cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 15, No 1 (2016)
6
Articles
ANALISIS SEMIOTIKA DESAIN COVER ALBUM “BLACK MARKET LOVE” DARI BAND SUPERMAN IS DEAD

Victor, Patrick

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.038 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan masalah pada pemaknaan cover album dari band Superman Is Dead yang menggunakan analisis semiotika. Analisis semiotika adalah ilmu yang mengkaji tanda dalam kehidupan manusia. Artinya, semua yang hadir dalam kehidupan kita dapat dilihat sebagai tanda, yakni sesuatu yang harus kita beri makna.Penelitian ini berjudul Analisis Semiotika Desain Cover Album “Black Market Love” dari band Superman Is Dead. Tujuan peneliti mengangkat judul tersebut Karena menurut peneliti album tersebut mempunyai sebuah konsep cover album yang cukup simpel namun kreatif sehingga mampu menarik perhatian khalayak sasarannya.Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa Superman is Dead ini termasuk salah satu band punk yang menurut peneliti cukup beruntung karena mampu mensetarakan band nya,dengan band-band lain yang notebenenya bukan berasal dari genre yang sama,tapi mampu masuk dalam major label,dan menurut peneliti itu suatu pencapaian yang luar biasa.Karena biasanya band-band punk itu sangat susah untuk masuk dalam major label entah karena alasan apa,tapi disini Superman is Dead mampu mementahkan itu semua.Dalam penelitian ini peneliti memakai model dari Roland Barthes, dengan teori Semiotika atau semiotika Roland Barthes yang mengacu pada Sausure dengan menyelidiki hubungan antara penanda dan petanda pada sebuah tanda. Hubungan penanda dan petanda ini bukanlah equality (menandakan kesamaan kedudukan), tetapi equivalen (hubungan atau korelasi). Bukannya yang satu kemudian membawa pada yang lain, tetapi korelasilah yang menyatukan keduanya.Barthes dalam teori Semiotika menggunakan pemaknaan konotasi (pemaknaan oleh diri pembaca yang bersifat subjektif. Terjadi saat tanda bertemu dengan perasaan atau emosi pembacanya serta nilai-nilai kebudayaan) dan denotasi (makna yang paling nyata adanya hubungan antara petanda dengan penanda) dalam menghubungkan antara petanda dan penanda. Selain itu, Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan yaitu “mitos” yang menandai suatu yang diyakini dalam suatu lingkup masyarakat. “mitos” menurut Barthes terletak pada tingkat kedua penandaan, jadi setelah terbentuk sistem tanda penanda-petanda, tanda tersebut akan menjadi penanda baru yang kemudian memiliki petanda kedua dan membentuk tanda baru.Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma penelitian konstruktivisme yaitu memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action, melalui pengamatan langsung terhadap perilaku sosial dalam setting yang alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara dunia sosial merekaDari uraian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa di mana pada intinya pesan yang hendak disampaikan melalui cover Black Market Love dapat ditangkap oleh siapa saja yang melihat cover dari album “Black Market Love” tersebut. Pesan yang hendak di sampaikan oleh Superman Is Dead melalui album “Black Market Love” adalah meskipun terkadang seseorang menjalani hidup dalam keadaan negative, yaitu di tengah kekerasan, pengaruh minuman keras, obat-obatan terlarang, namun orang tersebut harus memiliki prinsip dan tujuan untuk membahagiakan dirinya, serta orang-orang di sekelilingnya tanpa melupakan bahwa mereka memerlukan alam dan harus menjaga lingkungan disekitarnya, serta mengutamakan persahabatan dan menjunjung tinggi persaudaraan dalam menjalani hal-hal tersebut.

KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA PESERTA DALAM PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA INTERNASIONAL

Stefanie, Stefanie, Harijono, Kartika Aryani

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.315 KB)

Abstract

Program pertukaran pemuda menjadi salah satu program regular yang diselenggarakan oleh beberapa negara maju dan berkembang seperti Amerika, Kanada, Korea, Jepang, New Zealand, maupun organisasi yang beranggotakan berbagai negara seperti ASEAN. Program di bidang pendidikan dan budaya ini dijalin dengan tujuan untuk mempererat ikatan persahabatan dan menciptakan mutual understanding antar negara melalui para generasi muda.Saat para remaja ini terpilih dalam program pertukaran pelajar internasional, keterampilan komunikasi antar budaya merupakan satu hal yang penting untuk mereka miliki. Interaksi mereka tidak hanya terbatas pada satu atau dua budaya saja, namun budaya yang lebih heterogen sehingga banyak hal-hal yang mungkin tidak mereka prediksi sebelumnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keterampilan komunikasi antar budaya para peserta program pertukaran pemuda dalam ruang lingkup internasional. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat pada umumnya di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, khususnya dalam keterampilan berkomunikasi di kehidupan sosial dan budaya sehari-hari.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada dua informan yang ditunjang dengan studi dokumen.Hasil penelitian ini merupakan cerminan realita kehidupan antar budaya yang seringkali kita temui. Ada banyak kendala yang ditemui dalam berkomunikasi antar budaya seperti perbedaan bahasa yang dimiliki oleh masing-masing pelaku komunikasi, cara pandang, kebiasaan, serta penggunaan komunikasi non verbal. Disamping itu, penelitian ini pun melihat pada konteks yang lebih luas di mana ketika para remaja tersebut bukan berada di negara asalnya, mereka mengalami culture shock, tantangan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang relatif baru dan masih asing, dengan misi yang diemban oleh para peserta tersebut dalam program pertukaran pemuda yang diikutinya.

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INTERNAL DALAM MEMBANGUN LOYALITAS KARYAWAN

Asyifa, Nanda

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.207 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini penulis mengambil judul Implementasi Komunikasi Internal Dalam Membangun Loyalitas karyawan. Latar Belakang dari penelitian ini adalah membahas organisasi yaitu Range Pictures sebagai organisasi di bidang PH (Production House) orientasinya adalah bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan penggunaan sumber daya yang terbatas. Untuk mendapatkan hasil tersebut diperlukan anggota yang mampu bertanggung jawab baik berupa material maupun non-material. Dalam kenyataannya organisasi yang dibangun bersama-sama oleh orang yang ada didalam belum bisa memberikan kontribusi yang maksimal kepada organisasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan teori Management PR dan konsep loyalitas karyawan. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif yaitu mencari teori bukan menguji teori. Pada Metode ini bebas mengamati objek dan menemukan wawasan baru. Untuk teknik pengumpulan data penulis melakukan wawancara ke beberapa pihak yang terkait dengan penelitian ini. Dari hasil kesimpulan penelitian ini adalah Pimpinan organisasi selaku fungsional PR belum melaksanakan fungsinya secara optimal. Kendalanya pada pendidikan dan pelatihan karyawan atau SDM untuk meningkatkan loyalitas karyawan.

REPRESENTASI MASKULINITAS PRIA DI MEDIA ONLINE

Saputro, Dio Herman, Yuwarti, Harti

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.45 KB)

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui medan wacana, pelibat wacana dan sarana wacana dari teks-teks mengenai maskulinitas dalam rubrik style & grooming pada edisi bulan Juni-Agustus 2013. Teori yang digunakan dalam studi ini adalah teori konstruksi sosial realitas, teori maskulinitas Janet S. Chafez, dan teori representasi Stuart Hall dimana teori-teori tersebut akan mengungkap realitas maskulinitas yang terkontruksi dalam rubrik tersebut. Studi ini berlandaskan pada paradigma komunikasi konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika sosial Halliday yang terdiri dari tiga elemen konseptual yaitu medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana mengenai maskulinitas pada unit analisa berupa 10 teks rubrik style & grooming edisi Juni-Agustus 2013 yang dipilih secara sampling purposif. Teknik pengumpulan data yang diakukan peneliti melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan nara sumber dari pihak redaksi dan pembaca media online Men’s Health IndonesiaHasil studi pada level teks dari elemen medan wacana dalam teks-teks tersebut adalah peristiwa kesempurnaan fisik pria, perawatan fisik pria, dan gaya pakaian pria yang rapih, bagus, bersih, necis, dan trendy, elemen pelibat wacana yang terdapat pada teks-teks tersebut adalah sejumlah tokoh-tokoh vitalitas pria, penikmat vitalitas pria, dan ahli style & grooming, dan elemen sarana wacana pada tek-teks tersebut adalah gaya bahasa jurnalistik popular, deskriptif, dan eksplanatif mengenai tips-tips seputar perawatan fisik dan penampilan pria sehinga dengan mudah dapat dipahami oleh kalangan pembaca. Secara keseluruhan representasi maskulinitas pria di media online www.menshealth.co.id dalam rubrik tersebut adalah maskulinitas metroseksual.Disatu sisi konstruksi realitas maskulinitas yang di bangun oleh para pelaku sosial adalah maskulinitas hibridasi dari elemen-elemen maskulinitas global yang terdiri dari maskulinitas uber seksual/stecis, well grooming, dan K-POP. Men’s Health Indonesia mengganggap wacana maskulinitas metroseksual sudah kuno. Walaupun demikian pembaca masih mengganggap maskulinitas dalam rubrik tersebut adalah maskulinitas metroseksual sehingga dapat di simpulkan visi dan misi Men’s Health Indonesia belum tercapai dalam merepresentasikan maskulinitas pria yang bersosok uberseksual, stecis, well grooming, dan K-POP (konfusianisme)

PEMAHAMAN TENTANG PESAN SUBLIMINAL (Tinjauan Aspek Kualitatif dan Kuantitatif)

Reza, Fikri

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.982 KB)

Abstract

Subliminal telah menjadi isu utama sejak James A Vicary mengumumkan penelitian eksperimennya di tahun 1957. Tetapi banyak sarjana meragukan eksperimennya . Karena ia tidak menggunakan metode statistik yang benar. Kemudian pada 1973 Wilson Bryan Key datang dengan argumen kualitatif yang didasarkan pada psikoanalisis. Gambar seksual dan sensual tertanam pada pesan menjadi populer , terutama di tujuan periklanan . Tulisan ini mencoba untuk melihat subliminal dari perspektif yang berbeda yaitu dari perspektif kuantitatif .

TRADISI SILAHTURAHMI, KOMUNIKASI BERMAKNA BAGI LANSIA

Anggraini, Siti

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.065 KB)

Abstract

Kunci untuk lansia tetap independen dan berpartisipasi dalam masyarakat dan keluarga mereka adalah bahwa mereka harus terus sehat dan bahagia . Produktif di usia tua tidak mungkin , semua yang berhubungan dengan investasi saat muda sebagai gaya hidup yang akan menentukan perkembangan fisik , mental, dan sosial di usia tua .