cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 1, No 4 (2003)
7
Articles
KREDIBILITAS OPINION LEADER PEDESAAN

Sundoro, Panggih

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan Teknologi komunikasi serta pertumbuhan pcnduduk mengakibat kan mobilitas semakin meningkat Daniel Lerner    dalam bukun nya The Passing Of Traditional Society  menegaskan.meningkatnya mobilitas antarwilayah  dalam masyarakat paling banyak ditunjang tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi yang  memadai..Pada perkembangannya mobilitas antar  wilayah geografis yang meningkat,  ditunjang pula oleh komunikasi yang memadai sampai ke lingkungan pedesaan  lnilah merupakan factor   yung menarik minat para pernilik modal untuk mclakukan usahan nya di  wilayah- wilayah pedesaan.Pedesaan adalah strategis pandangan pcngusahapada umum nya dititik bcratkan pada potcnsi desa. Slrategi para pemilik modal untuk meperoleh tanah desa,dilakukan dengan  mengkaitkan pandangan. Bahwa dalam realitas nya tnasyarakat desu penuh dengan ketidakmampuan, seperti asumsi-asumsi tentang masyarakat desa  yang    dapat   dikendalikan melalui budaya material. Keanekaragaman nilai maupun status social akibat merebak nya industry di pedesaan berhubugan pula dengan peran dari pemuka pendapat (opinion leader)sebagai orang yang mempunyai kemampuan mcmpengaruhi perilaku orang lain (Rogers dan Lyme Svcnning dalam bukunya MODERNZATION AMONG PEASANT).Dalam  hubungannya dengan komunikasi,para opinion leader atau pemuka pendapat dipedesaan pada umumnya bersifat polimorfik yang menguasai sejumlah isu unluk disebarluaskan kepada masyarakat. Antara pemuka  pendapat dan masyarakat atau pengikutnya tidak terlalu banyak perbedaan dalam kemampuan  hanya pada umumnya para pemuka pendapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masvarakat, lebih kompeten dan lebih tahu menjaga norma yang berlaku.Berdasarkan karakter tersebut, para pemuka pendapat mampu mengantisispasi dan beraksi 

APA ARTI HUBUNGAN MASYARAKAT

Suradi, Endang

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan ini diilustrasikan dengan menggambarkan setiap dasar yang  rnebedakan para pengajar ahli dan praktisi humas dan pembangunan pemasaran selarna seminar di Universitas San Diego. Setelah debat pandang rnereka barn mendefinisikan arti darih urnas.PR adalah suatu proses manajemen untuk mencapai tujuan dan memeliara keserasian dan priiaku positif diantaranya kelompok social yang   mana suatu perusahaan bergantung pada permintaan yang terdapat dalam misi tersebut. Didasari untuk tanggung jawab untuk memelihara keramahan lingkugan untuk suatu perusahaan.

MENGENALI ARTI, FUNGSI DAN MANFAAT TELEMATIKA

Idris, Naswil, Moerwanto, FB

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasan secara singkat Padat tentang Telematika ini dimaksudkan untuk mengenali arti, fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat penggunanya. Disadari bahwa penggunaan sarana telematika yaitu untuk berkomunikasi,  terkait dengan masalah-masalah ekonomi, social dan budaya.   Teknologi telematika selama beberapa dasawarsa ini telah berkembang amat pesat,  sehingga mampu menyampaikan (men-transfer) sej:_:mlah besar informasi, dengan berbagai cara,  yaitu dengan perantaraan suara, tulisan, gambar,  data    atau kombinasi-kombinasinya.

REGULASI TERHADAP MEDIA MASSA Aturan-aturan yang mengikat perilaku media

Winarso, Bambang

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi  telah·  digulirkan dan  demokratisasi disegala bidang  termasuk bidang industri media      telah      d icanang k-an. Namun      sejauh       mana    kah pernaharnan  terhadap  regulasi baik   yang   mengikat   maupun yang  membebaskan   perilaku media    massa     telah    dipahami? Pertanyaan   ini  muncul   karena pada kenyataannya kita sarna- sama   melihat   dan  merasa   kan bahwa   seolah-olah   kebebasan pers   adalah    kebebasan   yang tiada    batas,   kebebasan   yang dapat   dilakukan  dalam  hal  apa saja,   untuk    apa   saja,  dimana saja,    kapan    s aja   dan   dalam bentuk   apapun   juga

ANALISIS VISI DAN MISI FIKOM-UPDM (B)

Salampessy, ASB

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visi  merupakan sebuah pernyataan khas yang mernbedak dengan perguruan tinggi lainnya,dan memberikan arah dan mewujudkan suatu kondisi internal yang   di ingin kan pada masa yang  akan dating sebagai representasi dari filosofi UPDM (B). Karena itu visi merupakan tujuan jangka panjang yang dicita-citakan. Tujuan ini harus meliputi teknologi , produk dan pemasaran . Sementara itu misi merupakan sebuah pernyataan khas sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas manajerial untuk mencapai tujuan jangka pendek , menengah dan jangka panjang. Karena itu misi perlu diterjemahkan menjadi rencana kerja, jangka pendek,  menengah, dan panjang yang  menjelaskan tentang mekanisme kerja, teknologi,  produk akhir dan pengawasan. Misi sebagai pedoman untuk mengikuti arah yang jelas menuju tujuan jangka panjang.      maka   visi  peril di analisis dan diterjemahkan agar dapat diukur setepat  mungkin di dalam visi perlu di analisis dan di terjemahkan agar dapat diukur setepat mungkin. Di dalam visi FIKOM-UPDM (B), terkandung tiga pokok pikiran yang, kesejatan pensiunan(tunjangan hari tua )Asuransi dll,   yang mengacu kepada peraturan dan undang-undang yang   berlaku bagi sektor swasta,   bukan Pegawai Negeri Sipil dan Tentara Nasional       Indonesia   (PNS danTNI). Walaupun begitu pengaturan ini  tidak  dapat diberlakukan  secara absolut,karena kemampuan keuangan menjadi persyaratan yang  sangat utama. Ketentuan jumlah jam kerja yang dibatasi  usia masa bakt iperlu diperhatikan agar pemanfaatan potensi produktivitas setiap orang menjadi optimal dan tidak terjadi pembebanan yang tidak perlu bagi FIKOM UPDM (B).

ILMU JURNALISTIK MERUPAKAN SALAH SATU CABANG POHONILMU KOMUNIKSI

Wahjudi, JB

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi sebagai proses sudah dilakukan oleh manusia sejak Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia pertama dibumi (Adam), dans ejak itu pula,komunikasi sebagai proses sudah menjadi kebutuhan yang hakiki bagi manusia, meskipun sebagai ilmu,  komunikasi baru diakui pada akhir Abad 19. Sejalan dengan berjalannya waktu dan perkembangan tek-rologi. Ibaratny asebatang pohon, "pohon" ilmu komunikasi mulai tumbuh dengan subur,  karena memang Sangat diperlukan oleh umat manusia pohon ilmu komunikasi mulai bercabang. Berbagai  cabang "pohon" ilmu kornunikasi, yang juga sebagai ilrnu murni (pure science), mulai bermunculan sebagai ilmu terpakai/terapan (applied sci- ence), seperti ilmu kehumasan, ilrnu periklanan, ilmu jurnalistik, ilmu publisitas,  ilmu propa-ganda, ilmu perang urat syaraf, ilmu penerangan,_dan pada era inforrnasi sekarang ini muncul ilmu perang informasi.

MEMAHAMI HAK ANDA SEBAGAI KONSUMEN DARI SERBUAN IKLAN DITELEVISI

Wiryanto, Wiryanto

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia pertelevisian di Indonesia sudah cukup tua, padat ahun1962 lahir Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimiliki pemerintah. Tersebut dalam rangka peliputan pesta olah raga  Negara­negaraAsia (Asian Carnes) yang diselenggarakan diJakarta pada tahun1962. Sejak saat itu pula dunia periklanan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan,  sebelumnya iklan hanyak dikenal mclalui media luar ruang,  surat kabar dan radio, kemudian menyusul iklan mclaluimedia televisi. Secara meluas iklan televise baru dimulai pada tahun 1976 di kota-kota besar. Di   pihak   lain banjirnya tayangan iklan dalam acara­acara TVRI mcmbuat pemirsa tidak nyarnan dalam nwnyaksikan acara­acara yang   disajikunnya,  karena selingan "siaran niaga terscbut. Kekhawatiran yang mcndasar adalah pengaruh iklan bagi perrursa TVRl,  yakni mcndorong perilaku konsumerisme masyarakat.