cover
Filter by Year
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles by issue : Vol 1, No 2 (2002)
6
Articles
PENGARUH KOMPETENSI DOSEN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA

Karsadi, Ardi

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasingly admission trend  of new students in the school of communication science of the University of Dr. Moestopo (Religious) serious attention, especially for the quality services of learning process provided to the enrolled students. The hypothesis of this study was a positive relationship betweenboth the instructors competence and  the schools service quality togetherwith the students achievement motivation seems   to occur. The study results show that  a positive   correlation between   instructors competence and students achievement motivation exists significantly with a correlation levelof0.228. Moreover, it is proved that a positive correlation be tween  schools   quality   service   and students  achievement  motivation occurs significantly with a correlation level of 0,228.  Moreover it is proved that a positive correlation between schools quality  service, together, and students achievement motivation with a correlation level of 0.264. The study also  suggeststhat correlation contributions are 5.2 %; 5.5 %; and 7.0 %.   Although the contributions are not so big, the test re­ sults  show that  they  are  significant enougl.

ANTISIPASI KRISIS KEHUMASAN DENGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI PERSUASIF PADA KEHUMASAN (PEMERINTAH) UNTUK MEMPERAT HUBUNGAN DENGAN WARTAWAN

Sunarto, Sunarto

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANTISIPASI KRISIS KEHUMASAN DENGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI PERSUASIF PADA KEHUMASAN (PEMERINTAH) UNTUK MEMPERAT HUBUNGAN DENGAN WARTAWAN

KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN PADA MASYARAKAT MULTIETNIK

Hermawan, Herry

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN PADA MASYARAKAT MULTIETNIK

DUA SISI DARI MATA UANG YANG SAMA SISTEM POLITIK DAN KOMUNIKASI POLITIK

Kertopati, Ton

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang ahli  strategi  komunikasi  Frederick Williams dalam  karya tulisnya :    "The Communication  Revolution", menghubungkan nilai strategis  teknologi komunikasi   dan struktur politik dalam kehidupan  suatu  negara. Diisyaratkan bahwa   "Political system  and Communica- tion system  are two sides of the same coin".  Dalarn  buku kumpulan   karangan  para pakar komunikasi dari dari berbagai negara yang diterbitkanUNESC0-1980,   berjudul  : "Many Voices One World Communication an Society Today and Tomorrow", Sean McBride sebagai penyunting antara lain memperkenalkan konstruksi pemikiran tentang  fungsi  komunikasi  bagi peradaban umat manusia. Menurut McBride, komunikasi memelihara dan menggerakkan dinamika  kehidupan dan  peradaban umat manusia. Tanpa komunikasi  tidak mungkin setiap individu dapat  menyatakan segala sesuatu yang terkandung  dalam pikiran dan perasaannya.   Komunikasi  dapat merubah naluri (instinc~  menjadi inspirasi. Lebih dari itu komunikasi  inipun  merupakan  tempat menyimpan  gagasan (idea) bersama, memperkuat  perasaan kebersamaan, mengubah  pikiran menjadi  perbuatan. Pendek   kata    pendapat   McBride menunjukkan bahwa  komunikasi adalah sebagai  jiwanya dari setiap dinamika kehidupan masyarakat  ,   tentunya  termasuk pula dinamika   politik.  Dalam realita tidak dapat disangkal  sistem politik  sangat  berpengaruh  pada  system. Contohnya :      Dalam  sistem politik, komunikasi berfungsi sebagai penghubung antara  kehidupan  politik yang ada  pada suprastruktur  dengan insfrastruktur  politik dan sekaligus  menciptakan dinamika  politik yang stabil. Sedangkan   pada sistem komunikasi,  sistem  politik berpengaruh terhadap  bentuk,  arah tujuan dan  pola komunikasi.Oleh karena itu, keterkaitan keduanyatidak dapat dilepas,  saling ber-interdependensi yang satu dengan yang lainnya.Komunikasi politik sebagai kajian ilmiah, memadukan  dua disiplin  ilmu yaitu  ilmu Komunikasi  (Communication   Science) dan ilmu politik (Political Science)  yang sekaligus menjadi  sarana transformasi  nilai dalam  kehidupan  politik suatu  negara.Timbul pertanyaan mengenai disiplin ilmu, apakah  yang paling  berkompeten dalam mengkaji Komunikasi Politik.

APAKAH BANGSA ITU? (QU’EST CE QU’UNE NATION? PIDATO ERNEST RENAN DI UNIV. SORBONNE (1882)

Sunario, Sunario

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APAKAH BANGSA ITU? (QU’EST CE QU’UNE NATION?PIDATO ERNEST RENAN DI UNIV. SORBONNE (1882)

PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA

Idris, Naswil

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cfetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan   memperoleh     informasi   untuk mengembangkan  pribadi  dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang  tersedia.Hak  warga negara untuk   berkomunikasi dan  memperoleh informasi,  dijamin dan dilindungi (Jap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal  dari  deklarasi  hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat  berbuat banyak jika  kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang  ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang   kesehatan, pendidikan  ,per ekonomian, kesejahteraan ,  hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu  dengan jaringan  dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi  kebutuhan  informasi rakyat  di daerah  pedesaan dan  daerah  terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk  sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945. Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi :  pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan  yang dibuat oleh beberapa  orang  yang mengatas  namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi  yang terbaru  pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast  secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO.  17 tsb.  Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama  sekali   atau   menggunakan    pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat         Penerangan        Masyarakat, PUSKESMAS        (Pusat        Kesehatan Masyarakat),  Kantor  Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar  sekolah I Kursus,  Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan  perpustakaan,    dan  ruang  baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik   dan tempat olahraga sederhana.  Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk  pemaksaan tetapi  cukup dengan  mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa  informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.