cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 14, No 2 (2015)
5
Articles
BAHASA NEGARA YANG TERABAIKAN POLA BARU BERKOMUNIKASI DAN MARTABAT BAHASA INDONESIA

Anggraini, Siti

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The important of Information Technology mostly in social media now often effect the common use in Indonesian language. The new pattern of a communication made side effect for the written and pronounciation of the lan-guage itself especially often use by the university students. The Bahasa Indonesika as the national language must strictly use in a good and right way.

KOMUNIKASI DIALOG MERAWAT KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

Asri, M. Yusuf

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.936 KB)

Abstract

Kerukunan umat beragama yang dinamis dan produktif tentu sangat didambakan semua orang melalui interaksi dan kerjasama untuk pembangunan yang produktif bagi keselamatan, kesejahteraan lahir-batin dan kebahagiaan hidup bersama. Suatu bangsa akan rukun seandainya berpegang teguh pada firman Tuhan yang mengajarkan kasih sayang, kerukunan dan kedamaian, serta berpegang erat pada kensensus nasional “Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945” yang diikuti sikap tolerans yang penuh kesadaran atas realitas kemajemukan.Namun dalam perjalanan sejarah bangsa telah terjadi benturan hingga konflik terutama antara umat Islam dengan umat Kristiani (Kristen dan Katolik) dalam intensitas yang dinilai menonjol pada pase pertama pasca pemberontakan Gerakan 30 September 1965 (1967-1968), dan pase kedua menjelang tumbangnya rezim Orde Baru dan memasuki awal Orde Reformasi (1976-2000). Komunikasi membangun dan merawat kerukunan umat beragama terus dilakukan, dan beberapa produknya telah nyata, tetapi beberapa prinsip mengalami kegagalan, sehingga kerukunan umat beragama di Indonesia yang dinilai pihak luar dapat dijadikan contoh model kerukunan global, namun senyatannya ialah rukun dalam kesemuan.Kita belum puas dengan kerukunan yang ada, sehingga diperlukan langkah besar ke depan yng harus diam-bil, dan itu tidak lain ialah mengembangkan komunikasi dialog yang sejati membangun toleransi yang berpegang teguh pada akidah dan syariat agama masing-masing, serta konsensus Nasional bangsa Indonesia “Pancasila dan UUD RI 1945”

PROSES NEGOSIASI DALAM KERJASAMA PT. ARINA MULTIKARYA DENGAN PT. RAMA INDONESIA

Wahyuni, Devi

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.66 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan Public Relations adalah negosiasi yang terdapat pada bauran humas, dan pada perusahaan PT. Arina Multikarya, fungsi humas dijalankan oleh divisi marketing, peran marketing sangat penting bagi perusahaan karena marketing menjalankan tujuan utama perusahaan yaitu dengan bernegosiasi pada klien untuk menuju kesepakatan. Maka dari itu marketing perlu menggunakan strategi negosiasi yang tepat untuk kesuksesan dalam bernegosiasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi negosiasi divisi marketing dalam meyakinkan klienuntuk mencapai kesepakatan dan dari masalah penelitian, penulis merumuskan masalah pokok sebagai berikut “Bagaimana negosiasi yang dilakukan PT. Arina Multikarya dalam menjalin kerjasama antar perusahaan?Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus berupa uraian wawancara dan penjelasan komperhensif mengenai berbagai aspek. Seorang individu, kelompok, organisasi suatu program atau situasi sosial.Hasil penelitian yang didapat, strategi negosiasi yang digunakan oleh marketing yaitu win-win solutions, masing-masing pihak tidak ada yang dirugikan atau sama-sama untung, tetapi pada saat-saat tertentu lose-win juga bisa dilakukan, yaitu salah satu pihak mengalah dengan keperluan tertentu. Sebelum proses negosiasi, marketing melakukan persiapan dengan mengumpulkan informasi serta data-data harga pasaran sebagai bahan pertimbangan pada saat bernegosiasi dan juga pendekatan pada klien agar memudahkan pada saat proses negosiasi, saran yang harus dilakukan oleh PT. Arina Multikarya dalam melakukan kegiatan negosiasi, marketing harus lebih memahami tugasnya bukan hanya sebagian marketing yang menawarkan suatu kerjasama saja tetapi juga yang membawa nama besar perusahaan serta menciptakan citra positif bagi perusahaan.

MEDIA BARU (NEW MEDIA) SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PEMASARAN YANG EFEKTIF

nurkholisoh, nurkholisoh

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa merupakan sarana penyampaian informasi dalam komunikasi massa baik melalui media cetak maupun elektronik. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, sarana penyampaian pesan dalam komunikasi massa tidak hanya terbatas pada kedua media yang sudah ada, namun kini muncul media baru (new media) dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya serta keunggulan dan kelemahan yang menyertainya. Saat ini, media baru menjadi salah satu sarana komunikasi massa yang penting dan diperlukan dalam berbagai bentuk komunikasi, seperti pemasaran atau penjualan. Jika sebelumnya para pemasar melakukan strategi pemasaran melalui media konvensional yang bersifat satu arah dan terbatas, maka kini para pemasar mengkomunikasikannya secara interaktif melalui media onlineatau internet. Internet sebagai media baru (new media) dinilai sebagai media komunikasi yang lebih baik dibandingkan media yang ada sebelumnya, karena memiliki fleksibilitas dan keunggulan dalam memberikan pengertian dan menarik minat konsumen. Selain itu, internet juga merupakan sebuah elemen penting yang potensial dalam program Integrated Marketing Communication(IMC), seperti iklan, promosi penjualan, dan publisitas perilisan, acara-acara, yang disampaikan kepada pelanggan atau calon pelanggan.

KEPUASAN KHALAYAK TERHADAP ISI BERITA TABLOID OTOMOTIF

Novanry, Rifki

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.91 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan khalayak terhadap isi berita pada tabloid Otomotif dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kepuasan khalayak setelah membaca tabloid Otomotif Teori ini menggunakan teori Uses and Gratifications, Teori ini mengembangkan Gratifications Sought, yang menjelaskan bahwa kepuasan yang diperoleh khalayak setelah menggunakan media massa belum tentu sesuai dengan kepuasan yang diharapkannya sebelum menggunakan media massa. Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh bahwa secara keseluruhan kepuasan anggota klub mobil Lambatz Autoclub Jakarta tercapai setelah membaca tabloid Otomotif. Hal ini dapat dibuktikan dengan Nilai Mean Keseluruhan GS (42,0557) < Nilai Mean Keseluruhan GO (43,3000). Selain itu, hasil analisis perhitungan Chi Square menunjukkan bahwa dengan adanya perbedaan karakteristik anggota klub mobil Lambatz Autoclub Jakarta tidak memberikan perbedaan yang nyata (signifikan) terhadap perbedaan pembentukkan kepuasan setelah membaca tabloid Otomotif. Hal ini dibuktikan dengan nilai Chi-Square hitung yang Selalu lebih kecil dari nilai Chi-Squaretabel. Sehingga kesimpulannya, Hipotesis dalam penelitian ini terbukti, dengan kata lain; “Karakteristik anggota klub mobil Lambatz Autoclub Jakarta, tidak memberikan perbedaan yang nyata (signifikan) terhadap pembentukkan kepuasan setelah membaca tabloid Otomotif