cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 14, No 4 (2015)
7
Articles
PENYESUAIAN ROLE IDENTITY DALAM PERSPEKTIF IMAGINED INTERACTION (Studi Tentang Wanita Yang Ditinggal Mati Suami)

Natakoesoemah, Susilowati

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.45 KB)

Abstract

The objective of this study is to understand the use of Imagined Interaction as coping to women who lost her husband. Moreover, this study try to understand the self efficacy after the lost of husband and comprehend the psy-chosocial aspects in order to adjust one women’s role identity who left by her husband. This study used Honeycutt framework about imagined interaction, and as a supporting study, the author use symbolic interaction concepts. This is a qualitative research that uses post-positivist paradigm method. The data collection method used is in depth interview to 5 women who already lost her husband. Based on this study, identified imagined interaction activities in women who lost husband performed with significant other and devine other. While a role identity adjustment process was found 3 (three) categories are Realistic Adjustment, Moderate Adjustment, and Imagined Adjustment. In the adjustment process there are 3 (three) types of self-efficacy, namely :Acceptance Self-Efficacy: Sincere acceptance towards the lost of husband and optimist about the future; Negotiated Self-Efficacy: Sincere acceptance, however stay pessimist about the future; Imagined Self-Efficacy: Insincere acceptance, lack of confi-dence and very pessimist towards the future.

MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASI BERBASIS KELOMPOK

Sunuantari, Manik

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4993.55 KB)

Abstract

Sebagai bagian dari masyarakat dunia,maka Indonesia ikut terlibat dalam membangun tatanan dunia yaitu mem-bangun masyarakat informasi sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditetapkan dalam WSIS tahun 2005 di Tu-nisia. Hal itu tidak terlepas dari adanya keinginan dari masyarakat untuk berubah, tidak hanya sekedar melek in-formasi, tetapi juga mampu mendayagnakan informasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Adanya kesenjangan informasi dalam masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, menyebabkan masyarakat harus bangkit untuk memberdayakan diri membangun masyarakat informasi.Kemunculan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi salah satu jawaban dalam rangka membangun masyarakat informasi. Sebagai suatu kelompok KIM diharapkan dapat membantu mengatasi kesenjangan informasi yang ada di seluruh wilayah Indonesia.Den-gan demikian maka harapan hidup yang lebih baik dapat terwujud, khususnya kesejahteraan secara ekonomi.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran akan peran serta KIM dalam membangun masyarakat in-formasi, khususnya KIM Kraton Kidul Pekalongan Bertolak dari pemahaman tentang masyarakat informasi yang dikemukakan Frank Webster.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di KIM Kraton Kidul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIMKraton Kidul telah mampu membantu mengatasi kesenjangan informasi yang ada. Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan, KIM telah mengubah paradigma masyarakat dalam pengelolaan informasi. Masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam memberdayakan diri mereka sendiri khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kesadaran akan pentingnya informasi dalam kehidupan masyarakat menjadi suatu dasar yang sangat penting untuk membangun masyarakat informasi.

KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA

nurkholisoh, nurkholisoh

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.944 KB)

Abstract

Media memiliki peran penting dalam membangun realitas sosial, salah satunya adalah realitas perempuan. Pa-triarki yang telah menjadi arus utama dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat, sadar atau tidak, telah menciptakan infrastruktur peradaban manusia menjadi ‘berjenis kelamin’ laki-laki, termasuk dalam kehidupan politik. Politik sering diidentifikasi sebagai ‘dunia laki-laki’ yang kejam dan keras, dan dianggap tidak cocok un-tuk perempuan yang identik dengan kelembutan, sehingga kehadiran perempuan sering diremehkan dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi peran politik perempuan di media. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luck-mann. Mereka mengatakan bahwa realitas sosial terdiri dari tiga jenis, yaitu realitas subjektif, realitas objektif dan realitas simbolik. Sementara itu, Shoemaker dan Reese menyebutkan dua konsep utama dalam melihat refleksi realitas di media, yaitu konsep media aktif dan konsep media pasif. Penelitian ini menggunakan paradigma kon-struktivisme dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani. Ada dua cara bagaimana ide sentral diterjemahkan ke dalam teks berita, yang pertama adalah framing perangkat dan kedua penalaran perangkat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks berita tentang peran politik perem-puan di majalah FEMINA edisi Maret 2014 sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framingyang dilakukan oleh majalah FEMINA telah mengkonstruksi perempuan sebagai individu yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga intelektual dan mampu berperan aktif dalam politik. Selain itu, untuk memperkuat konstruksi yang dilakukan, majalah FEMINA juga melengkapi tulisan-tulisannya dengan penalaran perangkat yang sangat menarik serta menyoroti prestasi perempuan dalam politik tanpa melupakan kodrat mereka sebagai perempuan yang memiliki kewajiban terhadap keluarga, baik sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka

ANALISIS WACANA PEMBERITAAN PENCALONAN JOKOWI SEBAGAI CALON PRESIDEN 2014 PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS

Nurcahyo, Dino

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.882 KB)

Abstract

Mass Media has an important role, not only as a public information source, also as a social control, but also a tool of forming public opinion as well. The news that reported by mass media cover all aspects of people’s lives, for examples politics and laws. The author also highlights the news about the candidacy of Joko Widodo as a Presidental candidate in 2014. The purpose of this research is to find the construction reality of news in Kompas Daily Newspaper about the candidacy of Joko Widodo as candidate for president 2014. The framework of thought this research emphasized the mass communication studies with speciffically describe the news in newspaper, related to the social construction reality with the approach of a discourse analysis by Teun A Van Dijk. In this research, the researcher uses a discourse analysis, by using an approach of discourse analysis by Teun A. Van Dijk. Which includes three elements, text, social cognition, and social context. Then, the element of texts divided into three kinds, they are: macro-structure, superstructure, microstructure. All of these elements are considered by author as the right tools to analyze the news about the candidacy of Joko Widodo as presi-dental candidate in 2014 on Kompas daily newspaper. The result of this research is that the whole process of the text, social cognition, and a social context, that the Kompas daily newspaper which tagline is “the Command of People’s Heart” is stating Jokowi to be the next President-to-be through their news and contents, it indirectly will affect public opinion to vote for Jokowi.

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMPROMOSIKAN MEREK DAGANG PT. HIPERNET INDODATA (HYPERNET)

Raymond, Laode Radinal

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4961.912 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini penulis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran dimana dalam teori ini menjelaskan bahwa aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal kepada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data akurat menjelaskan secara rinci mengenai media relations yang digunakan pihak lembaga sebagai strategi public relations. Sifat penelitian ini bersifat subyektif. Sedangkan paradigma yang digunakan adalah Konstruktivisme, dimana dalam paradigma menjelaskan bagaimana media mengemas suatu konsep dalam mengembangkan semua indikator sebagai pijakan dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu, indikator tersebut meliputi mengedepankankan penggunaan metode kualitatif, mencari relevansi dan teori yang dikembangkan harus lebih membumi.

STRATEGI KOMUNIKASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT FRISIAN FLAG INDONESIA

Nilamsari, Natalina

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.642 KB)

Abstract

Inisiatif perusahaan mengomunikasikan Corporate Social Responsibilty (CSR) untuk mengedukasi para stakeholder mengenai kontribusinya terhadap pengembangan masyarakat, keberlanjutan ekonomi dan lingkungan semakin banyak dilakukan. Di Indonesia program CSR dilaksanakan karena ada kekuatan legal UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Frisian Flag Indonesia (FFI) merupakan perusahaan yang menjalankan program CSR yang khas, karena dalam aktivitas CSR yang dilakukannya, penerima manfaat (beneficiaries) juga merupakan stakeholdernya secara langsung yaitu peternak sapi perah dan konsumen (anak-anak). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan data primer berupa hasil wawancara mendalam (indepth interview) dengan pihak Corporate Communication FFI. dan penerima manfaat (beneficiaries) dari program CSR FFI yaitu peternak di Pangalengan, Jawa Barat. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui analisis dokumen dan publikasi dari FFI. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi komunikasi CSR FFI meliputi pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penetapan metode serta seleksi dan penggunaan media. Namun evaluasi terukur dari strategi komunikasi CSR belum dilakukan oleh FFI.

KONSEP BEST PRACTICES IMPLEMENTASI UU KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK NO 14/2008

Hardyanti, Winda

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.68 KB)

Abstract

Keberadaan informasi publik yang terbuka dan pemenuhan hak masyarakat untuk mengakses informasi pemerin-tah yang diperuntukkan untuk publik merupakan ciri penting pemerintahan demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Pelibatan dan tanggung jawab kepada rakyat sebagai pemegang mandat hanya bisa dilakukan melalui keterbukaan yang ditandai salah satunya melalui penyediaan akses informasi pemerintah.Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dan mendorong keterbukaan pada badan publik atau pemerintah. Seluruh informasi tentang aktivitas badan publik, selain yang dikecualikan Undang-Undang, sejak UU tersebut disahkan, wajib dibuka kepada masyarakat. Masyarakat pun kini bisa mengawasi dan memantau aktivitas badan publik. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat diharapkan dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas badan publik, dan lebih jauh lagi berpartisipasi aktif dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik (Mendel,2004)Sesuai dengan amanat UU KIP, setelah dua tahun ditetapkan, maka badan publik di seluruh Indonesia wajib melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi agar masyarakat dapat mendapatkan akses seluas-luasnya dengan cara yang mudah dan terjangkau. Namun, implementasi UU KIP dalam keseharian kegiatan layanan pub-lik lembaga pemerintah bukan hal yang mudah. Penelitian ini bermaksud untuk meneliti sejauh mana implementasi atau penerapan UU KIP. Tahun 2014 ini adalah tepat enam tahun sejak UU Keterbukaan Informasi Publik disahkan. Harapannya tentu kota dan kabupaten khususnya di Jawa Timur sudah mampu mengimplementasikan UU ini dengan sebaik-baiknya.Sehingga perwu-judan masyarakat yang mendambakan good governance bisa terpenuhi haknya untuk memperoleh informasi dari badan publik yang diinginkan. Penelitian ini akan mengambil dua kota sebagai subyek penelitian yaitu implemen-tasi UU KIP di Pemerintah Kota Malang dan di Kota Kediri. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing kota baik Kediri maupun Malang, masing-masing me-miliki best practices dalam mengimplementasikan UU KIP no 14/2008. Best practices yang dilakukan adalah melakukan pemahaman holistik terhadap UU KIP 14/2008. Selain itu juga mengupayakan optimalisasi imple-mentasi transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik dengan baik. Adapun hambatan yang sering menjadi kendala dalam pelaksanaan meliputi keterbatasan kuantitas dan kualitas SDM, tidak ada standar informasi publik yang jelas, gangguan kestabilan jaringan dan masih lemahnya koordinasi antara satuan kerja.