘Twitter’ Departemen Public relations Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi(STIKOM) InterStudi diperoleh 3,97 termasuk kategori setuju atau dengan perkataan lain persepsinya positif karena mahasiswa dapat berkomunikasi secara dua arah melalui media sosial Twitter. Dari hasil uji beda(Uji t test Independent) ternyata Persepsi responden dilihat dari kelas eksekutif dan kelas reguler mengenai komunikasi online melalui media sosial ‘twitter’ Departemen Public relations STIKOM InterStudi menunjukkan tidak ada perbedaan persepsi. Artinya bahwa baik mahasiswa public relations eksekutif maupun reguler menilai komunikasi online melalui media sosial twitter dinilai efektif karena komunikasinya dapat berlangsung secara dua arah dan menghemat waktu serta dapat mengetahui perkembangan informasi terbaru yang terkait perkuliahan.

BUDAYA LITERASI DALAM KOMUNIKASI

Anggraini, Siti

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.785 KB)

Abstract

Literasi merupakan kemampuan bergaul dengan wacana sebagai representasi pengalaman, pikiran, perasaan, dan gagasan secara tepat sesuai dengan tujuan.

KREATIVITAS PROGRAN NON DRAMA INDOSIAR (Kajian tentang Unsur Drama dan Unsur Jurnalistik pada Progam D’Academy)

Ingratubun, Adrian

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.872 KB)

Abstract

Berpikir kreatif dalam menjawab segala masalah adalah dengan menunjukkan kelancaran berpikir (dapat memberikan banyak jawaban), menunjukkan keluwesan dalam berpikir (fleksibilitas), memberikan jawaban yang bervariasi,dan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Secara operasional, kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir,serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan).Oleh sebab itu, kreativitas sebagai proses berpikir membawa seseorang menemukan metode dan cara baru di dalam memecahkan suatu masalah. Kemudian ia menemukan bahwa kreativitas yang penting bukan apa yangdihasilkan dari proses tersebut tetapi yang pokok adalah kesenangan dan keasyikan yang terlihat dalam melakukan aktivitas kreatif. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan suatu proses berpikir yang lancar, lentur dan orisinal dalam menciptakan suatu gagasan yang bersifat unik, berbeda, orisinal, baru, indah dan bermakna, serta membawa seseorang berusaha menemukan metode dan cara baru di dalam memecahkansuatu masalah.

ANALISIS INTERAKSI SIMBOLIK KAUM LESBIAN BUTCH DENGAN MASYARAKAT LINGKUNGANNYA

Masyitah, Masyitah

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.22 KB)

Abstract

For some people in Indonesia to discuss the word - the word lesbian istaboo, where it becomes something that is prohibited by religion and culture in Indonesia. Its existence is recognized as a reality within the society and cause a variety of reactions by the surrounding environment. To obtain recognition of the existence of identity aslesbian from surrounding communities, lesbians should be involved in the process of social interaction. When lesbians express themselves and interact through interpersonal communication there must be pressure - felt a certain pressure to decide what will be disclosed and what should be kept secret. Furthermore, the impression management theory and identity theory stating whether they are acceptable or not with the impression that theymake and their true identities. Theory of communication privacy settings / Communication Privacy Management (CPM) said there were risks and rewards generated by the decisions made for the people with whom lesbians interact. The study looked at how lesbians about themselves and then observe how lesbians interact with people around them that are formed in their social interaction through the case study method. Based on this research, some lesbians can express themselves in the community through symbolic interaction. The results showed some lesbians may declare himself to the community through symbolic interaction. Lesbians who have an understanding of positive self-concept is easier to open up or do a good communication with the public. With the boundaries of private information and within the boundaries of their collective acceptable and appreciated. In general, in the lesbian community or same-sex interaction only they can interact well, of course, with a gesture, a look, a signal- specific signals that can only be understood by his people along with its own language. The conclusion of this study noted that the symbolic interaction lesbians want to show to the surrounding environment, that lesbiansare interesting person and want to get acceptance or acknowledgment by a symbol - a symbol that they have. Suggestions on this research to the public is able to see that the potential of lesbians and lesbian people should look is part of the environment and respecting the environment and not ostracized.

MODEL PENYIARAN DAN PRESENTASI SIARAN BERITA RADIO

Siahaan, Rony Agustino

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.478 KB)

Abstract

Kekuatan yang dimiliki jurnalistik radio terdapat pada unsur suara dan kata-kata dalam menjelaskan secara lebih baik mengenai hal-hal yang abstrak seperti ide/ gagasan atau masalah di balik suatu peristiwa termasuk emosi atau perasaan. Dengan penyampaian berita seperti bercerita (story-telling) dengan kata-kata yang digunakan, akan muncul gambaran atau visualisasi yang utuh dan yang dibuat sendiri oleh pendengar mengenai suatu ide atau pemikiran termasuk perasaan yang ada di situ (theater of the mind). Akibatnya pendengar akan lebih teryakinkan (well-informed) dengan berita yang ia dengar tersebut.Penelitian ini berusaha mendeskripsikan bentuk-bentuk praktik jurnalistik radio yaitu berupa format penyiaran berita radio oleh beberapa stasiun radio di  Jakarta yang mengedepankan ataupun juga memiliki program berita, untuk saling diperbandingkan. Penelitian ini juga ingin mengeksplorasi karakteristik personal radio dalam kegiatan presentasi siaran beritanya. Metode penelitian yang digunakan adalah multiple case study agar, selain menemukan format penyiaran berita dan gaya presentasi yang khas dari satu stasiun radio, juga dapat memperoleh karakteristik praktik penyiaran berita yang sama dari tiap stasiun radio yang berbeda sebagai obyek penelitian.Hasil penelitian pada empat stasiun radio yang diteliti menunjukkan bahwa praktik jurnalistik radio dijalankan sesuai dengan format stasiun radionya, lalu format penyiaran beritanya, dan gaya presentasi siaran beritanya. Secarakeseluruhan, keempat stasiun radio tersebut menitikberatkan penyiaran beritanya pada format berita berjenis hard news dengan unsur emosionalitas dan personalitas yang diterapkan secara terbatas pada presentasi siarannya.Perbedaan yang khas di antara keempatnya bisa menjadi acuan model penyiaran dan presentasi siaran berita radio.